Ternyata Ini yang Jadi Penyebab Meningkatnya Permintaan Dispensasi Usia Nikah di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Angka pernikahan dini di Kabupaten Jepara cukup tinggi. Belasan remaja diketahui meminta dispensasi usia nikah di Pengadilan Agama (PA) Jepara setiap bulannya. Ternyata, penyebab utama yang mendominasi banyaknya perkara tersebut adalah hamil diluar nikah.

Hal itu disampaikan Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Jepara Sarwan. Menurut dia, penyebab utama perkara dispensasi nikah karena hamil di luar nikah. Nikah muda terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan anak yang sudah ada di dalam kandungan.

“Faktor utama permohonan dispensasi nikah kebanyakan karena hamil di luar nikah. Ada sekitar 90 persen. Dispensasi diberikan untuk menyelamatkan anak di dalam kandungan. Itu lebih baik dari pada anaknya lahir tanpa bapak,” ujar Sarwan, Jumat (29/4/2016).

Berdasarkan data permohonan dispensasi nikah, sejak Januari hingga Maret tahun ini, permohonan dispensasi nikah sebanyak 35. Rinciannya, Januari 14 perkara, Februari 13 perkara, dan Maret 8 perkara. Sedangkan untuk bulan April ini juga ada sejumlah perkara yang masuk.

“Selain itu, ada juga yang memohon dispensasi nikah karena sudah sering berhubungan intim, namun tidak hamil. Setelah ditanya di pengadilan, ada dari pemohon dispensasi mengaku menggunakan alat kontrasepsi atau pil KB,” ungkapnya.

Dia menambahkan, perkara tersebut tinggi juga akibat dari dampak negatif perkembangan teknologi dan pergaulan bebas. Saat ini banyak yang sudah berani melakukan hal-hal terlarang.

Editor : Kholistiono

Belasan Remaja di Jepara Setiap Bulan Minta Dispensasi Usia Nikah

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Angka nikah muda di Kabupaten Jepara terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Jepara, belasan remaja dibawah umur di Kabupaten Jepara minta dispensasi usia untuk nikah.

Sejak awal tahun 2016 lalu hingga saat ini, data yang telah direkap sudah ada 35 lebih permohonan dispensasi nikah. Rinciannya, pada bulan Januari lalu ada 14 perkara, Februari ada 13 perkara, dan Maret ada 8 perkara, serta bulan April ini juga sudah ada beberapa tambahan.

Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Jepara Sarwan mengatakan, permohonan dispensasi usia nikah memang cukup banyak. Jika dirata-rata, setiap bulana ada belasan perkara. Di tahun 2015 saja, jumlah permohonan dispensasi nikah mencapai 162 perkara.“Jika dirata-rata ada belasan perkara permohonan dispensasi nikah,” katanya, Jumat (29/4/2016).

Jumlah paling paling banyak di tahun 2015 lalu, ada pada bulan Agustus, yakni sebanyak 26 perkara. Paling sedikit pada Januari, 7 perkara. Lainnya, Februari 11 perkara, Maret 14 perkara, April 13 perkara, Mei 12 perkara, Juni 11 perkara, Juli 8 perkara, September 23 perkara, Oktober 8 perkara, November 20 perkara, dan Desember 9 perkara. Totalnya, sejak Januri 2015 hingga Maret 2016 mencapai 197 perkara.

“Perkara-perkara tersebut berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Jepara. Tidak hanya di wilayah Jepara bagian utara saja, tetapi juga ada yang dari wilayah tengah dan selatan,” imbuhnya.

Editor : Kolistiono