Videotron Akan Dipasang di 2 Titik di Kota Kudus Ini

Kabag Humas Pemkab Kudus Putut Winarno saat berbicara soal rencana pemasangan videotron. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabag Humas Pemkab Kudus Putut Winarno saat berbicara soal rencana pemasangan videotron. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada dua titik keramaian di Kudus yang akan dipasang videotron. Anggaran atau sumber dana kedua videotron itu berasal dari DBHCHT 2016.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkab Kudus Putut Winarno. Menurutnya, kedua videotron menghabiskan biaya sekitar Rp 2, 178 miliar.

“Kami akan buat dua. Pertama kami akan pasang di Taman Tanggulangin, dan yang kedua akan kami tempatkan di kawasan stadion di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (24/11/2016).

Menurutnya, kedua tempat dipilih bukan tanpa alasan, melainkan dengan tujuan khusus. Pertama di Tanggulangin, itu sebagai video ucapan selamat datang di Kudus. Sedangkan kedua di kawasan stadion. Alasannya, stadion kerap menjadi tempat kunjungan warga setempat.

Tujuan pemasangan di antaranya, adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang progam Kudus. Praktis, kontennya pun harus sesuai dengan program kota.

“Seperti halnya acara yang akan dilakukan di Kudus, serta program pemkab yang akan berlangsung dalam waktu dekat nanti, itulah yang akan ditampilkan,” ujarnya

Selain itu, maksud lain pemasangan videotron adalah memecah keramaian di Kudus. Sebagaimana diketahui, sejumlah titik sangatlah padat pengunjung. Khususnya malam minggu. Kebanyakan titik keramaian lebih terpusat pada alun-alun dan juga GOR.

Terkait pemasangannya, videotron akan dipasang di tepi jalan, atau tidak melintang di tengah jalan. Karena adanya larangan pemasangan videotron yang melintang di jalan. Nantinya di Tanggulangin, videotron akan dipasang di tepi jalan.

Dulu sempat ada videotron yang terpasang melintang di tengah jalan di Simpang Tujuh. Karena adanya larangan, maka videotron pun dibongkar.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kisah Mariatun, Perempuan Bersemangat Baja demi Kesejahteraan Keluarganya

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Potensi perempuan memang luar biasa. Seperti itu juga yang dimiliki seorang perempuan bernama Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Apa yang dilakukannya demi membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru. ”Saya melalui perjalanan hidup yang memang tidak mudah. Bermula dari ketidakmampuan saya untuk mewujudkan keinginan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” katanya.

Bisa dibayangkan bagaimana keinginan kuat Mariatun untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memang sangat kuat. Apalagi mengingat dirinya sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), tidaklah mudah.

”Soalnya saya sekolah dari SD sampai SMA itu dengan beasiswa. Semuanya dari beasiswa. Hanya saja, karena sudah tidak ada biaya lagi dari orang tua, maka terpaksa harus berhenti sampai SMA saja,” paparnya.

Kondisi ekonomi orang tuanya, memang membuat Mariatun harus mengubur impiannya untuk kuliah layaknya teman-temannya yang lain. Usai menikah dan memiliki satu anak, keinginannya untuk meningkatkan kemampuan dirinya agar bisa menyejahterakan keluarga, semakin meningkat.

Peluang yang ada, selalu diambilnya. Berbagai kesempatan untuk bisa membangun sebuah keluarga yang sejahtera, juga diambilnya. Kemauannya untuk belajar memang sangat tinggi.

”Namun belum mencukupi juga. Sampai akhirnya, saya menemukan peluang itu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Sebenarnya sudah sejak anak saya usianya dua tahun saya ikut BLK. Tapi karena waktu itu tidak bisa saya tinggal, akhirnya saya berhenti ikut pelatihan,” tuturnya.

Baru saat anaknya berusia tujuh tahun, keikutsertaannya di BLK berlanjut. Dia memilih untuk mengikuti pelatihan menjahit, yang mengajarkannya ilmu dan praktik dari awal sampai akhir. ”Diajari semua. Mulai dari nol sampai akhirnya benar-benar bisa. Dan saya berpikir, kenapa tidak dari dulu saja saya ikut kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” katanya.

BLK adalah salah satu bentuk dari program kegiatan yang dibuat Pemkab Kudus, dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima setiap tahunnya. Pelatihan di BLK ini sebagai salah satu dari amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kini, saya sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya terima di BLK, ke kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar ikut pelatihan di BLK ini. Dan saya juga ingin menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan lainnya di sana,” imbuh Mariatun.

Editor: Merie

Ayo, Bantu Pemkab Kudus untuk Berantas Cukai Ilegal

Rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai sangat merugikan banyak pihak. (Istimewa)

Rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai sangat merugikan banyak pihak. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Peredaran rokok ilegal memang sangat meresahkan. Terutama di wilayah Kabupaten Kudus, di mana banyak sekali industri hasil tembakau (IHT) yang berkembang sesuai dengan aturan yang ada.

Karena itu, mengajak masyarakat untuk memahami bahwa rokok ilegal sangat merugikan banyak pihak, harus terus menerus dilakukan. Sehingga masyarakat tidak akan terjebak untuk membeli sesuatu yang ilegal.

Apalagi, banyak sekali manfaat yang didapatkan sebuah daerah, dari dana yang kemudian disebut sebagai penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu sendiri.

”Manfaat yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui dana cukai, digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Banyak sekali program-program yang dibuat untuk melatih warga, yang dananya berasal dari dana cukai ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Karena itu, menurut Win, jika warga tidak terjebak membeli barang yang ilegal, maka penerimaan pemkab juga akan semakin besar. Sehingga dana cukai yang diterima juga semakin besar. ”Kembalinya nanti juga akan ke warga sendiri. Demi kesejahteraan warga. Bukan kepada yang lain,” tegasnya.

Sosialisasi mengenai manfaat cukai ini, adalah bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kalau masih saja ada rokok ilegal yang beredar di pasaran, bukan saja akan membuat masalah di bidang hukum, namun juga akan membuat dana cukai yang diterima Pemkab Kudus menjadi berkurang penerimaannya. Dan kita tidak ingin itu terjadi. Jadi, dengan membeli barang yang legal atau yang dilengkapi pita cukai, maka sama saja sudah membantu pemerintah untuk menyejahterakan rakyat,” paparnya.

Dana cukai, menurut Win, digunakan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga, dengan berbagai bidang yang ada. Kurang lebih ada 20 jenis pelatihan yang diberikan, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Kemudian juga perbaikan sarana dan prasarana di wilayah Kudus sendiri. Misalnya sarpras infrastruktur yang diperbaiki, baik itu jalan atau jembatan, sehingga aktivitas warga akan semakin lancar.

”Termasuk juga kegiatan-kegiatan lain yang menunjang warga untuk bisa hidup lebih baik lagi. Dengan memiliki ketrampilan yang bagus, bisa digunakan untuk berwirausaha, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan warga itu sendiri. Jadi, mari bantu pemkab berantas peredaran cukai ilegal,” imbuh Win. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Batman Ternyata Paham Akan Manfaat Dana Cukai, Lho

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Superhero seperti Batman, ternyata memahami benar bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, memiliki manfaat yang sangat besar demi kesejahteraan warga.

Tidak percaya? Lihat saja video cukai yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini. Di video ini ada cerita bagaimana Batman menangkap pelaku pencurian pita cukai ilegal. Dengan kostumnya yang sangat khas itu, apa yang dilakukan Batman dalam video tersebut, memang lucu dan menyenangkan.

Film ini sendiri adalah sebagian dari beberapa film yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bentuk sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, Batman dalam film ini tugasnya adalah menangkap mereka yang menyalahgunakan pita cukai ilegal. Pasalnya, penyalahgunaan pita cukai ilegal, akan merugikan banyak pihak. Bukan saja pemerintah, tetapi juga warga masyarakat yang merupakan sasaran dari diterima dana cukai di Kudus ini.

Coba saja lihat aksi Batman di video ini. Selain bisa tertawa melihat bagaimana aksinya memberantas pelaku peredaran pita cukai ilegal, Batman juga mengajarkan bahwa dana cukai sangat penting, karena bisa menyejahterakan masyarakat Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Kotanya Menyenangkan, Kabupaten Kudus Jadi Lokasi Tepat untuk Travelling

sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Menikmati sejenak liburan adalah salah satu hal yang dilakukan banyak orang. Dan membuat sebuah perjalanan atau travelling menjadi menyenangkan, jawabannya ada di Kabupaten Kudus.

Kota ini begitu banyak yang bisa dikunjungi. Apalagi, dengan penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, membuat penataan lokasi-lokasi wisata yang ada, menjadi menarik untuk dikunjungi.

Belum lagi lokasi-lokasi kuliner yang ada, membuat traveller akan merasakan sensasi tersendiri saat berkunjung di Kabupaten Kudus. Bagian Humas Setda Kudus sendiri, memiliki cara yang unik untuk mempromosikan bagaimana dana cukai itu, bisa membuat Kota Kudus menjadi lokasi yang layak dikunjungi.

Melalui video sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus, promosi itu dilakukan.

Coba saja tengok video ini. Pastinya akan bisa dilihat mana saja lokasi wisata yang bisa dikunjungi di Kudus. Serta juga wawasan bagaimana dana itu diperoleh dan digunakan untuk kesejahteraan warga Kudus.

Penasaran, silakan cek video ini, ya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Sosialisasi Dana Cukai untuk Warga Kudus Semakin Digencarkan

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, harus diketahui seluruh warga. Karena ada begitu banyak manfaat dari dana tersebut.

Sosialisasi ini dilakukan, sebagai bagian dari melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Salah satunya adalah sosialisasi melalui video cukai, di mana isinya memang terkait wawasan mengenai dana cukai itu sendiri. Ada banyak jawaban lucu yang disampaikan warga Kudus, saat ditanya mengenai dana cukai, saat seorang reporter menanyakannya kepada warga.

Ingin tahu bagaimana reaksi warga saat ditanya soal dana cukai, lihat saja video di bawah ini, yang pastinya akan menghibur sekaligus memberikan pengetahuan tersendiri. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Tak Perlu Kemana-mana, di Kudus Sudah Bisa Sejahtera

Suasana pemutaran film mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom)

Suasana pemutaran film mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Tujuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus saat ini adalah bagaimana membuat warganya semakin sejahtera. Sehingga semua program dan kebijakan yang dibuat, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Itulah yang ingin disampaikan Pemkab Kudus dengan menggelar sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang dilakukan dengan pemutaran film, di lapangan Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, pada Rabu (27/7/2016) malam.

Film iklan cukai yang diputar di sana, memang memperlihatkan bagaimana dana cukai yang diterima Kudus, digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Dalam film digambarkan bagaimana seorang suami yang asal Kudus, harus bersusah payah merantau ke luar kota. Namun karena tidak juga berhasil, maka dia kembali ke Kudus. Oleh sang istri, disarankan untuk mengikuti pelatihan di BLK Kudus saja, demi menambah kesejahteraan.

”Karena memang di BLK disediakan berbagai macam jenis ketrampilan yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Dari sana, warga diharapkan bisa mengembangkannya menjadi salah satu skill untuk meningkatkan kesejahteraan,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Bagian Humas Setda Kudus memang menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai pemakaian dana cukai ini. Sehingga warga Kudus bisa mengetahui jika dana cukai digunakan untuk kesejahteraan mereka.

Kegiatan yang digelar ini, berlandaskan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” kata Winarno.

Selain untuk melatih ketrampilan warga, Winarno juga mengatakan jika dana cukai digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang ada di Kudus. Misalnya saja jalan dan jembatan.

”Yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Winarno, melalui film itu disampaikan pula pesan bahwa jika ingin sejahtera, tidak usah pergi ke mana-mana. Cukup mengangkat potensi yang ada di Kudus, melalui serangkaian kegiatan yang diprogramkan pemkab. ”Dan yang terpenting adalah bagaimana memahamkan kepada warga, bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Setelah Desa Besito, kegiatan serupa juga akan digelar Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 5 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) 7 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Penayangan Film Cukai Disambut Hangat Warga

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

Warga Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, datang ke lapangan desa mereka untuk menyaksikan pemutaran video iklan cukai yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus, Selasa (31/5/2016) malam. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Program penayangan film iklan cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di lapangan Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus, disambut hangat warga.

Warga yang ada di sekitar lokasi acara, datang langsung ke lokasi, untuk menyaksikan kegiatan tersebut. Mereka penasaran dengan kegiatan yang digelar itu, karena memang seperti nonton bareng.

Film atau video iklan cukai yang diputar itu bersama-sama dengan film-film lainnya yang sudah dipilih. Film menceritakan soal Kabupaten Kudus dengan segala potensi yang dimilikinya.

Dalam video iklan cukai itu, dipaparkan bagaimana penerimaan dana cukai bisa membantu pembangunan di wilayah Kudus. Termasuk jika kemudian ada yang melanggar aturan cukai, maka bisa dikenakan sanksi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, warga menjadi semakin senang dengan kegiatan itu.

Selain penayangan film cukai tersebut, juga ditampilkan pentas kesenian yang diisi oleh warga setempat yang memang kreatif. Sehingga membuat malam itu menjadi semakin hangat.

Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, kegiatan ini memang merupakan bagian dari upaya sosialisasi mengenai ketentuan cukai yang dilaksanakan pihaknya.

”Karena kita menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui soal ketentuan cukai ini. Padahal, dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, banyak sekali manfaat yang sudah didapat warga,” terangnya.

Putut mengatakan, pihaknya juga ingin menyadarkan masyarakat bahwa dana cukai yang diperoleh Kabupaten Kudus, memang digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

”Masyarakat juga harus paham bagaimana ketentuan soal cukai ini. Termasuk menjelaskan bahwa mereka juga harus mendukung kegiatan yang digelar pemkab terkait dengan dana cukai,” tuturnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

DBHCHT Dimanfaatkan untuk Uji Tar Nikotin

adv tar nikotin (e)

KUDUS – Guna meningkatkan mutu produk sebelum dilakukan proses pengolahan, pengusaha Industri Hasil Tembakau (IHT) wajib melakukan uji tar nikotin di laboratorium. Sebagaimana diketahui, keberadaan laboratorium uji tar nikotin milik Pemkab Kudus yang berada di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT) hingga kini belum memiliki sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sehingga untuk melakukan uji tar nikotin, para pelaku usaha IHT kecil melakukannya di laboratorium milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Karena laboratorium tar nikotin yang beradi di LIK IHT belum bersertifikasi, maka uji lab dilakukan di laboratorium milik Pemprov Jawa Tengah di Semarang,” tutur Pipin Udianto, Kasi Industri, Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (Ilmiah) Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus.

Biaya untuk melakukan uji laboratorium tar nikotin berkisar Rp 1,5 juta. Menurutnya, pihak Dinas Perinkop dan UMKM Kudus menyediakan anggaran untuk membantu para pengusaha kecil IHT saat melakukan uji tar nikotin. Anggaran itu, lanjutnya, diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Dengan menggunakan DBHCHT, biasanya Dinas Perindustrian siap membantu para pengusaha kecil IHT membiayai uji tar nikotin di laboratorium propinsi Jateng,” ungkapnya.

Kegiatan itu juga sesuai dengan Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang pedoman pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (Adv)

Maksimalkan DBHCHT, Dinsosnakertrans Kudus Jalin Kerjasama dengan LPK

F-Iklan Cukai Dinsosnakertrans (2) (e)

Suasana pelatihan bahasa Korea yang bertujuan untuk membekali keterampilan warga (BKL Kudus)

KUDUS – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus berkomitmen penyerapan Dana Bagi hasil Cukai Hasi Tembakau (DBHCHT) untuk kegiatan pembinaan di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) akan dimaksimalkan. Termasuk menjalin kerjasama dengan mitra, yakni Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) agar peserta mendapatkan keterampilan sesuai harapannya.
Hal tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi DBHCHT
Sementara itu, hibah alat sebagai modal kerja bagi peserta pelatihan yang telah menyelesaikan pelatihan tidak dapat diberikan. Selain karena adanya aturan persyaratan pemberian hibah, juga dinilai banyak disalahgunakan. Meski tidak lagi ada hibah alat, pelatihan keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) tetap diminati masyarakat.
Kepala Dinsosnakertrans Kudus Lutful Hakim mengatakan, program pelatihan keterampilan kerja yang didanai dari DBHCHT bersifat terbuka. Tidak saja bersifat umum bagi masyarakat Kudus, namun dari aspek penentuan mitra kerja BLK juga dilakukan melalui tender terbuka. Untuk hibah alat kerja tidak dapat dilaksanakan.
Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

“Sistem keterbukaan selalu kami upayakan agar pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja dapat terselenggara dengan profesional. Untuk hibah alat tidak diperbolehkan,” ujar Lutful beberapa waktu lalu.
Agar pelaksanaan proses penentuan mitra kerja hingga kegiatan belajar mengajar berjalan baik, pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat untuk ikut memantau. Pasalnya, pihaknya mengaku memiliki keterbatasan jangkauan maupun pengawasan.“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan sangat diharapkan,” katanya.
Untuk pelatihan keterampilan kerja tidak semua diselenggarakan di BLK. Sesuai fasilitas yang dimiliki, beberapa pelatihan kerja jenis tertentu dilaksanakan di masing-masing BLK milik LPK. Bahkan jika ada permintaan dari kelompok masyarakat dapat dilakukan di balai desa setempat. (Ads)