2 Terduga Teroris Ditangkap di Tegal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal –  Densus 88 Antiteror Polri, menangkap dua orang terduga teroris di Kabupaten Tegal, Minggu (13/8/2017). Aksi itu sontak menggegerkan wilayah kabupaten tersebut.

Kedua terduga teroris itu bernama Gilang, warga RT 01 RW II, Kelurahan Kudaile, Kecamatan Slawi. Satu lagi adalah Ahmad Goni, warga RT 07 RW II Kelurahan Kudaile.

Keduanya ditangkap Densus, pukul 13.00 WIB. Densus ditangkap di wilayah Kota Tegal, dan Goni ditangkap di rumahnya di Kudaile.

Ibu Ahmad Goni, Rusmiyati (48) mengatakan dia tak percaya dengan penangkapan. Rusmiyati baru tahu jika anaknya ditangkap, dari salah satu keponakan dan ketua RT setempat.

“Saya tahunya dari keponakan dan Pak RT. Kata keponakan, ‘bulik, Goni itu dibawa polisi’. Pakai mobil. Dia lihat dari kejauhan,” ungkap Rusmiyati.

Sedangkan kata Ketua RT 07, Edi Mainur kepada Rusmiyati, Abdul Goni ditangkap polisi. Bahkan Edi juga bertemu dengan Densus saat penangkapan.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW II Kelurahan Kudaile, Gunawan mengatakan, keseharian Gilang adalah tukang servis.”Gilang itu tukang servis. Setahu saya orderan kerjanya. Kesehariannya seperti apa, saya tidak tahu persis, saya tidak mantau,” ujarnya.

Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo mengatakan, Densus memang melakukan penangkapan dua warga Tegal. “Memang betul ada penangkapan dua warga Tegal. Keduanya ditangkap Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Heru, Senin (14/8/2017).

Heru mengaku tak tahu apakah yang ditangkap itu terlibat terorisme atau tidak.”Kami hanya menerima pemberitahuan penangkapan itu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa terduga teroris berhasil ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari. Dari beberapa terduga teroris tersebut salah satunya ternyata ditangkap di wilayah Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono dikabarkan juga ikut diamankan.

Kabar penangkapan terduga teroris di Desa Ketangirejo tersebut sempat bikin kaget warga. Sebab, mereka tidak mengenal sosok Sugiyono.

Dari keterangan warga, Sugiyono dan istrinya, sama-sama bukan berasal dari desa itu. Ibu mertuanya yang bernama Suyati saat ini memang tinggal di Desa Ketangirejo setelah menikah lagi dengan Suhadi, warga setempat. Sebelumnya, Suyati merupakan warga dari Kecamatan Karangrayung.

Sugiyono bersama istri dan ketiga anaknya belum lama berada di rumah mertuanya. Selama berada di rumah mertuanya, pasangan suami istri itu jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Kepala Desa Ketangirejo Slamet Susanto kepada wartawan menyatakan, proses penangkapan berlangsung lancar tanpa ada perlawanan. Menurutnya, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, dia didatangi personel kepolisian berpakaian sipil.

“Sekitar lima sampai enam orang yang datang ke rumah untuk memberitahukan penangkapan. Terkait ini, saya minta agar penangkapan tidak menimbulkan kegaduhan dan kepanikan warga,” jelasnya pada wartawan.

Menurut Slamet, Sugiyono bukan warganya tetapi berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Dia berada di desanya untuk bertamu ke rumah mertuanya. “Selama ada di sini tidak pernah keluar rumah dan laporan ke RT atau RW,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami