Hebat, Aset BPR BKK Purwodadi Tembus Rp 654 Miliar

Penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah menyemarakkan acara penarikan undian  Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aset BPR BKK Purwodadi mengalami peningkatan signifikan selama kurun waktu satu terakhir. Peningkatan tersebut bertambah dari Rp 595 miliar menjadi Rp 654 miliar. Penyaluran kredit yang diberikan pada masyarakat naik dari Rp 475 miliar menjadi Rp 526 miliar.

Sementara dana dari nasabah yang berhasil dihimpun juga bertambah dari Rp 481 miliar menjadi Rp 534 miliar. Kemudian, untuk jumlah nasabah penabung juga mengalami peningkatan. Yakni, dari semula 147.659 orang menjadi 154.286 orang.

Peryataan tersebut disampaikan Direktur Utama BKK Purwodadi Koesnanto saat penarikan undian Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017).

”Prestasi yang kita raih ini sudah pasti merupakan kebanggaan tersendiri. Meski demikian, kami tidak pernah merasa puas. Justru hal ini akan menjadikan sebagai sebuah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Acara undian BKK dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta jajaran FKPD dan pejabat terkait. Hadir pula Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng Budianto Eko Purwono dan perwakilan OJK Jawa Tengah Noor Hafid.

Koesnanto menyatakan, salah satu kunci keberhasilan itu berkat komitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Kemudian, menyediakan produk dan layanan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.

Satu kiat lagi yang dilakukan, lanjutnya, adalah dengan penerapan  strategi ‘ ‘Five Know’  atau lima poin implementasi pekerjaan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan. Kelima poin itu adalah memahami wilayah kerja, nasabah, diri sendiri, kompetitor, dan aturan yang ada.

Suasana pengundian hadiah makin semarak menyusul hadirnya penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah. Selain menghibur, kedatangan Ike kali ini juga dalam kapasitasnya sebagai Duta Sanitasi Nasional. 

Editor: Supriyadi

Pengguna e-Filing di KPP Pratama Jepara Meningkat

Petugas KPP Pratama Jepara sedang melayani wajib pajak. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas KPP Pratama Jepara sedang melayani wajib pajak. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu upaya pemerintah dalam memaksimalkan pendataan dan perolehan penerimaan sektor pajak, yakni dengan mempermudah proses pelaporan pajak bagi para wajib pajak (WP), dengan sistem pelaporan secara online. Salah satu sistemonline yang digunakan adalah e-filing.

Program e-filing ini terbukti cukup ampuh dilihat dari pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak yang ada. Berdasarkan data Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara,pengguna e-filing terus meningkat. Dibanding tahun 2015 lalu, pelaporan pajak via e-filingmeningkat sekitar 3.028 wajib pajak pada tahun 2016.

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono menjelaskan, dengan e-filing sangat terasa perkembangannya. Wajib pajak terutama yang diwajibkan menggunakan e-filing pun, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri lebih patuh terhadap pajak.

”Ada kenaikan yang cukup signfikan terkait pelaporan SPT pajak via e-filing. Data itu dapat dilihat dari besaran kepatuhan ketiga aparatur Negara yang diwajibkan e-filing. Dari data tahun 2015 sekitar 21.318, sedangkan di tahun 2016 meningkat menjadi 24.346,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Jumat (3/6/2016).

Menurut dia, bukan nilai yang penting, tapi meningkatkan kepatuhan sekaligus pelayanan.Sebab, kalau pakai e-filing, bisa meningkatkan kepatuhaannya. Masyarakat juga makin mudah melapor dan membayar pajak.

Lebih lanjut ia mengemukakan, kewajiban tiga aparatur Negara menggunakan e-filingberdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 8 tahun 2015, tentang kewajiban penyampaian surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilanwajib pajak orang pribadi oleh Aparatur Sipil Negara/anggota Tentara Nasional Indonesia Kepolisian Republik Indonesia.

”Kewajiban aparatur Negara menggunakan e-filing cukup efektif. Diharapkan kepatuhan mereka terhadap pajak bisa ditularkan ke wajib pajak yang lain,” katanya.

