Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Maling di Jepara Ini Hanya Butuh 15 Detik untuk Bobol Kunci Sepeda Motor

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Anda tahu berapa waktu yang dibutuhkan maling sepeda motor membobol kunci kontak ketika sedang beraksi? Ternyata hanya butuh hitungan 15 detik, setelahnya mereka langsung menggelandang kabur. 

Hal itu dikatakan seorang maling spesialis roda dua, saat diinterogasi di Polres Jepara. Adalah Mohammad Ardiyan Laksana alias Kethek yang membeberkan rahasia dapurnya, di depan pewarta, Sabtu (19/8/2017).

Ia terjaring operasi dengan sandi Jaran Candi 2017, yang menyasar pencurian sepeda motor (curanmor), yang dilaksanakan selama 20 hari, dari bulan Juli hingga pertengahan Agustus. Kethek sendiri tertangkap pada Minggu (30/7/2017).

Warga Perumnas Bangsri, Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Jepara, itu ketahuan menggondol sebuah motor matic, bermerk Honda Scoopy bernomor K 2718 VQ dengan menggunakan kunci letter T.

“Hanya 15 detik saya bisa melakukan pembobolan kunci, setelah itu saya bawa kabur. Saya melakukan bersama seorang teman saya, saya yang mengawasi dia yang bobol karena dia masih baru,” katanya. 

Dalam melakukan operasinya, ia mengaku terlebih dulu berputar-putar mencari “mangsa”. Ia mengaku mengincar motor yang terparkir didalam rumah namun kondisi lingkungan tengah sepi. 

“Biasanya waktu yang saya gunakan untuk mencuri adalah sehabis maghrib atau diwaktu dhuhur (tengah hari),” ujarnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka terancam hukuman di atas lima tahun akibat perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Fadhil Tak Menyangka Motornya yang Digondol Maling Bisa Kembali

Penyerahan secara simbolis kendaraan roda dua oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho kepada pemilik. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Reserse Polres Jepara berhasil menangkap 11 tersangka pencurian motor, selama Operasi Jaran Candi 2017. Operasi yang berlangsung selama 20 hari mulai dari bulan Juli hingga pertengahan Agustus 2017, berhasil mengamankan 12 barang bukti. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, barang bukti tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya, begitu persidangan rampung. Sebanyak 12 barang bukti berupa motor tersebut, telah diklaim oleh pemiliknya.

“Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan surat-surat kendaraan dan laporan polisi atas peristiwa kehilangan sepeda motor,” ujarnya Sabtu (19/8/2017).

Dirinya mengatakan, kejahatan pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap pada operasi itu, terjadi di hampir seluruh penjuru wilayah. Mulai dari Nalumsari, Jepara kota, Batealit, Pakis Aji, dan Batealit.

Kasat Reserse Polres Jepara AKP Suharta mengatakan, selain 12 barang bukti yang telah diklaim oleh pemiliknya, masih ada empat sepeda motor yang belum menemukan pemiliknya. Ia mengimbau, bagi yang merasa kehilangan menghubungi kantor polisi terdekat, atau langsung ke Mapolres Jepara.

“Masih ada empat yang belum kita ketemukan pemiliknya. Untuk dapat mengambilnya pemilik cukup membawa bukti kepemilikan berupa BPKB, STNK atau jika masih kredit, ada keterangan dari diler motor. Dan itu tidak dikenakan biaya alias gratis,” tuturnya.

Sementara itu, Mohammad Fadhil mengaku senang motornya berhasil ditemukan lagi. Ia sempat menyangka motornya itu tak bakal kembali.

Warga Kudus itu mengatakan, sepeda motornya itu dicuri saat dipakai anaknya melihat pertunjukan musik di daerah perbatasan Jepara-Kudus. “Alhamdulillah bisa ketemu,’ ucapnya singkat.

Editor : Ali Muntoha

Dibekuk Polisi, Sopir Bus di Rembang Ini Akui Sudah Curi 11 Sepeda Motor

Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor diamankan polisi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Jajaran Polres Rembang  bekuk dua spesialis maling sepeda motor yang biasa beroperasi di wilayah Kabupaten Rembang. Mereka diduga sering menjalankan aksinya di area perkampungan dan persawahan warga.

Dari dua tersangka tersebut yakni Sustiyono (34) warga Desa Sumbangrejo, Kecamatan Pamotan dan Mujiono (29) warga Desa Jurangjero, Kecamatan Sluke, Rembang.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka mengatakan, tersangka atas nama Sustiyono ditangkap karena disangka mencuri sepeda motor di sebuah lahan tegalan di Gegersimo, pada 2016 lalu. “Modus operandinya, pelaku merusak kabel kunci kontak sepeda motor, lalu membawanya kabur,” katanya.

Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor jenis Honda Supra K 4932 LD. “Selain kendaraan hasil curian, kita juga juga sudah mengamankan sebilah sabit yang dipakai oleh tersangka untuk memotong kabel kunci kontak,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tersangka Mujiono diringkus karena mencuri sepeda motor di sedikitnya 11 lokasi berbeda di Kecamatan Bulu. Di antara TKP tersebut yakni, Desa  Sendangmulyo 7 TKP, Desa Pinggan 1 TKP, Desa Mlatirejo 1 TKP, Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber 1 TKP, dan Desa Pondokrejo 1 TKP.

“Untuk tersangka atas nama Mujiono, yang berprofesi sebagai sopir bus mini ini, pernah beraksi mencuri sepeda motor jenis Honda Supra Fit K 6681 KA milik anggota jemaah pengajian di Sendangmulyo Bulu, 28 Maret 2017 lalu,” paparnya.

Dia melanjutkan, modus operandinya yakni dengan cara pelaku menyasar sepeda motor yang diparkir di tempat pengajian. Setelah itu, pelaku membawa lari menggunakan kunci palsu yang sudah dipersiapkan terlebih sebelumnya.

Dari informasi yang ada, hasil dari penangkapan pelaku atas nama Mujiono ini petugas kepolisian berhasi mengamankan 11 unit kendaraan bermotor.

Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah ada tersangka baru atau komplotan pelaku. Ia mengutarakan bahwa saat ini masih dalam pengembangan.”Petugas masih melakukan pengembangan terhadap dua pelaku curanmor ini,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Maling Nekat, Colong Motor di Depan Pemiliknya di Gebog Kudus

Polisi meminta keterangan atas hilangnya sepeda motor yang raib di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas menimpa Suwito (40) warga Dukuh Santren, Desa Klumpit RT 03 RW 02, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (1/3/2017). Dia kehilangan motor kesayangannya Yamaha N Max 2016 warna putih metalik nomor polisi K 6285 IT. Sepeda motor itu dicuri maling di depan dirinya.

Kasubag Humas Polres Kudus, AKP Sumbar Priyono mengatakan, kalau kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.40 WIB. Lokasinya di jalan lingkar utara Desa Klumpit. Saat itu, pemilik melihat motor kesayangan dinaiki oleh orang yang tak dikenal.

“Mereka yang di lokasi termasuk korban sudah berteriak maling. Namun karena motor sudah di-starter, maka pencuri langsung tancap gas meninggalkan lokasi,” kata Sumbar di Kudus.

Menurutnya, seorang warga yang berada di lokasi sempat berteriak maling dan mengambil batu untuk dilempar ke pencuri. Namun lemparan tidak kena dan pencuri kabur. Setelah itu, korban berlari mengejar namun gagal.

Mendapatkan motornya digondol maling, korban langsung melaporkan ke Polsek Gebog. Petugas langsung mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan di lokasi Kejadian.

Dikatakan, sebenarnya korban bermaksud untuk bongkar pasir di depo miliknya, setelah mendapat telepon dari rekan karena ada kiriman. Namun setelah dicek, dan kendaraan ditinggal sebentar malah motornya dicuri.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Desa Randukuning Pati

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Unit Resmob Polres Pati membekuk komplotan pencuri sepeda motor yang beroperasi di kawasan kos-kosan Desa Randukuning Gang III RT 3 RW 3, Kecamatan Pati Lor, Pati.

Satu pencuri bernama Aris Cahyo Utomo (24) berhasil dibekuk di kawasan Indomaret Margorejo pada Senin (30/1/2017). Sedangkan Khoirul Anam (29) dibekuk di kawasan depan Swalayan Luwes pada Selasa (31/1/2017)  dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Aris merupakan warga Desa Semirejo, Gembong dan Khoirul adalah warga Desa Sumberejo, Tlogowungu. Penangkapan kedua pelaku, menyusul laporan Liana Trisnawati (19), mahasiswi asal Desa Tawangrejo, Winong yang kehilangan sepeda motornya.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku, mencuri sepeda motor menggunakan kunci letter T. Keduanya sudah berhasil ditangkap dan diamankan untuk dilakukan interogasi. Kami akan mengembangkan kasus itu untuk mencari barang bukti hasil tindak kejahatan, termasuk kemungkinan ada komplotan lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo.

Dari hasil penangkapan kedua pelaku, polisi berhasil menyita satu unit sepeda motor Mio Soul tanpa nomor polisi dari hasil tindak kejahatan. Polisi juga menyita satu lembar STNK, dan satu kunci letter T sebagai alat untuk merusak kontak sepeda motor.

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit kendaraan truk Mitsubhisi warna merah hasil tindak kejahatan, uang tunai Rp 300 ribu sisa hasil penjualan sepeda motor curian, satu unit sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam bernomor polisi K 5984 KU sebagai sarana untuk mencuri truk di Jaken, serta satu unit Suzuki Satria warna hitam merah bernopol K 3317 DO untuk mencuri Mio Soul dengan TKP kos-kosan Randukuning.

Editor : Kholistiono

Pancal Polisi sampai Tersungkur,  2 Pencuri Motor Asal Demak Didor di Grobogan

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sedang memeriksa berbagai peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian motor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain dua pelaku pencurian di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Polres Grobogan juga berhasil membekuk dua maling motor lainnya yang sudah berulang kali beraksi di wilayah kota Purwodadi. Kedua pelaku ini adalah Faizin alias Bro (28) dan Andi Fitriyanto alias Codot. Keduanya merupakan warga Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak.

Kali terakhir, keduanya melakukan tindak kejahatan di rumah Edy Purwanto, warga Lingkungan Keling, Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi pada 3 Januari 2017 lalu. Dalam aksinya, komplotan ini berhasil menggasak sepeda motor Vario.

Mereka masuk dalam rumah dengan merusak gembok pagar. Saat beraksi, ada satu orang lagi yang terlibat yakni Jumain yang saat ini masih buron.

Usai menerima laporan pencurian, anggota Reskrim Polres Grobogan kemudian melakukan perburuan dan akhirnya melihat dua pelaku melintas di jalan Gajah Mada berboncengan motor curian. Seketika, beberapa anggota polisi melakukan pengejaran hingga bundaran Tugu Tani di sebelah barat terminal induk Purwodadi.

Salah seorang anggota yang mengendarai motor trail KLX berhasil mendekati kedua pelaku dan berupaya memepetnya ke pinggir. Namun, salah seorang pelaku kemudian menendang motor petugas hingga akhirnya tersungkur dari atas kendaraan.

Nahas, tidak lama berselang, kedua penjahat ini akhirnya juga terjatuh dari atas motornya. Gara-gara, pengendaranya menabrak gundukan tanah di pinggir jalan.

Beberapa anggota yang sudah menyusul lokasi akhirnya berhasil membekuk pelaku dan memasukkan dalam mobil dalam posisi tangan terborgol.

Ketika hendak membawanya ke Mapolres Grobogan yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi, kedua pelaku berhasil membuka borgol dan membuka pintu mobil lalu meloncat keluar untuk melarikan diri. Setelah diberi tembakan peringatan tidak digubris, petugas akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kedua pelaku.

“Penangkapan kedua pelaku ini berlangsung seperti dalam adegan film. Kita terpaksa ambil tindakan tegas karena mereka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” kata Kapolres Grobogan Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono saat gelar perkara, Selasa (10/1/2017).

Selain mengamankan pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan. Antara lain sepda motor Vario nopol K 5090 ZZ hasil kejahatan. Kemudian, berbagai peralatan yang dipakai untuk melakukan kejahatan juga diamankan dari tangan pelaku.

“Peralatan yang dipakai pelaku ini sangat lengkap. Ada alat untuk merusak gembok pagar, kunci letter L, T dan Y dengan berbagai mata kunci serta alat khusus untuk membuka kunci magnet motor,” terang Agusman.

Dari hasil penyelidikan, komplotan yang berjumlah sekitar lima orang ini sudah beraksi delapan kali di wilayah Purwodadi. Namun, untuk sementara baru satu lokasi kejahatan yang berhasil diungkap. Pihaknya, masih memburu beberapa anggota komplotan lainnya.

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga meringkus seorang perangkat desa di Kecamatan Mayong, Jepara. Perangkat bernama Suwarso ini diamankan lantaran diduga sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Colong Vixion Gara-gara Kepincut Ingin Kerja di Medan

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta keterangan pada pelaku pencurian kendaraan bermotor di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta keterangan pada pelaku pencurian kendaraan bermotor di Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Gara-gara ingin ikut kerja temannya di Medan, warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer, Grobogan, Ali Shodikin nekat cari ongkos buat merantau dengan jalan pintas. Sayangnya, cara yang dipilih pemuda 21 tahun itu justru mengantarkannya ke dalam penjara.

“Saya pingin sekali kerja ikut teman di Medan. Katanya, di sana dapat gaji besar. Akhirnya, saya memilih curi motor dengan tujuan biar dapat ongkos untuk merantau,” kata Ali saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Selasa (10/1/2017).

