Pelayanan E-KTP  di Blora Mendadak Berhenti, Ada Apa?

E-KTP_New

 

MuriaNewsCom, Blora – Kantor Dukcapil Blora menyatakan, pihaknya tidak lagi bisa melayani cetak KTP Elektronik (E-KTP).

Sebab, Dukcapil Blora kehabisan stok blangko E-KTP. Padahal saat ini, pemohon E-KTP masih tinggi. Terlebih, para perantau banyak yang mengurus E-KTP sebelum mereka kembali ke tanah rantau.

“PENGUMUMAN Kamis 14-7-2016 @dukcapil_blora tdk melayani cetak KTP-el, krn #BLANKO_KTP_el HABIS, sampai ada dropping dari pusat,” begitu dikutip dari akun media sosial Twitter @Dukcapil_Blora.

Warga pun berharap, agar persoalan itu bisa segera teratasi. Dukcapil Blora berjanji menyampaikan ke warga bila blangko sudah tersedia.

“Iya mas/mbak/pak/bu besok kalau sudah ada blanko akan kami umumkan di disini jg, saat ini khusus blora yg habis,” jawab akun Dukcapil tersebut saat menjawab pertanyaan warga melalui Twitter.

Editor : Akrom Hazami

Wow, Pencari E-KTP di Blora Meningkat Hingga 50 Persen

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Pencari Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Blora melonjak drastis. Dari yang semula hanya 150 perhari kini bisa mencapai 250 orang. Itupun belum termasuk pencetakan E-KTP yang dititipkan oleh pencari E-KTP ke masing-masing Kecamatan.

”Dihari biasa antara 100 hingga 150 orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendafataran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Blora, Agus Listiyono kepada MuriaNewsCom (16/5/2016).

Melonjaknya jumlah pencari E-KTP itu didomiinasi penduduk penduduk dengan predikat wajib KTP baru. Menurut Agus, dari jumlah tersebut 90 persen merupakan penduduk dengan wajib KTP baru.

”Memang setiap kelulusan SMA terjadi lonjakan pencari kartu identitas,” ujarnya.

Dalam sehari, kantor Disdukcapil Blora hanya mampu mencetak 150 E-KTP. Tentu, hal itu tidak sebanding dengan jumlah pencari. Untuk mengantisipasinya, Agus mengaku, pihaknya melakukan lembur pencetakan hingga malam hari.

”Kami melakukan pencetakan KTp hingga pukul 20.00,” ujarnya.

Meski lembur, bukan berarti pencari E-KTP bisa mendapatkannya dalam waktu sehari. Pencari E-KTP batru akan mendapatkan setelah melakukan perekaman identitas diri tiga hari sebelumnya.

”Kalau perekaman setelah itu langsung jadi, ya tidak bisa. Kalau dilakukan tiga hari sebelumnya baru bisa,” imbuhnya.

Selain itu, ada kendala lain yang dihadapi. Yakni ketika jaringan error, menurut Agus, ketika jaringan internet error maka pihaknya tidak bisa melakukan apa-apa. Efeknya, pencetakan mundur dan pemohon marah-marah. ”Ya itu kendala yang kami hadapi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Warga Blora Belum Banyak Tahu KTP Seumur Hidup

 

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Blora-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik kini sudah berlaku seumur hidup namun kesadaran masyarakat belum menyeluruh mengetahuinnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Blora melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Agus Listiyono mengatakan,terkait pemberlakuan e-KTP seumur hidup, pihaknya telah mencoba mensosialisasikan kepada warga. “Kita sudah adakan pertemuan dengan kepala desa terkait hal ini, tapi hasilnya belum maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri, dijelaskan bahwa e-KTP yang diterbitkan sejak 2011 lalu, tidak perlu diperpanjang walaupun telah habis masa berlakunya.

”Kami sudah menerima surat edaran dari Mendagri terkait pemberlakuan e-KTP seumur hidup. Selama tidak ada perubahan yang ada dalam komponen data, misalnya perubahan alamat dan status perkawinan, tidak perlu adanya perpanjangan,” kata Agus Listiyono.

Dirinya menjelaskan, dalam surat edaran itu, Mendagri meminta para kepala daerah menugaskan unit kerja yang menyelenggarakan pelayanan publik agar mematuhi ketentuan tersebut. Unit kerja yang menyelenggarakan administrasi kependudukan diminta menyebarluaskan ketentuan itu melalui media massa, sehingga dapat diketahui masyarakat.

“Kami masih menunggu edaran dari Mendagri tentang penegasan hal tersebut, yang kita teruskan ke masyarakat Blora dan pemangku kepentingan di Blora,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono