Warga Kudus Diminta Tak Panik dengan Ketersediaan Elpiji Melon

gas_elpiji 2

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus Meski jatah elpiji 3 kilogram hingga kini belum keluar, namun selama dua bulan pertama, Kudus sudah menghabiskan elpiji sebanyak 1.181.880. Jika dilihat dari penggunaan tersebut, usulan kuota yang diajukan pemkab terhadap provinsi, dinilai sudah mencukupi jika usulan tersebut disetujui.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Disdagsar Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, masyarakat tidak perlu panik terkait elpiji. Sebab dipastikan akan cukup selama setahun ke depan

“Usulannya di angka 10 juta tabung. Jadi jika sebulan habis satu jutaan, maka masih ada sisa yang dapat dimanfaatkan,” katanya.

Sisa tersebut, bukan berarti pula kelebihan. Sebab, antisipasi lonjakan pemakaian juga diperhitungkan. Seperti misalnya selama Ramadan dan lebaran. Begitu pula pada Desember, lonjakan pemakaian juga sangat tinggi.

Di Kudus, katanya, terdapat delapan agen resmi yang menyuplai elpiji. Dari delapan.agen, paling banyak adalah agen PT Bahtera Agung Santosa. Selama Januari, agen tersebut menyalurkan 103.240 tabung, sedangkan Februari 99.280 tabung.

“Agen lain yang banyak itu PT Lentera Cahaya Migas, Januari sampai 87.160 tabung dan Februari 83.600,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Hingga April Ini, Jatah Elpiji Melon untuk Kudus Belum Keluar

gas_elpiji

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus Jatah elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Kudus, hingga kini masih belum keluar. Hal ini berbeda dari biasanya, sebab pada tahun sebelumya usulan kuota elpiji  sudah ke luar pada bulan Februari.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Disdagsar Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu jatah elpiji untuk Kudus. Kepastian jatah tersebut, diperlukan guna pendataan alokasi tiap pangkalan di Kudus.

“Selama 2016 ini, kami sudah mengusulkan kepada provinsi dengan jumlah 10.112.940 tabung. Namun, belum tahu berapa yang diberikan untuk Kudus,” katanya.

Jumlah usulan tersebut, lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat selama 2015, penggunaan gas bersubsidi sekitar 6,7 juta tabung. Sedangkan untuk usulan untuk 2016  ini, naik hingga 50 persen.

Ia katakan, bertambahnya usulan kuota elpiji tersebut, karena seiring kebutuhan rata – rata kebutuhan elpiji melon per bulannya di angka 561.830 tabung. Kemudian, jika dihitung satu tahunnya, bisa mencapai 6.741.960 tabung.

Padahal menurutnya, jumlah KK per 1 Oktober tercatat 273.988. Jika 85 persen menggunakan elpiji 3 kilogram, maka asumsinya bisa menghabiskan 12 kilogram per bulan.

”Untuk 2015, elpiji 3 kilogram selama setahun mendapatkan jatah  sebanyak 6.963.450 tabung. Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 6.124.000 tabung,” imbuhnya.

Ia katakan, usulan kuota elpiji dari kabupaten atau kota lainnya tak semuanya sesuai dengan yang dialokasikan. Biasanya, provinsi bakal membahas kebutuhan elpiji selama setahun sebelum menentukan jatah untuk kabupaten, termasuk juga Kudus.

Editor : Kholistiono

Pengelola Restoran Banyak yang Tak Tahu Ada Larangan Penggunaan Gas Melon

Sidak yang dilakukan Dinas ESDM Blora bagi pelaku usaha yang menggunakan elpiji 3 kg. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sidak yang dilakukan Dinas ESDM Blora bagi pelaku usaha yang menggunakan elpiji 3 kg. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Adanya larangan penggunaan gas elpiji bersibsidi untuk dipergunakan pelaku usaha restoran atau rumah makan dengan modal di atas Rp 50 juta dan omzet di atas Rp 300 juta per tahun, masih banyak belum diketahui pelaku usaha.

Sugeng, Pengelola Rumah Makan Petok-petok yang terletak di Jalan Gunung Lawu Blora mengungkapkan, jika pihaknya tidak mengetahui adanya larangan penggunaan gas elpiji 3 kilogram.
Pihaknya mengaku siap untuk beralih ke elpiji non subsidi.”Kami berterima kasih atas pembinaan yang dilakukan Dinas ESDM. Sebelumnya, kami memang tidak tahu,” ujar Sugeng.