Endaryono  mengapresiasi wajib pajak yang telah patuh membayar pajak. Diharapkan ke depan, kepatuhan wajib pajak terhadap kewajibannya menyetor pajak semakin meningkat dan menular ke wajib pajak lain.

Editor: Supriyadi

Kata Bupati Blora, KB Bisa Jadikan Ekonomi Keluarga Lebih Stabil

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menilai program Keluarga Berencana (KB) dinilai bisa menstabilkan ekonomi keluarga. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat agar bisa merubah pepatah lama, yakni banyak anak banyak rezeki menjadi keluarga berencana banyak rezeki.

”Dengan ikut KB, keluarga akan menjadi lebih stabil perekonomiannya,” kata Djoko Nugroho dalam agenda Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Dukuh Wadung Desa Ngraho Kedungtuban, Selasa (17/5/2016).

Selain program KB, ia juga meminta agar budaya gotong royong senantiasa dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai poros dari pembangunan di semua lini. Mengingat masuknya arus teknologi yang tak terbendung, bukan tidak mungkin budaya lokal yang sarat akan kearifan akan luntur oleh terpaan modernisasi.

Ia juga menyinggung, agar setiap warga bisa menekan pengeluaran keluarga dengan cara yang sederhana. Ia mencontohkan, dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi di pekarangan rumah.

”Tentu dengan menanam, pengeluaran keluarga akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Ia juga menekankan, dari segi pendidikan, setiap anak wajib yang di sekolah. Hal itu dinilai bisa meningkatkan sumber daya manusia. Senada dengan itu, Kokok juga berharap agar segera terbentuk relawan pemberantasan kekerasan pada anak.

Sumaji, Kepala Desa Ngraho, mengungkapkan saat ini di Desa tersebut terdapat 59 penggerak KB. Menurutnya, sampai saat ini masih dibalut dengan semangat dan aktif dalam meberikan penyuluhan. ”Dengan ini, kami berharap diberikan bantuan KB implant,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mengenai potensi yang ada, yakni peternakan, bahwa sampai saat ini terhitung 96 KK yang ada di desa sebagai peternak sapi. Namun, dari Pemkab Blora masih terkesan tutup mata olehnya. Ia juga menyinggung mengenai infratsruktur penghubung antara Desa Ngraho menuju Kedinding agar segera difikirkan dan segera dibangun.

”Saat ini pembangunan jalan penghubung Ngraho-Kedinding baru 1,5 kilometer,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bensin dan Beras Duduki Peringkat Pertama dalam Deflasi Kudus

Bensin eceran di salah satu rak pedagang (MuriaNewsCom)

Bensin eceran di salah satu rak pedagang (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus- Deflasi Kudus pada bulan April 2016, dipicu dari berbagai banyak komoditas. Namun, dari sekian banyak komoditas yang menyebabkan deflasi, beras dan bensin menduduki peringkat pertama dalam deflasi.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Endang Tri Wahyuningsih. Menurutnya, kelompok bahan makanan termasuk beras merupakan inflasi tertinggi, bahkan mencapai 1,54 persen. Sedangkan untuk kelompok lain seperti transportasi 1, 83 persen.

”Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah Bensin, beras, cabai rawit dan sebagainya. Harganya turun banyak pada bulan lalu,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (3/5/2016)

Menurutnya, selama April memang terjadi penurunan harga komoditas, khususnya jenis Cabai dan bawang. Hal itulah yang menyebabkan kudus mejadi deflasi.

Perkembangan harga berbagai komoditas selama Februari 2016, kata dia, secara umum memang mengalami penurunan seperti harga beras, telur ayam ras, listrik, Bensin dan jeruk.

Dia menjelaskan, beras bulan lalu memang mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk bensin, masyarakat kebanyakan beralih ke Pertalite, sehingga termasuk dalam komoditas yang utama.

Namun, meski mengalami deflasi dan menurun harga, terdapat pula komoditas yang justru harganya naik. Seperti mobil, pisang, besi beton, salak dan tomat sayur. ”Meski komoditas tersebut mengalami kenaikan, namun kenaikan yang ditimbulkan tidak begitu besar, sehingga Kudus tetap terjadi Deflasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

April, Deflasi Kudus Capai 0,63 Persen

uang-2

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Selama bulan April 2016, Kudus mengalami Deflasi sebesar 0,63 persen. Deflasiyang terjadi dengan indeks harga konsumen sebesar 128,35 persen. Jumlah tersebut jauh lebih baik dari bulan lalu Januari lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,51 persen persen dengan indeks harga 1289,16 persen.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Kudus Endang Tri Wahyuningsih kepada MuriaNewsCom, Selasa (3/5/2016). Menurutnya deflasi terjadi lantaran turunnya indeks harga beberapa kelompok pengeluaran.

