Selain di Pati, 4 Paslon yang Diusung Demokrat Menang pada Pilkada 2017 di Jateng


Ratusan kader Partai Demokrat Pati menghadiri sosialisasi empat pilar di salah satu hotel di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lima dari tujuh pasangan calon yang diusung Partai Demokrat memenangkan pilkada yang berlangsung 15 Februari 2017 di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Djoko Udjianto di sela-sela kunjungannya di sejumlah tempat yang terdampak banjir di Pati, Selasa (21/2/2017).

Kelimanya adalah Kabupaten Pati, Brebes, Cilacap, Banjarnegara, dan Salatiga. Sementara itu, dua paslon yang diusung Partai Demokrat di Jepara dan Batang mengalami kekalahan pada perhitungan real count yang dilakukan KPU.

“Awalnya, kita punya target memenangkan paslon yang diusung sebanyak 35 persen. Namun, sebuah kejutan muncul di Jawa Tengah. Lima dari tujuh paslon yang diusung Demokrat menang. Artinya, Partai Demokrat di Jawa Tengah mengalami 70 persen kemenangan pada Pilkada 2017,” ujar Djoko.

Kendati hal itu didasarkan pada real count, tetapi pihaknya masih tetap menunggu hasil perhitungan manual yang dilakukan KPU. Dia berharap, kemenangan lima paslon yang diusung di Jawa Tengah bisa menjadi modal bagi Partai Demokrat untuk meraih kemenangan pada Pileg dan Pilpres 2019.

“Kader kita betul-betul solid dan sadar bahwa kita akan meraih kemenangan kembali pada 2019. Saya melihat kader sudah betul-betul militan. Saya berharap, Demokrat bisa meraih kembali kemenangan dengan cara Pemilu yang berbudaya dan demokratis,” ucapnya.

Di Pati, Demokrat berhasil memenangkan paslon tunggal Haryanto-Saiful Arifin bersama tujuh parpol lainnya seperti PDIP, Golkar, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, dan PKS. Suksesi paslon tunggal sempat mendapatkan perlawanan dari relawan kotak kosong, kader Partai NasDem, dan beberapa kader parpol pengusung yang sempat ditengarai mengalami perpecahan seperti PKB dan PDIP.

Kendati perlawanan untuk paslon tunggal sempat berlangsung sengit, tetapi Haryanto-Arifin berhasil meraih 74,52 persen dan kotak kosong 25,48 persen dalam hitungan real count KPU Pati. Perolehan suara Haryanto-Arifin tersebut berada di bawah dari target 80 hingga 90 persen suara.

Editor : Kholistiono

Anggota DPR RI Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Pati

Anggota DPR RI Djoko Udjianto (kanan) bersama kader Partai Demokrat mengirim bantuan logistik di Desa Banjarsari, Gabus, Pati, Senin (20/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Djoko Udjianto menyalurkan bantuan logistik untuk korban banjir di tiga kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak banjir, Senin (20/2/2017).

Didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Tengah Kartina, dan jajaran Pengurus DPC Demokrat Pati, ratusan logistik disalurkan ke Desa Sinoman dan Mustokoharjo, Kecamatan Pati, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus dan Desa Srikaton, Kecamatan Kayen.

Keempat desa tersebut dianggap darurat, karena masih terkena dampak banjir sampai sekarang. “Kami ikut prihatin, karena di Pati ini berulang-ulang terjadi banjir setiap tahunnya. Karena itu, bantuan logistik ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” ucap Djoko.

Menurutnya, penyebab banjir di Pati yang berulang berasal dari pendangkalan Sungai Silugangga. Saat itu, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan eskavator untuk membersihkan pendangkalan sungai, pelabuhan perikanan dan berbagai hal yang menyebabkan pendangkalan sungai.

Namun, upaya itu saja dianggap tidak cukup tanpa ada tata kelola daerah aliran sungai (DAS) yang baik dan benar. Karenanya, butuh gerakan moral untuk memperbaiki DAS yang baik di kawasan tersebut agar banjir tidak kembali berulang setiap tahunnya.

“Ke depan, kami akan usulkan kembali kepada Menteri PU maupun Menteri Kelautan. Nanti akan kami bicarakan secara khusus mengenai penanganan Sungai Silugangga. Bila tidak segera diatasi akan membuat banjir di daerah sekitarnya setiap musim penghujan,” tandas Djoko.

Editor : Kholistiono

Kader Demokrat di Pati Diminta Perdalam Wawasan Pancasila

Anggota DPR RI Djoko Udjianto (kiri) meminta kepada kader Demokrat di Pati untuk memperdalam wawasan Pancasila, Senin (20/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan kader Partai Demokrat di Pati diminta untuk memperdalam wawasan Pancasila. Pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila diharapkan bisa ikut memperkuat NKRI di tengah gelombang isu SARA yang menerpa NKRI, baru-baru ini.

Hal itu ditegaskan Anggota MPR RI Dr Djoko Udjianto dalam Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara: Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara di Hotel Gitrary Perdana, Pati, Senin (20/2/2017). “Kader Partai Demokrat harus bisa mengamalkan Pancasila d tengah situasi bangsa yang diterpa badai isu SARA dalam beberapa waktu terakhir,” ucap Djoko.

Menurutnya, Pancasila diciptakan para founding fathers bangsa sebagai perekat, dasar negara yang landasan hukumnya sangat kuat. Pancasila diciptakan sebagai dasar negara, karena realitas kehidupan Indonesia yang serba plural, majemuk dan berbeda-beda.

Karenanya, butuh alat pemersatu yang menyatukan negara-bangsa yang terdiri dari beragam agama, suku, ras, bahasa dan budaya. Alat pemersatu bernama Pancasila itulah yang menurutnya harus dirawat demi keberlangsungan NKRI di masa depan.

“Di negara lain, negara yang tidak majemuk saja bisa bercerai-berai. Di Indonesia, negara yang sangat kaya akan keberagaman ini bisa bersatu dalam ikatan Pancasila. Tak jarang, beberapa negara lain datang ke Indonesia untuk belajar Pancasila sebagai pengikat keberagaman. Sebagai Wakil Ketua Partai Demokrat, saya menyampaikan pesan dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar kader partai Demokrat di Pati bisa mendalami dan mengamalkan Pancasila,” kata Djoko.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengaku siap menginstruksikan para kadernya untuk lebih mendalami Pancasila. Dengan demikian, kader Demokrat diharapkan tidak hanya paham politik saja, tetapi juga tahu hak dan kewajiban berbangsa, bernegara, serta bermasyarakat.

“Pancasila akan menjadi landasan bagi kader Demokrat untuk berpolitik, sehingga terwujud politik yang bermartabat. Dengan Pancasila, kami ingin Pati tercipta iklim yang aman, adil dan sejahtera. Politik mesti menjunjung tinggi semangat persatuan, keadilan sosial, demokratis, dan nilai-nilai Pancasila lainnya,” tandas Joni.

Editor : Kholistiono

Ribuan Nasi Bungkus Kembali Dibagikan untuk Korban Banjir di Pati

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati naik perahu menuju perkampungan Karangrowo, Jakenan untuk membagikan nasi bungkus, Jumat (17/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Banjir yang menggenang sejumlah daerah di Kabupaten Pati masih terjadi hingga Jumat (17/2/2017). Berbagai bantuan muncul dari berbagai pihak, menyusul genangan air akibat banjir belum surut.

Salah satunya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati. Anggota DPRD Jateng yang tinggal di kawasan Gembleb, Pati ini turun ke Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan untuk meninjau banjir.

Di sela-sela peninjauan banjir, perempuan yang akrab disapa Bu Ina ini membagikan ribuan nasi bungkus kepada korban banjir. Meski bantuan tersebut diakui tidak seberapa, tetapi dia berharap bisa meringankan beban korban terdampak banjir.

“Beberapa warga memang tidak bisa memasak, karena rumahnya kemasukan air. Sampai sekarang, banjir masih belum juga surut meski curah hujan mulai berkurang. Kami berharap, nasi bungkus ini memberikan manfaat kepada korban banjir,” ucap Kartina.

Sebelum bertolak ke perkampungan, Ina dan rombongan harus menggunakan perahu karena genangan air cukup tinggi. Mereka diantar sejumlah relawan dan penduduk setempat, sebelum membagikan nasi bungkus ke posko pengungsian.

Editor : Kholistiono

Demokrat Berikan Santunan Sembako untuk Korban Banjir di Pati dan Juwana

Pengurus DPC Partai Demokrat menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Pati, Selasa (14/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati memberikan lebih dari seratus sembako kepada korban banjir di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Desa Doropayung, Desa Bumirejo, dan Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana, Selasa (14/2/2017).

