Daging Gelonggongan Masuk Grobogan

Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang Lebaran, petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menaruh perhatian serius pada kemungkinan masuknya daging gelonggongan di wilayah tersebut.

Bahkan, sebagai langkah antisipasi, petugas dari Disnakkan sempat ngepos di perbatasan kota untuk mencegat masuknya daging gelonggongan dari luar daerah.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Nur Ahmad Wardiyanto menyatakan, selama puasa, pihaknya sudah beberapa kali melakukan kegiatan untuk mengantisipasi adanya peredaran daging gelonggongan.

“Selama ini, daging gelonggongan ini selalu dipasok dari luar daerah. Dalam kegiatan ini, kita melibatkan Polres, Dinkes dan Satpol PP,” ujarnya.

Menurutnya, selama melangsungkan kegiatan, pihaknya belum menemukan adanya pemasok daging gelonggongan di sejumlah pasar di kawasan kota. Namun, sempat ada pedagang jeroan sapi yang diminta tidak menjual barang bawaannya. Sebab, kondisi jeroannya sangat berair dan mulai tercium bau busuk.

Saat petugas meminta surat-surat kelengkapan dari bagian hewan yang dijual itu, pedagang yang mengguanan motor tidak bisa menunjukannya. Akhirnya, petugas meminta pedagang itu untuk kembali dan tidak menjual jeroan yang dibawanya tersebut.

“Kalau jeroan itu diambil dari rumah potoh hewan (RPH), pasti pedagang ini bisa menunjukan surat keterangan dari tempat itu. Karena tidak ada surat dan kondisi dagangannya tidak bagus maka kami minta untuk balik kanan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti ketika membeli daging dipasar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Jepara Diimbau Waspadai Daging Gelonggongan

 

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Jepara Florentina Budi Kurniawati, menyampaikan, warga diimbau untuk mewaspadai daging gelonggongan di tengah kondisi tingginya harga daging sapi.

“Diimbau waspada, meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya daging gelonggongan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom, Selasa (7/6/2016).

Menurutnya, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi rahasia umum jika daging gelonggongan banyak dipasok dari Boyolali. Namun, sampai saat ini belum ditemukan daging gelonggongan beredar di Jepara.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu, Faizah mengatakan, saat ini harga daging sapi di Jepara mencapai Rp120 ribu per kilogram. Itu untuk daging dengan kualitas bagus. Sementara untuk daging kualitas biasa harganya Rp100 ribu per kilogram.

Tak pelak, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak-pihak nakal dengan menjual daging sapi gelonggongan. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus penjualan daging gelonggongan.“Kalau pun ada daging gelonggongan, biasanya dipasok dari Boyolali. Terus dijualnya di wilayah pinggiran, seperti Pecangaan,” kata Faizah.

Ditambahkan Faizah, jika masyarakat hendak membeli daging tidak ada salahnya memeriksa kondisi daging. Pasalnya, daging sapi gelonggongan memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan daging segar.“Daging gelonggongan kalau digantung pasti akan meneteskan air. Tapi kalau daging segar tidak,” terang Faizah sembari menunjukan ciri-ciri daging segar.

Mengantisipasi peredaran daging gelonggongan, pihaknya berharap pemerintah melakukan operasi pasar. Itu untuk menghindari oknum-oknum nakal yang hendak menjual daging gelonggongan, serta untuk menyetabilkan harga daging.

 

Editor : Kholistiono

 

 

Dispertannak Pati Waspadai Peredaran Daging Celeng

Suasana sidak daging gelonggongan di Pasar Rogowangsan Pati, Senin (13/7/2015). (KORAN MURIA/LISMANTO)

Suasana sidak daging gelonggongan di Pasar Rogowangsan Pati, Senin (13/7/2015). (KORAN MURIA/LISMANTO)

PATI – Selain sidak daging gelonggongan, petugas Dinas Pertanian Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertannak) Kabupaten Pati juga melakukan pengecekan terhadap kemungkinan beredarnya daging celeng dan daging tak layak konsumsi. Pasalnya, campuran daging celeng juga rentan beredar menjelang Lebaran. Lanjutkan membaca

Jangan Harap Ada Daging Gelonggongan di Pati, Dispertannak Pati Rutinkan Sidak Hingga Usai Lebaran

Daging Gelonggongan (e)

Suasana sidak daging gelonggongan di Pasar Rogowangsan Pati, Senin (13/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Dinas Pertanian Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertannak) Kabupaten Pati menggelar inspeksi mendadak terkait dengan daging gelonggongan di sejumlah pasar tradisional, Senin (13/7/2015). Meski tidak menemukan daging bermasalah, Dispertannak berjanji akan melakukan sidak di berbagai pasar tradisional pascalebaran. Lanjutkan membaca