20 Pelatihan Digelar di Festival Barikan Karimunjawa Jepara

barikan-e

Siswa mengikuti pelatihan di Festival Barikan, Jepara. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Berbagai macam pelatihan (pelatihan) diselenggarakan panitia dalam kegiatan Festival Barikan Karimunjawa 2016. Sebanyak 20 pelatihan tersebut digelar dari 13 Oktober hingga 19 Oktober 2016. Kegiatan tersebut bisa diikuti dari pelajar hingga masyarakat umum.

Koordinator pelatihan Festival Barikan Karimunjawa 2016 Sabah mengatakan, berbagai macam pelatihan yang digelar dalam even tahunan tersebut di antaranya adalah pelatihan Batik Tulis, Walang Tenda, Wayang Alang- Alang, Wayang Dongeng, Sablon, Handycraft, Batik Celup, Film, Sejarah, Fotografi dan masih banyak lagi.

“Selama sepekan kami akan menggelar 20 pelatihan. Tujuannya, agar masyarkat Karimunjawa terutama pelajar bisa lebih mencintai kebudayaan, kesenian serta guna menambah wawasan dan pelajaran baru, karena kegiatan ini jarang di dapat di bangku sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sabah menjelaskan, selama dua hari ini sudah menggelar beberapa pelatihan. Di antaranya adalah pelatihan belajar Gamelan yang diselenggarakan di Sanggar Seni Tradisional Samudro Kuncoro Karimunjawa yang diikuti puluhan peserta dari pelajar tingkat SMA. Kemudian pelatihan menggambar diselenggarakan di Ranting Bambu juga diikuti puluhan peserta pelajar.

Pelatihan pelatihan membuat handycraft juga juga hari ini digelar di Pulau Kemujan tepatnya di Bunga Jabe, pelatihan tersebut juga diikuti oleh puluhan peserta. Serta memberikan pembelajaran tentang membatik tulis yang diikuti puluhan siswa siswi sekolah dasar.

” Untuk pemateri pelatihan kami bekerja sama dengan beberapa komunitas seni, budaya, sejarah dan beberapa pihak yang berkompeten di bidang masing-masing, mereka berasal dari Jepara  Karimunjawa, dan beberapa kota lainnya juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua panitia Festival Barikan Karimunjawa 2016 Srianto mengatakan, untuk persiapan puncak Barikan yang akan diselenggarakan pada 20 Oktober mendatang, segala persiapan sudah dipersiapkan. Di antaranya dengan menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah desa setempat bersama masyarakat sekitar.

Editor : Akrom Hazami

Warga Karimunjawa Jepara Gelar Parade Budaya Festival Barikan

Festival Barikan Karimunjawa Jepara, tahun 2015 lalu berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Festival Barikan Karimunjawa Jepara, tahun 2015 lalu berlangsung meriah. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat yang berada di Karimunjawa, Kabupaten Jepara menggelar parade budaya yang dikemas dalam Festival Barikan, mulai Kamis (13/10/2016) ini hingga sembilan hari ke depan. Festival ini diikuti oleh sejumlah suku dan etnis yang ada di wilayah destinasi wisata nasional tersebut.

Ketua panitia kegiatan Srianto menjelaskan, Festival Barikan merupakan tradisi budaya yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Karimunjawa secara turun temurun dan wujud rasa syukur masyarakat Karimunjawa atas hasil bumi dan laut yang di dapat selama ini.

“Festival ini mengangkat tradisi, budaya dan kesenian yang ada di Karimunjawa. Selain itu juga menggelar berbagai macam workshop yang bisa diikuti seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga dewasa serta menampilkan berbagai macam pertunjukan tradisi dan kebudayaan,” ujar Srianto, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, seluruh kegiatan akan dipusatkan di Karimunjawa, tujuannya agar masyarakat setempat tetap bisa menguri-uri tradisi, kebudayaan dan kesenian yang selama ini hampir hilang.

Perayaan Barikan ini juga dimaksudkan untuk menyambut datangnya musim baratan atau musim ombak besar dan angin kencang. Agar nantinya seluruh masyarakat Karimunjawa diberikan keselamatan dan rezeki yang melimpah selama musim baratan. Selain itu, acara Barikan ini agar kebudayaan masyarakat Karimunjawa dapat menjadi alternatif andalan pariwisata wilayah tersebut.

“Karena hingga saat ini pariwisata Karimunjawa masih mengandalakan keindahan alam. Wisata budaya hingga kini belum tergarap maksimal. Harapan kami dengan adanya tradisi seperti ini juga bisa menjaga kerukunan masyarakat juga menunjang sektor pariwisata,” jelasnya.

Untuk acara puncak Barikan digelar pada Kamis 20 Oktober 2016, nantinya ada arak- arakan tumpeng menuju pelabuhan rakyat, diiringi gamelan dengan alat musik tradisional dan penaburan kacang ijo dan garam yang diikuti oleh seluruh masyarakat Karimunjawa.

Ia menambahkan, Festival Barikan tahun ini pihaknya mengangkat tema “Pelestarian Terumbu Karang”. Maksud dari tema tersebut adalah, mengajak seluruh masyarakat baik masyarakat pribumi Karimunjawa ataupun wisatawan untuk turut serta saling menjaga dan melindungi surga bawah laut yang ada di Karimunjawa.

Editor : Akrom Hazami