Gunung Kendeng Masuk Kawasan Karst yang Tak Boleh Ditambang, Ini Jawaban PT Indocement

Petinggi PT Indocement tengah memberikan penjelasan terkait dengan pembangunan pabrik semen di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petinggi PT Indocement tengah memberikan penjelasan terkait dengan pembangunan pabrik semen di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Banyak pertanyaan yang muncul dari masyarakat ketika kawasan pegunungan Kendeng yang berada di Pati selatan dibangun pabrik semen. Salah satunya, pegunungan itu masuk wilayah karst yang berfungsi sebagai hutan lindung sehingga tidak boleh ditambang.

 

Pertanyaan tersebut mendapatkan tanggapan dari Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya. Ia mengakui bila kawasan pegunungan Kendeng memang masuk wilayah karst yang tidak boleh ditambang, tetapi tidak semuanya.

Baca juga : PT Indocement Klaim Pembangunan Pabrik Semen di Pati Tak Rusak Mata Air

Kuasa Hukum Indocement: Hakim PTUN Semarang Sudah Setuju dengan Amdal Pendirian Pabrik Semen

”Kekhawatiran itu sudah dijawab di dokumen Amdal. Mestinya kita mendapatkan bagian 8.000 hektare yang akan ditambang. Berhubung ada yang masuk wilayah karst, akhirnya kami mengambil bagian sekitar 2.600 hektare saja,” ujar Christian kepada MuriaNewsCom.

Dikatakan, PT Indocement sudah berkomitmen dan tidak mau menambang wilayah karst. ”Lingkungan tetap nomor satu. Kita bukan perusahaan yang cuma cari untung saja, tetapi juga memperhatikan lingkungan,” imbuhnya.

Di samping itu, perusahaan yang memproduksi semen merek Tiga Roda itu juga memiliki Electrostatic Precipitator (ESP) yang berfungsi menyedot debu akibat proses produksi semen. ”Kalau yang dikhawatirkan masyarakat selama ini juga muncul debu, kita punya teknologi untuk menyaring debu,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni