SMS Teror Ternyata Pernah Menghantui Pejabat di Pati

Nomor telepon yang mengaku bernama Yudi menebar teror di DPU Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Nomor telepon yang mengaku bernama Yudi menebar teror di DPU Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ada sebuah gejala yang tak biasa dialami sejumlah pejabat publik di Pati. Mereka mendapatkan SMS hujatan, hinaan dan makian saat permintaan bantuan dari orang yang mengaku sebagai wartawan tidak dipenuhi.

Padahal, dalam sejumlah kasus, tidak ada wartawan yang bekerja di sebuah media yang melakukan SMS teror. Seperti yang terjadi pada Kasi Kebersihan dan Pertamanan DPU Pati Sukiman, misalnya.
Ia mendapatkan SMS hujatan dari Yudi, seorang yang mengaku bekerja sebagai wartawan Radar Jawa Pos. Padahal, tidak ada wartawan di Radar yang bernama Yudi.

SMS itu dilayangkan secara rutin dan tidak hanya sekali saja. Selain itu, Kasi Jembatan Priyo Budi, Kasi Pertamanan Sutejo, dan sejumlah kasi lainnya yang bekerja di DPU juga mendapatkan teror serupa.

Tak hanya itu, seorang anggota DPRD Pati juga pernah mendapatkan perlakuan sama. Pesan singkat tak sepantasnya dilayangkan kepada salah seorang anggota dewan, setelah permintaan itu tidak dituruti.

Sementara itu, Sri Pujiwati, wartawan Radar Kudus yang saat ini bekerja di wilayah Pati mengaku pernah kenal orang misterius bernama Yudi itu. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah yang melakukan teror itu Yudi temannya atau bukan.

“Teman saya Yudi, memang pernah bekerja sebagai wartawan di Radar Kudus. Tapi, sekarang sudah keluar sejak Juli 2015 lalu karena alasan mau menekuni dunia musik. Itu tidak ada sangkut pautnya dengan media kami,” imbuhnya.

Ia berharap, agar petugas kepolisian segera melacak dan membekuk pelaku SMS teror itu yang sempat menghantui pejabat di Pati. “Dari informasi yang kami terima, SMS hujatan itu pernah terjadi beberapa waktu lalu hingga seorang angota dewan pun kena. Kami berharap agar pelaku bisa segera diringkus polisi karena menebar perbuatan yang tidak menyenangkan,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

DPU Pati Diteror SMS Misterius yang Ngaku Wartawan

Nomor seluler yang melakukan teror kepada pegawai DPU Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Nomor seluler yang melakukan teror kepada pegawai DPU Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pati resah dengan adanya pesan singkat atau SMS yang ditujukan kepadanya dalam beberapa hari terakhir. SMS teror itu berupa hujatan dan nistaan, karena keinginan sang pemilik nomor seluler tidak dipenuhi.

Salah satu yang mendapatkan teror, antara lain Kepala Seksi Kebersihan dan Pertamanan DPU Pati Sukiman. Ia mendapatkan pesan singkat dari sebuah nomor yang mengaku bernama Yudi.

Dalam pesan singkatnya, Yudi mengaku wartawan dari Radar Jawa Pos Pers. “Awalnya dia SMS baik-baik, mengaku dari Radar Jawa Pos Pers. Selanjutnya, ia meminta agar kami bisa membantu temannya bernama Didik Purwanto yang menjalani operasi ginjal di rumah sakit Solo,” kata Sukiman kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/1/2016).

Lantaran tak kunjung dibalas, orang yang mengaku Yudi tersebut kemudian menghujat dan menista Sukiman. Bahkan, orang misterius yang mengaku Yudi itu meminta Sukiman untuk melakukan transfer uang BRI dengan nomor rekening 00901020058530.

“Setelah saya cek, ternyata tidak ada wartawan Radar Kudus Jawa Pos Group untuk wilayah liputan di Pati yang namanya Yudi.Lagipula, penyebutannya salah. Ia menyebut Radar Jawa Pos Pers,” imbuh Sukiman.

Ia berharap, agar pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku yang sudah melakukan teror dan mencoba melakukan pemerasan kepada pegawai DPU Pati. “Nomor selulernya ini, 085231595071. Kami berharap agar pihak kepolisian bisa melacak dan menangkap pelaku,” harapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Lebaran Nanti Warga Bisa Cicipi Mulusnya Jalan Pati-Gembong

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Perbaikan jalan Pati-Gembong dikebut sepekan sebelum Lebaran. Selain sebagai aktivitas warga untuk merayakan Lebaran, jalan tersebut menjadi jalur alternatif Pati-Kudus.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Jumat (10/7/2015), arus lalu lintas di Jalan Pati-Gembong mulai padat. Sebagian besar jalan tersebut didominasi mobil dan kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Binamarga DPU Pati Ahmad Faisal mengatakan, perbaikan jalan meliputi penambalan jalan yang berlubang dengan aspal goreng (hotmix). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan jalan wisata tersebut diharapkan lancar menjelang hingga sesudah Lebaran.

“Kami sudah melakukan penambalan di sejumlah jalan yang berlubang maupun retak. Sebagian besar penambalan dilakukan di pinggir bahu jalan. Masalahnya, jalan tersebut sedikit rusak dan bergelombang di bagian pinggir,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya memastikan jalur alternatif tersebut kondisinya sudah baik dan layak digunakan saat Lebaran. Kendati begitu, ia mengaku jalan tersebut memang mudah rusak lantaran air dari dataran tinggi mengalir melalui jalan. Hal tersebut disebabkan minimnya drainase di Jalan Pati-Gembong.

“Kami akui jalan di daerah ini cepat rusak, retak, dan berlubang. Soalnya, kalau musim hujan atau banjir kiriman, air tidak mengalir lewat drainase, tetapi langsung memapar jalan dari kawasan yang lebih tinggi,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Gelar Diskusi Hukum, Pemkab Hadirkan Kepala Kejati Jawa Tengah

Forum Diskusi Daerah bertajuk "Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum" digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Forum Diskusi Daerah bertajuk “Harmonisasi Pemahaman Pertanggungjawaban Anggaran dan Kegiatan Belanja Daerah dalam Perspektif Hukum” digelar di Lantai IV Kantor Bupati Rembang, Selasa (23/6/2015) sore. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Terseretnya empat pejabat di Kabupaten Rembang dalam kurun waktu enam bulan terakhir memantik pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk menggelar diskusi tentang hukum.
Pada Selasa (23/6/2015) sore, Pemkab menggelar Forum Diskusi Daerah dengan menghadirkan narasumber Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Hartadi.  Lanjutkan membaca

Kepala DPU Rembang Bakal Diperiksa Kejari Secara Maraton

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Mujoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang bakal diperiksa secara maraton oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sesuai rencana Mujoko bakal diperiksa setiap hari sejak Senin (22/6/2015) hingga Kamis (23/6/2015) besok atau selama empat hari berturut-turut.Pemeriksaan ini terkait penelusuran Kejari terhadap kapasitas Mujoko di tujuh proyek yang dikerjakan oleh DPU. Lanjutkan membaca

Kejari Telusuri Kapasitas Kepala DPU di 7 Proyek

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang menyatakan tengah menelusuri kapasitas, Mujoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat di 7 proyek yang dikerjakan oleh instansinya.
Ketujuh proyek itu pula yang telah menyeret dua pejabat DPU sebagai anak buahnya dalam kasus dugaan korupsi dengan modus penyimpangan proyek. Selain Kejari, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah juga telah sering memintai keterangan Mujoko. Lanjutkan membaca