Lebih Banyak Cewek yang Daftar Duta Wisata Grobogan, Cowoknya ke Mana?

Pemilihan Duta Wisata Grobogan 2016 lalu. Tahun ini jumlah pendaftar antara Mas dan Mbak Grobogan justru tak seimbang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ajang pemilihan Duta Wisata Grobogan 2017 tampaknya bakal sedikit berbeda dari sebelumnya. Karena, pendaftar untuk kategori Mas Grobogan jumlahnya lebih kecil dibandingkan peminat kategori Mbak Grobogan.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus 2017 lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar.

Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

“Untuk tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya. Tahun sebelumnya, jumlah pendaftar pria dan wanita ini berimbang,” kata Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat, Selasa (29/8/2017).

Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja.

Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien.

“Kalau pesertanya terlalu banyak, acaranya baru selesai hingga lewat tengah malam. Oleh sebab itu, jumlah pesertanya kita batasi hanya 30 orang saja. Untuk grand final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan 9 September 2017 di pendapa,” kata Jamiat.

Editor : Ali Muntoha

Datang ke Grobogan, Putri Indonesia Jawa Tengah Isi Kelas Inspirasi di SMAN 1 Purwodadi


Disma Ajeng Rastiti saat memaparkan rencana kerja kelas inspirasi Grobogan pada para relawan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah terbentuk di berbagai kota besar, keberadaan kelas inspirasi akhirnya sampai di Grobogan. Orang yang menggagas berdirinya kelas Inspirasi ini adalah Disma Ajeng Rastiti.

”Iya, kelas inspirasi sekarang sudah ada di Grobogan. Ini, kita juga sudah memiliki banyak relawan yang ikut bergabung,” kata Disma saat menggelar koordinasi dengan relawan kelas inspirasi di aula SMAN 1 Purwodadi, Minggu (12/3/2017).

Sekedar diketahui, sosok Disma ini memang cukup dikenal banyak kalangan. Yakni, setelah Disma tampil dalam grand final pemilihan Putri Indonesia 2016 tanggal 19 Oktober 2016 lalu mewakili Jawa Tengah.

Selama ini, lulusan Sastra Indonesia UGM tersebut juga aktif di berbagai acara sosial. Baik, di Grobogan maupun kota-kota lainnya. Sebelumnya, Disama juga sempat menyandang jadi Mbak Grobogan tahun 2012 lalu.

Menurut Disma, kelas inspirasi merupakan sebuah gerakan untuk turut terlibat aktif dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Guna menyukseskan gerakan ini, pihaknya mengajak berbagai pihak termasuk masyarakat umum untuk mengajar sehari pada siswa sekolah dasar. Tujuannya, buat berbagi cerita dan pengalaman kerja dan memberi motivasi pada siswa untuk meraih cita-cita.

”Progran kerja kelas inispirasi ini memang difokuskan untuk siswa SD. Saat ini, kita sedang mendata sekolah yang akan jadi sasaran kelas inspirasi. Program akan mulai kita lakukan 20 Mei mendatang,” jelas gadis berparas cantik itu.

Ia menjelaskan, latar belakang membuat gerakan kelas inspirasi di Grobogan itu dilakukan berawal dari rasa kepedulian dan keprihatinannya. Sebab, selama ini, ia sudah aktif ikut gerakan kelas inspirasi di Jogjakarta. Sementara di daerah asalnya justru belum terbentuk.

”Dari sinilah saya akhirnya berinisiatif membentuk kelas inspirasi disini. Ternyata, responya sangat bagus dan ini membuat saya bersemangat,” cetus gadis yang punya postur 170 cm itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menyambut baik hadirnya kelas inspirasi tersebut. Sebab, ia menilai gerakan ini dinilai punya manfaat positif dalam memotiviasi para siswa untuk bisa sukses menggapai masa depannya.

”Saya siap mendukung kelas inspirasi ini. Meski begitu, saya pesan supaya program kerjanya dipersiapkan sebaik mungkin biar hasilnya bisa maksimal. Nanti, saya akan coba hubungi alumni yang sudah sukses supaya bisa ikut terlibat dalam gerakan ini,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Tak Ada Duta Wisata di Kudus Tahun Ini

duta wisata

Pemilihan duta wisata Kudus yang diadakan beberapa tahun lalu.

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus tidak akan menyelenggarkan pemilihan Duta Wisata 2016. Mereka berdalih ingin mematangkan kegiatan itu di tahun depan.

“Tahun ini kami lebih kepada persiapan. Jadi, pelaksaan akan dilakukan pada tahun depan yang mana akan lebih matang,” kata Kabid Pariwisata pada Disbudpar  Kudus, Dwi Yusi Sasepti.

