Peserta Kunjungan Kagumi Desa Vokasi Kudus

Kegiatan kunjungan Desa Vokasi di Kudus tampak berlangsung di Pedurenan, Gebog, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan kunjungan Desa Vokasi di Kudus tampak berlangsung di Pedurenan, Gebog, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya Desa Vokasi di Kudus, ternyata membuat pengunjung kagum dengan potensi itu. Tidak sedikit dari rombongan akan mengadopsi sistem seperti di Kudus.

Seperti halnya Jumali, peserta asal Demak mengatakan, di Kudus termasuk bagus dalam menjalankan program Desa Vokasi. Terlihat dari banyaknya potensi yang ada dan mampu berkembang

“Bagus bagus barangnya, ini patut dijadikan sebagai contoh untuk nantinya dikembangkan di Desa Vokasi di Demak,” kata Jumali di sela kunjungan lokasi usaha masyarakat di Desa Padurenan Gebog.

Dia mengatakan, progam unggulan di desanya adalah pengasapan ikan. Karena lokasinya berada di dekat laut. Serta banyak dari warganya yang bekerja sebagai nelayan.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Bidang Pendidikan Formal Informal pada Disdikpora Kudus Gufron mengatakan, kendala dalam pengembangan sebenarnya lebih pada hal pemasaran. Sebab banyak yang dapat memproduksi, namun hanya sedikit yang mampu menjualnya.

“Untuk itulah perlu dipelajari manajeman yang pas dalam pemasaran. Sehingga mampu berkembang, bukan hanya memproduksi,” ujarnya.

Soal modal, dia mengungkapan tidak ada masalah. Sebab di Kudus sudah ada program KUP yang dapat diakses oleh masyarakat Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

70 Orang Perwakilan Rintisan Desa Vokasi Se-Jateng Kunjungi Kudus

9 Desa di Kudus Berkembang jadi Desa Vokasi Hebat 

9 Desa di Kudus Berkembang jadi Desa Vokasi Hebat

Kegiatan kunjungan Desa Vokasi di Kudus tampak berlangsung di Pedurenan, Gebog, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan kunjungan Desa Vokasi di Kudus tampak berlangsung di Pedurenan, Gebog, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar sembilan desa di Kudus, saat ini sudah berkembang dengan baik sebagai Desa Vokasi. Kesembilan desa tersebut, merupakan desa yang dibina secara khusus sebagai desa yang maju dalam bidang perekonomiannya.

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Bidang Pendidikan Formal Informal pada Disdikpora Kudus Gufron mengatakan, progam Desa Vokasi sudah berada di Kudus mulai 2009 lalu. Karena progam yang dibiayai dari bantuan gubernur (Bangub) dilaksanakan secara rutin hampir setiap tahun.

“Terdapat sembilan desa dengan keunggulan masing masing. Pada kesempatan adanya kunjungan lapangan peserta workshop Desa Vokasi Se-Jateng yang bertempat di Kudus, yaitu Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, kami perlihatkan binaan desa yang ada di Kudus,” kata Gufron, kepada MuriaNewsCom.

Kesembilan desa itu, memiliki keunggulan dan ciri khas masing masing. Diawali dengan Desa Dukuh Waringin, Dawe dengan jeruk pamelo dan madu, Desa Karang Malang, Gebog yang unggul bidang batik, Desa Klumpit bidang konveksi, Desa Megawon berupa kerajinan sangkar burung, dan Desa Bakalan Krapyak pengrajin sandal dan tas.

Selanjutnya, Desa Ngembalrejo sebaagai penghasil genting, Desa Hadipolo dengan pisau, Desa Undaan Lor dengan unggulan kuliner khas wedang coro dan terakhir di Desa Padurenan yakni ada bordir icik, pengrajin kain perca, konveksi kaos, sablon, hingga kuliner.

“Di Padurenan memang banyak pengrajin. Untuk itulah tempat ini dipilih. Produk unggulan juga kami hadirkan,” tambahnya.

Kabid PNFI Moch Soleh menambahkan, progam tersebut memiliki arahan mengangkat potensi ekonomi desa setempat, melalui bidang wirausaha. Sehingga dalam pelaksananya, masyarakat desa yang merancang kebutuhan, termasuk dengan mencari pengajar yang diinginkan.

“Jadi kami hanya sebagai fasilitator. Kebutuhan dan arahan pihak desa yang menentukan secara langsung,” imbuhnya

Dia menjelaskan, tahun ini diagendakan penambahan satu desa yang mengikuti progam Vokasi. Desa tersebut adalah Desa Jepang, Kecamatan Mejobo dengan andalannya anyaman bambu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
70 Orang Perwakilan Rintisan Desa Vokasi Se-Jateng Kunjungi 

Cara Jitu Ini Bakal Buat Desa di Jepara Lebih Berpotensi dan Sejahtera

Wakil Bupati Jepara Subroto saat melihat kondisi bibit sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kembang Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Wakil Bupati Jepara Subroto saat melihat kondisi bibit sebelum diberikan kepada warga di Kecamatan Kembang Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mengembangkan potensi melalui program desa vokasi. Wakil Bupati Jepara, Subroto mengatakan, vokasi desa adalah penguasaan keahlian terapan tertentu sehingga seseorang mempunyai keahlian siap pakai atau bisa mandiri dalam bekerja. Kecakapan vokasional yang dibelajarkan bernilai ekonomi tinggi dan memiliki keunikan/keunggulan lokal.

”Dengan demikian desa vokasi adalah kawasan desa/kelurahan yang menjadi sentra penyelenggaraan kursus atau pelatihan berbagai kecapakan vokasional dan pengelolaan unit-unit usaha baik produksi maupun jasa yang berdasarkan keunggulan lokal dalam dimensi sosial, budaya dan lingkungan,” katanya, Sabtu (5/3/2016).

Menurutnya, desa vokasi merupakan kawasan desa atau kelurahan yang mengembangkan berbagai layanan pendidikan keterampilan vokasi dan kelompok-kelompok usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan produk maupun jasa atau karya lain. Tentu saja, yang bernilai ekonomi tinggi, bersifat unik dengan menggali dan mengembangkan potensi desa yang memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kearifan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, program pengembangan desa vokasi merupakan wujud implementasi program pendidikan kecakapan hidup. Kewirausahaan dalam spektrum perdesaan dengan pendekatan kawasan, yaitu kawasan perdesaan. Program desa vokasi dimaksudkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan lingkungan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dan pemanfaatan potensi lokal.

”Melalui program desa vokasi ini diharapkan terbentuk kawasan desa yang menjadi sentra beragam vokasi dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Pemuda dan Olahraga pada Disdikpora Jepara Amin Ayahudi mengatakan, program pendidikan kecakapan hidup desa vokasi merupakan wujud implementasi program pendidikan kecakapan hidup dalam spektrum pedesaan dengan pendekatan kawasan, yaitu kawasan pedesaan.

”Warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumber daya yang ada di wilayahnya, sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni