Warga Undaan Kudus Gelar Fashion Show di Bendung Wilalung

Fashion show yang mengambil latar belakang Bendung Wilalung. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Kudus – Bendung pembagi banjir wilalung yang terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus merupakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda tahun 1908. Keberadaan bendung tersebut sangat penting bagi warga Kabupaten Kudus, Demak, Pati dan Jepara, untuk mengatur debit air saat terjadi banjir, sehingga perlu dilestarikan dan dijaga.

Camat Undaan Catur Widiyatno mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Kebangkitan Nasional, sekaligus memperkenalkan aset wisata sejarah yang ada di Kecamatan Undaan, pihaknya bersama karang taruna dan PKK mengelar kegiatan fashion show di Bendung Wilalung dan festival kuliner khas warga setempat.

Dalam kegiatan fashion show yang diikuti peserta dari perwakilan 15 desa itu, dilombakan busana batik Kudus kreasi berpasangan dan busana Kartini.

“Setiap peserta bebas mengkreasikan busana mereka untuk ditampilkan, karena penilaian juri salah satunya juga melihat tampilan busana yang dikenakan,”  ucap Catur.

Dikatakan Catur, kegiatan fashion show menjadi even tahunan,namun setiap tahun temanya akan disesuaikan kondisi. Seperti kali ini, berlatar belakang bangunan bendungan, karena temanya penyelamatan aset sejarah agar tetap terjaga sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata.

Untuk tahun 2016 lalu, tema dari fashion show penyelamatan hutan pegunungan Kendeng, maka kegiatan dilakukan di hutan Jati Desa Wonosoco yang terletak di pegunungan Kendeng. Sehingga, kemungkinan tahun depan fashion show dapat di lokasi lain.

Dikatakannya, para peserta harus warga Kecamatan Undaan. Hhal ini untuk mencari bibit-bibit yang berbakat dalam bidang olahraga, bermusik, modeling maupun kuliner, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.

“Ajang ini kami maksudkan untuk mencari anak-anak muda yang berbakat untuk dapat disalurkan ke arah yang positif, sebab kami siapkan berbagai panggung baik musik, fashion show, kuliner bahkan lomba senam poco-poco maupun lari lintas alam “, paparnya.

Ditambahkan Catur, pada pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan semua desa, sehingga semua biaya ditanggung bersama. Karena kegiatan tersebut untuk mempererat kerukunan antar warga desa.

Salah satu peserta Maila Zinanun Nasicha mengaku, baru kali ini mengikuti kegiatan fashion dan berharap tahun depan ada ajang serupa karena dapat mengembangkan kreatifitas anak-anak muda di Undaan.

Editor : Kholistiono

Jadi Best of The Best Lomba Fashion Show Merah Putih, Begini Perasaan Salwa

Aulia Putri Nabila Salwa saat beraksi dalam lomba fashion show Merah Putih yang digelar di Gedung Wisuda (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aulia Putri Nabila Salwa saat beraksi dalam lomba fashion show Merah Putih yang digelar di Gedung Wisuda (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan girang bukan kepalang dirasakan Aulia Putri Nabila Salwa, pelajar kelas V dari SDN 12 Purwodadi. Hal ini setelah pelajar berusia 11 tahun itu dinobatkan jadi best of the best (BoB) lomba fashion show yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya, Senin (14/8/2016).

“Rasanya senang sekali. Soalnya, baru kali ini saya berhasil jadi juara. Keberhasilan ini akan membuat saya makin bersemangat untuk meraih juara lagi dalam even lainnya,” ujar pelajar yang tinggal di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Grobogan.

Tidak hanya Salwa yang gembira dengan keberhasilan itu. Perasaan senang dan bangga juga dirasakan oleh orang tuanya. Terlebih, keikutsertaan Salwa dalam lomba itu tidak atas paksaan orang tua. “Sebagai orang tua, saya hanya mendukung saja ketika anak ingin mengikuti lomba yang positif. Ternyata, dalam lomba tadi malah bisa jadi juara,” ujar Mulyaningsih, ibu kandung Salwa.

Lomba fashion show itu digelar dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam lomba tersebut para peserta diwajibkan memakai busana dengan corak bendera Indonesia.

“Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.  Peserta kami wajibkan menggunakan pakaian dengan warna merah putih,” kata Ketua Panitia Shodiq.

Menurutnya, dalam lomba itu diikuti anak-anak hingga remaja. Jumlah pesertanya mencapai 60 orang dari berbagai. Dalam pelaksanaannya, penilaian peserta dinilai dari busana yang dikenakan. Lantas performa di atas catwalk, hingga saat memeragakan busanannya.

Editor : Kholistiono

 

Busana Daur Ulang Sampah Kreasi Ibu-ibu Kalidoro Pati Bakal Dikomersialkan

Jpeg

Busana-busana daur ulang dari sampah hasil kreasi ibu-ibu Kelurahan Kalidoro dipakai dalam acara fashion show peringatan Hari Kartini di Taman Kalidoro. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Busana daur ulang dari pemanfaatan sampah di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati Kota, rencananya akan dikomersialkan. Produk hasil kreasi ibu-ibu di kelurahan tersebut bakal diproduksi menjadi baju-baju siap pakai.

Sayangnya, upaya mereka untuk menjadikan busana daur ulang sebagai produk siap pakai terkendala dana. “Ini peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, kami masih terkendala dana. Karena itu, kita siap bekerja sama dengan investor yang akan menanamkan saham untuk membuat produk busana daur ulang,” ujar Sri Widowati, warga Kelurahan Kalidoro kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Ia berharap agar sampah-sampah menumpuk yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat justru bisa menghidupi. Sampah yang identik dengan barang tak laik pakai yang harus dimusnahkan, diharapkan berubah menjadi barang mahal yang dapat meningkatkan ekonomi warga.

“Awalnya, kita ingin peduli lingkungan dengan melakukan program 5R, yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan replant. Nah, busana daur ulang itu sebetulnya menyangkut reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang),” ujar Widowati.

Setelah sejumlah busana daur ulang sampah berhasil dibuat, mereka kemudian berpikir untuk melakukan komersialisasi dengan menjual produk tersebut. Dengan begitu, sampah yang biasanya dibakar menjadi energi tak terpakai justru bisa mendatangkan pundi-pundi uang.

Upaya itu mendapatkan dukungan dari Lurah Kalidoro, Sri Hartati. Ia berharap besar agar sampah-sampah yang disulap ibu-ibu Kalidoro menjadi busana cantik bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga :

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

uplod jam 9 (e).jpg

Sejumlah model-model cilik dari Kelurahan Kalidoro peragakan ragam busana daur ulang dari pemanfaatan sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kreatif. Begitu kata yang laik disematkan untuk ibu-ibu di Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota. Mereka berhasil menyulap sampah-sampah menjadi busana bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memamerkan beragam karya busana yang dibuat dari sampah, mereka menggelar fashion show bertajuk “Dengan Semangat Kartini Kita, Ciptakan Kartini-Kartini Muda yang Tangguh dan Peduli Lingkungan.”  Belasan karya busana daur ulang yang dikenakan para “kembang desa” itupun berhasil membuat penonton tercengang.

Ketua Panitia Fashion Show, Sri Widowati mengatakan, busana daur ulang itu dibuat dari pemanfaatan barang-barang bekas tak terpakai seperti koran, botol air mineral, tutup air mineral, bungkus plastik detergen, kain perca sisa hajatan, kardus, dan beragam barang tak terpakai lainnya.

“Ada 13 peserta yang ikut dari warga Kelurahan Kalidoro sendiri. Mereka jadi model untuk memperagakan busana daur ulang kreasi ibu-ibu Kelurahan Kalidoro. Saat ini, kami tengah mencari investor. Siapa tahu ada yang mau menanam saham untuk bisnis busana daur ulang,” ujar Sri kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Sementara itu, Sri Hartati, Lurah Kalidoro mengaku bangga dengan hasil kreasi ibu-ibu yang mampu menciptakan busana daur ulang dengan hasil yang menakjubkan. Hal itu diharapkan bisa mengurangi sampah dan menyulapnya menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi.

“Sampah sudah menjadi dilema masyarakat. Sampah menjadi penyebab banjir, polusi tanah, polusi udara dan dampak negatif lainnya. Karena itu, kita bertekad untuk memanfaatkan sampah sebagai wujud kami peduli pada lingkungan. Terlebih, sampah justru bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat karena bernilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baju Warna-warna Pastel, Buat Awet Muda

www.pakaianwanitaindonesia.com

www.pakaianwanitaindonesia.com

 

KUDUS – Menggunakan pakaian serta pernak-pernik penunjang lain tentu lebih menarik serta enak dipandang. Untuk mendapatkan kesan baik, tentunya penampilan merupakan hal dasar yang dinilai. Berdasarkan penelitian, 90% seseorang menilai berdasarkan penampilan kasat mata terlebih dahulu. Sebagai daya tarik tersebut, perlu pandai memadu padankan warna pakaian.

Dan warna juga mengikuti tren yang diikuti oleh masyarakat. Misalnya pada tahun ini, warna-warna pastel dijadikan sebagai kiblat pemilihan warna.
Aris Yuni Astutik, pemilik dari Magenta Wedding Gallery Jember mengatakan tren warna tersebut sedang diminati saat ini. ”Selain memang pilihan warnanya sangat cantik juga pilihan warnanya banyak,” ujarnya.

Pada dasarnya, warna-warna pastel atau soft tersebut juga memberikan kesan yang berbeda. Menurut Aris, warna tersebut memberikan kesan jika muda yang kalem, lembut, anggun serta lebih manis. Warna tersebut cenderung lebih muda sehingga tidak terlalu mencolok.

Bagi sebagian orang warna pastel ini juga sangat serasi saat dipadu padankan dengan pakaian model dres atau gaun panjang maupun pendek. ”Aplikasinya, untuk warna pastel ini bisa digunakan untuk pakaian yang sederhana, dan tidak terlalu ramai agar kesannya lebih bagus,” jelasnya.

Karena warnanya yang cenderung pucat, maka dapat digunakan untuk wanita yang berkulit agak gelap agar lebih terlihat. Jika digunakan untuk orang berkulit sangat putih maka terlihat makin pucat. Untuk mengatasinya, lanjut Aris, dapat ditambahkan dengan pernak pernik agak gelap seperti gelang, kalung, cincin, tas, sepatu atau syal.

Beberapa warna pastel yang sering digunakan di antaranya tosca, krem, baby pink, biru langit, kuning mentah, abu-abu terang, jingga, peach serta masih banyak lagi. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Gali Bakat Anak Lewat Fashion Show

Beberapa peserta mulai naik ke atas panggung memeragakan busana khas Kudus dalam ajang lomba fashion show pakaian adat di Museum Kretek Kudus, Minggu (31/52015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Acara fashion show yang digelar oleh Forum Komunikasi PutraPutri Purnawirawan TNI ( FKPPI) cabang Kudus, bertempat di Museum Kretek, Minggu (31/5/2015) yang bertujuan guna menggali bakat anak.

Lanjutkan membaca