Hary Tanoe Kampanyekan Ekonomi Kerakyatan

Jpeg

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoeoedibjo saat menghadiri pelantikan pengurus ranting-ranting yang ada di Kabupaten Blora, Rabu (20/4/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan meski Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, namun pencapaian dari kemerdekaan masih belum terwujud.

”Hal itu ditandai dengan masih banyaknya praktik korupsi, serta masih belum sejahteranya rakyat Indonesia. Terutama kalangan petani,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, saat menggelar pertemuan dengan kadernya di Gedung Serbaguna NU Blora, Rabu (20/4/2016).

Menurutnya, dampak dari sistem ekonomi liberal yang ada saat ini, menjadi pemicu masih belum sejahteranya rakyat Indonesia. ”Hal itu juga mengakibatkan pendidikan kita masih tertinggal,” jelasnya.

Ia mengatakan, dampak dari ekonomi liberal memicu semakin curamnya jurang kemiskinan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Padahal melihat kekayaan alam Indonesia, lanjut dia, harusnya bisa menyejahterakan rakyatnya.

”Hal itu ditengarai dengan luasnya laut negara Indonesia serta suburnya daratannya. Harusnya itu semua bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Namun, Hary mengatakan jika saat ini yang ada adalah salah urus. Jadi, sampai saat ini masih belum bisa dikelola dengan baik. Jika mau maju, Indonesia harus menerapkan ekonomi kerakyatan.

Ia mencontohkan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang saat ini digalakkan. Bukan malah membuat ekonomi kerakyatan terangkat, namun, semakin menenggelamkan masyarakat, yang notabene sebagai masyarakat lemah.

”Karena itu, kita proteksi rakyat kecil. Kita memberi bantuan kepada mereka, supaya rakyat kecil naik kelas,” tegasnya.

Sekedar diketahui, kedatangan Hary Tanoe beserta istrinya Liliana Tanoe adalah untuk melantik 295 dewan pimpinan ranting Partai Perindo Blora, serta konsolidasi politik.

Editor: Merie