Sedang Curi Kayu Konangan Polisi di Blora

Pelaku pencuri kayu jati bernama Wagiman alias Leto (39) serta barang bukti hasil aksinya di Mapolsek Japah, Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Seorang pencuri kayu jati di kawasan hutan lindung BKPH Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, ditangkap petugas gabungan Polisi Hutan dan Polsek Japah Polres Blora, Minggu (26/3/2017).

Identitas pencuri kayu jati bernama Wagiman alias Leto (39), warga Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Blora. Dari tangan pelaku, petugas menyita lima batang kayu jati hasil curian. Disita pula sejumlah peralatan untuk memotong kayu dan sebuah sepda motor  yang dipakai untuk mengangkut kayu.

“Tersangka saat itu sedang membawa kayu jati tersebut dari hutan. Namun, saat kita lakukan pemeriksaan ternyata pelaku tidak memiliki dokumen sah. Kita langsung amankan,” terang Kapolsek Japah, AKP Daryoto dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Penangkapan pelaku bermula, saat pelaku sedang melakukan aktivitas pengambilan kayu jati di hutan petak 71 RPH Sangkrah, BKPH Ngiri, KPH Mantingan pada Sabtu (25/03/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sementara salah satu petugas Polisi Hutan bernama Priyo (41) yang curiga dengan kayu yang dibawa pelaku, kemudian memberikan informasi kepada rekannya yang berada di kantor perhutani untuk meneruskan ke Polsek Japah.

Berbekal informasi tersebut, petugas gabungan Polsek Japah dan Polisi Hutan kemudian melakukan penyelidikan di lokasi yang diinformasikan. “Dan saat tiba di lokasi, anggota yang datang kemudian melakukan pengejaran dengan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan beserta barang bukti hasil pencurian katu jati tersebut,” ujar Daryoto.

Dan akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 (1) huruf c dan (2) Jo pasal 12 huruf c UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberatan Perusakan Hutan, dan pasal 50 (3) huruf e, pasal 78 (5), UU RI No. 41 thn 1999 tentang Kehutanan.

Editor : Akrom Hazami

 

Hutan Grobogan Masih Belum Bebas dari Pencuri

 

Petugas Perhutani KPH Purwodadi saat memeriksa salah satu pohon di kawasan hutan yang dicuri bulan Desember 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas Perhutani KPH Purwodadi saat memeriksa salah satu pohon di kawasan hutan yang dicuri bulan Desember 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Administratur Perum Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri meminta anak buahnya untuk terus meningkatkan kinerja. Prestasi yang sudah diraih sepanjang tahun 2016 diminta untuk terus ditingkatkan. Sedangkan hal-hal yang masih kurang harus bisa diperbaiki pada tahun 2017 ini.

“Dalam bekerja sudah tentu tidak bisa sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, semuanya harus semangat dan saling bekerjasama supaya kinerja tahun 2017 ini lebih baik dari sebelumnya,” kata Damanhuri saat menyerahkan surat perintah kerja tahun 2017 pada para kepala BKPH (Asper) yang dilangsungkan di aula kantornya, Kamis (12/1/2017).

Menurutnya, dalam kinerja tahun lalu, terjadi angka penurunan kasus pencurian kayu sekitar 11 persen. Pada tahun 2015, ada 490 pohon yang dicuri dengan nilai kerugian sekitar Rp 252 juta. Sedangkan pada tahun 2016, ada 436 pohon di kawasan hutan yang digasak orang dengan nilai kerugian Rp 129 juta.

Dikatakan, dengan total pegawai sebanyak 236 orang memang belum ideal untuk menangani kawasan hutan yang ditangani seluas hampir 20 ribu hektare. Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan tersebut.

Antara lain melibatkan berbagai instansi terkait lainnya dan juga pemerintah daerah di wilayah kawasan hutan. Kemudian, pihaknya juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Salah satunya melalui pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan kita libatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat sekitar. Kerja sama dengan masyarakat ini hasilnya positif,” kata Damanhuri didampingi Wakil Administratur Ronny Merdyanto.

Disamping itu, upaya lainnya yang dilakukan adalah menyampaikan serangkaian penyuluhan pada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Dengan keberadaan hutan akan membawa banyak manfaat buat masyarakat luas.“Lewat penyuluhan seperti ini, pelan-pelan kesadaran untuk ikut menjaga kelestarian hutan muncul,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pencari Kayu Bakar jadi Mata-Mata Pencurian Jati di Hutan Blora

 

kayu

Petugas Perhutani dan Sat Dalmas Polres Blora mengamankan lokasi pencurian kayu jati di hutan yang masuk wilayah KPH Mantingan, Kamis. (PolresBlora)

MuriaNewsCom, Blora – Pencurian kayu jati kembali dilakukan beberapa orang yang terjadi di hutan Blora, Kamis (17/11/2016). Lokasi pencurian di hutan petak 70 RPH Sangkrah, BPKH Kalinanas, Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mantingan, Blora.

Informasi dari sumber Mantri Perhutani Suroto, pencurian terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, dengan pelaku cukup banyak. Para pelaku menutup wajahnya dengan penutup kepala. Mendengar adanya informasi tersebut personel Sat Dalmas yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dan patroli hutan bersama dengan para petugas Polisi Hutan langsung mendatangai lokasi pencurian kayu jati tersebut.

Dikutip Polres Blora, kedatangan para petugas Sat Dalmas dan PolHut tersebut ternyata kalah cepat dengn para pelaku pecuri kayu jati. Mereka sudah mengetahui akan kedatangan para petugas gabungan lewat para canguk (mata-mata) yang berpura-pura sedang mencari kayu bakar di kawasan hutan.

Para pelaku pencurian itu pun berhasil melarikan diri dengan meninggalkan barang bukti kayu hasil tebangan. Para petugas yang sampai ke lokasi langsung mengamankan kayu hasil tebangan itu untuk diamankan ke Kantor perhutani BKPH Kalinanas, Mantingan.

Para pelaku tersebut masih dalam penyelidikan oleh para petugas. Tersangka yang terbukti melanggar Pasal 82 Ayat (1) huruf “b”, “c” dan Ayat (2), UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan Junto Pasal 55 (1) 1e KUHP yang berisi melakukan penebangan pohon dalam kawasan Hutan tanpa memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang/tidak sah.

Editor : Akrom Hazami