Pada tahun ini praktis menjadi tahun persiapan. Supaya pelaksanaan tahun depan bisa lebih baik dan beda dari sebelumnya.

“Soalnya kami melihat pemilihan duta wisata tidak bisa kaya formalitas saja. Harus lebih mengerti dan menguasai tentang Kudus, khususnya wisata. Selain itu, kami juga mempersiapkan acara yang seru,” kata Dwi.

Sebenarnya, lanjutnya, jika dilaksanakan pada tahun ini, waktunya juga mepet. Apalagi anggaran yang disiapkan tidak cukup. “Dan waktunya ini terlalu mepet,” tambahnya.

Rencananya, gelaran Duta Wisata dilakukan Juli 2017. Pihaknya mempersilakan bagi siapa saja yang minat, untuk siap dari sekarang.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pemilihan duta wisata biasanya dilakukan setiap tahun. “Sambil menunggu duta wisata yang baru, kami masih menggunakan duta wisata yang lama dulu, yakni yang terpilih pada 2015,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kini Blora Punya Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016

kakang mbakyu blora

Proses terpilihnya Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2016, Danu dan Hana di Blora.

 

MuriaNewsCom, Blora – Kini Kabupaten Blora mempunyai Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016.

Adalah Danu Santo Asmoro dan Hananing Kumalasari. Mereka dinobatkan sebagai Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora tahun 2016. Keduanya berhasil memperoleh nilai tertinggi dari total peserta sebanyak 38 orang.

Plt Sekretaris Daerah Blora Sutikno Slamet berharap Kakang Mbakyu Duta Wisata bisa membawa pariwisata di wilayahnya semakin maju. Dari serangkaian masa karantina diharapkan peserta Duta Wisata bertambah wawasan mengenai kepariwisataan yang ada di Blora.

“Saya yakin Duta Wisata Kab Blora mampu mempromosikan pariwisata agar dikenal masyarakat luas,” harapnya dikutip dari halaman www.blorakab.go.id.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Slamet Pamuji dalam sambutannya menuturkan penilaian dimulai sejak masa karantina  mulai tes tertulis, wawancara dan penampilan bakat.

Selama masa karantina peserta juga dibekali kemampuan berkomunikasi, kepribadian, etika, table manner, dan kepariwisataan. Peserta juga berkunjung ke Kampung Samin dan sentra kerajinan keramik di Desa Balong, Jepon.

“Bekal yang sudah diajarkan untuk diimplementasikan setelah mengikuti ajang Duta Wisata ini yaitu mengembangkan sektor pariwisata di Blora semakin maju,” pungkasnya.

Adapun peringkat II putra diraih Muhammad Chairul Reza dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Septian Bagas Prasetyo mahasiswa Unisula Semarang. Sedangkan harapan I, II, III masing-masing diraih Mas Frillian Gerry HA dari SMA N 1 Blora, Fiky Afandriawan dari SMA N 1 Jepon, dan Ersa Baabdullah dari SMA N 2 Cepu.

Sedangkan di kategori putri peringkat II diraih Olivia Ratna Febriyanti dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Armida Nabilaazmi dari SMA N 1 Cepu. Harapan I, II, III masing-masing diraih Dewi Ramadhani dari SMA N 2 Blora, Ika Audiyah Andriyani mahasiswa Undip Semarang, Jihan Nina Lestari dari SMA N 1 Tunjungan.

Sementara itu Mas Frillian Gerry H. A. terpilih sebagai peserta Kakang Terfavorit, sedangkan Renaningtyas Widi H terpilih sebagai peserta Mbakyu Duta Wisata Terfavorit.

Danu Santo Asmoro merupakan siswa SMA N 1 Blora, sedangkan Hahaning Kumalasari tercatat sebagai mahasiswi STIPRAM Yogyakarta.

Malam Grand Final Kakang Mbakyu Duta Wisata Kab. Blora tahun 2016 digelar di gedung Sasana Bhakti Blora, Jumat (29/7). Acara dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Blora dan tamu undangan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Wakil Grobogan Tak Ditarget di Grand Final Pemilihan Duta Wisata Jateng

Wakil Grobogan Tak Ditarget di Grand Final Pemilihan Duta Wisata Jateng

Wakil Grobogan Tak Ditarget di Grand Final Pemilihan Duta Wisata Jateng

 

GROBOGAN – Meski mengirimkan peserta, namun tidak ada target khusus yang dibebankan dalam pemilihan Duta Wisata Jawa Tengah, Jumat (13/11/2015) mendatang. Hal itu diungkapkan Kabid Pariwisata Grobogan Ngadino di kantornya siang tadi.

”Kalau bicara keinginan tentunya semua berharap jadi juara. Tetapi, melihat kondisinya kita tidak bebankan target juara pada wakil kita dalam grand final Duta Wisata Jateng,” katanya.

Dalam final pemilihan Duta Wisata Jateng yang digelar di Kota Magelang nanti, Grobogan akan mengirimkan wakil yang jadi pemenang Mas dan Mbak Grobogan bulan September lalu. Yakni, Alha Ahmada Belasae dan Dana Laras Rega.

Meski puncak acara pemilihannya digelar pekan depan, namun Ngadino dan rombongan akan berangkat ke Magelang, Senin (9/11/2015). Sebab, para peserta harus menjalani masa karantina terlebih dahulu sebelum tampil dalam grand final.

Meski tidak pasang target, tetapi Ngadino tetap meminta agar Alha dan Dana mempersiapkan diri sebaik mungkin. Sebab, dari ajang tersebut akan bisa menambah pengalaman serta menjadi sarana untuk menunjukkan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, setidaknya mereka berdua bisa masuk dalam 10 besar.

”Syukur-syukur nantinya bisa juara. Selama ini, prestasi terbaik dalam duta wisata tingkat Jateng adalah juara harapan II,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Gadis Desa Inilah yang Berhasil Jadi Juara Duta Wisata

Duta Wisata (e)

Sekda Grobogan Sugiyanto foto bersama pemenang duta wisata 2015. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Tidak percuma Dana Laras Rega nglurug jauh-jauh dari tempat tinggalnya di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari untuk mengikuti grand final pemilihan Duta Wisata Grobogan 2015 di pendapa kabupaten, Sabtu malam (26/9/2015). Sebab, dara 20 tahun itu akhirnya berhasil menggondol mahkota Mbak Grobogan menyisihkan 22 peserta putri lainnya.

”Terus terang saya tidak menyangka bisa jadi juara malam ini. Soalnya, peserta lainnya juga bagus-bagus kualitasnya,” ujar Dana yang tampil dengan nomor undi 40 itu.

Di bagian putra, titel Mas Grobogan 2015 berhasil disabet Alha Ahmada Belasae. Remaja yang berdomisili di Kampung Kuripan, Kelurahan Purwodadi itu juga berhasil meraih juara intelegencia dalam babak final yang disaksikan ratusan orang tersebut.

Acara pemilihan duta wisata itu dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto. Hadir dalam kesempatan itu, Plt Kadisporabudpar Wiku Handoyo, perwakilan FKPD, Asisten II Dasuki dan sejumlah pejabat lainnya.
”Ajang pemilihan duta wisata merupakan suatu hal yang positif. Saya berharap, para pemenang nanti bisa mengenalkan potensi wisata yang ada di Grobogan,” ungkap Sugiyanto.

Sementara itu Wiku Handoyo menambahkan, pihaknya merasa lega karena pelaksanaan grand final berjalan lancar. Menurutnya, selain trophy dan piagam, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan. (DANI AGUS/TITIS W)

Anda Jomblo dan Galau saat Malam Minggu? Berikut Obatnya

Peserta pemilihan Mas dan Mbak Grobogan meramaikan grand final even itu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta pemilihan Mas dan Mbak Grobogan meramaikan grand final even itu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Buat Anda yang tidak punya acara malam minggu ini tidak perlu risau. Datang saja malam ini di pendapa Kabupaten Grobogan. Karena mulai pukul 19.00 WIB nanti bakal digelar grand final pemilihan Mas dan Mbak Grobogan tahun 2015.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menegaskan, pihak panitia sudah siap menggelar perhelatan besar rutin tiap tahun tersebut. Beragam acara hiburan juga sudah disiapkan untuk meramaikan ajang pemilihan duta wisata itu.
“Segala sesuatunya sudah kita cek dan sejauh ini tidak ada kendala. Kami harapkan masyarakat agar ikut datang menyaksikan acara ini,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam grand final kali ini pihaknya juga mengundang sejumlah kepala dinas pariwisata dari kabupaten sekitar untuk menyaksikan acara tersebut. Antara lain, dari Kabupaten Semarang, Demak, Salatiga, Boyolali, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

Sementara itu, para peserta duta wisata mengaku siap menampilkan segala kemampuan untuk meraih juara dalam ajang tersebut. Bahkan, mereka juga sudah mendatangkan suporter khusus untuk mendukung perjuangan meraih hasil maksimal.

