Pendemo Jakarta Lewat Jepara Akan Diadang Polisi

Polisi melakukan pemeriksaan di perbatasan Jepara-Demak di Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi melakukan pemeriksaan di perbatasan Jepara-Demak di Welahan, Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara Polda Jawa Tengah melaksanakan penyekatan terkait aksi yang rencananya bakal digelar di Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang.

“Penyekatan untuk memastikan keamanan armada dan masyarakat yang akan berpartisipasi mengikuti aksi damai di Jakarta. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Polri peduli keselamatan penumpang dan jamaah masa aksi yang ke Jakarta,” ungkap Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin dikutip situs resmi Polres Jepara.

Adapun skenario pengamanan nanti, menurut Samsu, yakni menjaga titik pintu perbatasan antara Jepara dan Demak yang mana lokasi tepatnya di Sub Terminal Gedangan, Kecamatan Welahan.

“Kami juga akan melakukan razia dengan sasaran benda-benda berbahaya, termasuk besi atau kayu yang digunakan untuk mengikat bendera-bendera tertentu. Kemudian cairan keras dan senjata tajam maupun senjata api serta bahan peledak,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Agen Bus Blora Diminta Tak Angkut Massa Berdemo di Jakarta

Polisi mendatangi agen bus di Blora untuk memastikan apakah ada kalangan massa yang akan berangkat ke Jakarta naik bus, atau tidak. (Polres Blora)

Polisi mendatangi agen bus di Blora untuk memastikan apakah ada kalangan massa yang akan berangkat ke Jakarta naik bus, atau tidak. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Polisi Blora menggelar koordinasi dan penggalangan dengan agen transportasi armada bus di wilayah Kota Blora. Hal itu terkait adanya rencana aksi Bela Islam Jilid III tanggal 25 November 2016 dan tanggal 02 Desember 2016.

Para agen bus tersebut yang ditemui di berbagai tempat, memberikan keterangan soal adakah kalangan yang telah memesan busnya mengantar ke Jakarta.

“Bahwa sampai dengan saat ini belum ada kelompok atau ormas maupun perorangan yang mencarter bus dari agen untuk mengangkut massa unjuk rasa,” kata salah satu petugas agen bus.

Para penjual tiket atau agen bus tersebut juga siap membantu menyampaikan informasi kepada pihak polri, apabila sewaktu – waktu ada orang yang mencarter armadanya untuk digunakan aksi unjuk rasa ke Jakarta.

Editor : Akrom Hazami

Pondok Pesantren di Blora Ini Didatangi Polisi Biar Santrinya Tak Demo di Jakarta

Polisi, TNI, dan kalangan lainnya menyambangi salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tunjungan Blora. (Polres Blora)

Polisi, TNI, dan kalangan lainnya menyambangi salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tunjungan Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Situasi yang aman dan kondusif di wilayah Hukum Polres Blora khususnya untuk Polsek Tunjungan tidak datang dengan sendirinya. Terutama tanpa adanya sinergitas antara semua instansi terkait.

Salah satunya yang dilaksanakan Kapolsek Tunjungan Resor Blora AKP Supriyo, Kasat Binmas Polres Blora AKP Sumaidi dan Danramil 0721Tunjungan Blora Kapten Inf Sundiro bersama dengan para anggotanya. Mereka melakukan sambang desa bersama untuk menemui tokoh agama, dan tokoh masyarakat di kecematan setempat.

Di antaranya kegiatan menyambangi Pondok Pesantren Al alif dan Safiyatun Najah. Kapolsek Tunjungan AKP Supriyo menyatakan bahwa kegiatan sinergitas sambang desa merupakan program prioritas yang diperintahkan pimpinan yang bertujuan untuk menerima kritik, saran dan masukan dari masyarakat secara langsun.

Serta mengecek langsung pelaksanaan tugas Babhinkamtibmas dan Babinsa di lapangan. “Kami juga sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat dan masyarakat juga bisa memberikan kritik, saran, dan masukan kepada kami/Polri ,guna menjalin komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat,” katanya dikutip dari website resmi Polres Blora.

Di samping itu pihaknya ingin mengajak dan menggalang serta menjalin kerja sama yang apik antara kepolisian dengan para tokoh agama untuk tetap menjaga situasi kamtibmas.

Sumaidi mengimbau agar para pengasuh Pondok pesatren mampu menahan dan memberikan pemahaman yang baik tentang paham radikal yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dan berpesan supaya mencegah dan menginformasukan jikalau ada santrinya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti unras bela Islam pada tanggal 25 Novemeber dan 2 Desember 2016,” katanya.

Editor : Akrom Hazami