Server Kemendagri Bermasalah, Layanan Perekaman E-KTP di Jepara Sempat Terganggu

Antrean di Kantor Disdukcapil Jepara, Rabu (14/6/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Server KTP Elektronik milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tergangu Rabu (14/6/2017). Hal itu berimbas pula pada layanan perekaman dan pencetakan di Kantor Disdukcapil Jepara, yang sempat mogok. Akibatnya, antrean pemohon layanan tersebut menumpuk.  

Bonisih seorang warga Desa Papasan, Bangsri, ikut terkena getahnya. Ia mengaku datang untuk merekam data KTP Elektronik, namun apa daya sesampainya di lokasi ia harus gigit jari, tak segera dilayani. “Tadi kita menunggu sekitar tiga jam, katanya sih eror. Barusan saja baru dilayani,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa tak merekam di kantor kecamatan, ia mengaku di tempat tersebut juga ada gangguan. Sehingga ia harus pergi ke pusat kota, untuk merekam data diri. 

“Saya sudah ke kecamatan setempat, tapi dari sana saya diberitahu sesudah pemilu sampai sekarang, data yang direkam di sana, tidak bisa sampai ke Disdukcapil. Oleh karenanya saya ke Jepara,” tuturnya. 

Gangguan server tersebut diakui oleh  Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 08.30 WIB.

“Informasi yang kami terima karena ada gangguan pada server Kemendagri. Mengenai lama atau singkatnya durasi gangguan belum kami terima konfirmasi lebih lanjut,” katanya. 

Dia mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB hari tersebut, sudah ada 232 antrean KTP Elektronik. Ketika terjadi gangguan petugas sudah melayani sebanyak 44 orang. Sejurus kemudian, pada pukul 10.40 WIB, layanan rekam bisa dilakukan.”Ini saya baru saja menerima informasi bahwa pada pukul ini sudah bisa melayani,” kata dia. 

Susetiyo menambahkan, dalam sehari kapasitas pencetakan E-KTP bisa mencapai 200 keping. Namun demikian, setiap pemohon belum tentu bisa mencetak kartu tanda penduduknya. Hal itu karena keterbatasan keping KTP dan banyaknya daftar tunggu penduduk, yang sebelumnya telah merekam data. 

Sebagai solusi, warga diberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti kartu identitas sementara. Adapun, pada bulan Mei 2017 Kabupaten Jepara mendapatkan blangko E-KTP sebanyak 22.000 keping blangko dari Kemendagri. 

Editor : Kholistiono

Selama Ramadan, Ini Jadwal Pelayanan di Disdukcapil Jepara

Proses pelayanan E-KTP beberapa waktu lalu. Ramadan ini, waktu pelayanan berubah. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Layanan kependudukan sipil pada Disdukcapil Jepara, akan menyesuaikan jam masuk pegawai selama bulan Ramadan 2017. Jika pada hari normal mulai pada pukul 07.00-15.00 WIB, mulai Senin (29/5/2017) akan dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir pukul 15.00 WIB.

Hal itu dikatakan oleh Susetiyo selaku Kabid Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jepara, Jumat (26/5/2017). Menurutnya hal itu sesuai kebijakan yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara.

“Untuk pelayanan tak ada perubahan, hanya saja jam kerja yang diubah menjadi pukul 07.30 WIB. Adapun sebelumnya mulai pukul 07.00 WIB. Pelayanan sendiri melayani jam buka,” tuturnya.

Jadwal tersebut, menurut Susetiyo, hanya untuk hari Senin-Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, dimulai pada pukul 08.00-10.30 WIB.

Ia mengklaim, perubahan jam tersebut tak memengaruhi layanan kepada masyarakat. Pihaknya tetap memprioritaskan warga yang akan merekam data KTP ataupun pencatatan sipil lainnya. 

Dalam sehari, pihaknya mencatat ada sekitar 300 sampai 500 pemohon pencatatan sipil. Jumlah itu tidak hanya pemohon KTP namun dari pencatatan akta lahir, pindah penduduk dan sebagainya.

Terkait pencetakan KTP Elektronik, dalam sehari pihaknya bisa mencetak 150 hingga 200 keping. Untuk saat ini Jepara mendapatkan 22 ribu keping blangko KTP dari pemerintah pusat. “Kami tetap berkomitmen untuk melayani warga, meskipun ada perubahan jam masuk,” tutup Susetiyo.

Editor : Kholistiono

800 E-KTP yang Belum Diambil Warga Akan Disalurkan ke Pemdes

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara akan menyalurkan 800 lebih KTP Elektronik, yang belum diambil oleh warga ke pemerintah desa. 

“Rencananya akan dibagikan melalui perangkat desa,” ujar Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo, Selasa (16/5/2017).

Sebelumnya ia mengungapkan, ada 800 keping E-KTP yang tak diambil oleh warga, padahal telah tercetak. Keping E-KTP tersebut, merupakan hasil perekaman pada tahun 2015 yang dicetak pada tahun 2016.

Menurutnya, pihaknya telah menyosialisasikan kepada camat untuk dapat diteruskan kepada warganya. Namun, hingga saat ini, masyarakat belum juga merespon positif. 

“Minggu depan rencananya akan mulai disalurkan. untuk kemudian dari perangkat desa diserahkan kepada yang berhak,” katanya. 

Pada saat penyaluran ke perangkat desa, akan dilakukan pencatatan berita acara. Dengan cara tersebut, maka kewenangan beralih kepada penerima dalam hal ini pemerintah desa. Setelah diterima, perangkat diharapkan menyerahkan blangko E-KTP secara langsung kepada pemilik.

Editor : Kholistiono

Disdukcapil Jepara Terima 12 Ribu Blangko E-KTP

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara –  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara kembali menerima blangko KTP Elektronik, sebanyak 12.000. Total kini ada 22.000 blangko yang diterima, hingga pertengahan bulan Mei 2017.

“Sudah dua tahap, untuk yang pertama kita menerima 10.000 keping blangko, yang kedua sekitar tiga atau empat hari lalu kita menerima 12.000 lagi,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo, Selasa (16/5/2017). 

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut sudah terserap sekitar 1000 keping untuk melayani kebutuhan warga. Dalam penyalurannya, Disdukcapil menerapkan cara selektif agar kebermanfaatannya maksimal. 

“Untuk saat ini dari jumlah blangko yang diterima, sudah terpakai sekitar 1000 keping guna melayani kebutuhan warga,” tuturnya. 

Sebelumnya, ia mengatakan, proses selektif dilakukan dengan mengirim pesan singkat kepada masyarakat, terkait proses pencetakan E-KTP. Susetiyo menyebut, setelah warga menerima pesan singkat dari Disdukcapil, mereka diharap tak mewakilkan kedatangan mereka di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jepara. Kemudian mereka diarahkan ke petugas khusus yang telah disiapkan dan melakukan verifikasi faktual. 

“Mereka harus tunjukan sms yang kami tujukan kepada personal yang hendak mencetak E-KTP. Kalaupun terpaksa tidak bisa datang, warga bisa mewakilkan kehadiran mereka dengan keluarga yang tercantum di dalam Kartu Keluarga (KK). Hal itu dapat dibuktikan dengan membawa salinan dokumen tersebut,” ujarnya. 

Selain menunjukan pesan singkat dan dokumen pendukung, warga juga diharuskan membawa potongan tanda terima  yang diterima saat proses perekaman.

Editor : Kholistiono

Ada 800 KTP Elektronik Warga Jepara yang Belum Diambil Pemiliknya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara mengimbau warga segera mengambil KTP Elektronik yang telah tercetak. Hal itu karena, ada 800 keping KTP El tahun pencetakan 2016 yang masih tersimpan di Kantor Disdukcapil Jepara.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo, Selasa (18/4/2017). Menurutnya KTP El tersebut, merupakan hasil perekaman warga sebelum tahun 2016. 

“Untuk proses perekamannya sekitar tahun 2015, namun pencetakannya tahun 2016. Kita sudah mencoba untuk memberitahukannya kepada masyarakat terkait hal tersebut melalui camat, namun hingga kini belum ada respon dengan mengambilnya,” katanya.

Dirinya mengatakan, Disdukcapil tidak mungkin melakukan penghantaran KTP El langsung kepada warga. Hal itu mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh dinas tersebut. 

Ditanya terkait droping KTP El yang belum terambil ke tingkat camat, Susetiyo mengaku tak mau ambil risiko. Hal itu karena kepemilikan KTP El bersifat personal dan merupakan dokumen penting. Ia mengharapkan warga mengambil secara pribadi agar meminimalisasi potensi kerawanan penggunaan dokumen pribadi tersebut. 

“Kalau data 800 KTP El yang belum diambil itu datanya campuran. Ada yang sudah tua, muda hingga buruh. Kami belum mengetahui kenapa alasannya belum diambil padahal dokumen itu penting dan yang meminta untuk dibuatkan adalah warga sendiri,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Ketersediaan Blangko E-KTP di Jepara Hingga Kini Belum Jelas

 Beberapa warga terlihat mengantri untuk perekaman E-KTP di Disdukcapil Jepara (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa warga terlihat mengantri untuk perekaman E-KTP di Disdukcapil Jepara (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Antrean pemohon pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) di Jepara hingga saat ini mencapai puluhan ribu. Hingga kini, mereka belum bisa memegang kartu identitas kependudukan, lantaran sejak awal Oktober lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara belum bisa mencetaknya.

“Itu lantaran persediaan blanko E-KTP habis. Sampai saat ini pun belum ada informasi yang jelas dari Kemendagri soal kapan blangko KTP elektronik  bisa disediakan,” ujar Kepada Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun.

Menurutnya, blanko E-KTP baru akan dilelang pada Januari 2017 ini. Itupun, katanya,  melalui prosedur tender Pra Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2017. Keterangan itu didasarkan dari surat edaran Kemendagri tertanggal 15 November lalu.

Lanjutnya, hingga November  2016 lalu, sudah ada sebanyak 23.178 antrean pencetakan E-KTP. Baik itu antrean yang ada di Disdukcapil maupun kolektif dari tiap kecamatan di Jepara. Itu ditambah dengan 4.579 data yang sudah siap dicetak (print ready record) serta 665 data yang belum bisa dicetak (sent for enrollment).

Dengan adanya jumlah sebanyak itu, Disdukcapil membutuhkan blanko sebanyak 28.422. Sementara itu, di awal Januari 2017 ini, jumlah antrean pemohon pencetakan E-KTP juga bertambah, sebab perekaman data terus dilakukan.

“Jumlah itu terus bertambah,lantaran tiap harinya ada 50 hingga 100 warga yang melakukan perekaman data. Kita juga jembut bola, yakni dengan pelayanan keliling di 60 titik dan penyuratan by name by address,” bebernya.

Dia menambahkan, sebagai ganti dari blanko yang belum bisa dicetak, Disdukcapil mengeluarkan surat keterangan resmi. “Sejak 5 Oktober lalu hingga pertengahan November, sebanyak 10 ribu lembar lebih surat keterangan sudah dikeluarkan. Namun fungsi surat keterangan itu bisa digunakan untuk sejumlah keperluan administratif selama 6 bulan dari sejak dikeluarkannya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Alat Perekaman E-KTP di 3 Kecamatan di Jepara Rusak

 Proses perekaman E-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, pada Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Proses perekaman E-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, pada Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di tiga kecamatan di Jepara, yakni Kecamatan Donorojo, Keling dan Pakisaji mengalami kerusakan. Rusaknya alat tersebut, terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Kini petugas dari instansi terkait masih dalam proses memperbaiki.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara Sri Alim Yuliatun menjelaskan, kerusakan peralatan terjadi sekitar sepekan ini. Pihaknya mengaku sudah mengirimkan petugasnya untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.”Kalau bisa diperbaiki sendiri ya diperbaiki. Tetapi kalau tidak, kami serahkan ke pusat. Untuk sementara ini kami cek,” ujar Sri Alim kepada MuriaNewsCom, Rabu (14/09/2016).

Menurutnya, selama kerusakan alat terjadi, semua layanan perekaman di tiga kecamatan tersebut dialihkan ke Kantor Dindukcapil Jepara. Sehingga pelayanan tetap masih dilakukan, agar tidak terjadi penumpukan semakin banyak.

“Secara global, dari target jumlah perekaman masih kurang sekitar 30 ribu wajib E-KTP. Kami terus mengejar itu agar dapat terselesaikan,” kata Sri Alim.

Lebih lanjut ia mengemukakan, beberapa kecamatan yang masih banyak belum melakukan perekaman ada di Kecamatan Mayong, Bangsri, Pecangaan, Tahunan, dan Nalumsari. Untuk mengoptimalkan perekaman, pihaknya juga melakukan jemput bola.

“Target dari Kemendagri, perekaman sampai akhir September ini. Tetapi kami mendapatkan informasi kalau ditunda lagi sampai tahun 2017. Tetapi kami belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait hal itu,” terangnya.

Ia menambahkan, meski ditarget agar cepat selesai. Namun pihaknya belum melakukan beberapa terobosan, seperti lembur dan penambahan petugas. Sebab, ia tidak ingin menforsir tenaga atau petugas untuk lembur.

“Saya tidak tega kalau minta mereka lembur. Sebab mereka sudah capek seharian, apalagi petugas kami sangat terbatas. Kalau mau mengangkat tenaga tambahan juga belum bisa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kendala yang Bikin Dindukcapil Jepara Gerah

e ktp 2

Pelayanan e-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa kendala yang ada di Dindukcapil Jepara, Kepala Sri Alim Yuliatu menyebutkan beberapa hal. Itu sudah terjadi sejak lama yakni masalah minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), alat pencetakan e-KTP dan ketersediaan blangko yang kerap kekurangan.

Sering kali, kata Sri, blangko habis, sedangkan pelayanan terus berjalan sehingga terjadi tunggakan-tunggakan. Ia menambahkan, menjelang batas akhir wajib e-KTP ini juga mulai lebih gencar mensosialisasikan pentingnya identitas itu. Menurut dia, ketika penduduk tidak memiliki e-KTP maka terancam tidak bisa mendapatkan sejumlah pelayanan, seperti kesehatan maupun pendidikan bahkan yang lainnya.

“Kami mulai memasang pengumuman di sejumlah tempat-tempat strategis, baik di kecamatan maupun di tempat lainnya mengenai wajib e-KTP ini. Harapannya masyarakat Jepara yang belum melakukan perekaman sadar untuk sesegera mungkin melakukan perekaman,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Kota Jepara, Ika Novitasari mengatakan baru melakukan perekaman e-KTP karena sebelumnya terkendala waktu. Dirinya yang mengaku akan memasukkan surat lamaran pekerjaan ke perusahaan lain, ia baru melakukan perekaman.

“Sebelumnya tidak sempat, ini karena mau melamar kerja jadi harus buat E-KTP,” kata Ika usai melakukan perekaman E-KTP di kantor Dindukcapil Jepara.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jelang Batas Akhir Wajib E-KTP, Ini PR Dindukcapil Jepara

 

e ktp 1

Pelayanan e-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, Selasa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sesuai surat Menteri Dalam Negeri nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, batas akhir wajib Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sampai 30 September 2016. Untuk itu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil meminta Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara untuk menyelesaikan sejumlah tunggakan pencetakan e-KTP dan melakukan perekaman bagi penduduk yang belum.

Kepala Dindukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun mengatakan, pihaknya diminta menyelesaikan perekaman e-KTP bagi 22.010 jiwa dari 816.631 jiwa wajib e-KTP. Selain itu juga diminta menyelesaikan pencetakan e-KTP yang masih menunggak untuk dicetak.

“Masih ada tunggakan pencetakan E-KTP sekitar delapan ribu. Rinciannya, ada sekitar empat ribu sisa perekaman tahun 2012, dan empat ribu sisa dari bulan Juli kemarin,” ujar Sri kepada MuriaNewsCom, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, dengan keterbatasan tenaga dan peralatan yang ada, pihaknya diminta untuk menyesaikan pekerjaan rumah tersebut sampai batas 30 September 2016. Selain keterbatasan itu, juga terkendala dengan ketersediaan blangko.

“Baru kemarin kami mendapatkan tambahan blangko e-KTP sekitar enam ribu. Itu prioritaskan untuk menyelesaikan tunggakan perekaman tahun 2012 lalu. Selebihnya baru tunggakan regular,” katanya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, ketika mendapatkan tambahan blangko dari Dirjen, pihaknya menyatakan siap untuk menyelesaikan atau menghabiskan kuota blangko itu dalam jangka waktu 10 hari mulai Senin (22/8/2016) kemarin.

“Ini sisa waktunya tinggal delapan hari untuk menyelesaikan blangko tambahan itu. Ya kami yakin bisa menyelesaikan tunggakan pencetakan khususnya tunggakan tahun 2012 lalu,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Duh, Blangko E-KTP di Jepara Terbatas

Warga memperlihatkan e_KTP. (MuriaNewsCom)

Warga memperlihatkan e_KTP. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ketersediaan blangko e-KTP di Jepara amat terbatas. Karenanya, pemohon e-KTP harus bersabar saat ingin mendapatkannya.

Kabid Kependudukan pada Dindukcapil Jepara, Subangun, Jumat (19/8/2016), mengatakan, sampai saat ini ketersediaan blangko e-KTP sangat terbatas. “Ketersediaan blangko E-KTP,  saat ini juga masih terbatas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pelayanan pencetakan di Disdukcapil terus berjalan. Sebab, sebelum blangko habis, pihaknya langsung ke pusat untuk mengajukan blangko.  “Saat ini juga kami melalui Kepala Dinas ke Jakarta untuk meminta blangko lagi karena sudah minim, ” imbuhnya.

Sementara itu, layanan masyarakat berupa pencetakan e-KTP tidak bisa langsung jadi. Dindukcapil beralasan bahwa permintaan banyak sedangkan ketersediaan barang dan tenaga yang minim.

“Permohonan cetak e-KTP terus berlangsung setiap hari. Kondisi ini membuat warga yang mengajukan E-KTP tak bisa langsung mendapatkan pada hari itu juga, karena harus mengantre,” ujar Subangun.

Menurutnya, warga yang mengajukan cetak dan masih menunggu jumlahnya masih ribuan orang. Bahkan sampai saat ini, jumlah antrean mencapai 4.500 orang. Warga yang baru mengajukan cetak e-KTP tidak bisa langsung mendapatkan e-KTP. Karena proses pencetakan dilakukan urut.

“Tidak bisa langsung terima e-KTP, karena harus menunggu sampai yang mengajukan lebih awal sudah tercetak. Kami cetak secara urut sesuai antrean,” ungkapnya.

Ia mengemukakan, lamanya menunggu cetak e-KTP sekitar satu pekan. Itu berdasarkan perhitungan jumlah pengajuan dan kemampuan Disdukcapil melakukan pencetakan setiap hari. Setiap hari warga yang mengajukan cetak e-KTP sebanyak 400 hingga 500 orang. Meliputi pelayanan di Disdukcapil sendiri dan pelayanan di setiap kecamatan.

“Kemampuan mesin pencetak E-KTP maksimal 600 E-KTP perharinya. Kami tidak bisa mencetak lebih dari itu karena keterbatasan alat cetak. Kami hanya punya empat mesin. Masing masing bisa mencetak 150 E-KTP setiap hari,”ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Layanan E-KTP di Jepara Lambat

E-KTP_New-1024x609

 

MuriaNewsCom, Jepara – Layanan masyarakat berupa pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tidak bisa langsung jadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) beralasan bahwa permintaan banyak sedangkan ketersediaan barang dan tenaga yang minim.

“Permohonan cetak e-KTP terus berlangsung setiap hari. Kondisi ini membuat warga yang mengajukan e-KTP tak bisa langsung mendapatkan pada hari itu juga, karena harus mengantre,” ujar Kabid Kependudukan pada Dindukcapil Jepara, Subangun, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, warga yang mengajukan cetak dan masih menunggu jumlahnya masih ribuan orang. Bahkan sampai saat ini, jumlah antrean mencapai 4.500 orang. Warga yang baru mengajukan cetak e-KTP tidak bisa langsung mendapatkan e-KTP. Karena proses pencetakan dilakukan urut.

“Tidak bisa langsung terima e-KTP, karena harus menunggu sampai yang mengajukan lebih awal sudah tercetak. Kami cetak secara urut sesuai antrean,” katanya.

Ia mengemukakan, lamanya menunggu cetak e-KTP sekitar satu pekan. Itu berdasarkan perhitungan jumlah pengajuan dan kemampuan Disdukcapil melakukan pencetakan setiap hari. Setiap hari warga yang mengajukan cetak e-KTP sebanyak 400 hingga 500 orang. Meliputi pelayanan di Disdukcapil sendiri dan pelayanan di setiap kecamatan.

“Kemampuan mesin pencetak e-KTP maksimal 600 e-KTP per harinya. Kami tidak bisa mencetak lebih dari itu karena keterbatasan alat cetak. Kami hanya punya empat mesin. Masing masing bisa mencetak 150 e-KTP setiap hari,”ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Tidak Perlu Antre Buat E-KTP di Jepara, Asal…

e ktp 2

 

MuriaNewsCom, Jepara –  Kini, bagi pemohon e-KTP di Jepara tidak perlu antre. Asalkan, keperluan pembuatan e-KTP sangat urgen.

Antrean untuk mendapatkan e-KTP memang cukup banyak. Bahkan, ketersediaan blangko yang minim membuat semakin lama antrean untuk mendapatkan kartu identitas kependudukan tersebut.

Namun, tak perlu khawatir bagi yang sangat membutuhkan dalam waktu dekat karena akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan lebih dahulu.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcpil) Jepara, Sri Alim Yuliatun. Menurutnya, karena keterbatasan blangko tidak semua masyarakat bisa langsung mendapatkan E-KTP.

KTP tersebut akan dicetak sesuai dengan urutan antrean yang terdaftar. Meski demikian, tetap ada prioritas.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan e-KTP secara mendesak kami utamakan. Seperti butuh untuk mengurus masalah kesehatan mengurus keperluan lain yang memang sangat mendesak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya baru-baru ini mendapatkan tambahan blangko sebanyak 1.824 keping. Namun, jumlah tersebut sangatlah kurang lantaran setiap harinya, pihaknya menerima layanan yang membutuhkan sekitar 300 hingga 400 keping blangko.

“Jadi ya memang masih kurang untuk stok beberapa hari ke depan berikutnya.  Baik untuk pelayanan yang di kantor Disdukcapil maupun pelayanan keliling,” terangnya.

Dia menambahkan, keterbatasan blangko e-KTP  ini karena stok di pusat juga terbatas. Sehingga, meski kebutuhan di Jepara cukup banyak pihaknya tidak bisa meminta lebih.

”Semuanya pusat yang mengatur kami hanya mengajukan dan yang menetukan kuota blanko dari pusat. Dalam prose pengajuan harus berbasis laporan. Saat kami mengajukan pekan lalu stok blanko yang tersedia hanya tingga 97 keping,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pelayanan E-KTP di Jepara Ditambah

ktp

 

MuriaNewsCom, Jepara – Percepatan pelayanan perekaman E-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) harus dilakukan. Itu menyusul respons Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 12 Mei 2016.

Yang mana, warga yang sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah per 1 Mei harus melakukan perekaman paling lambat 30 September 2016.

Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara menambah titik pelayanan. Selain pelayanan dilakukan di kantor dinas, pelayanan juga dilakukan melalui percetakan keliling. Tahun ini pelayanan bakal ditambah di 65 titik.

Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun melalui Kepala Bidang Kependudukan Bangun Supriyanto mengatakan, tahun ini pihaknya bakal menambah pengoperasian pencetakan e-KTP di 65 titik. Meliputi 15 titik di sekolah dan 50 titik di lokasi-lokasi strategis seperti balai desa.  Pelayanan itu sudah dimulai mulai awal Agustus mendatang.

“Surat Edaran mengenai itu berlaku untuk skala nasional. Sehingga, di Jepara juga harus melakukan percepatan, dengan cara menambah jumlah titik pelayanan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, program pencetakan dan perekaman e-KTP keliling di Disdukcapil Jepara sudah lama berjalan. Program tersebut akan dimaksimalkan karena merupakan cara paling efektif agar masyarakat Jepara bisa segera mengantongi e-KTP. Termasuk melalui penambahan titik pelayanan.
”Selama ini pencetakan e-KTP telah menyasar sejumlah tempat yang potensial. Seperti di desa-desa yang warganya baru sedikit melakukan perekaman dan di sekolah-sekolah.

Selama 2016 hingga akhir Juni kemarin program pencetakan e-KTP sudah mencapai 2.512 dari pemohon,” terangnya.

Dia menambahkan, karena keterbatasan blanko, tidak semua masyarakat bisa langsung mendapatkan e-KTP. KTP akan dicetak sesuai dengan urutan antrean yang terdaftar. ”Meski demikian kami tetap ada prioritas. Bagi masyarakat yang membutuhkan e-KTP secara mendesak kami utamakan. Seperti butuh untuk mengurus masalah kesehatan mengurus keperluan lain yang memang sangat mendesak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Poin Penting Ranperda Terkait Penyelenggaraan Administasi Kependudukan di Jepara

e-KTP-2-e-1024x700

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara telah mengajukan perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administasi Kependudukan kepada DPRD Jepara. Saat ini, pengajuan tersebut telah masuk dalam Ranperda yang dibahas tahun 2016 ini. Ada beberapa acuan untuk Ranperda tersebut yang memberikan kemudahan dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membeberkan, mengacu pada Undang- undang Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana diubah dengan Undang- undang Nomor 24 Tahun 2013, ada beberapa hal baru yang bersifat substansial dari perubahan undang-undang tersebut. Diantaranya adalah, masa berlaku e-KTP yang semula lima tahun diubah menjadi berlaku seumur hidup, sepanjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP.

Selain itu, pencetakan dokumen e-KTP yang selama ini dilaksanakan terpusat di Jakarta, secara bertahap diserahkan kepada instansi pelaksana di kabupaten. Hal ini sudah dimulai sejak tahun 2014.

“Ada pula penerbitan akta kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun, semula penerbitan tersebut memerlukan penetapan pengadilan negeri, diubah cukup dengan keputusan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten,” kata Marzuqi.

Bahkan, ada juga penerbitan akta pencatatan sipil yang semula dilaksanakan di tempat terjadinya peristiwa penting, diubah menjadi penerbitannya di tempat domisili penduduk.

Pengakuan dan pengesahan anak yang semula dibatasi hanya untuk anak yang dilahirkan dari perkawinan yang telah sah menurut hukum agama tetapi belum sah menurut hukum negara, pengesahan anak yang selama ini hanya dengan catatan pinggir diubah menjadi akta pengesahan anak.

“Pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya. Semula penggratisan hanya untuk penerbitan e-KTP saja, namun sekarang diubah. Untuk semua dokumen kependudukan seperti KK, e-KTP, akta kelahiran, akta perkawinan, akta kematian, akta perceraian dan akta pengakuan anak,” lanjutnya.

Editor : Kholistiono

Wajib e-KTP Jepara Sisakan 55 Ribu Saja

PHTO0013.JPG

Proses perekaman e-KTP di kantor Dindukcapil Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejak diberlakukannya e-KTP oleh pemerintah pusat, sampai saat ini proses pembuatan e-KTP terus berlangsung. Dari sekitar 810 ribu warga wajib e-KTP, yang memegang e-KTP dari hari ke hari meningkat, dan saat ini sudah mencapai 755 ribu warga. Praktis, tinggal menyisakan sekitar 55 ribu warga yang belum memiliki e-KTP.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara Sri Alim. Menurutnya, proses pembuatan e-KTP sudah lancar. Bahkan dengan tambahan alat pencetak memudahkan petugas untuk melancarkan proses pencetakan.

”Sebelumnya kami hanya punya dua printer untuk mencetak dari pemerintah pusat. Saat ini kami sudah menambah tiga printer dari dana APBD. Sehingga sudah ada lima printer untuk memperlancar proses pencetakan e-KTP,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sisa 55 ribu warga yang belum menerima e-KTP dimungkinkan adanya beberapa faktor. Dari hasil analisanya, yang belum memegang e-KTP mayoritas adalah warga yang sudah berusia tua sehingga tidak mampu atau tidak berminat untuk melakukan perekaman.

”Mungkin juga karena mereka ada yang tinggal di luar kota sehingga tidak sempat untuk mengurus e-KTP. Hal ini tentu disayangkan karena kami juga siap untuk jemput bola ke lapangan untuk melakukan perekaman e-KTP,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada semua warga yang belum memegang e-KTP baik yang sudah perekaman maupun yang belum, untuk segera mengurus. (WAHYU KZ/TITIS W)

Video – Ribuan Warga Jepara Akhirnya Bisa Tukarkan Surat Keterangan dengan e-KTP

PHTO0010.JPG

Sri Alim, Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sekitar 30 ribu warga Jepara sempat hanya mendapatkan surat keterangan identitas kependudukan, karena berbagai kendala dalam proses pembuatan e-KTP. Namun, saat ini dipastikan tinggal tujuh ribuan warga yang belum menerima e-KTP. Selebihnya dipastikan sudah menerima e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara Sri Alim menjelaskan, pihaknya mengganti sekitar 23 ribu warga yang sebelumnya hanya menggunakan surat keterangan kependudukan, dengan e-KTP.

”Sebelumnya kami hanya memberikan surat keterangan sebagai pengganti e-KTP untuk sementara. Tapi sekarang sudah kami ganti dengan e-KTP karena proses pencetakan sudah normal,” ujar Sri Alim kepada MuriaNewsCom, Rabu (16/12/2015).

Menurutnya, pihaknya mengakui masih ada tujuh ribuan warga yang belum menerima e-KTP karena mereka belum mengurus pergantian ke e-KTP. Dimungkinkan, bagi yang belum mengurus pergantian dari surat keterangan ke e-KTP dilatarbelakangi berbagai hal.

”Mungkin mereka masih belum ada waktu, atau mungkin sedang di luar kota. Kami sudah sosialisasikan mengenai hal ini, jika yang memegang surat keterangan kependudukan sudah bisa ditukarkan dengan e-KTP,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk semua warga yang melakukan perekaman e-KTP, dipastikan e-KTP telah jadi. Pihaknya juga mengaku mendistribusikan e-KTP yang jadi ke tingkat kecamatan masing-masing. (WAHYU KZ/TITIS W)