Busana Daur Ulang Sampah Kreasi Ibu-ibu Kalidoro Pati Bakal Dikomersialkan

Jpeg

Busana-busana daur ulang dari sampah hasil kreasi ibu-ibu Kelurahan Kalidoro dipakai dalam acara fashion show peringatan Hari Kartini di Taman Kalidoro. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Busana daur ulang dari pemanfaatan sampah di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati Kota, rencananya akan dikomersialkan. Produk hasil kreasi ibu-ibu di kelurahan tersebut bakal diproduksi menjadi baju-baju siap pakai.

Sayangnya, upaya mereka untuk menjadikan busana daur ulang sebagai produk siap pakai terkendala dana. “Ini peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, kami masih terkendala dana. Karena itu, kita siap bekerja sama dengan investor yang akan menanamkan saham untuk membuat produk busana daur ulang,” ujar Sri Widowati, warga Kelurahan Kalidoro kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Ia berharap agar sampah-sampah menumpuk yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat justru bisa menghidupi. Sampah yang identik dengan barang tak laik pakai yang harus dimusnahkan, diharapkan berubah menjadi barang mahal yang dapat meningkatkan ekonomi warga.

“Awalnya, kita ingin peduli lingkungan dengan melakukan program 5R, yaitu reduce, reuse, recycle, replace, dan replant. Nah, busana daur ulang itu sebetulnya menyangkut reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang),” ujar Widowati.

Setelah sejumlah busana daur ulang sampah berhasil dibuat, mereka kemudian berpikir untuk melakukan komersialisasi dengan menjual produk tersebut. Dengan begitu, sampah yang biasanya dibakar menjadi energi tak terpakai justru bisa mendatangkan pundi-pundi uang.

Upaya itu mendapatkan dukungan dari Lurah Kalidoro, Sri Hartati. Ia berharap besar agar sampah-sampah yang disulap ibu-ibu Kalidoro menjadi busana cantik bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga :

Unik, Warga Kalidoro Pati Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Siswi Cantik Ini Ubah Kertas LKS Bekas jadi Baju Indah

Hasil kreasi dari barang-barang bekas yang dihasilkan Ummy Izzatunida. (MuriaNewsCom / EDY SUTRIYONO)

Hasil kreasi dari barang-barang bekas yang dihasilkan Ummy Izzatunida. (MuriaNewsCom / EDY SUTRIYONO)

 

KUDUS – Siswi kelas XII MA NU Muallimat Kudus, Ummy Izzatunida, memang top. Betapa tidak, kreativitasnya mampu mengolah sampah menjadi barang bernilai.

Dari keprihatinan ini, gadis berusia 15 tahun ini lantas memutar otaknya untuk memanfaatkan barang-barang bekas atau sampah. Barang-barang bekas itu kemudian ia olah dan sulap menjadi kerajinan tangan yang indah.

“Sebenarnya barang barang bekas dan sampah ini juga bisa dimanfaatkan. Baik itu mulai dari koran, botol bekas ataupun LKS (lembar kerja siswa) yang sudah tak terpakai lagi,” katanya.

Ia mencontohkan, koran-koran bekas bisa ia sulap menjadi menjadi baju yang indah. Ia menjelaskan, untuk membuat baju dari koran bekas tersebut membutuhkan sejumlah bahan. Di antaranya, koran bekas, kain kapas untuk lambaran dalamnya, lem, serta manik manik lainnya.

“Untuk pembuatan baju ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran yang maksimal. Bila waktu dan kesabaran tidak bisa dikontrol, maka bahan-bahan itu akan rusak. Serta hasilnya juga tidak bagus,” tuturnya.

Siswi yang mulanya menjadi angota OSIS itu juga terkadang dimintai sesama rekannya ataupun adik kelasnya untuk memberikan pendidikan kesenian usai jam pelajaran sekolah.

“Untuk pembuatan seni baju bekas dari bahan bekas ini memang berada di ekskul “keputrian” MA NU Muallimat. Ekskul keputrian itu sejenis kegiatan memasak, membuat bros, membuat jilbab serta membuat seni dari bahan bekas semacam ini,” paparnya.

Akan tetapi ekskul “keputrian” yang berada di MA NU Muallimat tersebut materi pendidikannya tergantung dari kesepakatan dari peserta ekskul. “Memang dalam seni ekskul keputrian itu hari dan materinya tidak tentu. Dan itupun tergantung pada permintaan atau kesepakatan seluruh peserta. Misalkan hari senin ini ialah membuat baju bekas dari koran, rabu membuat masakan, dan hari selanjutnya memuat jilbab dan lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, bila seseorang ingin sadar akan kemampuanya, maka setiap barang bekas itu ada manfaatnya. Selain itu juga kreativitas dapat terasah denghan baik. (EDY SUTRIYONO / AKROM HAZAMI)