Puluhan Warga Gunungpati Ikuti Donor Darah TMMD di Kalisegoro

Personel TNI dari Kodim 0733 Semarang mengikuti donor darah di sela-sela pelaksanaan TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – TNI Manunggal Membangun Desa TMMD Kodim 0733 Semarang bersama PMI Kota Semarang, Rabu (2/08/2017) melaksanakan donor darah di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Setidaknya terdapat 21 pendonor dari warga setempat yang ikut menyumbangkan darah mereka bagi warga yang membutuhkan.

Pasiter Kodim 0733 Semarang Kapten infrantri Suradi menjelaskan saat ini stok darah di PMI membutuhkan darah yang banyak untuk mengantisipasi masyarakat yang memerlukan bantuan darah secara darurat.

Pihaknya pun mengapresiasi respon masyarakat yang ikut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah. 

“Donor ini kan kegiatan sosial, semoga ini bisa bermanfaat. Selain itu, donor darah juga membuat pendonornya akan lebih sehat lantaran ada regenerasi darah dalam tubuh,”imbuh suradi.

Semantara itu Sutono, warga yang mendonorkan darahnya mengaku selalu rutin mendonorkan darahnya di PMI kota Semarang. Setidaknya setiap tahun 2 sampai 3 kali mendonorkan darahnya.

“Ketika habis donor darah itu kok tubih terasa “enteng” dan segar. Kata dokter sih memang disarankan demikian rajin donor, alhamdulillah saya jarang sakit juga,”ujarnya.

Tono sapaan akrab pria berkacamata itu, juga mengapresiasi kepedulian TNI dengan menggelar donor darah di wilayahnya.

“Baru kali ini donor didekat rumah, kemarin dikasih tau sama pak RT untuk datang. Bagus sih, ndk perlu jauh-jauh ke kantor PMInya langsung,” terangnya. (nap)

Peringati Hari Bakti Adyhyaksa, Bupati Grobogan Sumbangkan Darahnya

Bupati Grobogan Sri Sumarni tampak mendonorkan darahnya pada kegiatan Hari Bakti Adhyaksa (HBA). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama jajaran FKPD ikut donor darah di aula kantor Kejaksaan Negeri setempat, Selasa (11/7/2017). Acara donor darah dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke – 57.

Selain pejabat, donor darah juga diikuti pegawai kejaksaan, kepolisian dan kodim setempat. Lebih dari 50 orang yang ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut.

Sri berharap masyarakat semakin sadar untuk mendonorkan darahnya. Selain dapat membantu warga lainnya, donor darah juga menjadi investasi kesehatan. 

“Banyak manfaatnya dari donor darah yang kita lakukan. Selain dapat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala, donor darah juga dapat mencegah penyakit jantung,” katanya.

Kajari Grobogan Edi Handojo mengatakan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam memperingati Hari Bakti Adhyaksa tahun ini. Salah satunya adalah bakti sosial donor darah.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Punya Peran Penting untuk Penuhi Target Stok Darah di PMI Jepara

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Target darah dari pendonor yang harus dipenuhi oleh PMI Cabang Jepara pada tahun 2017 memang dinilai cukup berat. Pasalnya, target tersebut naik sebesar 9 ribu dari yang semula 15 kantong menjadi 24 ribu kantong darah.

Salah seorang pendonor darah asal Nalumsari, Jepara, Budi Hutomo mengatakan, setidaknya target itu juga bukan serta merta hanya tugas PMI semata. Namun, setiap warga Jepara juga memiliki peran penting untuk bisa mewujudkan hal itu.

“Katanya target sebanyak 15 ribu kantong darah di tahun 2016 belum bisa terpenuhi. Sehingga tahun ini warga Jepara harus bisa berpikir bijak untuk bisa menjadi salah satu sukarelawan pendonor darah. Terlebih, tahun ini PMI mentargetkan sebanyak 24 ribu kantong darah,” kata Budi.

Dia menilai, target tersebut bisa dipenuhi secara maksimal, jika setiap warga mau berperan dalam hal ini. “Ketersediaan darah di PMI itu sangat penting sekali bagi kepentingan medis. Dan target itupun bisa dipenuhi dengan mudah, bila setiap warga Jepara bisa menjadi relawan pendonor darah. Baik itu datang langsung ke PMI atau juga mendonorkan darahnya di instansi ia bekerja atau berada di sekolah, dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, target itu bisa dibanding dengan jumlah penduduk yang ada di Jepara. Sebab target sebanyak 24 ribu tersebut masih jauh di bawah dengan jumlah penduduk Jepara.

“Bandingkan saja, penduduk Jepara sekitar 700 ribu lebih.Namun targetnya PMI  hanya 24 ribu kantong. Secara otomatis, bila warga sadar akan hal itu, maka target 24 ribu kantongpun bisa dicapai. Bahkan bisa melebihi target tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya mendonorkan darah itu merupakan hal yang mulia bagi sesama. Sebab dengan hal itu, ketersediaan darah di PMI bisa maksimal. Sehingga keperluan medis bisa terpenuhi untuk membantu warga yang membutuhkan.

Editor : Kholistiono

2017, PMI Jepara Targetkan 24 Ribu Kantong Darah dari Pendonor

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M menunjukan stok darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M menunjukan stok darah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun 2017, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jepara mentargetkan sumbangan darah dari pendonor sebanyak 24 ribu kantong berbagai golongan darah.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun 2015 hanya mendapatkan sebanyak 13 ribu kantong dari target sebanyak 15 ribu. Sedangkan tahun 2016 mendapatkan 14.417 kantong darah dari target sebanyak 15 ribu kantong.Target itu dinaikkan lantaran banyaknya permintaan pihak rumah sakit yang ada di Kota Ukir tersebut untuk keperluan medis.

Seksi Pelayanan Darah dan Rujukan PMI Jepara Syahrul A.M mengatakan, untuk target tahun ini memang sekitar 24 ribu kantong darah dari berbagai jenis.”Banyaknya target itu memang tergantung dari permintaan pihak rumah sakait untuk keperluan medis,” kata Syahrul.

Menurutnya, keperluan medis untuk cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini, setiap harinya memerlukan sebanyak 30 kantong darah dari berbagai jenis golongan.

“Cuci darah saja di RSUD Kartini itu sebanyak 30 hingga 50 an kantong darah.Sedangkan untuk pendonor darah, setiap harinya hanya mendapatkan sekitar seratusan kantong berbagai jenis golongan. Dan itupun belum lagi untuk keperluan medis lainnya. Kemudian, terhitung mulai 1 hingga 24 Januari 2017 ini, bisa mencapai 1.150 kantong,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, untuk mendapatkan darah tersebut, selain dari pendonor yang datang langsung ke PMI, pihak PMI juga menyediakan dua unit ambulance untuk menyambangi sekolah atau instansi supaya bisa mendekatkan bagi sukarelawan yang akan mendonorkan darahnya.

PMI, katanya, juga sempat bekerjasama untuk mendapatkan darah dari PMI luar daerah. Seperti halnya Sukoharjo sebanyak dua kali di tahun 2016 dan Demak.”Kita berharap supaya warga Jepara bisa meningkatkan kesadarannya lagi untuk bisa menjadi sukarela mendonorkan darahnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

PMI Rembang Targetkan 12 Ribu Warga Sadar Donor Darah

Warga sedang mendonorkan darah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Warga sedang mendonorkan darah beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Rembang terus gencar mensosialisasikan sadar donor darah terhadap warga.  Sosialisasi tersebut dilakukan di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Bagian Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Rembang Ervin mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan dapat menambah jumlah pendonor darah sukarela. “Untuk tahun 2015 lalu, setiap bulannya kita hanya mendapatkan sekitar 900-an pendonor. Tahun ini, kita harapkan bisa mencapai seribu pendonor setiap bulannya bahkan bisa lebih,” katanya.

Menurutnya, secara keseluruhan, untuk tahun 2015, pihaknya mendapatkan lebih dari 10 ribu pendonor. Sedangkan di tahun 2016 ini, selama Januari hingga Juni 2016, pihaknya sudah mendapatkan sekitar 7.200 pendonor. Selain itu jenis darah yang didonorkan juga relatif seimbang jumlahnya. Baik itu A, B, maupun O.

Ia juga katakan, untuk darah yang paling banyak dibutuhkan selama ini yakni golongan darah A dan B. “Biasanya golongan darah A dan B ini dibutuhkan orang yang usai melahirkan, operasi, penyakit dalam dan sebagainya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

 

Salut, 3 Bulan Sekali Ratusan Siswa SMKN 1 Purwodadi Donorkan Darahnya

uplod jam 00

Sejumlah siswa SMKN 1 Purwodadi sedang diambil darahnya oleh petugas PMI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah kegiatan positif dilakukan siswa SMKN 1 Purwodadi sejak lama. Yakni, melangsungkan acara donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Setiap pelaksanaan donor darah ini selalu diikuti ratusan siswa. Lantaran pesertanya cukup banyak, donor darah yang dilangsungkan di sekolahan itu biasanya berlangsung dari pagi hingga sore hari.

“Hari ini tadi, jumlah pesertanya hanya berkisar 100 an orang. Selain siswa, guru dan karyawan juga ikut dalam donor darah ini,” ungkap Sudono, salah seorang guru SMKN 1 Purwodadi yang ditemui dalam acara donor darah, Selasa (26/4/2016).

Menurutnya, peserta donor darah biasanya bisa mencapai 200-an orang. Namun, kali ini jumlahnya tidak begitu banyak.

Sebab, siswa kelas XII kebanyakan sudah tidak masuk sekolah setelah selesai UN lalu. Sehingga, banyak di antara mereka yang tidak bisa lagi ikut donor darah.

Di antara siswa tersebut ada yang sudah rutin ikut menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan. Namun, ada beberapa siswa yang mengaku baru kali ini diambil darahnya.

“Dalam donor darah sebelumnya, saya tidak bisa ikut karena sedang mengikuti kegiatan sekolah. Sekarang akhirnya bisa ikut dan saya merasa senang,” cetus Heri, salah satu siswa yang ikut donor darah.

Sementara itu, Kepala Bagian P2DS PMI Grobogan Ahmad Jamari mengungkapkan, selama ini pihaknya juga pro aktif untuk menjaring para pendonor. Misalnya, dengan menggandeng sekolah, instansi pemerintahan dan swasta serta ormas. Kemudian, setiap hari Minggu, pihaknya menyediakan layanan donor darah keliling di ajang car free day (CFD) di Jalan R Suprapto Purwodadi.

Ditambahkan, berbagai upaya itu dilakukan mengingat kebutuhan darah setiap bulan memang cukup banyak. Yakni, berkisar 1.000 hingga 1.200 kantong.

“Untuk stok darah saat ini masih cukup aman. Namun, semakin banyak stok tentunya semakin baik untuk berjaga-jaga kalau ada kebutuhan mendadak dalam jumlah besar,” sambungnya.

Editor : Akrom Hazami

Rayakan Hari Jadi ke-19, Wapalhi UNISNU Jepara Adakan Donor Darah

f-UNISNU, Upload jam 19.30 (e)

Kegiatan donor darah yang diadakan Wapalhi UNISNU Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Unit Kegiatan Khusus Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup(UKK-Wapalhi) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara mengadakan kegiatan donor darah pada Senin (25/4/2016).

Acara yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Hijau UNISNU Jepara tersebut, merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi UKK Wapalhi FSH UNISNU ke-19.

Ketua Wapalhi Muhammad Syafa’at mengatakan, kegiatan yang dimulai sejak pagi tadi diikuti antusias oleh mahasiswa. Hal ini, terlihat dari banyaknya mahasiswa yang mendaftar untuk ikut donor darah.

“Untuk acara ini, sebenarnya kita mentargetkan ada seratus kantong darah yang terkumpul, dan mudah-mudahan bisa lebih, karena antusias mahasiswa untuk ikut donor darah sangat tinggi. Dalam hal ini, kami juga bekerjasama dengan PMI Jepara,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan acara ini, sebelumnya, pihanya juga melakukan sosialisasi, melalui menyebar pamflet atau melalui media sosial.

Selain donor darah, katanya, Wapalhi juga membagikan tempat sampah di beberapa titik tertentu. Ada 10 tong sampah yang akan dibagikan. Selain itu juga akan diadakan tasyakuran bersama.

“Kegiatan sosial initujuannya untuk memberikan manfaat terhadap masyarakat. Harapannya, nanti acara ini bisa terus berlangsung dan menyadarkan mahasiswa untuk selalu berbagi kepada sesama dan peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Syafa’at.

Editor : Kholistiono

HARI KARTINI : Donor Darah di Hotel Safin Pati Didampingi “Kartini-Kartini” Cantik

Sejumlah karyawan Hotel Safin mengenakan kebaya dan mendampingi peserta donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah karyawan Hotel Safin mengenakan kebaya dan mendampingi peserta donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Hotel Safin bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pati menyelenggarakan donor darah bertajuk “Setetes Darahmu, Emansipasimu” di Lobby Hotel Safin, Pati, Kamis (21/4/2016).

Sedikitnya ada sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan yang ikut donor darah, mulai dari anggota polisi, TNI, karyawan, dan masyarakat umum. Uniknya, mereka didampingi belasan Kartini-Kartini cantik yang mengenakan kebaya saat mengikuti donor darah.

Hardika Septi Putri, Ketua Panitia Donor Darah kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah “Kartini” yang mendampingi peserta donor darah menjadi simbol dukungan dan peran wanita untuk mendukung aktivitas kemanusiaan.

“Kita sengaja mendampingi peserta donor darah untuk mendukung peserta yang ingin menyumbangkan setetes darahnya untuk kemanusiaan. Selain itu, kita juga ikut donor darah,” kata Septi yang mengenakan kebaya abu-abu ini.

Sementara itu, Sandra Herawati (40), warga Pati yang ikut donor darah mengaku senang dengan kegiatan donor darah tersebut. “Sebagai wanita, saya senang bisa menyumbangkan darah untuk orang-orang yang membutuhkan,” kata Sandra.

Ia mengatakan, darah sangat dibutuhkan sebagian orang ketika sakit atau kritis. Karena itu, perempuan paruh baya ini mengisi Hari Kartini-nya dengan menyumbangkan 250 cc untuk orang yang membutuhkan.

Editor : Akrom Hazami

Donor Darah dalam Rangka Ulang Tahun ke-4 Indomanutd Kudus Meriah

foto-donor (e)

Salah satu anggota Indomanutd Jhon Jr saat melakukan donor darah di United Futsal Stadium Kudus, Sabtu (16/4/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi donor darah yang dilakukan fans klub Manchester United yang tergabung dalam Indonesia Manchester United (Indomanutd) Kudus di United Futsal Stadium, Sabtu (16/4/2016) berlangsung meriah. Puluhan anggota Indomanutd bahkan rela mengantre untuk bisa menyumbangkan darahnya.

Satria Agus Himawan, panitia penyelenggara mengatakan, aksi donor darah ini memang untuk aksi sosial sekaligus kepedulian kepada sesama. Apalagi kebutuhan darah bagi orang kecelakaan ataupun ibu melahirkan tak dapat diduga-duga.

”Karena itu, kami melakukan donor darah dengan menggandeng PMI Kudus. Paling tidak aksi kecil ini bisa menumbuhkan jiwa sosial kepada sesama,” kata Satria yang kini menjabat sebagai Ketua Indomanutd Kudus.

Apalagi, di Kabupaten Kudus pencinta klub Manchaster United baik yang sudah ter-cover di Indomanutd ataupun belum jumlahnya mencapai ratusan, bahkan mencapai ribuan. Untuk itu, ia mau memberikan contoh konkrit berbagi dengan sesama melalui donor darah.

”Kali ini kami menarget 50 kantong darah. Tapi saat ini sudah sepruh lebih. Mungkin target tersebut bisa lebih,” ungkapnya.

Satria menyebutkan, selain aksi donor darah, pihaknya juga menggelar seremoni tumpengan untuk perayaan ulangtahun. Untuk tempatnya bakal dilakukan di United Cafe, Sabtu malam ini.

”Saya harap semua anggota Indomanutd bisa meluangkan waktunya untuk mengikuti acara tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Jhon Jr salah satu pendonor darah sekaligus anggota Indomanutd mengaku aksi donor ini adalah pengalaman pertama. Meski begitu ia merasakan kepuasan tersendiri, apalagi ia bisa menyumbangkan darahnya untuk orang lain.

”Ini pengalaman pertama, tapi rasanya luar biasa. Kalau memungkinkan saya ingin mengikuti aksi donor darah setiap tiga bulan sekali seperti yang disarankan petugas PMI Kudus,” ujarnya.

Hal Senada diungkapkan oleh Catur Anggoro Priyo. Anggota Indomanutd yang ini juga mengaku ketagihan melakukan donor darah. Ia pun menyambut positiv jika aksi donor darah bakal dilakukan rutin.

”Sebelum ini, ada wacana jika aksi donor darah ini akan dilakukan rutin. Kalau itu benar dilakukan ini akan menjadi trobosan baru. Selain menyehatkan, darah kita bisa bermanfaat untuk orang lain,” tandasnya.

Di sisi lain, Sofia, salah satu anggota PMI Kudus mengatakan, darah yang ada saat ini akan diuji lab terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mendapatkan darah yang bebas dari penyakit.

”Setiap kantong darah yang diambil kita ambil sampelnya. Sampel itu akan kita uji lab terlebih dahulu. Dengan begitu darah baru bisa digunakan,” ungkapnya.

Hanya saja, jika terdeteksi penyakit, pihaknya tak bisa menggunakannya. Otomatis darah tersebut akan mubadzir. ”Biasanya penyakit yang tidak bisa menggunakan darah adalah penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C. Keduanya itu menyebabkan sakit liver. Selain itu, darah juga harus bebas dari penyakit HIV dan sipilis,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Yuk! Ikut Donor Darah Bersama IndoManutd Kudus

 

Anggota komunitas IndoManutd Kudus foto bersama beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota komunitas IndoManutd Kudus foto bersama beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagai rangkaian kegiatan dari perayaan ulang tahun ke-4, IndoManutd Region Kudus rencananya bakal mengadakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah.

Satria Agus Himawan Korlap IndoManutd Region Kudus mengatakan, kegiatan donor darah tersebut dijadwalkan bakal dilaksanakan pada 16 April mendatang di United Futsal Stadium, Ring Road Utara Singocandi, Kudus.

“Ini inisiatif teman-teman IndoManutd. Gagasan ini sebagai salah satu rangkaian acara dalam menyambut ulang tahun IndoManutd Kudus yang ke-4,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, kegiatan donor darah ini tidak hanya diikuti oleh anggota IndoManutd Kudus saja, namun juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Masyarakat umum tentunya sangat boleh untuk ikut aksi sosial berupa donor darah ini, karena memang tujuannya ini bukan untuk komunitas saja, dan nantinya darah yang berhasil dikumpulkan akan disumbangkan,” ungkapnya.

Untuk waktu pelaksanaan donor darah sendiri, katanya, bakal berlangsung mulai pagi hingga sore hari. Setelah acara tersebut kelar, kumudian bakal dilanjutkan pertandingan final turnamen futsal antaranggota komunitas IndoManutd.

Editor : Kholistiono

Takut Donor Darah? Ini Trik Oke Biar Berani

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak semua orang berani dengan jarum suntik. Terlebih donor darah, masih banyak dijumpai masyarakat yang takut dengan donor, dengan alasan yang beraneka macam. Padahal, terdapat cara praktis atasi takut donor darah.

Dokter fungsional PMI Kudus dr Elok Milhana mengatakan, donor darah tidak usah ditakutkan. Sebab semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan alat yang teruji. Sehingga sebenarnya tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan apalagi sampai ditakutkan.

“Kunci sebenarnya dalam melakuan donor adalah terletak pada diri sendiri. Sebab segala sesuatunya tentang donor harus disiapkan oleh diri sendiri,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kesiapan mental justru dibutuhkan untuk dapat melangsungkan donor darah. Dengan mental yang lebih siap dalam donor, maka dapat membantu lebih percaya diri dalam donor.

Selain syaratnya yang tidak dapat di nego, yakni berat badan yang minimal 45, kepercayaan diri juga sangat membantu dalam donor. Selain hal wajib doa juga sangat jelas membantu.

Beberapa kasus, terkadang orang yang mau donor darah kali pertama akan merasa gugup. Hal ini berdampak pada tensi darah yang tidak stabil bahkan anjlok, sehingga tidak dapat melakukan donor darah.

“Jadi bagi yang mau berdonor sebaiknya menjaga kondisi tubuh. Selain itu tidak usah khawatir soal donor karena petugas juga sudah ahli. Jadi tidak akan apa apa,” ungkapnya.

Tenaga PMI juga sudah handal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan donor karena semua petugas sudah menempuh pendidikan soal hal itu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Mitos atau Fakta, Donor Darah Bisa Gemuk 

Mitos atau Fakta, Donor Darah Bisa Gemuk

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan donor darah tampak dilakukan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Di masyarakat berkembang kabar kalau dengan melakukan donor darah, maka seseorang yang dulunya kurus, bisa menjadi gemuk. Tidak hanya gemuk, bahkan seseorang yang mendonorkan darahnya akan kecanduan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Maryata mengatakan, dengan melakukan donor darah maka tubuh akan  mengalami pergantian sel darah yang diambil. Hal itu akan membuat tubuh menjadi segar karena sel darah yang dihasilkan adalah sel darah muda.

“Dengan demikian tubuh akan menjadi segar dan fit dibandingkan dengan sebelumnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, donor sebenarnya tidak dapat membuat seseorang menjadi gemuk. Bahkan kajian akademis tentang hal itu juga tidak ada yang menyebutkan kalau donor darah akan membuat orang gemuk.

Namun, dia mengungkapkan kalau seseorang yang selesai donor dan memiliki tubuh yang lebih fit, maka dapat membantu mendorong dan meningkatkan nafsu makan. Sehingga dengan lebih banyak makan dapat membuat tubuh menjadi gemuk.

“Kalau penjelasan gemuk karena nafsu makan bertambah mungkin iya, dapat membuat seseorang yang usai berdonor akan menjadi gemuk. Tapi kalau gara-gara donor jadi gemuk, bukan. Nanti malah yang ingin gemuk, donor dan yang sudah gemuk, tidak mau donor,” ujarnya.

Mitos lain yang berkembang dalam masyarakat adalah donor juga dapat membuat candu bagi pendonor. Hal itu juga menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Bahkan ada pula dari kabar tersebut yang membuat warga tidak berani donor.

Kabar itu juga disanggah oleh Maryata. Menurutnya, donor darah tidak membuat kecanduan. Sebab hal itu hanya dianggap sebagai mitos.

“Kalau candu tidak benar, tapi kalau darah tidak lama di donor, dapat membuat tubuh jadi lemas karena tidak ada pergantian dengan sel darah yang lebih muda. Dan ketika donor akan menjadi segar kembali. Mungkin itu yang disebut candu,” jelasnya.

 Editor : Akrom Hazami

 

Takut Donor Darah? Ini Solusinya

Donor Darah (e)

Aktivitas donor darah beberapa waktu lalu yang diadakan PMI Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan donor darah merupakan aksi sosial dan juga menyehatkan. Namun ternyata tidak semua masyarakat berani melakukannya. Untuk itu, berikut merupakan tips yang dapat membantu masyarakat dalam lancar melakukan donor darah.

Dokter fungsional PMI Kudus Elok Milhana mengatakan, kunci dalam melakuan donor sebenarnya terletak pada diri sendiri. Sebab segala sesuatunya tentang donor harus disiapkan oleh diri sendiri.

”Seperti halnya syaratnya. Yakni mulai dari berat badan yang minimal 45 kg. Jadi kalau mau donor bisa dipersiapkan untuk tidak kurang dari berat minimal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan untuk dapat melangsungkan donor darah. Melihat beberapa orang takut melakukan donor darah, khususnya bagi yang melakukan kali pertama.

Beberapa kasus, terkadang orang yang mau donor darah kali pertama akan merasa gugup. Hal irit berdampak pada tensi darah yang tidak stabil bahkan anjlok. Sehingga tidak dapat melakukan donor darah.

”Jadi bagi yang mau berdonor sebaiknya menjaga kondisi tubuh. Selain itu tidak usah khawatir soal donor darah, karena petugas juga sudah ahli,” ungkapnya.

Soal keinginan donor darah, PMI Kudus berharap besar bagi masyarakat. Sebab permintaan darah semakin banyak dari tiap tahun. Untuk itu harapannya juga makin banyak yang donor darah.

Editor : Titis Ayu Winarni

PMI Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Darah

Salah seorang warga terlihat mendonorkan darahnya (MuriaNewsCom)

Salah seorang warga terlihat mendonorkan darahnya (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus kesulitan memenuhi permintaan darah masyarakat yang mencapai kisaran 1.500 kantong darah/bulan. Apalagi, permintaan darah mengalami peningkatan karena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Jadi tiap bulan, darah yang terkumpul sampai 1.500 kantong. Namun untuk di Kudus ini, ternyata  butuh lebih banyak dari itu, bahkan untuk sekarang juga malah kurang, karena kehabisan,” kata dokter fungsional PMI Kudus Elok Milhana kepada MuriaNewsCom.

Untuk memenuhi kebutuhan darah, katanya, PMI juga gencar melakukan aksi donor darah. Dengan cara tersebut,  diharapkan kebutuhan darah di Kudus dapat terpenuhi.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk rutin mendonorkan darahnya, sehingga stok darah di PMI juga dapat terpenuhi sesuai dengan banyaknya kebutuhan darah.

“Biasanya kami melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah, perusahaan,pabrik atau kampus. Atau,terkadang juga kami melakukan kerja sama dengan ormas dan organisasi lainya,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

BEM STIKES Muhammadiyah Kudus Adakan Donor Darah

Beberapa mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus sedang mendonorkan darahnya. (Foto: Nuron Wahid – Kudus)

Beberapa mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus sedang mendonorkan darahnya. (Foto: Nuron Wahid – Kudus)

 

Beberapa mahasiswa STIKES Muhammadiyah Kudus sedang mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah dikoordinir oleh Kementerian Sosial BEM STIKES Muhammadiyah Kudus bekerjasama dengan PMI. Kegiatan yang berlangsung di  Gedung Stikes Muhammadiyah Lantai 1 pada Sabtu (23/1/2016) ini, berhasil mengumpulkan 62 kantong darah. (Pengirim : Nuron Wahid – Kudus)

Santri IPMAFA Pati: Kami Akan Konsen pada Bidang Kemanusiaan

Sejumlah santri dari IPMAFA melakukan donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah santri dari IPMAFA melakukan donor darah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kemanusiaan menjadi substansi dalam ajaran Islam, sedangkan santri saat ini diharapkan menjadi pionir untuk mengamalkan dan menyebarkan substansi dalam Islam tersebut.

Karena itu, Muhammad Labib, salah satu santri Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Kajen, Margoyoso, Pati, akan berupaya mengagendakan aktivitas kemanusiaan dalam rangka mengimplementasikan substansi dan spirit Islam tersebut.

”Islam itu selamat, sejahtera dan damai. Jadi, setiap umat Islam berkewajiban memberikan kedamaian di sekitarnya. Islam itu erat hubungannya dengan kemanusiaan. Inilah misi yang akan kami bawa dalam Hari Santri Nasional besok,” ujar Labib kepada MuriaNewsCom, Rabu (21/10/2015).

Hari Santri Nasional, kata dia, harus dimaknai sebagai upaya pelibatan kiprah santri kepada agama, bangsa dan negara. Karena itu, hal itu menjadi amanah yang harus dijaga dengan baik.

”Hari ini, kami menggelar aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian santri kepada sesama manusia. Ada sekitar 150 santri yang ikut berbagi di sini,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Peringati Haul Mbah Mutamakkin, Mahasiswa IPMAFA Pati Gelar Donor Darah

Sejumlah mahasiswa IPMAFA tengah melakukan donor darah untuk memperingati Haul Syekh Mutamakkin dan Hari Santri Nasional. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah mahasiswa IPMAFA tengah melakukan donor darah untuk memperingati Haul Syekh Mutamakkin dan Hari Santri Nasional. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institute Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) menggelar aksi donor darah, Rabu (21/10/2015).

Aksi tersebut untuk memperingati Haul Syekh Mutamakkin yang jatuh pada Kamis (22/10/2015) besok, sekaligus memperingati Hari Santri Nasional. “Kebetulan, Hari santri Nasional bertepatan dengan Haul Syekh Mutamakkin. Kami peringati bersama dengan aksi donor darah,” ujar Ketua Panitia Aksi Donor Darah, Muhammad Labib kepada MuriaNewsCom.

Ia menilai, aksi kemanusiaan menjadi spirit umat Islam paling tinggi. Karena itu, aksi kemanusiaan dengan berbagi darah menjadi semangat mahasiswa IPMAFA dalam menyambut Hari Santri Nasional.

“Santri menjadi pioner dan pengganti estafet kepemimpinan pemuka agama di masa depan. Ini menjadi salah satu aksi kecil kami untuk berbagi kepada sesama, agama dan negara,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Anggota Komunitas di Blora Rela ‘Tumpahkan’ Darahnya

Sejumlah komunitas di Blora sukarela ikut donor darah di Alun-alun Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Anggota komunitas di Blora melakukan donor darah di Alun-alun Blora, Senin (7/9/2015). (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Sekitar 80 orang yang tergabung dalam beberapa komunitas di Blora rela ‘tumpahkan’ darahnya. Yakni mereka ambil bagian dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakn di Alun-alun Blora, Senin (7/9/2015).

