Karena Hal Ini, Marzuqi Kecewa dengan Subroto saat Debat Publik

Debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanit Jepara, Selasa (24/1/2017) malam.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanit Jepara, Selasa (24/1/2017) malam.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanita Jepara, Selasa (24/1/2017) malam, berlangsung lancar. Kedua pasangan calon yakni Subroto-Nuryahman dan Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi, tampil menyampaikan visi dan misi, serta menjawab semua pertanyaan yang diajukan moderator maupun kandidat lawan.

Namun demikian, debat terbuka tadi malam menyisakan kekecewaan bagi paslon nomor urut 2 Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi. Pasangan ini menilai jika paslon Subroto-Nur Yahman mengabaikan tata tertib debat. Di mana, paslon yang seharusnya tidak boleh menyerang pribadi selama debat berlangsung, justru diabaikan.

”Alhamdulillah debat bisa berjalan lancar, meski ada yang kami sayangkan. Karena moderator sudah mengatakan tidak boleh menyinggung pribadi, lebih-lebih yang bersifat fitnah. Tapi paslon nomor satu masih seperti itu. Itu pertanda hatinya tidak baik,” kata Marzuqi, di hadapan awak media Rabu 925/1/2017).

Pernyataan yang dinilai menyerang pribadi ini, diduga ketika paslon nomor 2 mendapatkan kesempatan untuk bertanya ke paslon nomor 1. Marzuqi kemudian bertanya mengenai penanganan moral. Hal itu langsung ditanggapi oleh Subroto.

Dalam kesempatan itu, Subroto menyatakan, jika moralitas harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga dan peningkatan kualitas pendidikan agama. Selain itu, juga memberikan contoh yang baik. ”Kita harus memberikan contoh yang baik. Seperti halnya bila orang tuanya melakukan korupsi, maka kemungkinan anaknya akan melakukan hal yang sama,” kata Subroto.

Mendapat jawaban seperti itu, kemudian Marzuqi menaggapinya dengan nada suara yang agak tinggi. “Jawaban itu belum merujuk penanggulangan moral. Dan itu hanya sekadar contoh. Yang saya maksudkan, nantinya penanganan moral ini bagaimana, akan ditujukan ke siapa, bekerja sama dengan lembaga apa dan bagaimana kiat-kiatnya,” kata Marzuqi.

Dalam hal ini, Marzuqi juga berjanji akan mewujudkan Jepara yang berkarakter. Perwujudan Jepara yang berkaktarer tersebut akan dilakukan dengan peningkatan kualitas pendidikan.”Kami juga akan memberikan pelayanan kesehatan gratis hanya dengan modal KTP,” ujarnya.

Menanggapi kekecewaan Marzuqi, Suboroto menyatakan, jika dirinya tidak pernah bermaksud menyerang Marzuqi. Dia menilai, kalimat yang dia sampaikan untuk umum. Sebab, korupsi memang harus diperangi dan diberantas.

”Kalau ada yang merasa seperti itu, mungkin sensitif aja. Kalau saya tidak ada beban, ya ngomong aja. Kalau ada yang tersinggung mungkin sensi aja, karena mungkin memang tidak bersih, mungkin lho ya,” ujar Subroto.

Disinggung mengenai paparan visi dan misi yang terkesan masih ngambang, Subroto menilai karena waktu yang diberikan untuk dirinya terbatas. Sehingga tidak bisa disampaikan secara utuh.”Yang saya sampaikan itu hanya indikator-indikator kalau programnya ya banyak,” kata Subroto.

Editor : Kholistiono

Ditanya Warga Soal Kesejahteraan Nelayan dan Pengembangan Wisata di Jepara, Ini Jawaban Calon Bupati

Debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanit Jepara, Selasa (24/1/2017) malam.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanit Jepara, Selasa (24/1/2017) malam.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Dalam debat terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara di Gedung Wanit Jepara, Selasa (24/1/2017) malam, tak hanya moderator saja yang memberikan pertanyaan terhadap pasangan calon, namun ada juga segmen pertanyaan yang berasal dari warga yang dikemas dalam sebuah video.

Pada kesempatan itu, paslon nomor 1 Subroto-Nur Yahman mendapatkan pertanyaan dari Solihul Hadi, yang merupakan seorang nelayan. Tak jauh dari pekerjaannya sehari-hari, Solihul menanyakan mengenai cara yang dilakukan Subroto-Nur Yahman untuk mensejahterakan nelayan jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

Menanggapi hal ini, Subroto mengatakan, jika para nelayan harus bisa menjaga kelestarian laut. Sehingga, kapal cantrang harus bisa dikurangi, supaya biota laut tak rusak dengan adanya kapal cantrang.

“Nelayan Jepara rata-rata nelayan kecil, dan biasanya hanya melaut sejauh 5 mil. Selain itu, mereka bisa membudidayakan udang dan ikan, untuk mengantisipasi saat ada musim baratan yang dapat mengurangi pendapatan nelayan. Dengan budidaya udang maupun ikan itu, nelayan  bisa mendapatkan penghasilan dari budidaya tersebut,” ungkapnya.

Paslon nomor 2 juga kembali mendapatkan pertanyaan dari warga bernama Liscorini dari Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Jepara terkait perlindungan anak dan perempuan di Jepara. “Peran Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan di Jepara harus ditingkatkan. Supaya pendidikan anak bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, paslon nomor 2 Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi juga mendapatkan pertanyaan dari warga. Kali ini dari Lilo Sunarto, pelaku wisata di Jepara. Lilo menanyakan bagaimana cara mengembangkan potensi wisata yang ada di Kota Ukir tersebut.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, Marzuqi menyampaikan, jika pengembangan potensi wisata di Jepara dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya pengembangan di sektor wisata religi. Dirinya mencontohkan Negara Arab bisa mendapatkan masukan dari pendapatan dari wisata religi berupa haji dan umroh.

Terakhir, pasangan ini mendapat pertanyaan dari A.Sahil, tokoh NU di Jepara. Sahil menanyakan komitmen paslon untuk memerangi narkoba, apakah nantinya bakal membuat peraturan bupati yang didalamnya akan memuat kurikulum tentang bahaya narkoba.

Dalam hal ini, Dian Kristiandi, calon wakil bupati yang menanggapi. Dian memaparkan, jika untuk memerangi narkoba, pihaknya akan membuat perbup terkait narkoba.”Nantinya, perbup itu akan diisi tentang kurikulum bahaya narkoba. Sebab saat ini narkoba tidak serta merta menyerang orang dewasa. Namun narkoba saat ini sudah meracuni anak anak sekolah. Selain itu, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak pemprov atau pusat untuk bisa dibentuk tim BNN tingkat kabupaten,” ucapnya.

Editor : Kholistiono