Warga Pati Diminta Perkuat 4 Pilar Kebangsaan untuk Hadapi Pemecah Belah Bangsa

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (tengah berbaju kuning) berfoto bersama sejumlah tokoh di Pati, seusai sosialisasi MPR RI di di Aula KPRI, Desa Plaosan, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (5/3/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati didorong untuk memperkuat pemahaman empat pilar kebangsaan untuk menghadapi upaya sejumlah pihak yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Legislator DPR RI Dapil III Jawa Tengah, Firman Soebagyo dalam Sosialisasi MPR RI,Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Aula KPRI, Desa Plaosan, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (5/3/2017).

“Ancaman untuk bangsa saat ini bukan dalam bentuk perang, tetapi bentuk-bentuk baru berupa ideologi, teror, hingga narkoba. Kalau tidak diantisipasi bersama, bukan tidak mungkin Indonesia akan mudah dipecah belah, sehingga kelompok-kelompok radikal akan mudah masuk,” ujar Firman.

Dalam beberapa waktu terakhir, juga ditemukan banyak kaos, bendera dan lambang-lambang komunisme yang bermunculan. Masyarakat menyebutnya sebagai sebuah gerakan komunis baru di Indonesia. Kondisi itu, menurut Firman, mesti menjadi perhatian bersama karena paham komunis dilarang undang-undang.

Karena itu, ia mengajak kepada warga Pati untuk bersama-sama menangkal paham-paham yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dengan cara memahami apa itu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, setiap warga wajib menangkal paham yang tidak sesuai ideologi bangsa, tidak hanya pemerintah, polisi dan TNI, tetapi juga civil society.

“Dengan keterbatasan pemerintah, polisi dan TNI, masyarakat harus bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga pertahanan dan keamanan bangsa dari ancaman yang mencoba merongrong NKRI. Itu bisa dilakukan, dari mulai tingkat desa hingga tingkat nasional. Gerakan terorisme sekarang tidak lagi bersenjata, tetapi dengan teror yang merusak bangsa, seperti narkoba, tembakau gorila, ideologi yang tidak sesuai Pancasila, dan sebagainya,” kata Firman.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 0718/Pati Kapten Inf Yahudi membenarkan adanya upaya dari para pihak yang ingin melemahkan dan memecah belah NKRI. Konflik Ambon dan Sumatera, serta ancaman narkoba yang terstruktur dan masif adalah satu di antaranya upaya untuk melemahkan NKRI.

“Jangan dianggap di Pati tidak ada kasus narkoba. Tahun ini saja, sudah ada sekitar 45 kasus narkoba. Itu jelas upaya untuk melemahkan generasi muda bangsa agar tidak memiliki daya saing di bidang sumber daya manusia (SDM),” ungkapnya.

Selama ini, kata dia, Kabupaten Pati sudah dikenal sebagai daerah di pesisir utara Jawa yang masyarakatnya hidup dalam toleransi. Miniatur NKRI yang ada di Pati itulah yang diharapkan selalu terjaga dengan baik untuk menghadapi upaya-upaya pemecah belah bangsa.

Editor : Kholistiono

Komisi II DPR RI Cek Kesiapan Pilkada Jepara

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan pada acara kunjungan DPR RI di Jepara, Senin (23/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sekda Jepara Sholih saat memberikan sambutan pada acara kunjungan DPR RI di Jepara, Senin (23/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Rombongan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengecek kesiapan pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Jepara 2017. Rombongan diterima langsung Sekda Jepara Sholih di Pringgitan Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (23/1/2017). 

Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua KPU Haidar Fitri, Ketua Panwaslih Jepara M. Arifin dan para pejabat terkait.  Tujuh belas orang rombongan Komisi II DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo dan Ahmad Riza Patria.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo mengatakan,  kunjungan ke Jepara ini untuk memastikan kesiapan pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam pelaksanaan pilkada serentak di Kabupaten Jepara tahun 2017.

Dalam kedatangannya juga mereka menaruh perhatian penting karena di Jepara dua paslon berasal dari incumbent. Yakni yang diikuti oleh Marzuqi Bupati Jepara nonaktif maju menjadi calon bupati, pun demikian rivalnya yakni Subroto yang merupakan Wakil Bupati Jepara non aktif yang juga maju menjadi calon bupati.

Sementara itu, Sekda Jepara Sholih mengatakan, hingga menjelang masa pencoblosan, pelaksaaan Pilkada Jepara berjalan dengan tertib, lancar dan aman.

“Pemkab juga telah memberikan dukungan penuh kepada pelaksanaan pesta demokrasi di Jepara. Termasuk sosialisasi partisipasi, edaran netralitas PNS, serta hibah angaran APBD kepada penyelenggara dan pengamanan pilbup,” katanya.

Di sisi lain, KPU sampai saat ini sudah mencairkan dana sejumlah Rp. 25,5 miliar, adapun sisanya sejumlah Rp 35.232 juta akan diajukan pencairannya di akhir bulan Januari 2017 mendatang.  

Sedangkan Panwaslu Jepara  hingga saat ini sudah pencairan dana 4,2 M ( 100 %). Polres Jepara sampai saat ini sudah pencairan dana sejumlah Rp 2,4 miliar, adapun sisanya sebesar 56,232 juta akan dicairkan akhir Januari 2017. Kodim 0719/Jepara saat ini sudah pencairan sejumlah 500 juta (100%).“Selain itu, setiap kecamatan dialokasikan sebesar 10 juta dalam APBD tahun 2017 untuk menunjang kegiatan Pilbup 2017” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Firman Soebagyo Resmikan Masjid Al Firman dan TPQ Al Ikhlas di Desa Kedalon Pati

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (peci putih) menandatangani prasasti peresmian masjid Al Firman dan TPQ Al Ikhas di Desa Kedalon, Batangan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (peci putih) menandatangani prasasti peresmian masjid Al Firman dan TPQ Al Ikhas di Desa Kedalon, Batangan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) Firman Soebagyo membangun Masjid Al Firman dan TPQ Al Ikhlas di Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Pati. Masjid dan TPQ tersebut akhirnya diresmikan, Jumat (12/11/2016) sore dengan dihadiri Ketua Dewan Pembina IKKP Haryanto dan Ketua IKKP Bidang Usaha, Saiful Arifin.

Pembangunan masjid diharapkan menjadi bagian dari syiar agama Islam di Desa Kedalon, sedangkan TPQ yang dibangun dengan lima kelas menjadi upaya untuk memudahkan anak-anak desa setempat dalam belajar pendidikan Islam. Dalam jangka panjang, TPQ Al Ikhas diproyeksikan menjadi lembaga pendidikan formal, seperti madrasah.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang lahir di Desa Kedalon ini menceritakan, agama Islam dalam sejarahnya berkembang lamban di desa ini. “Waktu saya masih kecil, belum ada listrik, belum ada aspal jalan, belum ada apa-apa. Minat masyarakat waktu itu untuk salat sangat sulit. Jangankan di musala atau masjid, di rumah saja banyak yang enggan,” kata Firman.

Hingga ada beberapa santri kecil yang menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam di Desa Kedalon pada 1930. Firman mengaku, saat itu banyak warga yang enggan beribadah, tetapi rajin kondangan.

Pada 2007, Firman melihat suasana pengajian wisuda anak-anak TPQ di emperan. “Bagaimana anak-anak bisa maju kalau kondisinya seperti ini. Saya berpikir, apakah saya bisa membangunkan TPQ untuk mereka? Tiba-tiba, ada ibu-ibu yang mengamini dan mendoakan. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa membangun masjid dan TPQ,” ungkapnya.

Kades Kedalon, Supriyanto mengaku bangga memiliki warga putra desa yang sukses menjadi anggota DPR RI dan ikut memberikan kontribusi di daerah kelahirannya. Di Desa Kedalon yang dulu minim infrastruktur, saat ini diakui mulai berkembang dengan infrastruktur jalan yang baik.

Selain itu, dunia pertanian di Desa Kedalon juga diakui berkembang cukup pesat karena prioritas bantuan yang diberikan Firman untuk memajukan desa kecil yang membesarkannya. “Saya harap ada Firman-Firman yang lain, menginspirasi pemuda Pati untuk maju dan sukses, kemudian ikut membangun daerahnya,” pungkas Supriyanto.

Editor : Kholistiono

Mbah Roso Ajak Kaum Dhuafa Doakan Korban Hercules dan Sinabung

Mbah Roso (e)

Anggota DPR RI Imam Suroso bersama dengan kaum dhuafa menggelar doa bersama untuk korban pesawat Hercules dan letusan Gunung Sinabung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sebanyak seribu lebih kaum dhuafa di Pati berkumpul di kediaman Anggota DPR RI Imam Suroso, Minggu (6/7/2015) sore. Mereka mendapatkan kupon zakat untuk ditukar dengan bingkisan makanan pokok berupa beras, gula, dan minyak goreng. Lanjutkan membaca