Sementara itu, pihak Dinas ESDM Blora mengatakan, akan melakukan pembinaan bertahap terhadap pelaku usaha yang telah terbukti menggunakan elpiji 3 kg. Pihaknya juga akan menggandeng dinas terkait, yakni Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Blora untuk melakukan penindakan bagi pelaku usaha. “Dengan pembinaan, harapannya pelaku usaha segera berganti ke elpiji non subsidi,” katanya.

Editor : Kholistiono 

Desember, Jatah Elpiji di Kudus Ditambah 5 Persen

Gas elpiji 3 kg siap diangkut untuk memenuhi stok dibeberapa daerah di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Gas elpiji 3 kg siap diangkut untuk memenuhi stok dibeberapa daerah di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Selama Desember nanti, pemerintah Kabupaten Kudus akan menambah jumlah kuota Elpiji 3 Kg sebanyak 5 persen. Penambahan tersebut karena melihat jumlah permintaan dari masyarakat yang selalu melonjak dari hari biasanya.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, pada Desember, pengunaan gas elpiji bersubsidi tersebut selalu bertambah. Untuk itu dilakukan penambahan alokasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Untuk Desember nanti, kami mengajukan penambahan elpiji 3 kg sebanyak 5 persen. Jumlah tersebut ditambah karena selalu mengalami penambahan permintaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Jumlah penggunaan gas pada bulan biasanya, sekitar 560 ribu tabung. Sedangkan pada Desember, yang didalamnya ada Natal dan menghadapi tahun baru, pemakai elpiji diperkirakan mencapai 630.280 tabung.

Menurutnya, penambahan alokasi tersebut sudah dilakukan setiap tahunnya. Termasuk juga tahun kemarin, dengan alasan yang sama yaitu jumlah permintaan yang melonjak.

Dia mengatakan, penambahan tidak selalu sama setiap tahunnya. Jumlah tersebut hanya acuan saja, sebab sampai sekarang pemerintah masih melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan pasar untuk melihat secara langsung permintaan masyarakat.

Rencananya, dimulainya penambahan jumlah tabung gas dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Yaitu awal bulan dan akan kembali normal pada sepekan awal pekan tahun baru.

”Sebenarnya jumlah tambahan tersebut merupakan skema sejak mendapatkan jatah. Namun pada saat puasa dan Desember permintaan banyak, jadi kami bagi dengan bulan tersebut lebih banyak,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Juli, Jatah Elpiji Kudus Ambil Bulan Berikutnya

FT-ELPIJI-2 (e)KUDUS – Instruksi Pertamina terdapat posko gas elpiji 3 kilogram di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melayani pembelian gas selama Lebaran. Hal ini sebagai antisipasi toko-toko tutup dan masyarakat tidak bingung jika gasnya habis. Akibatnya, jatah elpiji kudus yang didapat tiap bulan, harus mengambil dari jatah bulan berikutnya. Seperti pada Juli ini yang mengambil bulan berikutnya.

Hal itu disampaikan Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Kudus Sofyan Dhuhri. Dia mengatakan pada bulan Ramadan dan Lebaran permintaan masyarakat selalu meningkat. Sehingga diambil jatah untuk bulan berikutnya.

“Ini sudah menjadi agenda tahunan, pada saat puasa, lebaran dan natal permintaan selalu banyak. Padahal kalau masyarakat tidak panik maka tidak akan ada kelangkaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk 2015, elpiji selama setahun mendatang sejumlah 6.963.450 tabung. Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sejumlah 6.124.000 tabung elpiji 3 kilogram

Untuk mencukupi kebutuhan selama lebaran, maka semua SPBU yang berjualan gas elpiji 3 kilogram sudah berjalan, tapi saat Lebaran ada posko khusus. ”Nantinya posko ini buka 24 jam dan tempatnya wilayah SPBU yang ada di Kudus, kecuali SPBU A Yani. Harga sesuai HET dan disediakan 150 tabung per minggu,” jelasnya. (FAISOL HADI/SUWOKO)

Tak Sampai Satu Jam, Elpiji Melon Ludes

f-elpiji (e)

Warga sedang mengantri membeli gas elpiji 3 kilogram di pasar murah yang diadakan di Kecamatan Mejobo (MuriaNewsCom/EDY  SUTRIYONO)

KUDUS – Pasar murah yang digelar di Kecamatan Mejobo pada Kamis pagi langsung menjadi buruan warga. Barang yang dijual pada pasar murah tersebut, seperti halnya gas elpiji 3 kilogram langsung diserbu warga. Lanjutkan membaca