Empat desa tersebut terendam banjir sejak dua minggu yang lalu dan belum surut hingga sekarang. Hal itu yang mengetuk hati para kader DPC Partai Demokrat untuk iuran dan menyalurkan sembako ke sejumlah masyarakat terdampak banjir.

“Sangat mendadak sekali, saya lihat masih ada sejumlah daerah yang terendam banjir sangat lama. Sampai-sampai, mereka tidak bekerja sehingga butuh bantuan. Saat itu juga, kami sepakat iuran untuk memberikan bantuan sembako untuk ikut membantu kebutuhan sehari-hari,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto.

Partai Demokrat sebetulnya memiliki relawan tanggap bencana. Namun, sebagian besar tim tanggap bencana yang merupakan Ketua Ranting Partai Demokrat Pati tengah sibuk mempersiapkan pencoblosan Pilkada Pati yang akan berlangsung Rabu (15/2/2017).

Hal itu yang membuat Joni terjun ke lapangan bersama sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat. “Kami sebetulnya punya tim tanggap bencana. Berhubung lagi sibuk mempersiapkan pilkada besok, kami akhirnya bergerak cepat. Sebab, informasi dari lapangan yang saya terima, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan mengingat banjir masih merendam dan belum surut,” kata Joni.

Hartini, salah seorang warga Desa Bumirejo menuturkan, rumahnya terendam banjir sejak dua minggu yang lalu. Aktivitas warga sempat lumpuh, karena rata-rata banjir merendam rumah setinggi 80 cm.

“Terendam sejak dua minggu yang lalu. Hari ini sudah surut sekitar 15 cm, tinggal selutut orang dewasa. Kemarin-kemarin, air sempat masuk rumah setinggi pusar orang dewasa,” ungkap Hartini.

Karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mengirimkan bantuan untuk warga. Bantuan sembako yang diterima akan digunakan untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Dia berharap, air segera surut sehingga bisa beraktivitas dan kerja seperti biasanya.

Editor : Kholistiono

Begini Sikap Demokrat Tanggapi Pernyataan Tasiman yang Anggap Parpol di Pati Gagal Didik Kader

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. Dia menanggapi statement Tasiman yang menganggap parpol gagal mendidik kadernya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. Dia menanggapi statement Tasiman yang menganggap parpol gagal mendidik kadernya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pernyataan tokoh senior PDI Perjuangan, Tasiman yang menganggap partai politik di Pati gagal mendidik kader, menuai reaksi dari para petinggi parpol di Kabupaten Pati. Salah satunya, Partai Demokrat yang tidak terima bila kader parpol di Pati disebut tidak berkualitas.

“Delapan parpol mengusung Haryanto-Saiful Arifin itu bukan berarti parpol gagal dalam melakukan kaderisasi. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan parpol untuk menentukan koalisi. Tudingan itu tidak benar,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, Jumat (30/09/2016).

Dalam mengusung pasangan calon, kata Joni, parpol mengakomodasi keinginan dan suara masyarakat di tingkat bawah. Bahkan, Demokrat sendiri sebetulnya memiliki banyak kader potensial yang siap dijadikan sebagai calon pemimpin pada Pilkada Pati 2017. Namun, siap saja dianggap tidak cukup bagi Demokrat.

Sebab, Demokrat memperhatikan tiga hal sebelum menentukan siapa yang bakal diusung, di antaranya elektabilitas, dana, dan jaringan yang baik. “Dalam survei yang kita lakukan, hanya Haryanto dan Saiful Arifin yang layak maju,” tutur Joni.

Dengan munculnya Haryanto-Arifin dalam survei, pihaknya mengaku tidak egois dan memaksakan diri untuk mengusung dari internal Demokrat. Pilihan dan keinginan masyarakat yang ingin incumbent maju harus dihargai. Karena itu, Demokrat mengusung Haryanto-Arifin sebagai bentuk upaya parpol untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Pati. “Dalam demokrasi, daulat rakyat yang paling tinggi,” ucap Joni.

Sebelumnya, Tasiman secara blak-blakan menyebut tidak ada satu parpol di Pati yang berhasil menyelenggarakan pendidikan politik kepada kadernya. Kegagalan tersebut disebabkan tidak ada satu tokoh parpol pun yang diusung pada Pilkada 2017, sehingga kader disebut tidak ada yang layak untuk maju menjadi pemimpin.

Editor : Kholistiono

Polisi Didesak Usut Tuntas Pelaku Teror di Pati

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto (kanan) bersama dengan Bakal Cawabup Pati Saiful Arifin dalam acara HUT Partai Demokrat di Mojoagung, Trangkil, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto (kanan) bersama dengan Bakal Cawabup Pati Saiful Arifin dalam acara HUT Partai Demokrat di Mojoagung, Trangkil, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto mendesak agar polisi bisa mengusut tuntas pelaku teror mirip bom bernuansa politis di depan Kantor DPRD Pati dan Rumah Dinas Sekda Pati, Rabu (07/09/2016) lalu.

“Kejadian itu sudah beberapa kali terjadi. Kita sudah mencurigai otak di belakang teror bom bernuansa politis. Itu perbuatan orang-orang yang ingin memunculkan isu jelek tentang Saiful Arifin supaya terdengar sampai pusat,” ujar Joni ,  Jumat (09/09/2016).

Menurutnya, kampanye hitam sudah biasa dalam dunia politik. Namun, kampanye hitam berbentuk teror bom yang sudah meresahkan masyarakat mestinya segera ditindak tegas oleh petugas kepolisian.

“Kalau internal partai, kita tanggapi biasa. Sebab, hal yang berhubungan dengan keamanan, keresahan, dan rasa takut masyarakat sudah menjadi tugas polisi. Keberadaan kotak diduga bom di depan DPRD dan Rumah Dinas Sekda kemarin sudah mengganggu masyarakat. Jalan ditutup dan warga banyak yang resah,” ucap Joni.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi mengaku tengah menyelidiki kasus tersebut. Sebab, kamera CCTV yang ada di depan Rumah Dinas Sekda Pati ternyata tidak ada hardisknya sehingga diakui cukup menyulitkan penyelidikan.

Ditanya soal sidik jari, AKP Agung mengaku belum ada hasilnya. Karena itu, dia meminta kepada semua pihak untuk bersabar, karena kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan.

Editor : Kholistiono

 

Partai Demokrat Resmi Usung Haryanto-Saiful Arifin pada Pilkada Pati 2017

 Saiful Arifin (kedua dari kanan) bersama Haryanto menandatangani pakta integritas, setelah menerima surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Saiful Arifin (kedua dari kanan) bersama Haryanto menandatangani pakta integritas, setelah menerima surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, Senin (29/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat akhirnya mengeluarkan rekomendasi kepada Haryanto dan Saiful Arifin untuk maju sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati pada pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 mendatang.

Surat rekomendasi yang ditandatangani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Hinca IP Pandjaitan tersebut diterima Haryanto dan Saiful Arifin di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta, Senin (29/8/2016). Sebelum menerima rekomendasi, Haryanto dan Saiful Arifin menandatangani pakta integritas yang sudah menjadi budaya politik berdasarkan etika yang bersih, cerdas, dan santun di Partai Demokrat.

Hadir dalam penyerahan rekomendasi, di antaranya Sekjen DPP PD Hinca Pandjaitan, Direktur Eksekutif DPP PD Fadjar Sampurno, Wakil Sekjen DPP PD Andi Timo Pangerang, Anggota KPP DPP PD Gana Febrana, Sekretaris DPP PD Jateng A Dani Sriyanto, Pimpinan DPC PD Pati, dan kedua paslon yang diusung.

Dengan keluarnya surat rekomendasi tersebut, Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menginstruksikan kepada seluruh kader dan anggota Partai Demokrat untuk wajib mengusung dan memenangkan paslon Haryanto-Arifin. Bahkan, Hinca memerintahkan kepada Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Pati untuk tidak meninggalkan daerah, mulai H-3 sampai H+1 Pilkada Pati 2017.

“Setelah surat rekomendasi dari DPP ini keluar, kami mengimbau kepada seluruh kader, anggota, dan simpatisan untuk memenangkan Haryanto-Saiful Arifin. Pimpinan DPC Partai Demokrat Pati mesti bertanggung jawab secara penuh untuk mengamankan keputusan partai,” ujar Hinca.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Selasa (30/8/2016), Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengaku akan mengamankan mandat dari DPP dengan baik. Sejak surat rekomendasi itu turun, Joni akan menggerakkan seluruh mesin partai dengan baik dalam rangka mengawal, mengamankan, dan memenangkan paslon yang ditetapkan DPP Partai Demokrat.

“Saat ini, kami sudah menginstruksikan dengan tegas kepada jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga tingkat ranting desa supaya bisa mengawal paslon Haryanto-Arifin dengan baik. Pengawalan itu akan diperjuangkan hingga kedua paslon sukses dan menang dalam Pilkada Pati 2017,” kata Joni.

Editor : Kholistiono

Panwas Kaji Kasus Kampanye Hitam yang Mencatut Demokrat dan Golkar

Tim Desk Pilkada 2017 Partai Demokrat Dapil III Jateng Kartina Sukawati menyerahkan berita acara kasus kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat kepada Panwaskab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Tim Desk Pilkada 2017 Partai Demokrat Dapil III Jateng Kartina Sukawati menyerahkan berita acara kasus kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat kepada Panwaskab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pati 2017 segera melakukan kajian terkait dengan kasus kampanye hitam “Sri Susahid-Saiful Arifin” yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar. Hal itu disampaikan Ketua Panwaskab Pati, Achwan, Kamis (11/8/2016).

“Laporan dari DPC Partai Demokrat Pati berupa berita acara sudah kami terima. Hari ini, kami sudah memanggil saksi-saksi. Setelah tiga hari, putusannya nanti lewat pleno Panwaskab. Untuk masalah Pemilu sudah diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, perubahan UU Nomor 1 Tahun 2015,” kata Achwan.

Dalam agenda pleno tersebut, Panwaskab akan menentukan sikap dari kasus yang dilaporkan, apakah kasus itu masuk dalam pidana umum, administrasi, atau lainnya. “Ini adalah laporan pertama yang diterima Panwaskab. Kami akan sikapi dengan serius,” tutur Achwan.

Sementara itu, Tim Desk Pilkada 2017 Partai Demokrat Dapil III Jawa Tengah Kartina Sukawati rencananya tidak hanya melaporkan kasus kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat kepada Panwas. Pihaknya juga menyiapkan tim advokasi untuk menempuh jalur hukum.

Langkah hukum dirasa perlu bagi Partai Demokrat, supaya menjadi pembelajaran bersama untuk tidak seenaknya bermain mencatut simbol-simbol partai. Sebab, partai politik keberadaannya dilindungi undang-undang.

“Kita masih menunggu Panwaskab memberikan langkah-langkah selanjutnya. Kita diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi bila ada yang kurang. Meski demikian, langkah hukum sudah kami siapkan. Tim advokasi juga sudah dibentuk,” ucap Kartina.

Baca juga :Demokrat Lapor ke Panwaskab Pati Terkait Poster Kampanye Hitam Sri Susahid-Saiful Arifin

Editor : Kholistiono

 

Demokrat Lapor ke Panwaskab Pati Terkait Poster Kampanye Hitam Sri Susahid-Saiful Arifin

Ketua Panwaskab Pati Achwan menerima berkas laporan kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat, Kamis (11/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Panwaskab Pati Achwan menerima berkas laporan kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat, Kamis (11/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Tengah melaporkan adanya poster kampanye hitam Sri Susahid-Saiful Arifin yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar di Kantor Panwas Kabupaten Pati, Kamis (11/8/2016).

Dalam pelaporan tersebut, Tim Desk Pilkada 2017 Partai Demokrat Dapil III Jawa Tengah, Kartina Sukawati menyebut, Partai Demokrat menjadi korban kampanye hitam. Pasalnya, DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati sampai saat ini belum mengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati pada Pilkada 2017.

“Kami diminta untuk mendampingi DPC Partai Demokrat Pati dalam menangani kasus kampanye hitam yang mencatut logo Partai Demokrat yang seolah-olah mengusung Sri Susahid sebagai Calon Bupati Pati. Padahal, kita belum mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati, karena masih menunggu rekomendasi dari DPP,” ujar Kartina.

Selain itu, Kartina menilai, pencatutan logo Partai Demokrat tidak dibenarkan karena dilindungi oleh hukum. Karena itu, dia berharap agar laporan itu bisa ditindaklanjuti secara serius oleh Panwaskab Pati. “Ini menyangkut harga diri partai dan kondusivitas Pilkada Pati 2017. Kita serius untuk mengusut masalah ini sampai tuntas. Saat ini, kami masih menunggu Panwas untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Kartina.

Ketua Panwaskab Pati Achwan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada pelapor, mendalami saksi-saksi, dan kajian khusus. “Kami punya waktu tiga hari untuk melakukan kajian, pendalaman dan penilaian apakah kasus itu masuk pidana pemilu, sengketa atau apa,” tutur Achwan.

Editor : Kholistiono

 

Pelaku Kampanye Hitam ‘Sri Susahid-Saiful Arifin’ Diburu

 Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan logo Demokrat yang kena sasaran kampanye hitam. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan logo Demokrat yang kena sasaran kampanye hitam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Setelah dua kali kena sasaran kampanye hitam, Bakal Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang merupakan pemilik The Safin Hotel kembali mendapatkan kampanye hitam dengan dipasangkan Sri Susahid, Bakal Calon Bupati Pati dari jalur independen.

Padahal, Saiful Arifin rencananya akan maju sebagai wakil bupati bersama dengan petahana, Haryanto. Poster kampanye hitam itu tersebar di sejumlah ruas jalan dari RSUD Soewondo hingga kawasan Kajar, Trangkil, Pati. Bahkan, poster ini juga terlihat sampai di Kudus.

Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto tidak terima dengan poster yang disebut sebagai kampanye hitam itu, lantaran ada logo Partai Demokrat. Sebab, Partai Demokrat sendiri tidak mengusung Sri Susahid sebagai Bupati Pati sebagaimana yang ada dalam poster kampanye hitam.

Saking geramnya, Joni akan membuat tim khusus untuk memburu pelaku pembuat poster berisikan kampanye hitam yang mencatut logo Demokrat. “Kami akan buru pelaku. Kami juga akan kaji secara hukum apakah masuk kategori ranah hukum pidana atau tidak, karena di situ kami anggap terdapat pencemaran nama baik partai,” kata Joni kepada MuriaNewsCom, Rabu (10/8/2016).

Sebagai pimpinan Partai Demokrat di Pati, Joni mengaku tidak ingin ada pihak-pihak yang membuat suasana Pilkada Pati 2017 menjadi gaduh dan tidak kondusif. Langkah hukum yang akan ditempuh menjadi upaya agar pelaku menjadi jera. “Parpol dilindungi undang-undang, jangan dibuat main-main,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Beredar Poster Sri Susahid-Saiful Arifin yang Catut Logo Demokrat dan Golkar

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan poster black campaigne yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan poster black campaigne yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Poster yang menjadi bagian dari kampanye hitam kembali menyerang Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati yang akan berpasangan dengan Haryanto. Poster kampanye hitam itu tersebar di depan RSUD Soewondo hingga sekitar Desa Kajar, Trangkil, Pati.

Dalam poster tersebut, Saiful Arifin dipasangkan dengan Sri Susahid, bakal calon bupati yang akan mendaftar melalui jalur independen. Kedua foto tersebut bertuliskan “Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022”.

Parahnya, terdapat logo Partai Demokrat dan Golkar pada bagian atas. Hal itu yang mengundang reaksi keras dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. “Kader-kader kami menemukan di kawasan depan RSUD Soewondo sampai dengan Kajar. Poster itu berukuran 50×75 cm. Saya yakin, itu bukan Pak Susahid dan Saiful Arifin yang melakukan. Apalagi, logo Demokrat dan Golkar ada di situ. Jelas, ini adalah black campaigne,” ujar Joni saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (10/8/2016).

Keberadaan logo Demokrat yang ada di poster tersebut saat ini dipermasalahkan kalangan kader Demokrat. Joni mengaku tidak terima dengan kondisi black campaigne yang akan membuat kondisi Pilkada Pati 2017 menjadi tidak kondusif.

Pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Panwaslu. Bahkan, dia akan segera menggelar rapat internal untuk membahas upaya black campaigne yang mencatut nama Demokrat. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Golkar Pati, Aji Sudarmaji untuk melakukan kajian lebih lanjut,” imbuh Joni.

Kasus black campaigne tersebut juga akan dibawa ke ranah hukum. Hal itu agar menjadi peringatan supaya tidak main-main dengan partai politik yang keberadaannya dilindungi Undang-undang. “Jangan dibuat main-main, kita akan ambil langkah hukum dengan konsultasi dengan kuasa hukum kami,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono