DPRD Pati Nyatakan Siap Dukung Penegakan Perda Karaoke di Pati Hingga Tuntas

Jajaran Komisi A DPRD Pati menunjukkan surat laporan dugaan pemukulan anggota Satpol PP di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Komisi A DPRD Pati menunjukkan surat laporan dugaan pemukulan anggota Satpol PP di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Komisi A DPRD Pati menyatakan siap mendukung penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang mengatur karaoke. Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto, usai mendatangi Mapolres Pati, Senin (28/3/2016).

”Tempat karaoke di Pati tidak masalah kalau tidak bertentangan dengan perda. Kalau bertentangan dengan perda, maka kita siap mendukung Satpol PP supaya bisa menegakkan perda hingga tuntas,” ujar Wisnu saat ditanya MuriaNewsCom.

Ia mengaku, saat ini masih banyak tempat karaoke yang terus buka kendati upaya penyegelan sudah dilakukan. Karena itu, ia mendorong kepada penegak hukum untuk segera memproses setiap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengusaha karaoke.

Tak hanya itu, sejumlah pelanggaran yang dilakukan pihak pengusaha karaoke juga akan dikawal. Salah satunya, orang dari pihak karaoke yang membawa senjata tajam dalam proses penyegelan beberapa waktu lalu.

”Pelaku yang membawa senjata tajam saat penyegelan tempat karaoke juga akan dipanggil. Ini menjadi bukti keseriusan penegak hukum. Ini bukan tipiring lagi, tapi pidana murni,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Pati Hadi Santosa mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan proses penertiban tempat karaoke yang melanggar Perda. ”Kita akan lanjutkan penertiban sampai tuntas,” katanya.

Pihaknya juga sudah melaporkan insiden pemukulan yang mengenai anggotanya beberapa waktu lalu. ”Kita sudah melaporkan kepada polisi pada 14 Maret lalu. Semoga bisa segera diproses,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komisi A DPRD Datangi Polres Desak Pemukul Satpol PP Pati Diusut Tuntas

Jajaran Komisi A DPRD Pati ditemui Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono saat bertandang di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran Komisi A DPRD Pati ditemui Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono saat bertandang di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Komisi A DPRD Pati mendatangi Mapolres Pati, Senin (28/3/2016). Kedatangan mereka untuk mendesak supaya polisi mengusut tuntas pelaku pemukulan terhadap anggota Satpol PP saat penyegelan di salah satu tempat karaoke di Pati.

”Kami datang ke Mapolres Pati untuk menanyakan sejauh mana proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap laporan dugaan penganiayaan kepada anggota Satpol PP saat melakukan penyegelan di tempat karaoke beberapa waktu lalu,” ujar Anggota Komisi A DPRD Pati Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dedi Lesmana kepada MuriaNewsCom.

Ada tiga hal yang dilaporkan petugas Satpol PP kepada pihak kepolisian. Pertama, aksi pemukulan yang dilakukan “orang” pengusaha karaoke terhadap anggota Satpol PP saat melakukan penyegelan di depan The Boss.

Kedua, aksi pengusaha karaoke yang menghalang-halangi Satpol PP melakukan penyegelan. ”Satpol PP itu representasi negara dalam menegakkan Perda. Kalau pihak pengusaha karaoke itu menghalang-halangi penyegelan, itu berarti dia menghalang-halangi negara,” kata pria yang akrab disapai Deles ini.

Ketiga, perusakan segel yang dilakukan pengusaha karaoke dianggap melanggar aturan. Pasalnya, segel dinilai sebagai representasi negara. ”Melawan negara, berarti melawan hukum. Segel itu yang melakukan negara, kalau dirusak itu artinya melawan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono mengaku sudah memanggil sejumlah saksi untuk menangani masalah tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, lantaran Kapolres yang berwenang memberikan jawaban tidak berada di tempat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Berantas Karaoke Nakal Pati, Ini Masalah Satpol PP

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa (kanan) menjelaskan kendala penegakan Perda di lapangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa (kanan) menjelaskan kendala penegakan Perda di lapangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada sejumlah kendala yang dikeluhkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati terkait dengan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan kepariwisataan yang mengatur karaoke.

Salah satunya, minimnya personel untuk melakukan penertiban, sumber daya manusia (SDM) yang sebagian sudah tua, hingga penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang hanya satu orang.

“Terus terang saja, kami terkendala SDM. Selain personelnya minim, ada beberapa personel yang sudah tua, sehingga kemarin penyakitnya sempat kambuh waktu melakukan penertiban dan mendapatkan perlawanan dari pihak pengusaha karaoke,” kata Kasatpol PP Pati Hadi Santosa.

Tak hanya itu, tenaga penyidik yang hanya satu orang membuat langkah yustisi yang bakal dilakukan kuwalahan. Padahal, langkah yustisi dianggap penting setelah langkah nonyustisi tidak berhasil dilakukan.

“Langkah yustisi mengharuskan penyidik untuk melakukan penyidikan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan pengusaha karaoke. Kalau tenaga penyidiknya cuma satu, terus terang saja akan kewalahan,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya akan terus mengupayakan penertiban karaoke, baik dari aspek nonyustisi maupun yustisi. Mereka bakal melakukan penertiban lanjutan hingga Perda benar-benar bisa ditegakkan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : GP Ansor Pati Desak Perda Karaoke Pati Ditegakkan

Reaksi Polisi Pati yang Gemas dengan Penganiaya Satpol PP

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono menyatakan siap memproses hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap salah satu petugas Satpol PP Pati yang kepalanya dibenturkan pintu mobil saat mencoba melakukan penertiban karaoke yang melanggar Perda beberapa waktu lalu.

Kesiapan itu dinyatakan, setelah jajaran Komisi A DPRD Pati mendesak supaya polisi mengusut tuntas pelaku kekerasan. “Silakan lapor, kronologinya bagaimana dan lain sebagainya. Kalau memang itu terbukti, kita akan proses ke pengadilan,” kata Sigit.

Dalam melakukan proses hukum, pihaknya memberikan pemahaman bahwa harus sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku. “Sekali lagi saya tegaskan, kalau memang itu terbukti masuk tindak pidana, kenapa tidak diproses?” ungkapnya.

Terkait dengan penyegelan yang dirusak, pihaknya masih melakukan kajian mendalam. Bila itu terbukti terpenuhi unsur pidana, pihaknya meminta supaya ada yang melaporkan. “Prosedurnya sama. Ada laporan, nanti biar kami proses,” tuturnya.

Dalam mengawal penegakan Perda melakukan pengawalan terhadap Satpol PP, ia memastikan tidak ada kepentingan apapun. Langkah-langkah sesuai dengan prosedur diakui sudah dilakukan.

Anggota Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto meminta agar polisi bisa menangani dengan serius persoalan tersebut. “Satpol PP itu menjalankan tugas atas nama wakil rakyat. Biar dapat keadilan dalam menjalankan tugas, kami minta itu benar-benar ditangani, Pak,” adunya kepada Wakapolres Pati.

Sebelumnya, Muhammad Gunari, petugas satpol PP Pati dirawat di ruang Wijayakusuma RSUD Soewondo. Dia terkena hantaman pada kepala bagian belakang saat bertugas mengamankan upaya penutupan karaoke, Sabtu (5/3/2016).

Usai peristiwa itu, Gunari mengaku sering pusing dan terdapat benjolan di bagian belakang. Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan buruk dari insiden tersebut, Gunari akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Preman Karaoke Penganiaya Satpol PP Pati, Bersiaplah Berurusan dengan Polisi 

Preman Karaoke Penganiaya Satpol PP Pati, Bersiaplah Berurusan dengan Polisi

Komisi A DPRD Pati mendesak agar pembenturan kepala petugas Satpol PP di pintu mobil diusut tuntas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komisi A DPRD Pati mendesak agar pembenturan kepala petugas Satpol PP di pintu mobil diusut tuntas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Komisi A DPRD Pati mendesak agar polisi mengusut tuntas pelaku kekerasan yang membenturkan kepala petugas Satpol PP Pati saat bertugas menertibkan karaoke beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi A DPRD Pati Wisnu Wijayanto mengatakan, tindakan yang mencederai petugas Satpol PP yang dilakukan pihak karaoke mesti ditindaklanjuti. Karena, hal itu sudah masuk ranah pidana.

“Kalau petugas Satpol PP dihajar terus, bagaimana nanti bisa menegakkan Perda? Lagipula, itu sudah masuk ranah pidana,” ungkapnya di depan rapat koordinasi bersama pemkab dan ormas Islam.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta agar pengusaha karaoke yang merusak segel dari Satpol PP juga harus ditindak secara hukum. Ia menilai, segel Satpol PP menjadi representasi dari pemerintah.

“Segel itu punya pemerintah. Kalau dirusak, berarti orang itu melawan negara. Tafsir saya, itu tindak pidana karena sudah melawan negara,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta agar polisi bisa menangani dengan serius persoalan tersebut. “Satpol PP itu menjalankan tugas atas nama wakil rakyat. Biar dapat keadilan dalam menjalankan tugas, kami minta itu benar-benar ditangani, Pak,” adunya kepada Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono.

Sebelumnya, Muhammad Gunari, petugas satpol PP Pati dirawat di ruang Wijayakusuma RSUD Soewondo. Dia terkena hantaman pada kepala bagian belakang saat bertugas mengamankan upaya penutupan karaoke, Sabtu (5/3/2016).

Usai peristiwa itu, Gunari mengaku sering pusing dan terdapat benjolan di bagian belakang. Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan buruk dari insiden tersebut, Gunari akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Eksekusi Karaoke di Pati Memakan Korban, Satu Anggota Satpol PP Dirawat di Rumah Sakit

Anggota Satpol PP Pati Ngaku Kepalanya Dijedorkan di Pintu Mobil Saat Eksekusi Karaoke

Anggota Satpol PP Pati Ngaku Kepalanya Dijedorkan di Pintu Mobil Saat Eksekusi Karaoke

Bupati Pati Haryanto menjenguk anggota Satpol PP yang dirawat di RSUD Soewondo pascapenertiban karaoke Sabtu (5/3/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menjenguk anggota Satpol PP yang dirawat di RSUD Soewondo pascapenertiban karaoke Sabtu (5/3/2016) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada pengakuan mengejutkan dari Muhammad Gunari, anggota Satpol PP Pati yang saat ini dirawat di Ruang Wijayakusuma, RSUD Soewondo, usai melakukan pengamanan terhadap upaya penertiban karaoke pada Sabtu (5/3/2016) lalu.

Baca juga : Eksekusi Karaoke di Pati Memakan Korban, Satu Anggota Satpol PP Dirawat di Rumah Sakit

Gunari mengatakan, saat itu ia menjadi driver dan ambil bagian dari pengamanan mobil Satpol PP. Ia mendampingi komandannya yang menginstruksikan kepada anak buahnya untuk tertib dan tidak anarkis dengan menggunakan pengeras suara.

”Ada seseorang dari massa karaoke yang mencoba mengambil pengeras suara komandan saya dengan menggedor-gedor pintu mobil. Secara reflek, saya memperingatkan kepada mereka supaya tidak anarkis. Tidak tahunya ada yang dari belakang, kepala saya dijedorkan di pintu mobil secara refleks,” ungkapnya di depan awak media.

Sejak peristiwa itu, Gunari mengeluhkan pusing disertai dengan benjolan kecil pada kepala bagian kepala. Kendati tidak sampai membengkak, tetapi ia khawatir bila kepala bagian otak kecilnya bermasalah.

”Sejak saat itu, kepala saya sering pusing. Saya langsung periksa ke rumah sakit dan dokter bilang saya harus dirawat inap,” tuturnya.

Hebatnya, Gunari mengaku tidak kapok dengan kejadian itu. Ia sadar bila itu menjadi bagian dari risiko pekerjaan. ”Bagaimana lagi, ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan saya sebagai penegak perda,” imbuhnya.

Tak hanya Gunari, tiga pemandu karaoke dalam insiden tersebut juga jatuh pingsan. Dua PK dilarikan ke rumah sakit, sedangkan satu orang lainnya dirawat di rumah sendiri.

Editor : Titis Ayu Winarni

Eksekusi Karaoke di Pati Memakan Korban, Satu Anggota Satpol PP Dirawat di Rumah Sakit

Muhammad Gunari, anggota Satpol PP Pati yang dirawat di RSUD Soewondo usai melakukan pengamanan eksekusi tempat karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Muhammad Gunari, anggota Satpol PP Pati yang dirawat di RSUD Soewondo usai melakukan pengamanan eksekusi tempat karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Upaya penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan dengan melakukan eksekusi ke sejumlah tempat karaoke selama dua kali selama bulan Maret membawa korban. Tak hanya pemandu karaoke (PK) yang jatuh pingsan, petugas Satpol PP pun dirawat di rumah sakit akibat bentrokan tersebut.

Adalah Muhammad Gunari, petugas satpol PP Pati ini dirawat di ruang Wijayakusuma RSUD Soewondo, lantaran terkena hantaman pada kepala bagian belakang saat bertugas mengamankan upaya penutupan karaoke.

”Upaya penertiban karaoke pada Sabtu (5/3/2016) kemarin memang kami terlibat dorong dengan massa karaoke. Mereka tidak mau karaokenya disegel. Suatu ketika, tiba-tiba ada yang memukul kepala bagian belakang saya,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Senin (7/3/2016).

Usai peristiwa itu, Gunari mengaku sering pusing dan terdapat benjolan di bagian belakang. Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan buruk dari insiden tersebut, Gunari akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto saat dikonfirmasi berharap agar semua pihak bisa mengerti bila pemerintah hanya menegakkan Perda yang sudah menjadi produk hukum masyarakat Pati. ”Kami tidak ada niat untuk menutup, hanya saja kami ingin mereka tertib dan menyesuaikan dengan perda yang sudah menjadi undang-undang di wilayah Pati,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya berharap tidak ada lagi korban dalam upaya penertiban karaoke ke depan. ”Semua pihak harus bisa menahan diri agar tidak jatuh korban lagi,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

2 Pemandu Karaoke Pingsan saat Tempat Karaoke The Boss Pati Mau Disegel

Bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke terjadi di Jalur Pantura, Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke terjadi di Jalur Pantura, Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemandu karaoke (PK) membentuk pagar betis yang menghadang di pintu masuk lokasi karaoke The Boss, Sabtu (5/3/2016). Mereka membentuk barisan yang menjaga pintu masuk supaya Satpol PP tidak menyegelnya.

Bentrokan antara orang-orang karaoke dan Satpol PP pun terjadi. Mereka terlibat aksi dorong hingga dua orang PK pingsan di tengah massa yang saling berdesakan.

Sontak, para PK berteriak menuntut agar petugas Satpol PP bertanggung jawab. Sementara itu, mobil ambulan datang dan memberikan pertolongan medis.

“Kami tidak takut. Pati jadi hancur nantinya kalau karaoke tidak ada,” ujar salah satu PK sembari berteriak.

Hingga berita ini turun, bentrokan antara Satpol PP dan orang-orang karaoke masih terjadi. Sementara, jalur pantura masih ditutup karena upaya eksekusi berlangsung ricuh.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Satpol PP Pati Eksekusi Tempat Karaoke Las Vegas

Jumat Keramat, 10 Tempat Karaoke di Pati Akhirnya Dieksekusi

Petugas kepolisian sempat terlibat cekcok dengan salah satu pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian sempat terlibat cekcok dengan salah satu pengusaha karaoke. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada nuansa yang berbeda dari penegakan Perda yang dilakukan Satpol PP Pati kali ini. Kendati sempat tersandera berbulan-bulan tak bisa melakukan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda, tetapi kali ini mereka menunjukkan kebolehannya.

Pada Jumat (4/3/2016) dalam waktu 2,5 jam saja, mereka yang didampingi polisi dan TNI berhasil menyegel sepuluh tempat karaoke yang dinilai bertentangan dengan Perda.

Kesepuluh tempat karaoke yang berhasil disegel, antara lain Karaoke Marimar, Koplak, Natalia, Mars, Maestro, Meteor, Mutiara, Natalia, Ratu dan Las Vegas. Tempat itu berhasil disegel, setelah sempat terlibat saling dorong dengan karyawan dan wanita pemandu karaoke.

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa kepada MuriaNewsCom mengatakan, penyegelan itu masih belum bisa dibilang berhasil karena masih banyak tempat karaoke yang belum ditertibkan. “Tindakan ini menjadi langkah awal untuk menertibkan tempat karaoke yang tidak sesuai dengan Perda,” ujar Kasatpol PP Pati baru yang menggantikan Suhud ini.

Tak berhenti di situ, pihaknya bakal melakukan inventarisasi hasil penyegelan. Mereka yang nekat merusak segel dan melanjutkan operasi, pihaknya terpaksa menempuh langkah hukum.

“Penyegelan ini akan kami inventaris. Kalau ada yang merusak segel dan nekat buka lagi, kami terpaksa akan menempuh langkah hukum,” tuturnya.

Dalam eksekusi tersebut, sedikitnya ada 65 personel Satpol PP yang diterjunkan dan dibantu 30 personel dari Polres Pati, 30 personel brimob, 30 personel TNI, dan 10 personel polisi militer.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Satpol PP Pati Eksekusi Tempat Karaoke Las Vegas

Eksekusi Karaoke di Pati Memanas Jalur Pantura Membara

Eksekusi Karaoke di Pati Memanas, Jalur Pantura Membara

Kondisi Jalur Pantura Pati-Kudus yang macet total akibat adanya penolakan penutupan karaoke yang dilakukan Satpol PP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi Jalur Pantura Pati-Kudus yang macet total akibat adanya penolakan penutupan karaoke yang dilakukan Satpol PP. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Upaya penutupan tempat karaoke tak berizin di Pati yang dilakukan Satpol PP membuat Jalur Pantura Pati-Kudus, Margorejo, Pati macet total, Jumat (4/3/2016) sore.

Aksi penutupan Satpol PP yang dikawal pihak kepolisian dan TNI tersebut berlangsung memanas. Sebab, puluhan pemandu karaoke (PK) turun di jalan untuk menyatakan penolakan terkait dengan penutupan itu.

Akibatnya, Jalan Pantura sempat macet total beberapa waktu, sehingga sejumlah kendaraan yang melintas di jalur nasional itu tersendat.

“Saya pulang dari Kudus menuju Pati. Jalannya tiba-tiba macet total, saat saya melintas di Jalur Pantura yang terdapat tempat hiburan karaoke. Ada banyak perempuan turun di jalan dan petugas Satpol PP, polisi, serta TNI,” ucap Dian Sari, pengendara yang melintas saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Upaya penutupan tempat karaoke yang dianggap Pemkab Pati tak lagi mengantongi izin ini merupakan tindak lanjut dari penolakan perpanjangan TDUP yang diajukan pengusaha karaoke ke PTUN.

Keempat tempat karaoke yang ditolak PTUN, antara lain Las Vegas, Permata, Merdeka dan The Boss. Sementara itu, tiga tempat karaoke yang juga mengajukan perpanjangan diberikan PTUN, yakni CJ, Star King, dan Romantika.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Satpol PP Pati Eksekusi Tempat Karaoke Las Vegas

Satpol PP Pati Eksekusi Tempat Karaoke Las Vegas

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tempat hiburan karaoke Las Vegas yang berada di Jalan Pati-Kudus akhirnya ditutup Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, Jumat (4/3/2016).

Penutupan itu bakal dilanjutkan ke sejumlah karaoke yang izinnyatidak bisa diperpanjang lagi, di antaranya Merdeka, Permata, dan The Boss.

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk melakukan penyegelan. Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, penyegelan juga dikawal polisi dan TNI.

Sejumlah mobil dan truk yang berjajar sepanjang 30 meter dijadikan kendaraan para petugas untuk mengawal penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Tak tinggal diam, puluhan pemandu karaoke (PK) sudah bersiap untuk menggelar aksi demonstasi terkait dengan penutupan itu.

Sebelumnya, pengajuan perpanjangan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) tempat hiburan karaoke seperti Las Vegas, Merdeka, Permata dan The Boss ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Bersamaan dengan itu, Pemkab Pati menilai bila uji materi yang dilakukan pengusaha karaoke ke Mahkamah Agung juga ditolak. Hal itu yang membuat Pemkab Pati melakukan penutupan terhadap tempat karaoke yang tak punya izin.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Soal Izin Karaoke di Pati, Ini Putusan Hakim PTUN Semarang