Dana Siping TPI Sarang Rembang Tidak Beres, Nelayan Ancam Akan Membawa ke Ranah Hukum

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Dana simpanan irang pinggiran (siping) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang, diduga digelapkan. Bahkan, para nelayan mengancam akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Berdasarkan infomasi yang dihimpun MuriaNewsCom, dana siping yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah, saat ini belum disalurkan. Seharusnya dana tersebut, dibagikan kembali untuk kesejahteraan nelayan guna mengurangi beban biaya hidup nelayan dan bakul ikan pada Januari 2016 kemarin.

Sejumlah nelayan meyakini tidak disalurkannya dana tersebut, diduga digelapkan sejumlah oknum pegawai TPI. Dugaan penggelapan mencuat setelah adanya mutasi dua orang karyawan TPI. Ditambah adanya informasi, ketua, sekertaris dan bendahara serta manager KUD Misoyo Mardi Mino dan kepala serta dua orang juru bayar TPI Sarang diundang oleh Dinas Kelautan Perikanan, beberapa pekan lalu.

Nelayan pemilik Kapal Motor Mandala, Salekan Yasin mengatakan dana siping hasil retribusi dari pembelian bakul ikan dan retribusi penjualan ikan kapal, dari TPI di setorkan ke KUD. Selanjutnya, oleh KUD dana yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah itu dibagikan kembali ke ribuan nelayan.
”Karena belum dibagikan oleh KUD tentunya saya dikejar kejar puluhan anak buah kapal saya, yang berhak menerima dana siping itu,” ungkapnya, Sabtu (20/2/2016).

Menurut informasi yang diterimanya, lanjut Yasin, tidak terealisasinya dana itu karena di TPI masih ada masalah keuangan dan mutasi dua orang karyawan juru bayar bendahara. Ia menduga, uang tersebut digelapkan oleh oknum dan ia juga mengancam akan membawa ke ranah hukum.
”Kami menduga persoalan keuangan itu, terkait dipakainya dana untuk kepentingan pribadi oleh oknum TPI. Kalau memang dugaan itu benar terjadi, kami tidak segan-segan membawa kasus tersebut ke ranah hukum agar kedepan managemen TPI Sarang lebih baik,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni