Aksi Tolak Pendirian Pabrik Semen di Pati Dikawal Ketat Pasukan Bersenjata

 Massa Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat menggelar pawai aksi tolak pabrik semen saat melintas di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Sabtu (16/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Massa Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat menggelar pawai aksi tolak pabrik semen saat melintas di Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Pati, Sabtu (16/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Massa penolak pendirian pabrik semen yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat menggelar pawai di enam desa di Kecamatan Tambakromo dan Kayen, Sabtu (16/7/2016). Aksi mereka dikawal ketat pasukan bersenjata laras panjang.

Pada bagian depan, sejumlah polisi mengawal menggunakan mobil. Pada bagian belakang, puluhan personel polisi yang dilengkapi senjata laras panjang mengikuti menggunakan sepeda motor.

Pada sejumlah titik tertentu, tampak petugas dari kepolisian dan TNI tengah berjaga-jaga. Tak hanya itu, puluhan personel polisi dan TNI lengkap dengan perlengkapan seperti water canon dan barracuda disiagakan di Alun-alun Pati. Hal itu untuk mengantisipasi agar massa tidak beralih ke Pati Kota.

Koordinator Aksi, Arif mengatakan, ada tiga tuntutan yang diajukan Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat. Pertama, mereka menuntut agar izin lingkungan Nomor 660.1/4767 Tahun 2014 dicabut dan dibatalkan.

Kedua, mereka menuntut agar kawasan Pegunungan Kendeng dikembalikan sebagai kawasan lindung. Terakhir, mereka meminta agar reformasi agraria (land reform) dijalankan sebagaimana amanat UU Nomor 5 Tahun 1960.

 

Editor : Kholistiono