Di Temulus Mejobo Kudus, Warga Marah Gara-gara Kotoran Kerbau

Foto Pemblokadean jalan dengan material di RT 4 RW 3 Temulus, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Foto Pemblokadean jalan dengan material di RT 4 RW 3 Temulus, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pemblokiran jalan desa di RT 4 RW 3 oleh warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Senin (30/11/2015) sore, membuat heboh.

Sebab, alasan pemblokiran jalan bukan karena hal yang biasa. Tapi luar biasa. Ya, semua karena banyaknya kotoran kerbau dari hewan yang dimiliki warga.

Salah satu warga Kiyo mengatakan, warga sekitar memblokir jalan dengan material. Tujuannya agar penggembala atau peternak kerbau yang selalu melewati jalan, tidak lewat. “Biar peternak tidak bisa lewat jalan ini,” katanya.

Diketahui, jalan di RT 4 RW 3 ini merupakan jalan penghubung antardesa. Yaitu Temulus, dan Kesambi Kecamatan Mejobo. Di jalan ini terdapat berbagai RT dan RW.Di antaranya yakni RT 4 RW 3, RT 3 RW 4, RT 4 RW 4, dan RT 5 RW 4. Selain itu juga di jalan itu terdapat dua sekolah dasar.

Salah satu peternak kerbau Kasrin mengaku bingung dengan pemblokiran jalan. “Bila kita dilarang melintasi jalan ini lagi, maka kita harus bagaimana? Toh kita berternak kerbau juga sejak tahun 1970-an dan itupun tidak ada masalah,” jelas Kasrin.

Dia menuturkan, di Desa Temulus ada beberapa peternak kerbau. Seperti Gunadi, Kandar, Sumadi dan Anshori. Dia berpendapat, bila pihak desa menginginkan kerbau tidak boleh melintas, maka sama saja tidak boleh dipelihara di rumah masing-masing. “Desa harus menyediakan tempat yang layak untuk kerbau,” ujarnya menimpali.

Kepala Dusun Desa Temulus, Sumijan mengatakan, antara warga yang memblokir jalan dan para peternak sudah dikumpulkan. Dan mereka sepakat bahwa 1 Desember 2015, kerbau itu tidak diperbolehkan melintasi semua jalan kampung.

“Nantinya para peternak kerbau bisa memindahkan hewan ternaknya di tempat yang sudah kami persiapkan. Yakni di area persawahan selatan Desa Temulus. Tempat itu juga dahulunya sebagai kandang kerbau atau sapi bantuan dari pemerintah,” jelas Sumijan.

Kepala Desa Temulus, Purwati menuturkan desa akan berupaya bisa memfasilitasi pembuatan kandang kerbau. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Kalau Mau jadi Kaya dari Ternak, Ikuti Trik Ini

kunci-kaya-jadi-ternak

Peternak sapi mengembangkan ternaknya di Desa Temulus, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu peternak sapi di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Masiran berharap warga bisa memanfaatkan ternaknya secara maksimal.

Hal itu disampaikan agar warga bisa memanfaatkan usaha peternakan ini untuk memenuhi kebutuhan saat banjir melanda.

“Bila peternakan digarap, ditekuni dengan maksimal, maka hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Serta untuk bisa menabung. Mengingat desa ini saat hujan kerap terendam banjir. Hal itu membuat harga kebutuhan mahal,” kata Masiran.

Selain itu, lanjut Masiran, meskipun hewan ternak merupakan pemberian dari pemerintah, tetapi warga harus bisa berterimakasih. Caranya dengan memaksimalkan ternak untuk bisa mengembangkannya menjadi lebih baik.

Masiran dan 39 peternak lainnya akan tetap berusaha mempertahankan pekerjaannya. tersebut. Meskipun terkadang ada kendala atau permasalahan yang ada.

Dia menilai, bila setiap peternak mau mengembangkan usaha ternaknya, maka dijamin akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Serta tidak menutup kemungkinan akan mampu membuat sentra usaha ternak.

“Ya Alhamdulillah sampai saat ini sapi yang masih bertahan untuk bisa dikembangkan masih sekitar 40 ekor. Yang terdiri dari jenis Limosin dan Brahma. Selain itu untuk ternak kambing sendiri bisa mencapai 500an ekor,” ujarnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Sawah Kebanjiran, Warga Temulus Punya Cara Lain Dapatkan Penghasilan

Warga-temulus

Salah satu kandang sapi milik warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, memang terkenal dengan julukan wilayah berlangganan banjir. Kondisi tersebut lantaran letak desa berada di dataran rendah yang menjadi muara aliran Sungai Dawe dan Gandongan, yaitu berada di ujung selatan Kecamatan Mejobo.

Kepala Desa Temulus Purwati mengutarakan, julukan itu memang tidak ditampik oleh semua warga. Selain itu, dengan adanya banjir yang datang di setiap tahunnya itu juga otomatis merusak tanaman padi warga.

Dia menilai, dengan adanya musibah banjir membuat warga semakin pintar memutar otak. Yaitu bertahan hidup dengan cara beternak. Baik itu beternak sapi atau kambing. Dan saat ini desa tersebut mempunyai sebanyak 150 kandang kambing yang dimiliki warga, untuk dijadikan sumber penghasilan selain bertani.

”Tidak hanya kambing, 30 warga kami juga menekuni ternak sapi. Sehingga pekerjaan tersebut dijadikan modal hidup di saat banjir melanda,” papar Purwati.

Menurutnya, dengan menekuni peternakan tersebut secara otomatis pihak warga bisa meningkatkan ekonominya. Sebab mereka tidak bisa mengandalkan pendapatan sepenuhnya pada hasil pertanian.

Pihak desa juga ikut berupaya, agar warganya yang belum mempunyai kelompok atau usaha ternak bisa memiliki usaha serupa. Yaitu dengan cara memberikan arahan atau informasi terkait peternakan, dan meminta dinas terkait memberikan bantuan bibit ternak.

”Kami berkeinginan, warga yang belum mempunyai pekerjaan ternak selain bertani bisa berkoordinasi dengan pemdes. Sehingga kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk meminta bantuan,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

 

Penyebab Kebakaran Rumah Milik Warga Temulus Diduga Korsleting Listrik

kebakaran (2) (e)

Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang menghanguskan rumah milik Sunhaji (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA –Penyebab kebakaran yang menimpa rumah kosong milik pasangan suami istri Sunhaji  dan Nur Indah Sari (23), warga Desa Temulus RT 06/ RW 02 Kecamatan Randublatung pada Jumat pagi, diduga karena korsleting listrik. Lanjutkan membaca

Lagi, Satu Rumah Warga Ludes Dilalap Sijago Merah

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di rumah milik  Sunhaji (MuriaNewsCom/PRIYO)

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di rumah milik Sunhaji (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Rumah milik pasangan suami istri Sunhaji (28) dan Nur Indah Sari (23), warga Desa Temulus RT 06/ RW 02 Kecamatan Randublatung ludes terbakar, pada Jumat pagi.

Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, karena dalam sebulan terakhir rumah tersebut dalam kondisi kosong. Pemiliknya ikut menetap orang tuanya yang berada di samping rumah. ”Saya lihat api sudah besar dari rumah bagian tengah, tepatnya dekat ground listrik pemilik rumah,” ujar Ketua RT 06 Sarjani.

Melihat kobaran api yang semakin membesar, pihaknya langsung berteriak minta tolong dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sambil menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan.

“Saya bersama warga langsung menyelamatkan dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya,sambil menunggu tim pemadam kebakaran dari BPBD datang,” ungkapnya.

Meski empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam peristiwa ini, namun, rumah sudah ludes karena api yang begitu cepat menjalar. (PRIYO/KHOLISTIONO)