Barongan di Desa Barongan Terus Dilestarikan

Barongan (e)

Pagelaran barongan sering ditampilkan pada acara-acara besar di daerah Kudus, karena sebagai salah satu kebudayaan yang dimiliki Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Kesenian Barongan di Desa Barongan, terus dilestarikan hingga kini. Masyarakat di Desa Barongan terus melestarikan kesenian Barongan salah satunya dengan mempertunjukkannya pada kegiatan kirab dan even besar.

Kepala Desa Barongan Bambang J mengatakan, masyarakat tidak canggung lagi memainkan barongan. Terlebih saat keramaian seperti 17an dan kegiatan keramaian desa lainnya.

”Banyak masyarakat yang sudah pandai memainkan barongan. Meski budaya lokal, namun warga sangat menikmatinya karena warisan sejarah,” katanya.

Bahkan, anak-anak desa tersebut juga pandai memainkannya untuk kebutuhan lainnya. Sepeti menjelang 17an tahun lalu, sejumlah anak-anal asal Barongan memainkan barongan untuk mendapatkan dana yang digunakan untuk kemeriahan kegiatan 17an. (FAISOL HADI/TITIS W)

Budaya Lokal Minta Terus Dipertahankan

Kirab budaya dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kirab budaya dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sunardi berharap kirab budaya, seperti halnya dalam rangka haul Mbah Barong, dapat dilaksanakan secara rutin. Apalagi, hal itu merupakan salah satu budaya lokal.

”Budaya lokal harus tetap ada, juga harus dijaga secara bersama seperti lewat kegiatan semacam ini.Karena, hal ini bisa mengenalkan kepada masyarakat luas, mengenai budaya atau tradisi lokal yang dimiliki Kabupaten Kudus,” katanya MuriaNewsCom.

Camat Kota Kholid Seif sendiri sangat mengapresiasi kegiatan warga di kecamatan tersebut. Sebagai camat, dia sangat senang dengan dilaksanakannya kegiatan semacam itu.

“Mudah-mudahan dapat terus dilakukan setiap tahun. Bukan hanya kali ini saja. Namun pada tahun-tahun berikutnya akan semakin ramai dan makin meriah,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ada “Macan Putih” Dalam Kirab Barongan

 Kirab budaya dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kirab budaya dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pada kirab budaya di Desa Barongan, terdapat sebuah “macan raksasa” yang memadati jalan rute kirab. Macan tersebut diarak keliling kampung dengan diangkat oleh sejumlah warga.

Macan Putih tersebut merupakan satu dari sekian banyak karya warga yang diarak keliling kampung. Barongan ini sendiri merupakan simbol dari nama desa.

Kehadiran macan putih tersebut menjadi perhatian banyak masyarakat. Ukurannya yang besar, membuat butuh empat orang untuk dapat mengangkatnya. “Dalam kegiatan ini, juga ada atraksi dari berbagai peserta kirab,” ujar Wahyu, panitia kegiatan.

Selain macam raksasa, dalam kirab ada pula pertunjukan barongsai lengkap dengan naga . Selian itu, yang tidak kalah menyita perhatian warga adalah adanya Baja Hitam dan Power Rangers yang juga ikut dalam kirab tersebut. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Warga Barongan Rebutan Nasi Berkah

Nasi berkah yang diarak pada kirab budaya, dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Nasi berkah yang diarak pada kirab budaya, dalam rangka haul Mbah Barong (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Puluhan warga Desa Barongan, Kecamatan Kota memperebutkan nasi berkah yang diarak keliling kampung, Rabu (28/10/2015). Para warga memperebutkan nasi yang diarak tersebut, lantaran oleh masyarakat sekitar dipercaya bisa mendapatkan berkah jika memakan nasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Barongan Bambang J. Menurutnya kegiatan rebutan nasi berkah tersebut, dilakukan setiap tahun, yakni pada kirab budaya yang dilakukan setiap 15 Muharram.

“Tiap tanggal itu dilakukan haul cikal bakal Desa Barongan, yakni Mbah Barong. Jadi dengan memakan nasi berkah itu, dipercaya bisa mendapatkan keberkahan,” katanya usai kirab sore tadi.

Menurutnya, sesuai dengan namanya, desa tersebut juga kaya dengan barongan. Sejumlah pemuda dan orang dewasa menampilkan atraksi barongan yang jelas menjadi simbol desa tersebut.

Panitia pelaksana Wahyu Surya Irawan menjelaskan, peserta yang mengikuti kirab merupakan warga desa setempat, yang berasal dari lima RW. Tak ketinggalan juga dari kalangan pelajar. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Desa Barongan Kudus Bakal Kembangkan Usaha Jamu Tradisional

 Faris, saat mengemas jamu tradisional hasil buatannya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Faris, saat mengemas jamu tradisional hasil buatannya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu usaha jamu tradisional yang kini sudah digeluti sebagian warga Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus, kini terus dikembangkan.

Faris Masruchin, salah satu pelaku usaha jamu tradisional mengatakan, jika dirinya berkeinginan usaha tersebut bisa terus berkembang di desanya. Sehingga, jamu tradisional buatan warga Desa Barongan, nantinya bisa semakin terkenal.

Dengan begitu, katanya, usaha tersebut bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat dan bisa membukan lapangan kerja. Karena, usaha ini cukup prospektif untuk pemasarannya.

“Yang penting usaha jamu tradisional ini bisa di wariskan pada anak cucu kita. Sebab, jamu tradisional ini merupakan minuman asli indonesia. Karena bahan bakunya terbuat dari temu lawak, kayu manis, kapulogo dan cengkeh,” kata Faris.

Dirinya berharap, usaha seperti ini ada perhatian khusus dari pemerintah, sehingga keberlangsungan usaha tersebut terus ada.

“Sebenranya tahun 2014 lalu, kami juga penah diundang oleh dina terkait untuk diberikan arahan dan bimbingan,dalam pengembangan usaha ini. Namun,untuk bantuan hingga saat ini memang masih belum ada,” katanya.

Menurutnya, jika usaha ini dikembangkan secara bersama, baik antara pemerintah dengan warga, maka dirinya yakin, jika secara perlahan, Desa Barongan bisa menjadi sentra pembuatan jamu tradisional. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Wah..Wah.., Desa Barongan Bakal Disulap Jadi Sentra Kuliner Tradisional

Salah satu industri rumah tangga yang ada di Desa Barongan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu industri rumah tangga yang ada di Desa Barongan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus, bertekad akan menjadikan desa tersebut sebagai sentra kuliner. Letak desa yang masih berada di jantung kota, membuat pemerintah desa yakin, jika hal itu akan terwujud.

Kepala Desa Barongan Bambang Juniatmoko menjelaskan, sebenarnya di desa tersebut sudah ada beberapa usaha makanan tradisional. Baik mulai dari makanan kecil hingga kuliner khas desa tersebut.

Namun, jika pemerintah desa tidak memberikan support terkait keberadaan makanan khas desa setempat, dikhawatirkan lambat laun akan hilang seiring perkembangan zaman. Padahal, hal itu bisa menjadi daya tarik masyarakat dari luar daerah.

”Kami juga selalu berkoordinai dengan dinas terkait, agar bisa memberikan pelatihan terhadap masyarakat dan juga bantuan. Supaya industri makanan tradisional ini bisa terangkat,” paparnya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan dari dinas terkait, secara tidak langsung akan bisa memberikan arahan bagi mereka yang berkecimpung dalam industri kuliner tradisional.

Dengan adanya kerjasama pemdes dan dinas terkait, diharapakan dapat membuat pelaku usaha UMKM bisa lebih berkembang.

“Meskipun pelakau kuliner tradisional ini masih sedikit, namun setidaknya bila UMKM itu dibangkitkan, maka warga yang lain juga bisa ikut berperan serta mengembangkan uasaha tesebut,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)