15.456 Siswa SMP di Kudus Siap Ikuti UN

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 15.456 siswa SMP sederajat di Kabupaten Kudus bakal mengikuti Ujian Nasional (UN) yang akan digelar mulai, Senin (9/5/2016), pekan depan. Sesuai rencana, belasan ribu siswa tersebut bakal digelar selama empat hari hingga, Kamis (12/5/2016)

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari semua jenjang SMP di Kabupaten Kudus. Baik dari SMP Negeri swasta, MTs negeri, swasta serta SMPLB.

”Untuk SMP terdapat 47 sekolah dengan 7.673 siswa, MTs negeri dan swasta ada 63 sekolah dengan 6.774 siswa,  dan SMALB hanya satu sekolah dengan sembilan siswa. Sehingga, total siswa terdapat 15.456 siswa,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Ia menyebutkan, selain 15.456 siswa reguller, untuk peserta juga ada tambahan dari siswa kejar paket B sebanyak 117 siswa. Karena itu, UN tahun ini akan menggunakan ruangan sebanyak 778 ruang. Banyaknya ruang kelas yang digunakan, lantaran tiap ruang mendapatkan jumlah siswa maksimal 20 peseta UN.

Sedangkan pengawas ruang, tahun  ini sejumlah 1.558 pengawas. Model pengawas yang dilakukan dengan cara pengawas silang, satu sekolah dengan sekolah lainnya yang sebelumya sudah ditentukan.

“Untuk pelaksanaan akan dimulai 9 mei menyangka hingga Kamis 12 Mei. Adapun materi ujian adalan Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa inggris, Dan IPA,” ungkapnya.

Sedangkan untuk paket B, akan dilangsungkan selama tiga hari, yakni sembilan sampai 11 mei. Adapun materi ujian ada dua tiap hari. Pada hari permana bahasa indonesia dan pendidikan kewarganegaraan. Baru media Matematika dan IPS serta terakhir Bahasa inggris dan IPA.

Editor: Supriyadi

Catat, Pelajar di Kudus Dilarang Rayakan Kelulusan UN dengan Konvoi dan Corat-coret

Para pelajar SMA melakukan konvoi di jalan, tahun lalu. (MuriaNewsCom)

Para pelajar SMA melakukan konvoi di jalan, tahun lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus melarang adanya konvoi dan aksi corat-coret usai pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA yang dijadwalkan, Jumat (07/5/2016)  mendatang. Hal itu untuk mengurangi adanya kerusuhan yang mungkin terjadi.

Sekretaris Disdikpora Kudus Hartono mengatakan,  pengumuman UN akan dilaksanakan pada Jumat sore. Itu dilakukan, untuk meminimalisir adanya konvoi dan aksi corat-coret dengan pilox. Untuk itu, pihaknya meminta kepada sekolah supaya dapat mengkondisikan siswanya agar tidak melakukan konvoi.

”Jangan sampai ada konvoi, itu akan banyak kerugiannya. Banyak hal yang lebih positif dalam merayakan kelulusan,” katanya, Rabu (4/5/2016)

Jika itu dilanggar, ia khawatir akan terjadi hal-hal yang merugikan. Salah satunya menimbulkan kemacetan dan tawuran antarpelajar saat di jalan.

”Karena itu, kami juga melakukan kerja sama dengan kepolisan untuk mengamankan kelulusan. Tak hanya keamanan, tiap sekolah juga sudah diberikan arahan agar siswanya tidak ada yang melupakan konvoi,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

 

Woro-woro, Hasil UN SMA di Kudus Diumumkan 7 Mei

Sejumlah pelajar saat mengerjakan ujian nasional (UN) online. (MuriaNewsCom)

Sejumlah pelajar saat mengerjakan ujian nasional (UN) online belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat SMA/Sederajad, bakal diumumkan 7 Mei mendatang. Sesuai rencana, pengumuman akan dilakukan secara serentak se-Kabupaten Kudus.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Hartono mengatakan, berdasarkan buku panduan yang diterima mengenai UN, pengumuman akan disampaikan kepada wali murid pada 7 Mei mendatang. Selain itu, pengambilan UN juga tak ada pungutan biaya sepeserpun.

”Kita lihat nanti pengumumannya. Semoga berjalan dengan lancar,” katanya, kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016)

Selain itu, ia juga berharap ribuan siswa yang mengikuti UN dapat lulus dengan hasil yang memuaskan. Apalagi, berdasarkan pengamatan dinas, semua sekolah dan siswa sudah berusaha maksimal melalui serangkaian try out.

Meski begitu, pengumuman nilai UN sekaligus mengumumkan hasil kolektif kelulusan. ”Jadi akan dapat dua, hasil dari UN dan kelulusan sendiri. Soalnya kan kelulusan kali ini bukan ditentukan dari UN saja,” ujarnya.

Karena itu, hasil UN akan diberikan langsung kepada orang tua atau wali murid. Hal itu dilakukan untuk mensiasati jika ada siswa yang tidak lulus.

”Kalau diambil langsung oleh siswa, khawatirnya mereka akan shok jika tidak lulus. Karena itu, kami mengundang para wali murid,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Anak Punk Ngaku Ingin jadi Polisi saat Ditangkap Satpol PP Kudus

Mengenakan baju Kotak kotak ADA (14) Siswa SMP Kaliwungu yang bercita cita menjadi polisi dan yang mengenakan kaos berwarna hitam IS (16) warga Tasikmalaya, Jabar, dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Mengenakan baju Kotak kotak ADA (14) Siswa SMP Kaliwungu yang bercita cita menjadi polisi dan yang mengenakan kaos berwarna hitam IS (16) warga Tasikmalaya, Jabar, dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah terkena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus di area lapangan hawai sebelah utara SMA 2 Kudus. Lucunya, salah satu dari ke dua anak tersebut bercita-cita ingin menjadi polisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh ADA (14) siswa SMP Kaliwungu dari Desa Karangampel, Kecamatan kaliwungu, saat dimintai keterangan oleh petugas satpol PP.

“Saya ingin menjadi polisi. Itu cita-cita saya,”  kata ADA, saat ditanya oleh salah seorang petugas satpol PP, Supriyadi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, sebelum dimintai keterangan, kedua anak yang terkena razia tersebut disuruh mandi terlebih dahulu. Biar badannya lebih bersih.

“Saya ikut rekan rekan di lapangan hawai (gelandangan) lantaran ingin mendapatkan uang. Yakni dengan cara mengamen di lampu bangjo Jember,” ujarnya.

Sementara itu, IS (14) warga Tasikmalaya, Jabar, mengaku, dia sering nongkrong lantaran sudah diberhentikan dari pekerjaan lamanya. Yakni membuat kerupuk yang ada di Pasuruhan, Kecamatan Jati.

“Saya sudah satu tahun di Kudus. Dulunya pernah menjadi karyawan pabrik kerupuk. Sekarang saya telah diberhentikan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus 

2 Motor Milik Pelajar yang Kabur Saat Dioperasi Diamankan Satpol PP Kudus

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain mengamankan pelajar yang membolos dan anak punk asal Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor milik pelajar yang berhasil lari dari operasi.

Baca juga : 2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus

Kasi Trantibum Satpol PP Kudus Syukrin Subiyanto mengatakan, selain dua remaja yang sering meresahkan di wilayah lapangan Hawai Kudus, pihaknya juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor yang ditinggal lari saat operasi digelar. ”Dua sepeda motor itu berupa Suzuki Satria bernopol BH 3516 NG dan vario putih tanpa nomor polisi,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk Suzuki Satria itu ialah milik ADA (14) siswa SMPN Kaliwungu dari Desa Karangampel, Kaliwungu. Kini ia sudah dijemput orang tuanya beserta kendaraannya. Sedangkan anak punk asal Tasikmalaya, Jawa Barat, IS (16)  ini akan dipulangkan. Untuk pemilik kendaraan Vario putih akan dihubungi. ”Pemilik kendaraan tersebut melarikan diri disaat ada operasi Satpol PP datang ke TKP lapangan Hawai Kudus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kudus Abdul Haili mengutarakan, untuk razia anak gelandangan, pihaknya selalu menyisir di perempatan lampu merah. ”Setiap hari pada pagi dan sore kita lakukan. Baik di perempatan lampu merah Jember, Tanjung, Terminal Ngembal dan lainnya,” tuturnya.

