Terharu, 5 Polisi Rembang Ini Ternyata Baiknya Minta Ampun

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang saat mengantar Rahmadi Ilahi (kiri) yang kehilangan barang dan dompet ke petugas Dishub, Kamis (10/8/2017) lalu. (Tribratanews Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Rasa kemanusiaan selalu muncul tak terduga. Di mana saja dan dilakukan siapa saja. Seperti halnya yang dilakukan lima anggota Sat Sabhara Polres Rembang yang akan membuat hati Anda terenyuh.

Kelima anggota tersebut adalah Ipda Joko Hery bersama Aiptu Paliman saptono, Brigadir Alfian, Brigadir Solikin, Brigadir Iswanto dan Briptu Ridho Kasbullah.

Dikutip dari Tribratanews Rembang, awal mula kejadian luar biasa tersebut berawal saat  kelima anggota Sat Sbhara Polres Rembang itu sedang melaksanakan kegiatan Patroli, Kamis ( 10 /8/2017 ) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat di depan Samsat Rembang, kelimanya anggota Sat Sabhara Polres Rembang melihat pemuda yang sedang kebingungan. Melihat hal tersebut anggota Sat Sabhara menghampiri dan menanyakan permasalahannya.

Ternyata pemuda yang diketahui bernama Rahmadi Ilahi, warga Kelurahan Ogan Jaya, RT 01/ RW 4 Kecamatan Sungai Utara, Kabupaten Lampung baru saja kehilangan barang barang dan dompet berisi uang ketika naik bus PO Haryanto tujuan lampung.

Melihat hal itu, kelima anggota Sat Sabhata Polres Rembang tersebut mengajak makan Rahmadi Ilahi dan mengantarkan ke terminal Rembang untuk koordinasi dengan petugas Dishub.

Tak berhenti sampai disitu, mereka juga mencarikan tumpangan bis estafet menuju Bandar Lampung dan memberikan uang saku kepada pemuda tersebut untuk bekal perjalanan

”Terima kasih pak polisi, setelah dibantu dapat melanjutkan perjalanan kembali , semoga Tuhan YME membalas kebaikan bapak-bapak” ujar Rahmadi Ilahi.

Anggota Sat Sabhara Polres Rembang membalas terimakasih dan berpesan agar berhati-hati dalam perjalanan.

Editor: Supriyadi

Ngetem Sembarangan, Belasan Sopir Bus di Rembang Diomeli Petugas Dishub

Petugas dari Dinas Perhubungan Rembang sedang menegur dan memberikan arahan kepada sopir bus agar tidak ngetem di area Pantai Kartini. (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan sopir bus trayek Rembang-Blora ditegur oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang. Hal itu, lantaran mereka ngetem untuk mencari penumpang di sembarang tempat.

Kapala Seksi Lalu Lintas pada Dishub Rembang Sakidjo mengatakan, salah satu tempat yang dibuat ngetem sopir bus yakni di depan area pintu masuk Pantai Kartini “Dampo Awang Beach”.

“Lha wong ini bukan terminal kok dibuat ngetem, ya kita tegur. Semula, justru malah ngetemnya di pinggir Jalan Diponegoro atau depan Kantor Perhutani. Malah sekarang pindah ke area Dampo Awang Beach,” katanya.

Menurutnya, penertiban tersebut perlu dilakukan, agar lalu lintas di jalan Pantura, khususnya di area Jalan Diponegoro bisa terlihat rapi. Mereka kumudian diarahkan untuk pindah di terminal tipe B yang lama atau yang kini transisi ke tipe C.

Dari panatauan MuriaNewsCom di lapangan, bus yang ngetem di area pintu masuk Pantai Kartini tak hanya trayek Rembang-Blora saja. Melainkan juga ada bus trayek Rembang-Pamotan maupun Sarang-Tayu.

“Kita akan terus menertibkan mereke jika masih tetap ngetem di situ. Bila dibiarkan, justru akan mengakar, bus- bus lainnya akan ikut-ikutan ngetem di tempat ini. Lama kelamaan akan bisa repot,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika nantinya dibutuhkan imbauan secara tertulis, maka pihaknya akan memasang imbauan tersebut di area Pantai Kartini. Dengan begitu, sopir akan tahu bahwa ada larangan untuk ngetem di tempat tersebut.

Editor : Kholistiono

Operasi Simpatik Dimanfaatkan Dishub untuk Sosialisasi Terhadap Sopir Truk Tentang Hal Ini

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang Suyono saat diwawancarai MuriaNewsCom. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Operasi Simpatik Candi 2017 yang digelar oleh Satuan Polisi Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Rembang, bakal dimanfaatkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan sosialisasi terhadap sopir truk, agar berhenti sejenak ketika melintas di jalur Pantura Rembang, pada pagi hari.

“Kita tidak melarang, tapi, kita imbau untuk kendaraan bertonase besar untuk berhenti sejenak paga pagi hari. Tujuannya, untuk mengurangi adanya kepadatan arus lalu lintas ketika pagi hari, khususny, pada jam-jam masuk kerja atau masuk sekolah,” ujar Kepala Dishub Rembang Suyono.

Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura Rembang pada pagi hari cukup padat. Selain, kendaraan roda dua, kendaraan bersumbu besar juga banyak yang melalui Rembang. Sehingga, menambah padatnya arus lalu lintas.

Selain hal itu, pihaknya juga bakal menyosialisasikan agar sopir truk tidak secara sembarangan memarkirkan kendaraannya di bahu jalan di jalur Pantura Rembang. Sebab, hal itu bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.

Dirinya juga menyatakan, jika jumlah kendaraan yang melintas di jalur Pantura Rembang setiap harinya mencapai sekitar 23 ribu lebih kendaraan. Baik itu roda dua, roda empat (mobi, bus dan truk).

Editor : Kholistiono

Uji KIR Kendaraan Tak Lebih Satu Jam dan Ini Rincian Biayanya

Teguh Sudarsono, Kasi Teknik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang. Dirinya menyatakan jika biaya uji KIR sudah ada tertera di papan pengumuman dan bisa diakses masyarakat umum (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Teguh Sudarsono, Kasi Teknik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang. Dirinya menyatakan jika biaya uji KIR sudah ada tertera di papan pengumuman dan bisa diakses masyarakat umum (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang Suyono melalui Kasi Teknik Teguh Sudarsono menegaskan, jika pengurusan uji kelaikan kendaraan bermotor, kini cukup cepat. Tidak lebih dari sejam.

Selain itu, menurutnya, pengurusan KIR juga dipastikan tidak ada pungutan liar (pungli) sebab, sudah ada tariff resmi yang juga dipajang. Sehingga, warga yang mengurus uji KIR bisa melihat secara langsung berapa besaran biaya uji KIR.

“Untuk biaya retribusi kendaraan penumpang berupa bus kecil atau mobil barang kategori I (501-5000 Kg) sebesar Rp 30 ribu. Kemudian, untuk bus sedang atau mobil barang kategori II (5001-10.000 Kg) sebesar Rp 32 ribu, dan untuk bus besar atau mobil barang kategori III (10.000 Kg) kereta gandeng atau tempelan sebesar Rp 35 ribu,” paparnya.

Selain itu, katanya, juga ada retribusi ujinya. Di antaranya penggantian tanda uji berkala, penggantian kartu tanda uji, uji asap (bensin dan solar) serta penggantian stiker samping.

“Untuk penggantian tanda uji berkala itu sebesar Rp 5 ribu, penggantian kartu uji berkala itu Rp. 8.500, uji asap Rp 4 ribu dan stiker samping Rp 12 ribu. Sebenarnya, setiap kendaraan itu akan membayar uji KIR maksimal Rp 64 ribuan. Sebab yang membedakan biaya retribusi itu, tidak hanya terletak di jenis kendarannya saja, melainkan di uji asap, stiker samping, kartu uji dan tanda uji,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk kriteria lulus tidaknya kendaraan yang diuji, menurutnya harus sesuai standart. Misalkan saja asapnya tidak terlalu mengepul, rem bagus, ban bagus meskipun vulkanisir, lampu sein dan sejenisnya.

“Nah, bila ada salah satu fasilitas kendaraan itu kurang bagus, maka akan diberi waktu untuk memperbaiki terlebih dahulu. Setelah itu mereka bisa uji lagi sesuai dengan rekomendasi dari Dishub. Mana yang lulus uji dan yang belum di uji,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Dishubkominfo Bakal Buat Rest Area di Jalur Pantura Rembang

Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono.Pihak Dishubkominfo berencana bakal membuat rest area jalur Pantura Rembang untuk kendaraan besar. (MuriaNewsCom/EdySutriyono)

Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono.Pihak Dishubkominfo berencana bakal membuat rest area jalur Pantura Rembang untuk kendaraan besar. (MuriaNewsCom/EdySutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Rembang rencananya bakal membuat area peristirahatan (rest area) di jalur Pantura Rembang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi adanya truk atau kendaraan besar yang biasa parkir di bahu jalan di sepanjang jalur Pantura Rembang.

Kepala Dishubkominfo Rembang Suyono mengatakan, rest area tersebut rencananya bakal ditempatkan di Rembang bagian barat dan timur. Dengan adanya rest area tersebut, pihaknya berharap tidak ada lagi kendaraan besar yang parkir di bahu jalan, karena membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Ada beberapa titik yang biasanya dijadikan truk atau kendaraan besar untuk parkir. Di antaranya, sepanjang jalur Kaliori, Lasem, Sarang dan Sluke. Kendaraan-kendaraan ini memanfaatkan bahu jalan untuk parkir, dan tentunya hal ini berbahaya,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, rata-rata setiap harinya, Rembang dilewati truk atau kendaraan besar sekitar 4 ribu unit. Sehingga, jika pengemudi tersebut singgah di Rembang dan memarkirkan kendaraannya di bahu jalan sepanjang jalur Pantura Rembang, maka hal itu akan mengganggu pengendara lain.

Tak hanya itu, menurutnya, kendaraan yang terparkir di bahu jalan juga berpotensi terhadap peristiwa kecelakaan. Sebab, selama ini tak jarang kecelakaan lalu lintas disebabkan adanya kendaraan besar yang terparkir di bahu jalan.

Editor :Kholistiono