BPBD Rembang Kaji Penggunaan Dana Tak Terduga untuk Dropping Air

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Banyaknya masyarakat Rembang yang mengajukan permintaan dropping air, membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang berpikir keras untuk mencarikan solusinya. Pasalnya, dana induk dan dana perubahan telah habis digunakan hingga Jum’at (27/11/2015) kemarin.

BPBD Rembang saat ini sedang mengkaji penggunaan data tak terduga untuk mengantisipasi masih banyaknya permintaan dropping air di bulan Desember nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015)

“Kemungkinan pakai dana tak terduga. Soalnya hasil rapat, kami telah mengajukan usulan ke provinsi, terus dipanggil provinsi atas surat itu untukmembicarakan solusi mengenai droping air yang melalui dana tak terduga yang ada di kabupaten,” ujarnya.

Kemudian, terkait besaran pasti dari dana tak terduga tersebut belum diketahui. Namun, dana itu diambilkan dari dana kebencanaan yang totalnya mencapai 1 miliyar. Lebih lanjut, dirinya mengatakan, dalam bulan Desember nanti, setidaknya membutuhkan 600 tangki.

“Perkiraan membutuhkan 600 tangki. Itu asumsi untuk kegiatan per bulan. Kami menggunakan 600 tangki per bulan,” bebernya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

BPBD Rembang Kaji Penggunaan Dana Tak Terduga untuk Dropping Air

dropping-air-3

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Banyaknya masyarakat Rembang yang mengajukan permintaan dropping air, membuat pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang berpikir keras untuk mencarikan solusinya. Pasalnya, dana induk dan dana perubahan telah habis digunakan hingga Jum’at (27/11/2015) kemarin.

BPBD Rembang saat ini sedang mengkaji penggunaan data tak terduga untuk mengantisipasi masih banyaknya permintaan dropping air di bulan Desember nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang kepada  MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015)

“Kemungkinan pakai dana tak terduga. Soalnya hasil rapat, kami telah mengajukan usulan ke provinsi, terus dipanggil provinsi atas surat itu untukmembicarakan solusi mengenai droping air yang melalui dana tak terduga yang ada di kabupaten,” ujarnya.

Kemudian, terkait besaran pasti dari dana tak terduga tersebut belum diketahui. Namun, dana itu diambilkan dari dana kebencanaan yang totalnya mencapai 1 miliyar. Lebih lanjut, dirinya mengatakan, dalam bulan Desember nanti, setidaknya membutuhkan 600 tangki.

“Perkiraan membutuhkan 600 tangki. Itu asumsi untuk kegiatan per bulan. Kami menggunakan 600 tangki per bulan,” bebernya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Begini Cara BPBD Ratakan Permintaan Dropping Air di Rembang

dropping-air 2

Seorang warga melintas di depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Meski sempat berencana menghentikan dropping air di awal November lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang akhirnya melanjutkan dropping air hingga Jum’at (27/11/2015).

Hal tersebut dikarenakan semakin banyaknya permintaaan dropping air dari masyarakat. Selain itu, juga karena curah hujan yang masih rendah di wilayah Rembang. Sebanyak 97 desa dari 14 kecamatan di Rembang mengajukan permintaan dropping air.

“Semua sudah didropping. Begitu ada surat masuk, kami langsung alihkan. Desa yang tadinya empat tangki kami kurangi satu untuk daerah yang mengajukan terakhir,” ungkap Kasi Logistik Ahmad Makruf ketika ditemui MuriaNewsCom di kantornya, Senin (30/11/2015).

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, dropping air pada dua minggu terakhir yakni menggunakan dana perubahan sebesar Rp 60 juta. Namun, pihaknya mengaku saat ini sedang mencarikan solusi untuk mengantisipasi masih adanya permintaan dropping air di bulan Desember nanti.

“Dana induk sudah habis, dana perubahan juga sudah dilaksanakan sampai akhir November. Tapi saat ini kami masih mengkaji terkait penggunaan dana tak terduga untuk mengantisipasi masih banyaknya permintaan air di bulan Desember nanti,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Dropping Air di Rembang Dihentikan Ketika Permintaan Masih Tinggi, Ada Apa?

droping-air

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Curah hujan yang masih rendah dan belum merata di wilayah Kabupaten Rembang menyisakan permasalahan tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang. Pasalnya, anggaran dana untuk dropping air sudah habis, sementara permintaan masyarakat terhadap dropping air masih tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Rembang Suharso melalui Kasi Logistik Ahmad Makruf mengatakan, dropping air sudah dihentikan pada November ini, namun permintaan masyarakat semakin banyak.

“Dana induk sudah habis pada pertengahan November. Meski ada dana perubahan untuk dua minggu, namun minggu terakhir bulan November sudah habis. Tapi permintaan air dari masyarakat semakin bertambah,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, dropping air terakhir yang dilakukan oleh BPBD Rembang yakni kepada warga Sendang Agung, Kecamatan Kaliori, pada Jum’at (27/11/2015). Dari total keseluruhan 97 desa yang mengajukan permintaan dropping air, katanya, semua sudah mendapatkannya.

“Semua sudah didropping, tapi ini sudah berhenti. Jika masih banyak desa yang mengajukan permintaan droping air di bulan Desember nanti, kami masih mencarikan solusinya. Saat ini kami juga sedang mengkaji terkait dana tak terduga,” tegasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Sekali Dropping Kedungdowo Butuh 2 Tangki

Kedungdowo (e)

Dusun Krajan desa Kedungdowo Kaliwungu membutuhkan dropping air bersih hingga 2 tangki setiap harinya karena kekeringan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Kekeringan yang melanda Desa Kedungdowo Dusun Krajan menjadi salah satu lokasi paling parah. Setiap harinya pemerintah mengupayakan dropping air bersih hingga dua tangki setiap hari.

”Di Dusun Krajan, ditempati sekitar 200 lebih KK. Sehingga membutuhkan banyak air bersih untuk mampu mencukupi kebutuhan warga,” ungkap Darojatun Kepala Desa Kedungdowo, Kaliwungu Kudus.

Namun dirinya mengaku sangat terbantu dengan berbagai lembaga yang sudah selama satu bulan ini rutin dropping air ke lokasi. Di antaranya dari BPBD, KNPI, Djarum dan beberapa lembaga lain. Dirinya berharap semoga kemarau panjang segera usai mengingat saat ini kekeringan semakin meluas diberbagai daerah. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Kedungdowo Sempat Dropping Air Setiap Hari

Kedungdowo (e)

Suasana Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu selama musim kemarau daerah tersebut dropping air setiap hari. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Meski hujan sudah turun di Kudus kemarin malam namun hal tersebut belum mampu menaikkan debit air sumur dan sungai. Sebab air yang turun dalam kurun waktu sebentar tersebut dirasakan masih sangat kurang untuk membuat sumber air terisi.

Dibeberapa daerah Kudus, seperti di Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu sempat di dropping air bersih setiap hari selama 1 bulan. ”Sejak sekitar awal bulan lalu, di desa kami mengalami kekeringan parah terutama di dusun Krajan,” ujar Darojatun, Kepala Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus.

Pihaknya menambahkan sebenarnya ada tiga sumur besar sumbangan dari pemerintah dengan kedalaman mencapai 100 meter. Dengan kondisi dua sumur yang masih baik, sementara satu sumur butuh perawatan. Namun ternyata sumur tersebut juga belum bisa sepenuhnya membantu kekeringan di Desa Kedungdowo. (AYU KHAZMI/TITIS W)