“Segala persiapan sudah saya lakukan. Beberapa kawan sekolah dan kerabat saya minta nonton untuk memberi semangat,” cetus beberapa peserta. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Jalan Berduaan, Calon Duta Wisata Grobogan Grogi

Para peserta pemilihan Duta Wisata Grobogan tampil. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para peserta pemilihan Duta Wisata Grobogan tampil. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Puluhan peserta pemilihan Duta Wisata Grobogan 2015, Jumat (25/9) sore menjalani satu rangkaian acara terakhir sebelum tampil dalam babak final. Yakni, tahapan gladi bersih yang dilangsungkan di pendapa kabupaten.

Dalam gladi bersih ini, beberapa calon Mas dan Mbak terlihat masih malu-malu saat berjalan dengan bergandengan tangan bersama pasangannya. Barangkali, mereka ini belum lama kenal sehingga terlihat belum akrab satu sama lainnya.

Beberapa peserta lainnya tampak canggung ketika harus berjalan di atas catwalk.
“Sebenarnya, saat di rumah sudah sering latihan jalan. Tetapi, suasana disini terasa lain sehingga bisa bikin agak grogi,” ungkap beberapa peserta usai gladi bersih.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menyatakan, sebelum gladi bersih para peserta duta wisata sebenarnya sudah menjalani berbagai tahapan. Yakni, temu teknik, pembekalan, tes tertulis, wawancara dan psikotes.

“Setelah ini, peserta tinggal menunggu pelaksanaan grand final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan Sabtu (26/9) malam di pendopo kabupaten. Sebanyak 48 pesertaakanambilbagiandalambabak final nanti,” terangnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Bahasa Jawa Jadi Momok Peserta Duta Wisata

Peserta pemilihan Mas dan Mbak Grobogan 2015 sedang melaksanakan tes kemampuan Bahasa Jawa Kromo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta pemilihan Mas dan Mbak Grobogan 2015 sedang melaksanakan tes kemampuan Bahasa Jawa Kromo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski hampir semuanya orang Jawa, namun sebagian peserta pemilihan Duta Wisata Grobogan ternyata cukup gugup saat menjalani wawancara dalam Bahasa Jawa, yang dilangsungkan siang tadi Rabu (23/9/2015) di Gedung Dekopinda Grobogan.

Mereka menilai tes wawancara menggunakan Bahasa Jawa menjadi momok tersendiri dibandingkan materi tes lain yang harus dijalani. Sebagian peserta ini mengaku cukup kesulitan jika diharuskan berbicara dengan bahasa Jawa, khususnya kromo alus atau kromo inggil karena selama ini jarang menggunakan dalam pembicaraan sehari-hari.
”Kalau pakai bahasa Jawa ngoko masih agak mudah. Tetapi kalau harus ngomong kromo inggil atau kromo alus kami angkat tangan. Terlebih lagi jika diharuskan membaca aksara Jawa,” ujar beberapa peserta saat menunggu giliran wawancara.

Sepanjang hari tadi, digelar tes tertulis dan tes wawancara untuk peserta pemilihan Mas dan Mbak Grobogan 2015 itu. Materi tes wawancara meliputi Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan kepribadian.

Semua peserta diwajibkan mengikuti rangkaian tes tertulis dan wawancara di depan penguji yang kompeten di bidangnya masing-masing. Untuk tes dan wawancara Bahasa Jawa dipercayakan pada Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto. Kemudian, guru SMPN 3 Purwodadi Farida mengemban tes bidang Bahasa Inggris. Sedangkan tes kepribadian dipercayakan pada pegawai RSUD Purwodadi, Tetty Sugianto.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menyatakan, sebelumnya para peserta duta wisata sudah menjalani tahapan yang harus dilalui sebelum babak final. Yakni, tahapan pengenalan, temu teknik, psikotes, dan pembekalan.

”Setelah ini, peserta tinggal menunggu pelaksanaan grand final pemilihan duta wisata dilangsungkan Sabtu (26/9/2015) di pendapa kabupaten. Sebanyak 48 peserta akan ambil bagian dalam babak final nanti,” terangnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Peserta Duta Wisata Grobogan Jalani Psikotes dan Pembekalan

Pembekalan dan psikotes para peserta duta wisata Grobogan dilangsungkan di Gedung Dekopinda Grobogan mulai pagi hingga siang tadi Selasa (22/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pembekalan dan psikotes para peserta duta wisata Grobogan dilangsungkan di Gedung Dekopinda Grobogan mulai pagi hingga siang tadi Selasa (22/9/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Tahapan pemilihan Duta Wisata Grobogan dilakukan lagi hari ini. Yakni, pelaksanaan psikotes dan dilanjutkan dengan pembekalan bagi para peserta. Pelaksanaan psikotes dan pembekalan dilangsungkan di Gedung Dekopinda Grobogan mulai pagi hingga siang tadi.

