Harga BBM di Karimunjawa Jepara Dijanjikan Bisa Normal

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi di Kepulauan Karimunjawa masih menjadi perbincangan yang hangat, baik listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM). Selama ini, harga BBM di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut jauh diatas harga normal di daratan Jepara maupun harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kali ini wilayah yang juga menjadi destinasi wisata Jawa Tengah tersebut dijanjikan oleh pemerintah bahwa nantinya harga BBM disana bisa sama dengan di daratan Jepara maupun di wilayah Indonesia sebagaimana harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu sebagaimana hasil pertemuan yang digelar di Provinsi Jawa Tengah berkait dengan persoalan BBM di Karimunjawa.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin menjelaskan, dalam rapat di Provinsi baru-baru ini disekapati bahwa Pertamina bersedia memberikan harga normal. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

”Salah satunya yang paling penting yang diminta Pertamina adalah disediakannya tempat untuk menyimpan BBM disana. Dalam sekali kirim setidaknya ada 3.000 liter BBM jenis premium dan 6.000 liter BBM jenis solar,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, jumlah tiap kali pengiriman tersebut didapatkan berdasarkan kebutuhan BBM di Karimunjawa selama satu sampai dua hari. Sehingga dalam jangka waktu dua hari bisa selalu dilakukan pengiriman BBM kesana menggunakan kapal yang nantinya akan disediakan secara khusus meski hanya kapal modifikasi.

”Selama ini harga BBM disana sangat mahal, jauh diatas harga normal. Dengan kebijakan kapal modifikasi diharapkan pendistribusian BBM kesana lancar dan untuk upaya penyetaraan harga BBM juga dapat meringankan beban masyarakat disana,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi