Akun Medsos Diretas untuk Penipuan, Anggota DPRD Pati Lapor Polisi

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto melapor kepada polisi terkait dengan akun medsos yang diretas, Kamis (31/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Akun media sosial Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto diretas hacker. Ironisnya, akun BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook tersebut lantas digunakan untuk penipuan.

Modusnya, pelaku mengirim pesan kepada rekan-rekan Joni di akun medsos untuk meminta bantuan uang dengan cara transfer ke rekening. Merasa dirugikan, Joni melaporkan peretasan akun medsos tersebut kepada polisi, Kamis (31/8/2017).

“Saat ini akun itu sudah bisa diambil lagi. Namun, saya tetap menuntut agar pelaku segera ditangkap karena sudah meresahkan dan mencemarkan nama baik,” ungkap Joni.

Salah satu yang menjadi sasaran penipuan tersebut adalah Yusra. Dia diminta untuk mengirim uang ke nomor rekening Bank Mandiri 1520016304665 atas nama Hj Muh Ali senilai Rp 2,5 juta.

Dalam chat tersebut, Yusra sempat akan melakukan transfer dalam waktu 15 menit. Namun, aksi itu berhasil digagalkan setelah Joni melakukan klarifikasi bila akunnya diretas.

Hal yang sama menimpa Anang Kurniawan. Namun, Anang menolaknya karena saldo di rekening habis untuk modal  sehingga belum bisa membantu. Meski begitu, pelaku masih meminta transfer Rp 800 ribu saja.

Joni berharap kepada polisi agar pelaku segera ditangkap untuk diproses secara hukum. Pasalnya, aksi yang dilakukan pelaku merugikan banyak orang.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Bupati Kudus Dihina Lewat FB, Kominfo : Itu Ulah Orang Iseng

facebook

MuriaNewsCom, Kudus – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kudus Nanang Usdiarto mengatakan akun medsos Facebook (FB) yang menjelek-jelekkan Kudus. Bahkan dalam akun tersebut juga menyebutkan kalau bupati juga bukan orang yang baik.

Nanang menyebutkan dengan enteng, kalau itu hanyalah perbuatan orang iseng. Sehingga tidak perlu ditanggapi secara serius tentang apa yang dilakukannya dengan menjelek-jelekkan Kudus. “Itu tidak perlu ditanggapi secara serius. Itu hanyalah perbuatan orang yang tidak baik, hanya iseng dan dia juga orang yang benci dengan Kudus. Jadi biarkan saja,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi di Kudus,

Menurutnya, orang tersebut adalah segelintir orang yang benci Kudus terlebih dalam kepemimpinan Bupati Musthofa. Selain itu, orang yang menyukai Kudus jelas lebih banyak. Bahkan lebih banyak lagi yang suka dan bangga dengan Kudus. Buktinya, banyak yang komentar balik atas apa yang diposkan oleh akun tersebut. “Saya sudah tahu akan hal itu. Saya juga sudah baca. Dia itu iseng-iseng saja. Biarkan saja toh banyak yang tidak suka dengan dia, artinya suka dengan Kudus,” ungkap dia.

Nugroho, warga Kudus mengungkapkan ketidaksenangan atas hal tersebut. Namun setelah diamatinya, ternyata ada kemungkinan lain yang menyebutkan kalau akun itu berlebihan. Dia berpendapat kalau akun di bajak atau diretas. “Paling sudah dibobol akun FB itu, berani bener dia berkata di umum semacam itu,” ungkapnya.

Sebelumnya seorang netizen dengan nama akun Facebook (FB) Permana Hadi menulis status bernada hinaan terhadap Kabupaten Kudus. Bahkan hinaan itu juga diarahkan ke Bupati Kudus. Status itu menyebar di salah satu grup FB LAPAK BAKULAN KUDUS. MuriaNewsCom melihat screen shot status pada Selasa (10/1/2016) pukul 10.00 WIB.

Begini bunyi status yang dikutip dari akun FB Permana Hadi berbunyi, “KUDUS ITU KOTA LONTE, BUPATINYA MUSTOFA SEORANG GIGOLO, YANG SEKARANG JD GERMO DI SARBO.”

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaNetizen Hina Kudus dan Bupati di Akun Facebook