Pembekalan yang disampaikan pihak panitia antara lain terkait soal pakaian yang harus dikenakan dalam pemilihan duta wisata nanti. Dimana, pakaian yang dipakai harus mencerminkan budaya khas Jawa Tengah.

Selain itu, soal sopan santun juga jadi materi pembekalan. Para peserta diminta untuk saling menghargai dan bersikap sportif serta menjaga keharmonisan. Meski nantinya harus bersaing tetapi mereka diminta tetap kompak dan saling membantu.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menyatakan, sehari sebelumnya, para peserta duta wisata sudah menjalani tahapan temu teknik di lokasi yang sama. Adapun agenda temu teknik antara lain, timbang berat badan dan ukur tinggi tubuh. Kemudian, panitia juga menentukan nomor undian peserta berikut pasangannya. Selain itu, ada pula sesi pengambilan foto para peserta.

Dikatakan, setelah tahapan psikotes dan pembekalan, peserta akan mengikuti satu agenda lain yang sudah disiapkan sebelum pelaksanaan grand final pemilihan duta wisata. Yakni, tahapan tes pengetahuan umum dan wawancara pada Rabu (23/9/2015) di lokasi yang sama.

”Grand Final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan Sabtu (26/9/2015) di pendapa kabupaten. Kami berharap agar jadwal kegiatan itu diperhatikan para peserta,” imbuhnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Dua Peserta Duta Wisata Grobogan“Mbolos” pada Acara Temu Teknik

Peserta duta wisata saat mengikuti temu teknik (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Peserta duta wisata saat mengikuti temu teknik (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Setelah masa pendaftaran berakhir, tahapan pemilihan Duta Wisata Grobogan dilakukan lagi hari ini. Yakni, temu teknik sekaligus penyampaian informasi berkaitan dengan pelaksanaan even tahunan tersebut.

Dalam temu teknik yang dilangsungkan di Gedung Dekopinda Grobogan siang tadi, ada dua peserta pria yang berhalangan hadir.

Dalam temu teknik tersebut, ada beberapa agenda yang harus dijalani para peserta. Antara lain, timbang berat badan dan ukur tinggi tubuh. Kemudian, panitia juga menentukan nomor undian peserta berikut pasangannya.

Selain itu, ada sesi pengambilan foto para peserta yang nantinya akan diupload ke layanan jejaring sosial. Saat pengambilan foto ini, hampir semua peserta terlihat narsis dan percaya diri. Masing-masing peserta ternyata sudah menyiapkan gaya tersendiri untuk ditunjukkan pada saat pemotretan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menyatakan, pendaftar kontes tahunan itu berhasil memenuhi target yang ditetapkan sebanyak 50 orang. Mereka ini terdiri dari 23 perempuan dan 27 laki-laki.

Dikatakan, setelah tahapan temu teknik, peserta akan mengikuti beberapa agenda lain yang sudah disiapkan. Yakni, tahapan pembekalan pada Senin (21/9/2015) dan dilanjutkan hari berikutnya pelaksanaan psikotes di lokasi yang sama.

“Grand Final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan Sabtu (26/9/2015) di Pendopo Kabupaten Grobogan. Kami berharap agar jadwal kegiatan itu diperhatikan para peserta,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Calon Duta Wisata Grobogan Siap Memanas

Para calon duta wisata saat kontes tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para calon duta wisata saat kontes tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Panitia pemilihan duta wisata Grobogan akhirnya bisa bernafas lega. Ini, setelah pendaftar kontes tahunan itu berhasil memenuhi target yang ditetapkan yakni sebanyak 50 orang.

Sebelumnya, pihak panitia sempat dibuat cemas lantaran baru ada 25 pendaftar beberapa hari menjelang batas penutupan (16/9) lalu.

“Target 50 peserta duta wisata sudah terpenuhi. Mereka ini terdiri dari 23 perempuan dan 27 laki-laki,” ungkap Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, model pendaftaran hampir sama. Para peminat akan mendaftar pada hari-hari terakhir menjelang pendaftaran ditutup.

Dengan terpenuhinya kuota, selanjutnya para peserta akan menjalani temu teknik. Rencananya, temu teknik bakal dihelat Sabtu (19/9) besok di Gedung Dekopinda Grobogan mulai pukul 08.00 WIB. Kemudian, Senin (21/9) di lokasi yang sama akan dilangsungkan pembekalan peserta.

“Grand Final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan Sabtu (26/9) di pendap kabupaten. Kami berharap agar jadwal kegiatan itu diperhatikan para peserta,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Sudah Satu Bulan Dibuka, Pendaftar Duta Wisata Grobogan 2015 Masih Minim

Pemilihan duta wisata beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pemilihan duta wisata beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah satu bulan dibuka, jumlah pendaftar Duta Wisata Grobogan tahun 2015 belum begitu banyak. Hingga hari ini, baru ada 23 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang tahunan tersebut. Masa pendaftaran duta wisata akan berakhir 16 September mendatang.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Ngadino menyatakan, meski pendaftarnya belum begitu banyak, namun kondisi itu belum menimbulkan kekhawatiran. Sebab, biasanya para peminat akan mendaftar pada hari-hari terakhir pendaftaran.

”Dari pengalaman sebelumnya, memang model pendaftarannya selalu seperti ini. Kebanyakan peserta menadaftarkan diri pada hari-hari terakhir,” katanya.

Dia menjelaskan, persyaratan bagi peserta duta wisata ini sebenarnya dinilai tidak terlalu berat. Sebab, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Antara lain, berdomisili di Grobogan dengan usia minimal 17 hingga 25 tahun, pendidikan minimal SMA atau sedang menempuh pendidikan tingkat SMA atau perguruan tinggi.

Selain itu, mampu berkomunikasi yang baik dalam Bahasa Jawa, Indonesia dan Inggris. Dengan persyaratan yang cukup mudah itu, katanya, tidak akan menyulitkan mereka yang akan ikut serta dalam kontes tersebut.

“Persyaratan ikut duta wisata ini saya rasa tidak sulit sehingga banyak orang yang bisa ikut. Untuk pendaftaran duta wisata ini gratis alias tidak dipungut biaya,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Alun-alun Simpang Tujuh Bakal Jadi Ajang Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus Adu Bakat

Peserta duta wisata sedang melakukan latihan berjalan di atas panggung (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi )

Peserta duta wisata sedang melakukan latihan berjalan di atas panggung (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi )

 

KUDUS – Babak grand final pemiluhan Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus 2015/2016 bakal dilangsungkan di Alun-alun Simpang Tujuh, pada Sabtu (29/8/2015) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Kudus Sunardi mengatakan, acara final tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada final tahun ini dilakukan di Simpang Tujuh, sedangkan sebelumnya selalu dilakukan di pendapa atau hotel.

“Kita berikan ruang yang luas kepada masyarakat supaya dapat menyaksikan. Dalam acara ini, nantinya juga akan ada beberapa pertunjukan yang atraktif,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan,mengenai undangan sudah, katanya, sudah tersebar. ”untuk sekarang fokus mempersiapkan para finalis, agar penampilannya spektakuler. Gladi bersih akan dilaksanakan Sabtu (29/8/2015) pagi sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.

Sunardi mengingatkan kembali, masyarakat Kudus bisa menyaksikan malam grand final di Alun-alun Simpang Tujuh. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

10 Finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus Siap Berebut Mahkota

Peserta duta wisata sedang melakukan latihan berjalan di atas panggung (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi )

Peserta duta wisata sedang melakukan latihan berjalan di atas panggung (MuriaNewsCom/Fasiol Hadi )

 

KUDUS – Dari sekian peserta pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus, kini terpilih sepuluh pasang. Nantinya, ke sepuluh pasang ini bakal bersaing memperebutkan mahkota Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus tahun 2015/2016, pada babak grand final.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Sunardi mengatakan, sepuluh finalis yang berhak maju pada grand final sudah diumumkan pada Jumat siang di Taman Krida. Mereka yang lolos sepuluh besar ini, langsung mendapatkan materi koreografi cara berjalan di atas panggung.

”Kami sudah siapkan sejak awal, setelah diumumkan siapa peserta yang lolos sepuluh besar, langsung dikarantina dan mendapatkan beberapa kelas. Terutama belajar berjalan ala Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus. Mereka siap beradu bakat dihadapan dewan juri dan tamu undangan besok malam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Katanya, para peserta sudah siap melakukan aksi mereka di panggung pada malam final penentuan. Persiapan, menurutnya terus dilakukan para peserta guna memberikan yang terbaik. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Peserta Duta Wisata Pamer Bakat di Hadapan Juri

Salah satu peserta sedang mengikuti tes bakat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu peserta sedang mengikuti tes bakat (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sebanyak 41 peserta Duta Wisata Kudus 2015, hari ini mengikuti tahapan tes bakat di Taman Krida Kudus. Tes tersebut dilakukan, untuk menyeleksi peserta mana yang pantas melaju ke babak berikutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sunardi mengatakan, selain tes bakat, peserta juga mengikuti serangkaian tes, di antaranya tes tertulis dan wawancara. Semua peserta harus melalui tahapan tersebut, sebagai penilaian dalam pemilihan duta wisata.

“Setiap tahun sudah dilakukan semacam itu, jadi peserta harus melakukan serangkaian seleksi dalam menyelesaikannya. Barulah kami pilih di antara mereka yang dapat mengikuti grand final,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan, semua peserta akan diseleksi secara ketat. Hal ini, menuruntya untuk mendapatkan duta wisata yang handal. Sebab, kedepannya duta wisata akan memikul beban berat untuk mempromosikan Kudus, khususnya dalam bidang pariwisata, sehingga berbagai aspek menjadi penilaian untuk menyeleksi duta wisata.

Menurutnya, dalam tes bakat, peserta dibebaskan berekspresi memamerkan kelebihannya. Baik itu menari, bernyanyi dan sebagainya. Semua peserta diberikan waktu hingga lima menit dalam unjuk kebolehan.

”Setelah itu, akan kami pilih 12 besar putra dan 12 besar putri untuk melanjutkan ke babak final. Yang menurut rencana, akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2015. Pada saat itu, langsung diumumkan pemenangnya,” pungkasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Inilah Tes Yang Bakal Ditempuh Calon Duta Wisata

wisata-jateng.blogspot.com

wisata-jateng.blogspot.com

KUDUS – Kabid Pariwisata pada Disbudpar Kudus Sancaka Dwi Supani mengatakan, calon peserta yang mengikuti duta pariwisata harus melewati serangkaian tes supaya lolos. Diantaranya harus lolos administrasi seperti syarat yang dilaksanakan.

”Yang penting menguasai wawasan kepariwisataan baik Kudus maupun Jawa Tengah dan syarat terbaru, mahir berbahasa Inggris. Untuk usia minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun, pokoknya yang terlihat cantik, pintar, bisa daftar Duta Wisata,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan ada beberapa tes yang harus diikuti peserta Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus. Mulai dari tertulis hingga atraksi di depan panggung dalam final pemilihan duta wisata.

Untuk tes tertulis, terdiri dari ilmu pengetahuan dan kepariwisataan, Bahasa Inggris dan Jawa, kemudian tes wawancara. Sebelum ikut tes, peserta dikarantina selama dua hari. Pani mengatakan, diberi pembekalan terlebih dulu, baru pelaksaan tes.

Hal tersebut yang membedakan dari tahun lalu, tes dulu baru karantina. Tidak semua peserta paham tentang Duta Wisata, maka diberikan materi lebih dulu. Selain itu, malam grand final diselenggarakan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Hal ini bertujuan, agar masyarakat Kudus bisa menyaksikan pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus.

”Menguji mental peserta, menunjukkan kecerdasan dan bakat dihadapan puluhan orang. Selama ini di Pendapa Kabupaten Kudus, yang melihat terbatas. Hanya, para pejabat, teman-temannya dan pendukung lainnya. Kalau di ruangan terbuka, lebih meriah lagi dan masyarakat awam pun bisa melihat Duta Wisata Kudus,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pendaftar Duta Wisata Tak Diminati, Panitia Mengulur Waktu Pendaftaran

wisata-jateng.blogspot.com

wisata-jateng.blogspot.com

 

KUDUS – Even tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata sudah ditutup pendaftaran pada 18 Agustus kemarin. Hanya, karena kuota yang masih sangat kurang dari target panitia memutuskan untuk terus membuka pendaftaran.

Acara tahunan untuk memilih duta yang mempromosikan ditingkat tingkat pendidikan yang disyaratkan SMA sederajat dan perguruan tinggi itu, hingga penutupan jadwal baru mencapai 50 persen saja dari target.

Hal tersebut disampaikan kepala Disbudpar Sunardi melalui Kabid Pariwisata Sancaka Dwi Supani. Saat ini pendaftar belum memenuhi kuota, target ada 20 pasang. Nantinya diseleksi menjadi 10 pasang yang masuk grand final Mas dan Mbak Duta Wisata Kudus.

”Bisa datang langsung ke kantor Disbudpar, dan sampai sekarang masih dibuka pendaftaran. Nantinya, pelaksanaan pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata 29 Agustus mendatang di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, bagi sekolah-sekolah tingkat SMA sederajat bisa mengirimkan perwakilan siswanya untuk ikut jadi peserta Duta Wisata, dan juga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

Lanjutnya, bisa jadi dari sanggar tari atau agensi model mengirimkan anak didiknya. Persyaratan bagi yang perempuan tinggi badan minimal 160 centimeter, dan laki-laki minimal 165 centimeter. (FAISOL HADI/TITIS W)

Duta Wisata Kudus Terlambat Bulan, Ada Apa?

Calon Duta Wisata Kudus saat diseleksi pada tahun lalu. (www.mushtofa-bupati.com)

KUDUS – Penyelengaraan Duta Wisata Kudus periode 2015-2016 yang digelar tahun ini, nampaknya terlaksana terlambat jika dibandingkan dengan daerah sekitar. Sebab daerah lain seperti Pati dan Jepara sudah selesai terlaksana.

Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengatakan, beberapa waktu yang lalu pihaknya dari dinas menghadiri undangan dari Jepara dan Pati dalam final pemilihan duta wisata Kudus.

“Ya tahun ini Kudus lebih lambat dibandingkan kota lainnya. Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya periode ini lebih cepat. Sebab sebelumnya dilaksanakan 22 Oktober 2014,” kata Sunardi.

Dia menambahkan, acara tersebut sudah masuk dalam Pakudjembara, sebuah organisasi wisata mulai Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang dan Blora. Salam agendanya selalu melibatkan kota lain dan saling mempromosikan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Duta Wisata Kudus Kok Bukan Orang Dalam Kota? Mampu Tidak Ya?

Calon Duta Wisata Kudus saat diseleksi pada tahun lalu. (www.mushtofa-bupati.com)

KUDUS – Duta Wisata Kudus kok bukan orang dalam kota?mampu tidak ya mengemban tugas? Bukankah orang dalam kotalah yang paham dengan objek wisata setempat?

Jangan khawatir. Instansi berwenang siap menyeleksi dan membimbingnya biar jadi oke.

Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengatakan, warga Kudus bukan hanya satu satunya yang dapat menjadi Duta Wisata Kudus. Melainkan, warga luar Kudus juga memiliki peluang yang sama untuk menjadi duta wisata.

Meski demikian, bagi warga luar Kudus yang hendak mengikuti haruslah mengatas menamakan instansi, bukan warga umum. Sebab kalau dati umum tidak akan bisa.

“Ada yang dati luar Kudus, namun mereka atas nama sekolah atau kecamatan. Lagian semuanya sudah kami surati. Jadi misal asal Pati mewakili UMK atau sekolahnya, atau bahkan kecamatan di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk seleksi tidak akan ada pembedaan. Semuanya disamakan satu dengan lainnya. Selebihnya, Mas dan Mbak Duta Wisata akan dilibatkan dalam segala kegiatan kepariwisataan. Pemenangnya akan aktif selama dua tahun, sebelum dilakukan pemilihan encik dan puan yang baru

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah daerah terus berbenah mempersiapkan kawasan objek wisata yang sudah ada maupun yang belum tergarap, karena dengan pengembangan pariwisata diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekomoi rakyat.

Pihaknya berharap, tahun ini akan terpilih duta wisata yang lebih bagus. Lantaran tantangan untuk mempromosikan daerah juga lebih keras lagi dan lebih menantang. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Hmm, Susahnya Mau jadi Duta Wisata Kudus. Tertarik?

Calon Duta Wisata Kudus saat diseleksi pada tahun lalu. (www.mushtofa-bupati.com)

KUDUS – Pemkab Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali membuka pendaftaran untuk Mas Dan Mbak Duta Wisata Kudus. Dalam even tersebut, pemenangnya akan dijadikan sebagai Duta Wisata Kota Kudus.

Mengenai pendaftarannya sudah mulai dibuka pada 6 Juli lalu dan akan berakhir hingga, 18 Agustus mendatang. Berpenampilan menarik, cerdas dan sehat merupakan syarat mutlak.

Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengatakan, syarat lain yang harus dipenuhi adalah pendidikan minimal SLTA, belum menikah, usia 17 – 24, tinggi badan pria minimal 170 cm, wanita minimal 160 cm dan surat keterangan orang tua dan sekolah.

“Jadi kegiatan kita untuk promosi dan sebagainya, kita akan gunakan ini untuk mempromosikan kudus khususnya dalam hal pariwisatanya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam audisi ini, Panitia akan memilih finalis yang terdiri dari 10 encik dan 10 puan. Para finalis ini akan diberikan pembekalan yang sebelumnya diseleksi dengan ketat.

Penjurian dalam pencarian duta wisata ini, selain dari Dinas Pariwisata juga akan melibatkan akademisi dan juga pelaku pariwisata lainnya. Penjuriannya akan dilakukan secara adil. Dalam grand final nantinya, Dinas Pariwisata berupa untuk mendatangkan sejumlah finalis perlombaan serupa dari daerah lain.

“Finalnya akan dilaksanakan 29 Agustus nanti di Pendapa Pemkab Kudus, seperti pada tahun sebelumnya,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)