Selain menyisir keberadaan anak punk dan pelajar yang membolos sekolah, Satpol PP juga memeriksa barang bawaan mereka. ”Dalam razia itu, yang penting ialah harus mendeteksi senjata tajam yang mereka bawa. Sebab bila kedapatan membawa senjata tajam, maka itu sudah melakukan pidana,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelum dijemput orang tuanya dua remaja tersebut harus menanda tangani surat pernyataan, yang menyatakan mereka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. ”Supaya wilayah Kudus ini aman, kondusif dan bersih dari kenakalan remaja,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Siswa SMA di Kudus Akan Dapat Rp 1,2 Juta

bos_sma

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bantuan dana pendamping BOS telah disiapkan Pemkab Kudus tahun ini. Bantuan yang mencapai puluhan miliar itu, disiapkan sebagai sarana pembantu pendidikan untuk sekolah negeri.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan puluhan miliar sudah siap untuk mendampingi dana BOS. Bantuan tersebut  merupakan bantuan dari Pemkab Kudus untuk kemajuan pendidikan di Kudus.

“Seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini juga kami anggarkan bantuan dana pendamping BOS. Bantuan itu merupakan pendamping kebutuhan siswa yang tidak dianggarkan dalam BOS,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kabid Dikmen pada Disdikpora Kudus Agus Nutarman mengatakan, bantuan untuk sekolah negeri tingkat menengah atas sudah siap. Seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini juga dianggarkan per siswa di Kudus.

Untuk tingkat SMA negeri di Kudus, jumlah per siswa mendapatkan Rp 1,2 juta selama setahun. Jumlah sekolah SMA negeri di Kudus terdapat tujuh sekolah dengan total Rp 8.650.800.000.

“Untuk tingkatkan SMA di Kudus, jumlah siswanya tahun ini ada 7.209 siswa. Semuanya mendapatkan bantuan pendamping BOS yang dibiarkan tahun ini juga,” katanya.

Sedangkan, untuk sekolah negeri tingkat SMK, jumlah yang diterima lebih besar ketimbang SMA, yakni sejumlah Rp 1,4 juta tiap siswanya. Sedangkan jumlah siswa SMK yang terdapat di Kudus sejumlah 3.931 siswa yang tersebar di semua sekolah SMK negeri di Kudus.

“Kalau untuk SMK, total mencapai 5.503.400.000. Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang diterima dalam setahun,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Kepada Yth Sekolah Swasta, Ini Trik Biar Dana Pendamping BOS Cair

Dewan Ancam Tak Loloskan Usulan Anggaran BOS Daerah Jika Hanya untuk Tingkatkan Gaji Honorer K2

Kepala Sekolah Pertukaran Luar Jawa Hanya Bisa Menunggu

Ilustrasi kepala sekolah

Ilustrasi kepala sekolah

 

KUDUS – Keempat kepala sekolah yang seharusnya ditukar ke luar Jawa selama 14 hari, hanya bisa menunggu tugas dari Pemkab Kudus saja sebagai kepala sekolah yang terpilih, mereka hanya siap melaksanakan saja.

Seperti halnya kepada SMA 2 Kudus Sri Haryoko, menurutnya kabar tentang dipindah sementara ke luar Jawa sudah didengar. Hanya keberangkatan masih belum diterimanya hingga kini.

”Belum dengar soal hal tersebut, namun yang pasti kami sebagai kepala sekolah menunggu kebijakan pemerintah soal pemindahan tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski diluar Jawa, pertukaran kepala sekolah sementara yang dilakukan selama 14 hari, dipastikan terdapat di daerah yang aman. Hal itu dipastikan lantaran lokasi tersebut sudah diperiksa dan tidak ada hal yang meresahkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo, pada MuriaNewsCom, menurutnya keempat lokasi dilarikan aman dari kementerian. Bahkan masyarakat yang ada disana juga kebanyakan masyarakat dari Jawa, sehingga lebih mudah untuk adaptasi.

”Seperti halnya di SMA N Miado Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat, lokasi tersebut bakal ditempati oleh kepala sekolah SMA 2 Kudus. Kebanyakan masyarakat dan siswa yang sekolah juga berasal dari Jawa,” katanya.

Mengenai tempat tinggalnya, supaya pendidik dari asal Kudus itu akan ditempatkan di rumah guru. Hal itu untuk memudahkan dari tempat tinggal dengan sekolah.

Begitu juga dari SD 2 Besito Sutiono mengampu SD Impres 12 kabupaten Sorong Papua. Lokasinya juga berada di daerah perkotaan sehingga akses juga lebih mudah. (FAISOL HADI/TITIS W)