”Kelompok tersebut yakni bahan makanan 1,54 persen, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar 0,07 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan mencapai sebesar 1,83 persen” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia mengatakan, untuk skala nasional pada bulan April 2016 juga mengalami deflasi sebesar 0,45 persen dengan IHK 123,19 persen. Sementara di Jateng malah bagus karena Deflasi sebenar 0,46 persen dengan IHK 122,04 persen.Dalam lingkup Jateng, Kudus merupakan deflasi terbaik urutan pertama, kota lain yang menyamai yakni tegal dengan jumlah yang sama di 0,63 persen.

Sedangkan di kota Semarang, deflasi sebenar 0,50 persen dengan IHK 121,74 . Diikuti kota Purwokerto dengan deflasi 0,45 persen dan IHK 120,76. Sedang Cilacap mengalami Deflasi terendah sebesar 0,19 persen dengan IHK 120,59 persen. Sedangkan, lanjutnya, laju inflasi kalender yakni 0,09 persen. Namun year to year April 2016 terhadap April 2015 mencapai sebesar 3,95 persen.

”Mudah mudahan dapat ditingkatkan untuk bulan bulan berikutnya. Termasuk.pada bulan ini yang malah mengalami kenaikan di beberapa bidang,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

“Tak Usah Bermimpi jadi Penulis Sebelum Siap Miskin”

uplod jam 19 00 penulis miskin (e)

Peng Kheng Sun dan narasumber lain tengah memberi penjelasan pada Sarasehan Literasi dan Bakti Pustaka di Desa Talun, Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Diakui atau tidak, dunia literasi masih dipandang sebelah mata. Kegiatan yang mengusung tema “literasi” dinilai tidak berdampak kepada masyarakat.

Kenyataan itu disampaikan Peng Kheng Sun, kritikus literasi asal Pati yang juga penulis buku-buku terkemuka saat menjadi narasumber dalam Sarasehan Literasi dan Bakti Pustaka di Halaman Perpustakaan Sari Kamandowo, Desa Talun, Kayen, Sabtu (16/4/2016).

“Untuk menunjang kegiatan literasi tak hanya dibutuhkan buku saja, tetapi juga kemauan orangnya sendiri. Ada anggapan bahwa orang pintar yang banyak baca dan rajin menulis, tapi seringkali kalah dengan orang bejo. Untuk apa mengurusi literasi bila tidak siap kecewa. Kemauan manusia sendiri memang perlu untuk mendukung gerakan literasi,” kata Peng Kheng Sun.

Kondisi itu memang wajar, mengingat pemerintah selama ini masih kurang perhatian dengan dunia literasi. Belum lagi, sistem perbukuan di Indonesia dianggap kurang berpihak pada pegiat literasi.

“Jadi, tak usahlah bermimpi menjadi penulis sebelum siap miskin dan terus mendekam setia membaca buku. Karena itu, gerakan literasi harus dimulai dari diri sendiri dengan mencintai literasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sarasehan Literasi dan Bakti Pustaka, M Nafiul Haris mengatakan, gerakan literasi yang dirintisnya di Desa Talun diharapkan bisa berkembang di Pati. “Kita akan gerakkan dunia literasi di Pati. Namun, kita rintis dari bawah dulu,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca :
Ingin Ada Perpustakaan Desa, Pemuda Talun Pati Rela Bersusah Payah

Ternyata Bunga Blodor Cocok Jadi Bahan Baku Membuat Dodol

Lasmi (55) membeli Talas Blodor dari Husen (60) di Jalan Lingkar Kudus Ngembal untuk dimasak. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lasmi (55) membeli Talas Blodor dari Husen (60) di Jalan Lingkar Kudus Ngembal untuk dimasak. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain batangnya yang dapat dijadikan sayur asam, sayur bening dan lodeh. Talas Blodor yang hidup di rawa ini juga dapat dimanfaatkan sebagai menu masakan lainnya. Yaitu bisa juga diolah menjadi jajanan dodol atau jenang sebagai oleh-oleh khas Kudus.

”Bunga Blodor ini juga bisa dimanfaatkan untuk membuat makanan. Yaitu dengan cara, bunga Blodor yang membesar sebesar kepalan tangan ini lalu dijemur sampai kering dan digiling hingga lembut,” kata Husen (60), penjual Talas Blodor dari Payaman, Mejobo.

Dia melanjutkan, saat ini warga Kudus belum banyak yang tahu akan manfaat bunga Blodor ini. Karena rata-rata produsen dodol masih memanfaatkan beras ketan sebagai bahan dasar pembuatan jenang atau dodol. Hanya saja jika menggunakan bahan dasar bunga Blodor harus lebih bersabar dalam mengolahnya.

Sementara itu, bunga Blodor jika sudah digiling hingga menjadi tepung, Husen melanjutkan, kehalusan dan pulennya dodol hasil dari bahan baku bunga Blodor ini tak kalah dengan tepung beras ketan. ”Rasa pulennya dodol yang berbahan dasar bunga Blodor tidak kalah dengan dodol yang terbuat dari beras ketan,” paparnya.

Husen mengaku, ia kerap mendapat pesanan untuk mengambilkan bunga Blodor oleh warga setempat. Jasa itu pun dihargai Rp 20 ribu per kilogramnya. ”Warga tersebut hanya ingin membeli buga itu disaat sudah saya jemur dan mengering,” tegasnya.

Disaat yang sama, Lasmi (55) warga Payaman, Mejobo menambahkan, ia pun sering membeli talas Blodor ini untuk dimasak. ”Rasanya enak, empuk serta murah,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Terbentur Aturan, UMKM di Jepara Hanya Dibantu Penguatan Sumber Daya Manusia

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tidak mampu berbuat banyak untuk meningkatkan pembangunan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Para pengusaha UMKM di Jepara hanya mendapatkan pelatihan untuk penguatan sumber daya manusia (SDM), baik skill maupun pemasaran saja. Hal ini seiring dengan telah diberlakukannya kebijakan pelarangan pemberian bantuan berupa hibah.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara, Dwi Riyanto. Menurutnya, khusus untuk UMKM, sementara ini bantuan hanya diintensifkan untuk penguatan SDM. Terutama dengan memberikan pelatihan dengan intensitas yang lebih banyak. Seperti, pengiriman pelaku UMKM ke pelatihan skill atau keterampilan dan pemasaran.

Sebenarnya hal ini sudah diberlakukan sejak tahun lalu. Kami belum memiliki skema pengganti hibah. Sebab, anggaran untuk hibah untuk UMKM sudah tidak ada. Untuk sementara, pengalihannya dengan memberikan banyak pelatihan SDM dan pengembangan mutu,” ujar Dwi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (27/2/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kekurangan pemberian bantuan itu bisa ditutupi dengan program dari pemerintah pusat. Salah satunya dengan program pemberian pinjaman lunak. Untuk UMKM ada kredit usaha rakyat (KUR).

“Kami bersyukur karena pelaku usaha bisa memaklumi kondisi ini. Sejauh ini sudah tidak ada yang minta, sebab sudah tersosialisasi melalui berbagai cara, termasuk oleh bupati dan wabup, dan melalui kelompok usaha masing-masing,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Pelaku UMKM Jepara Berharap Produknya Tembus ke Pasar Modern

2016, Begini Kondisi Perekonomian di Pati

Seorang warga tengah belanja di Pasar Puri Pati. Pemkab Pati memastikan perekonomian di Pati aman selama 2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga tengah belanja di Pasar Puri Pati. Pemkab Pati memastikan perekonomian di Pati aman selama 2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kondisi perekonomian di Pati dipastikan aman selama kurun waktu 2016. Hal ini ditegaskan Kabag Perekonomian Setda Pati Ahmad Kurnia, Kamis (7/1/2016).

“Pada prinsipnya, kebutuhan perekomian di Pati pada kurun waktu 2016 ke depan sudah diantisipasi dan dipersiapkan, khususnya konsumsi. Semua sudah normal semua,” kata Kurnia saat ditanya MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, sejumlah persiapan yang dilakukan, antara lain memastikan pemenuhan kebutuhan elpiji yang penambahan 12 persen dari tahun sebelumnya, pupuk untuk petani yang dipastikan aman, dan pemenuhan kebutuhan pokok.

“Pemenuhan elpiji, pupuk untuk petani dan kebutuhan pokok semuanya tidak ada masalah. Kami sudah siapkan sejumlah antisipasi. Kami berharap tidak ada goncangan ekonomi yang pelik dan signifikan sehingga konsisinya aman,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Rupiah Terus Melemah, Pengusaha Lokal Makin Bingung Patok Harga Jual

Karyawan springbed Javaco Kaliwungu Kudus sedang mengerjakan pesanan springbed. Hingga saat ini, pengusaha bingung mematok harga jual produk karena nilai tukar rupiah yang belum stabil. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Karyawan springbed Javaco Kaliwungu Kudus sedang mengerjakan pesanan springbed. Hingga saat ini, pengusaha bingung mematok harga jual produk karena nilai tukar rupiah yang belum stabil. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kurs rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika, berimbas pada perekonomian di Indonesia, tak terkecuali di Kudus. Hal tersebut sangat dirasakan oleh para pengusaha lokal, mengingat harga yang juga ikut naik.
Rosbandi, salah satu pengusaha Springbed di Kaliwungu Kudus mengatakan, terkait hal ini, dirinya kesulitan mematok harga untuk produk buatannya, karena harga bahan baku yang digunakannya juga ikut naik. “Terutama untuk jenis per besi yang mengalami kenaikan harga diberbagai tempat. Padahal bahan dasarnya memang dari besi, sehingga tidak bisa disiasati,” ujarnya.

Untuk saat ini, katanya, dirinya masih menghabiskan stok bahan yang dibelinya saat rupiah masih stabil. Namun jika harga tetap melonjak, maka kenaikan bahan tersebut akan membuatnya bingung untuk menaikkan harga. Sebab, harga springbed yang berasal darinya jika dijual kembali ketoko akan bertambah mahal hingga ratusan ribu. ” Dari toko, barang akan dijual kembali dengan menaikkan harga antara Rp 100 hingga Rp 500 ribu. Sehingga harga jualnya akan semakin mahal,” jelasnya.

Dengan harganya yang makin mahal, tentunya sangat mengkhawatirkan para pebisnis lokal. Sebab kenaikan harga tersebut akan membuatnya kehilangan pembeli.

Meski demikian, hingga saat ini dirinya belum menaikkan harga jual produk. “Takutnya ketika sudah dinaikkan dan dibawa ke toko, malah harga kembali normal. Sementara barang ditoko terjual lebih lama, yang tentunya membuat pemilik toko akan mematok harga yang sama saat dollar menguat,” ungkapnya.
Harapannya, pemerintah dapat segera menstabilkan rupiah, agar para pengusaha lokal serta UMKM tidak rugi dan akhirnya banyak yang gulung tikar. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Harga Daging Kembali Naik

Tim pemkab Kudus Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar), Dispertan dan polres Kudus lakukan inspeksi mendadak (Sidak) daging di Pasar Bitingan.

KUDUS – Harga daging jenis sapi dan kerbau di Kudus kembali merangkak naik, bahkan, dipastikan esok hari harga daging jenis tersbeut bakal naik kembali, karena dari tengkulak sudah mengalami kenaikan.

Hal itu dikatakan koordinator kelompok pedagang daging Murai Batu Pasar Bitingan Suriah. Menurut koordinator yang berkelompok 32 pedagang itu, harga daging mengalami kenaikan dalam pekan terakhir ini.

”Harga daging di Kudus mengalami kenaikan, meski tidak banyak namun terus merangkak naik. Seperti Selasa lalu yang harganya naik Rp 2 ribu dari Rp 96 per kilo untuk sapi menjadi Rp 98 ribu per kilonya,” katanya kepada MuriaNewsCom Kamis (13/8/2015).

Kabar yang berbeda dari para pedagang, besok harga daging kembali naik Rp 2 ribu per kilo. Sehingga harga daging sapi mengalami kenaikan menjadi Rp 100 ribu perkilonya.

Seperti halnya yang dikatakan Eni, pedagang lain di Pasar Bitingan, harga daging sapi besok seharga Rp 100 ribu, pihaknya sudah mendapatkan edaran resmi dari pedagang balikul dan jagal mengenai kenaikan harga tersebut.

”Iya besok harganya naik. Jadi harga dagingnya mencapai Rp 100 ribu,” katanya.

Dengan harga daging yang mahal, dia khawatir pembeli juga makin sedikit, dan dengan harga Rp 98 ribu, dalam sehari dia dapat menghabiskan 30 kilo daging sapi. (FAISOL HADI/TITIS W)

Amankan 3 Aspek, Tim Laksanakan Sidak Daging

Tim pemkab Kudus Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar), Dispertan dan polres Kudus lakukan inspeksi mendadak (Sidak) daging di Pasar Bitingan.

 

KUDUS – Diperkirakan daging jenis kerbau dan sapi mengalami kenaikan harga sangat tinggi, tim pemkab Kudus Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar), Dispertan dan polres Kudus lakukan inspeksi mendadak (Sidak). Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan di pasar Kliwon dan Pasar Bitingan.

Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Arif Budiyanto mengatakan, sidak dilakukan untuk mengamankan tiga hal, mulai dari harga daging, kualitas, dan juga pasokan daging di Kudus.

”Tiga aspek tersebut merupakan hal yang kita pantau, agar kebutuhan daging di Kudus masih aman dan terkendali,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (13/8/2015).

Menurutnya, harga di Jakarta sangat tinggi, namun setelah melakukan pengecekan langusng kepada pedagang, harga di Kudus masih stabil di kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu untuk daging sapi dan Rp 105 ribu hingga Rp 110 ribu untuk daging kerbau.

Dia menambahkan, untuk kualitas daging masih aman hingga kini, sebab para pedagang langsung mendapatkannya dari jagal langsung. (FAISOL HADI/TITIS W)

Bus Peziarah Sunan Kudus Penuhi Terminal Bakalan Krapyak

Sejumlah bus peziarah terparkir di Terminal Bakalan Krapyak Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Keberkahan yang didapat oleh para tukang becak di kawasan wisata Sunan Kudus berasal dari peziarah yang memadati kompleks makam. Terlihat dari banyaknya bus yang parkir di terminal bus Bakalan Krapyak Kaliwungu Kudus.

Alpan koordinator UPT Terminal Krapyak mengatakan sejak awal Syawal lalu memang mengalami peningkatan. “Rata-rata bus yang masuk ke kawasan terminal perhari ada kurang lebih 50 bus besar yang digunakan untuk pariwisata ,” katanya.

Sementara pada hari biasa, lanjutnya, kurang dari 20 bus per hari yang masuk ke kawasan terminal.

Masalah retribusi, pihaknya menarik dengan tarif Rp 10 ribu untuk bus besar, dan bus kecil sebesa Rp 7 ribu.

Dirinya menambahkan untuk kawasan terminal membutuhkan petugas yang ditempatkan cukup banyak untuk mengatur para peziarah. “Sini saja ada sekitar 10 petugas dan masih dapat mengendalikan jumlah peziarah yang datang. Jika semakin banyak peziarah yang datang maka akan ada tambahan personel untuk membantu, ” imbuhnya

Menurutnya untuk tahun ini.ada penurunan jumlah peziarah. Sebelum jumlan peziarah yang datang sangat banyak hingga mencapai angka 50 lebih bus. “Pada puncak Ruwah tahun lalu, perhari dipenuhi dengan lebih dari 80 bus,” pungkasnya. (AYU KHAZMI / AKROM HAZAMI)

Ini Kerawanan Saat Puasa Yang Harus Diwaspadai

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MURIA NEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Bulan puasa Ramadan 1436 H telah masuk di hari kedua. Masyarakat di Kabupaten Jepara diimbau selalui waspada terhadap segala hal termasuk tindak kriminal maupun yang lainnya. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membeberkan sejumlah kerawanan yang sering terjadi menjelang, saat dan pasca bulan Ramadan yang harus diwaspadai. Lanjutkan membaca