Komunitas yang terdiri dari Orang Indonesia (OI) Blora, Komunitas Masyarakat Blora (Komara), Tiga Rambu, Komunitas Pecinta Musik Palapa dan dari MNC Blora menggelar aksi donor bersama dalam rangka donor darah serentak dengan tema Setetes Darah untuk Perdamaian Dunia.

“Donor darah yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sekaligus kali kedua dilaksanakan setelah tiga bulan yang lalu. Donor darah ini akan rutin dilakukan tiga bulan sekali, sehingga teman OI dan komunitas lainnya bisa menjadi pendonor darah aktif,” kata seorang pengurus OI Blora Andhik Santi Kusuma, Senin(7/9/2015)

Tujuan dilakukan kegiatan seperti ini adalah untuk ikut serta dalam melakukan gerakan sosial para komunitas yang ada di Blora.

Harapannya dengan kegiatan ini bisa menggerakkan komunitas lainnya bisa ikut serta menyumbangkan darahnya untuk kepedulian bersama.

Sementara itu Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Blora dokter Irsyad mengaku apresiatif dengan apa yang dilakukan anggota komunitas bersedia berdonor darah.

“Ini sangat baik. kami apresiasi kegiatan ini. Sebab anggota komunitas biasanya memiliki kepedulian  untuk sesama,”ungkapnya.

Dirinya berharap agar komunitas dan elemen masyarakat lainnya bisa mengagendakan kegiatan donor dan dari UTD PMI akan siap untuk melaksanakannya.

Menurutnya untuk saat ini stok darah di Blora dan Cepu cukup baik dan tidak ada masalah.

“Stok hingga satu bulan ke depan cukup aman dan data pedonor yang memiliki darah AB juga sudah punya jadi jika sewaktu-waktu memerlukan langsung dihubungi, kami juga berpesan para komunitas yang sudah melakukan donor darah ini bisa mengajak para komunitas lain untuk menjadikan agenda rutin setiap tiga bulan sekali,” pesannya. (Priyo/AKROM HAZAMI)

PMI Cepu Sukses Atasi Kelangkaan Golongan Darah AB

Salah satu pendonor yang sedang melakukan donor darah yang dilakukan UTD PMI Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu pendonor yang sedang melakukan donor darah yang dilakukan UTD PMI Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Darah golongan AB yang sempat langka keberadaannya, saat ini dinyatakan aman. Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cepu mencatat ada 17 kantong darah untuk golongan tersebut.

”Stok darah AB sampai saat ini masih aman. Sebelumnya memang mengalami kelangkaan untuk mendapatkannya. Karena itu, kita adakan banyak agenda donor darah,” kata Staf UTD PMI Cepu Yuli, Rabu (29/7/2015).

Ia menyebutkan, hingga hari ini stok darah tercatat ada 65 kantong. Dengan rincian, golongan darah A terdapat 8 kantong, golongan darah B terdapat 28 kantong, golongan darah O terdapat 22 kantong, dan golongan darah AB terdapat 17 kantong darah.

”Meski begitu, kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah masih rendah. Sehingga mengakibatkan seringnya PMI mengalami kekurangan stok darah,” ungkapnya

Sebelumnyam UTD PMI Cepu telah melakukan pengambilan darah pada siswa dan guru di salah satu sekolah ternama di Cepu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.(PRIYO/SUPRIYADI)

Ini Manfaat Donor Darah Saat Puasa

Seorang petugas tengah memindah kantong darah di Kantor PMI Pati, Senin (29/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Seorang petugas tengah memindah kantong darah di Kantor PMI Pati, Senin (29/6/2015). (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Humas unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati Safaati mengatakan, donor darah saat puasa tak masalah jika ditinjau dari segi kesehatan. Bahkan, ia menambahkan jika MUI juga tidak melarang donor darah selama puasa. Lanjutkan membaca

Ramadan Datang, Stok Darah di PMI Pati Berkurang 50 Persen

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Pati berkurang 50 persen selama Ramadan. Hal ini disebabkan banyaknya umat Muslim yang puasa, sehingga enggan mendonorkan darahnya. Lanjutkan membaca

Selama Ramadan, PMI Pati Buka Layanan Donor 24 Jam

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pati Safaati menunjukkan stok darah di PMI yang saat ini tersedia, Jumat (19/6/2015) pagi. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Selama Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati akan membuka layanan donor darah 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kekurangan stok darah yang dibutuhkan selama puasa. Lanjutkan membaca