Teroris saat Natal Diwaspadai Dandim Kudus

Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha memberikan keterangan soal pengamanan Natal dan Tahun Baru 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha mewaspadai beberapa hal yang dimungkinkan menganggu ketentraman saat perayaan Natal tiba. Di antara kemungkinan lain yang dimungkinkan terjadi adalah keberadaan teroris.

Hal itu disampaikan di Mapolres Kudus usai apel gelar pasukan Lilin Candi 2016. Menurut dia, beberapa kemungkinan bisa terjadi. Seperti kekerasan hingga teroris di Kudus.

“Untuk menjaga keamanan, semuanya kami cermati. Namun di antara semuanya, yang paling cermati dan waspadai adalah adanya keberadaan teroris,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (22/12/2016).

Untuk menjaga ketertiban, kodim menyiagakan seluruh petugasnya. Semuanya harus siap, jika nanti ada hal yang perlu diselesaikan, akan ada petugas khusus yang menyelidiki.

Dikatakan, komunikasi dengan ormas juga dilakukan. Hal itu, dilakukan supaya satu sama lain dapat saling memberikan informasi. Hal itu juga dianggap lebih mudah dalam menyelesaikan persoalan.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, selain keberadaan teroris, hal yang diwaspadai adalah potensi kriminal serta perkelahian antarkelompok. Untuk itulah ratusan petugas disiapkan hingga seluruh babin yang terdapat di tiap desa.

“Soal sweeping oleh sejumlah kalangan jika nantinya ada, juga kami imbau. Jika masih ada yang nekat maka bisa diproses lantaran itu melanggar aturan. Jadi kami akan tindak tegas,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Jurus Aparat Kudus Biar Tak Ada Bentrok TNI-Polri

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Adanya perselisihan antara anggota TNI dengan petugas kepolisan di Indonesai, disikapi oleh pihak Kepolisian Resor Kudus. Bagi seorang polisi, hak tersebut jangan sampai terjadi di Kudus. Sebab TNI-lah yang membuat polisi menjadi kuat dan besar.

Hal itu dikatakan Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Menurutnya seorang polisi dan tentara harus melakukan kerja sama yang bagus. Tanpa itu, keduanya tidak akan mampu menjaga kudus lebih aman dan hanya menjadi petugas yang kurang maksimal.

“TNI atau Kodim di Kudus, merupakan kesatuan bagi polisi. Jadi tidak dapat dipisahkan. Kami tidak dapat bekerja dengan melindungi masyarakat jika tidak ada tentara yang melindungi keamanan, begitu pun sebaliknya,” kata Kapolres kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya tidak ada hal yang pantas untuk diributkan. Terlebih sampai diperdebatkan. Sebab bagi dia semuanya sama, dengan sama menjaga keutuhan indonesai dan mewujudkan keamanan bagi masyarakat.

Selain itu, komunikasi yang baik juga rutin dilakukan oleh anggota kepolisian dengan tentara. Selain itu saling mengadakan kegiatan bersama juga menjadi kekokohan hubungan mereka, selain itu, unsur pertemanan juga menjadi hal yang baik dalam menjaga kebersamaan.

Dandim Kudus 0722 Letkol Arh Ibnu Sukelan mengatakan, baik polisi maupun tentara sama sama mengayomi masyrakat. Keduanya juga saling mengayomi baik dari tentara ke polisi maupun sebaliknya.

“Kita sama sama membutuhkan, dan kita juga mengayomi masyakat dengan tugas dan fungsinya masing masing,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurutnya, mengenai benturan yang terjadi, tidak diharapkan akan terjadi di Kudus. Sebab kerja sama selama ini sudah dilakukan jauh hari. Mulai dari membuat progam kerja bersama, apel bersama. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Dandim Grobogan Prihatin Lemahnya Mental Generasi Muda

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi bersama jajaran kepolisian dan pejabat Pemkab Grobogan di Aula Makodim (9/6/20165). (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Komandan Kodim (Dandim) 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan mengaku prihatin dengan kondisi para generasi muda saat ini. Dimana, sebagian generasi muda memiliki mental yang lemah. Pernyataan itu dilontarkan dandim saat menggelar silaturahmi dengan jajaran kepolisian dan pejabat Pemkab Grobogan di Aula Makodim siang tadi.

Lanjutkan membaca