Pencurian motor itu dilakukan Ali pada pertengahan Desember 2016 lalu. Sasaran yang dipilih adalah motor milik tetangga dusunnya sendiri bernama Harto (36).

Saat melakukan aksinya, Ali tidak sendirian tetapi dibantu rekannya Suwarlan alias Agus Susanto (41), warga Desa Sambung, Kecamatan Godong. Keduanya, melakukan aksi sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat beraksi, Suwarlan bertindak selaku eksekutor. Sedangkan Ali bersiaga di atas motor Satria dan menunggu di luar rumah. Pelaku ini masuk rumah korban melalui jendela rumah yang kebetulan tidak dikunci dari dalam.

Saat berada di dalam rumah, pelaku melihat ada kendaraan Yamaha Vixion warna putih yang kunci kontaknya masih ada di kendaraan. Setelah membuka pintu rumah, pelaku ini kemudian dengan mudah melarikan motor yang baru beberapa minggu dibeli pemiliknya.

Peristiwa pencurian baru diketahui pemilik rumah menjelang Subuh. Selanjutnya, korban melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polsek Geyer. Beberapa hari kemudian, kedua pelaku akhirnya berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, penangkapan kedua pelaku pencurian motor itu berkat laporan dari masyarakat. Yakni ada informasi yang menyebutkan jika ada seorang pemuda yang menawarkan motor Vixion tanpa dilengkapi surat kendaraan.

“Informasi ini kemudian kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Hingga akhirnya, pelaku bisa kita amankan berikut barang buktinya,” jelas Agusman.

Sejumlah perwira ikut mendampingi kapolres dalam gelar perkara. Antara lain, Wakapolres Kompol Wahyudi, Kabagops AKP Parno, Kasat Reskrim Eko Adi Pramono, dan Kasubag Humas I Made Sujana.

Agusman menambahkan, latar belakang pencurian itu disebababkan para pelaku butuh uang. Pelaku Ali butuh uang untuk merantau ke luar Jawa. Sedangkan pelaku Suwarlan mengaku butuh uang buat bayar hutang.

Editor : Akrom Hazami

Sembrono Tinggalkan Motor di Pinggir Sawah, Ini yang Dilakukan Polisi Grobogan

Salah seorang anggota Polsek Brati sedang memberikan pengarahan pada petani di pinggiran sawah, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah seorang anggota Polsek Brati sedang memberikan pengarahan pada petani di pinggiran sawah, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polsek Brati, Kabupaten Grobogan, yang tengah patroli mendadak menghentikan kendaraannya di areal sawah Desa Tirem, Rabu (4/1/2017). Hal itu terjadi, setelah anggota polisi itu melihat beberapa kunci motor yang ada di pinggiran sawah masih tertinggal pada kendaraan.

Sedangkan pemiliknya berada cukup jauh di tengah sawah karena sedang mengontrol tanaman padi. Selanjutnya, polisi memanggil para pemilik motor untuk diberi pengarahan.

“Perlu diperhatikan, kalau menaruh motor harap dikunci stang biar aman. Jangan sampai meninggalkan kunci motor di kendaraan. Hal ini bisa memicu terjadinya aksi kejahatan,” kata salah seorang polisi pada petani.

Selain itu, pihak kepolisian juga meminta para petani untuk ikut menciptakan kemanan dan ketertiban. Salah satu caranya, segera melaporkan pada perangkat desa atau pihak kepolisian jika melihat ada sesuatu yang mencurigakan disekitarnya.

Beberapa petani mengaku cukup senang dengan adanya pengarahan dari pihak keamanan tersebut. Menurut petani, mereka memang biasa menaruh motor begitu saja di pinggir sawah karena selama ini selalu aman.

Sementara itu, dari data yang dimiliki Polres  Grobogan, sepanjang tahun 2016, ada 18 kasus pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah. Sebagian kasus ini terjadi di areal sawah. Yakni, pelaku mengambil motor petani yang ditinggalkan di pinggiran sawah tanpa diberi pengaman dengan baik.

“Salah satu penyebab terjadinya aksi kejahatan adalah kurang hati-hatinya pemilik kendaraan. Oleh sebab itu, kami minta anggota untuk member penyuluhan pada masyarakat, termasuk pada para petani agar menjaga kendaraan yang ditinggalkan ke sawah,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Editor : Akrom Hazami

Apes, Aksi Pelaku Curanmor Terekam CCTV di Rumah Kos Grobogan

Anggota kepolisian sedang melakukan olah TKP pencurian sepeda motor di tempat kos yang berada di di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota kepolisian sedang melakukan olah TKP pencurian sepeda motor di tempat kos yang berada di di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Komplotan pencuri motor kembali beraksi di wilayah kota Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Kamis (22/12/2016) dini hari. Tepatnya, di sebuah kos-kosan di Jalan Banyuono II, Kampung Jetis, Purwodadi.

Dalam aksinya, pencuri yang diperkirakan berjumlah empat orang itu berhasil menggasak dua unit motor Honda Tiger milik penghuni kos. Masing-masing, sepeda motor Honda Tiger warna silver nopol G 6684 JE milik Akbar. Satu lagi, motor Honda Tiger warna hitam nopol H 4859 DJ milik Yoga. Diperkirakan, komplotan pencuri beraksi di atas pukul 01.00 WIB.

“Tadi malam, ada teman kos yang baru masuk kamar pukul 01.00 WIB dan saat itu situasi masih aman. Ketika salah satu pemilik motor bangun saat Subuh, motornya sudah tidak ada di tempat parkir. Selain motor, sepatu dan sandal beberapa penghuni juga diambil pencuri. Dari rekaman CCTV pencuri beraksi dalam waktu 10 menit,” kata Zaki, salah seorang penghuni kos-kosan tersebut.

Di dalam tempat kos tersebut terdapat CCTV yang mengarah ke beberapa sudut pandang. Antara lain, jalan, pagar dan tempat parkir kendaraan. Namun, kamera CCTV yang mengarah ke jalan diputar ke atas oleh pencurinya.

Penjaga kos-kosan bernama Hardi mengatakan, dari rekaman kamera CCTV pencuri tersebut diketahui berjumlah lima orang. Empat orang masuk ke dalam indekos setelah merusak kunci pagar. Satu di antaranya tampak mengenggam benda seperti senjata tajam jenis golok yang disembunyikan di balik punggung. “Wajah pelakunya tidak terlihat. Mukanya ditutup dengan kain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dibantu anggota Satreskrim Polres Grobogan, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. “Kami juga sudah memeriksa rekaman CCTV. Semoga kasus ini bisa segera terungkap,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Curanmor Bikin Gentar, Polisi Mlonggo Jepara Sambangi Warga 

Polisi menyambangi salah satu tokoh masyarakat Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten  Jepara. (Tribratanewsjepara)

Polisi menyambangi salah satu tokoh masyarakat Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten
Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Mlonggo Resor Jepara, Aiptu Antonius melaksanakan sambang dialogis ke rumah salah satu tokok masyarakat Desa Jambu, Mlonggo, Jepara, Bambang.

Sambang dialogis untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas serta untuk mengajak masyarakat berkomunikasi dan mendengar keluhan, informasi dan masukan terkait pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat di desa tersebut.

Kepala Polsek Mlonggo Ajun Komisaris Polisi Maryono melalui Aiptu Antonius Hadimulyo menerangkan selain untuk bertatap muka atau menjalin tali silaturahmi, juga sekaligus untuk  mempererat kemitraan antara polisi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan sambang dialogis tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan dan imbauan  agar selalu waspada terhadap pelaku curanmor. “Para pelaku biasanya sering sekali melakukan aksinya dengan berbagai macam cara, jangan sembarangan memarkirkan kendaraan bermotor dan lengkapi dengan kunci pengaman ganda,” kata Antonius.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Bekuk Oknum TNI Berpangkat Serda yang Terlibat Aksi Curanmor

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat meminta keterangan pada Pedro, salah seorang pelaku curanmor yang berhasil ditangkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, aparat Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Total pelaku yang ditangkap ada tiga orang. Terdiri dua pemetik dan satu orang penadah hasil kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan, dua pemetik ini diketahui bernama Agus Setiawan (34) alias Pedro. Warga Randublatung, Blora ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. Sedangkan satu lagi, adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat Serda dan bertugas di Kodim Blora.

“Satu tersangka lagi yang kita amankan adalah Ahmad Faizin (32) alias Joker Moto Kucing, warga Kecamatan Sumber, Rembang yang bertindak sebagai penadah. Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Jaringan ini sedikitnya sudah 13 kali melakukan aksi kejahatan di wilayah Grobogan. Semua tempat yang disasar berada di kawasan kota Purwodadi.Keduanya mengincar kendaraan bermotor yang terparkir di tempat sepi. Saat menggasak satu kendaraan menggunakan kunci T, mereka butuh waktu tidak sampai satu menit.

Terungkapnya jaringan pelaku curanmor itu berawal dari tertangkapnya Pedro pada pertengahan November lalu ketika melintas di jalan A Yani Purwodadi. Dalam penyergapan itu, petugas terpaksa menembak kaki kanan Pedro lantaran mencoba kabur.“Dari penangkapan Pedro akhirnya muncul beberapa nama lainnya yang akhirnya berhasil pula kita amankan. Mereka akan kami jerat KUHP pasal 363 pencurian dan pasal 480 tentang penadahan,” jelasnya. 

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi BBPAP Jepara Kemalingan 2 Motor

MuriaNewsCom, Jepara – Dua kendaraan yang terparkir di komplek Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara raib dibawa maling, yakni Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, Sabtu (24/9/2016) sore dua kendaraan tersebut masih digunakan untuk dinas. Kemudian pada malam harinya motor tersebut diparkir di depan rumah. Sementara Imam dan Suhardi sudah masuk ke dalam rumahnya untuk beristirahat. Setelah bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB, kedua motor tersebut sudah hilang.

“Dari keterangan mereka, motor tersebut memang biasa diparkir di depan rumah. Mereka tidak khawatir karena ada keamanan yang berjaga selama 24 jam. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah pencuri yang masuk ke kompleks tersebut,” kata Sriyono.

Setelah mendapat informasi tersebut, dalam waktu bersamaan Polsek Kota mendatangoli lokasi. Petugas melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara. Hasilnya, ada dugaan kuat pencurinya kabur melalui jalan kecil yang menghubungkan kompleks BBPAP Jepara dengan perkampungan warga. “Di bagian belakang memang ada jalan kecil tembus ke perkampungan. Jalan tersebut memang tidak ada pintunya,” katanya.

Hingga Senin siang tadi, pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Kompleks Elite BBPAP Jepara Disantroni Maling, 2 Motor Raib

pencurian-motor

MuriaNewsCom, Jepara – Kompleks Balai Besar Perikanan Air Payau (BBPAP) Jepara yang selama ini dikenal elite dalam penjagaan selama 24 jam, tak mampu menjamin keamanan. Kompleks tersebut disatroni maling, hingga dua kendaraan roda dua lenyap.

Kendaraan yang raib dibawa maling adalah Beat dengan nopol K 6576 IQ dan Supra 125 dengan nopol N 4849 DH. Raibnya dua kendaraan tersebut diketahui Minggu (25/9/2016) pagi setelah pemiliknya, Imam Fatoni, 33, dan Suhardi Atmoko Budi Susilo baru bangun tidur.

“Motor Beat warna hitam itu milik Imam Fatoni. Sedangkan Supra yang sewarna dengan Beat milik Suhardi. Keduanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas dan tinggal di komplek BBPAP Jepara,” ujar Kapolsek Jepara Kota, AKP Sriyono kepada MuriaNewsCom, Senin (26/9/2016).

Hingga Senin siang, kepolisian masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum mengetahui identitas pelaku dan orang-orang yang dicurigai. Selain itu juga belum diketahui jumlah pencuri yang masuk dan menggasak dua kendaraan motor tersebut. “Kasus ini murni curanmor. Kami masih melakukan proses penyelidikan. Kami belum bisa memastikan identitas pelaku,” katanya.

Sriyono menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memberikan pelatihan pada petugas keamanan terkait keamanan di lokasi. Ia mengimbau agar keamanan tak hanya berjaga di bagian depan. “Setiap beberapa saat harus keliling kompleks agar keamanan bisa terjamin,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pencuri Sekarang Hobi Incar Sepeda Motor di Masjid Grobogan

maling beat e

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi Anda yang beraktivitas ke masjid memakai kendaraan bermotor, hendaknya lebih waspada. Hal ini terkait dengan adanya aksi pencurian motor di halaman Masjid Al Hidayah yang terjadi Selasa (21/6/2016) petang.

Pencuri beraksi di halaman masjid yang ada di belakang Rutan Purwodadi. Pelaku menggasak satu motor Honda Beat. Korbannya adalah Sodiq, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi masjid tersebut.

Informasinya, petang itu korban menunaikan salat magrib berjamaah menggunakan sepeda motor dengan nopol K 5194 PJ. Usai salat, motor yang sebelumnya diparkir di halaman masjid sudah raib.

Sementara, kunci kendaraan masih ada di kantongnya. Selanjutnya, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kota Purwodadi.

Kapolsek Kota Purwodadi AKP Parno menyatakan, setelah mendapat laporan, anggotanya langsung datang ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, pelaku dinilai merupakan spesialis pencurian motor menggunakan kunci ‘T’. Sebab, waktu yang dibutuhkan untuk mengambil motor ini tergolong cepat. Dugaan sementara, pelaku curanmor kali ini merupakan orang baru.

“Kemungkinan pelakunya baru. Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan kunci ganda pada kendaraannya supaya lebih aman,” jelas Parno didampingi Kanit Reskrim Ipda Sunarto.
Sementara itu, beberapa jamaah mengaku saat duduk tahiyat akhir salat magrib, sempat mendengar motor dinyalakan. Dan kedengarannya, pengemudi kendaraan langsung tancap gas.

“Saya dengar ada suara motor distater terus digas kencang. Kemungkinan, itulah waktu pencuri motor beraksi,” kata Adi Sucipto, tetangga korban.

Editor : Akrom Hazami

 

Curi Ninja saat Korbannya Asyik Nonton TV

Sepeda motor yang diamankan oleh polisi sebagai barang bukti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sepeda motor yang diamankan oleh polisi sebagai barang bukti (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pencuri sepeda motor Kawasaki Ninja beraksi saat korbannya asyik nonton televisi (TV). Kejadian di Desa Turirejo, Jepon, Blora.

Jajaran Polsek Jepon, Blora, bekuk tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) Senin (04/01/2015) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Pelaku Daniel Kurniawan (32) beralamatkan di Jalan Panglima Batur, Masjid Jami, Pasar Lama, Banjarmasin,Kalimantan Selatan. DK tertangkap saat membawa kabur motor milik Warsino bin Ramelan Ngaprah RT 05/RW 03, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon.

Kapolsek Jepon AKP Sutarjo mengungkapkan bahwa saat iti korban sedang nonton televisi, mendengar motornya distater ia langsung mengecek motornya digarasi. Betapa kagetnya karena motornya dibawa orang tak dikenal.

Setelah tahu motornya dibawa pelaku, korban langsung mengejarnya menggunakan sepeda motor lain. Sesampainya di Desa Turirejo,pelaku berhasil disalip oleh korban.

Pelaku kian kencang menggeber gas sepeda motor. Begitu korban sudah berada di dekat tersangka, spontan korban menendang sepeda motor yang dinaiki pelaku. Sampai akhirnya membuat pelaku terjerembab.

“Karena pelaku melawan saat sepeda motornya diminta akhirnya korban teriak maling-maling” kata Sutarjo Selasa (05/01/2016).

Teriakan korban membuat pelaku cepat diringkus warga. Hingga polisi tiba di lokasi kejadian.
“Ada salah satu warga melapor, bahwa pencuri motor tertangkap di Desa Turirejo,” ungkapnya.
Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan polisi. Atas kasus yang menjeratnya, polisi mengancam pelaku dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Satu barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja.

Polisi mengimbau agar warga mengunci sepeda motornya saat ditinggal agar tak terjadi kasus curanmor. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Polsek Blora Kota Bekuk Pelaku Curanmor

Ilustrasi

Ilustrasi

 

BLORA – Kepolisian Sektor (Polsek) Blora Kota, berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini kerap kali meresahkan warga di Kabupaten Blora.
Polisi membekuk pelaku berinisial SYwarga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Blora. Saat ini polisi telah mengamankan seorang pelaku dan babuk di Mapolsek Blora Tengah.

Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno mengatakan,pihaknya telah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku. Dari pemeriksaan itu, polisi berhasil mengorek keterangan dari pelaku, bahwa pelaku sudah berulang kali melancarkan aksi kriminalnya tersebut.

“Setelah melakukan pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan pencurian motor sebanyak 19 TKP di wilayah Blora. Selanjutnya di Kecamatan Randublatung pernah melakukan di 12 TKP. Aksinya ini dilakukan sendiri,” ujar Kapolsek.

Modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan menyamar sebagai pegawai perkantoran bila sepeda motor yang dibidik berada dikawasan perkantoran. “Dia memakai baju pegawai lalu masuk halaman kantor,” katanya.

Alat yang digunakan, lanjut Sudarno, yakni menggunakan kunci T. Setelah mencuri, motornya dijual ke penadah.

Penangkapan terhadap pelaku ini, bermula ketika ada salah satu korban melapor kehilangan sepeda motor di GOR Mustika pada pertengahan November lalu. Kemudian, pelapor mengaku melihat helmnya yang ikut hilang tersebut, dipakai seseorang.

Kemudian polisi bertindak cepat, untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang membawa helm tersebut. Dari situ, kemudian terungkap jika helm tersebut dibeli dari tersangka. (RFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Diajak Kakak Mencuri, Adik Kandung Rela Resign dari Bank

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kakak yang mengajak adik untuk mencuri kendaraan, bukanlah perlakuan yang patut ditiru. Bahkan, akibat bujukan kakak, sang adik sampai rela keluar dari pekerjaan awalnya di sebuah Bank.

Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, kejadian tersebut sangat disayangkan. Adik yang sudah bekerja dengan baik di sebuah Bank sebagai sopir, rela keluar demi mengikuti ajakan kakaknya menjadi seorang pencuri kendaraan.

”Awalnya sudah bekerja yang baik, di sebuah Bank lagi. Tapi malah keluar dan memilih menjadi pencuri kendaraan karena diajak kakaknya,” katanya saat gelar kasus di Mapolres Kudus, Kamis (10/12/2015).

Menurutnya, akibat perlakukan tersebut bukan hanya kehilangan pekerjaannya. Namun juga harus bertangung jawab atas apa yang dilakukan dan terancam dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Dari data yang dimiliki polres, kejadian pencurian yang dilakukan kakak beradik tersebut sudah lima kali. Namun, yang mencuri mobil baru dilakukan sekali.

”Untuk kakaknya sudah mencuri sebanyak lima kali. Empat yang pertama sepeda motor, kemudian terakhir mobil. Lha dua terkahir itu mencuri bersama adiknya,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kakak Tega Ajak Adiknya Mencuri Mobil di RSI Kudus

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pelaku pencurian memperlihatkan mobil curiannya saat gelar kasus di Polres Kudus, Kamis (10/12/2015). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

KUDUS – Perlakuan seorang kakak di Kudus ini, tidak patut dicontoh. Saking bejatnya, sampai mengajak adik kandung untuk mencuri kendaraan jenis mobil.

Hal itu diungkapkan Waka Polres Kudus Kompol Yunaldi. Menurutnya, kakak kandung itu tega mengajak adik kandungnya untuk mencuri mobil.

”Kakak M Fathoni (38), warga Desa Gondosari Kecamatan Gebog, dia sudah beda KK dengan adik kandungnya Chamim Jayadi (30) warga Desa Golan Tepos Kecamatan Mejobo,” katanya kepada MuriaNewsCom saat gelar kasus, Kamis (10/12/2015).

Kejadian pencurian tersebut, terjadi pada 20 November lalu. Tepatnya di RSI Islam Yakis Kudus, kakak beradik itu mencuri kendaraan mobil jenis Suzuki Super Carry. Pemilik kendaraan, ialah Ahmad Syalabi warga Kecamatan Nalumsari, Jepara.

Kepada kepolisian, korban menuturkan sekitar pukul 17.15 WIB, ketika mau pulang kendaraan warna biru miliknya sudah tidak ada. Setelah Itu, barulah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Akibat pencurian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp 45 juta. Beruntung, dalam waktu singkat pelaku pencurian kakak beradik dapat ditangkap oleh petugas.

Kendaraan yang dicuri juga berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Mobil Nopol K 1825 MK itu, ditemukan di bengkel yang juga berada di Kudus.

”Tiga hari kemudian, pada 23 November kakak beradik berhasil ditangkap. Atas tindakannya itu, pelaku diancam tujuh tahun penjara karena melanggar pasal 363 KUHP Pencurian dengan Pemberatan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Video – 4 Pencuri Sangar Bermodus Gendam Ini Beraninya Sama Perempuan

ngan pakai gendam ditangkap di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ngan pakai gendam ditangkap di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Aparat Polres Jepara berhasil mengamankan empat pelaku penipuan dengan modus gendam. Ternyata, penipuan dengan modus tersebut sudah banyak yang menjadi korban.

Para pelaku mengintai perempuan terutama yang berpenampilan mewah dengan ciri-ciri memakai sejumlah perhiasan.

Salah seorang tersangka yang berhasil diamankan Polres Jepara, Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar mengaku sudah sering menjalankan aksinya di wilayah Kabupaten Jepara. Bahkan, tak hanya di Jepara tetapi juga di kota-kota lain. Bersama tiga rekan lainnya, dia sudah berhasil mengambil keuntungan puluhan juta rupiah dan sejumlah perhiasan.

“Biasanya kami menyasar perempuan di pusat perbelanjaan,” aku Sarunting saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Dia mengaku hal itu dilakukan karena desakan ekonomi. Bersama tersangka lain, dia juga mengaku telah menjadi penipu bermodus gendam sejak setahun lalu. Namun baru kali ditangkap.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, para tersangka memang beraksi lintas Kota di Jawa Tengah. Mereka menjalankan aksinya secara rapi, dengan modus gendam korban juga terkelabui bahkan tidak sadar jika ditipu. “Korban tersadar ketika para pelaku sudah melarikan diri,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

Video – Gunakan Ilmu Gendam, 4 Pencuri di Jepara Ketahuan Polisi

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

ku gendam saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk kawanan penipu yang bermodus gendam di wilayah hukum Polres Jepara.

Mereka adalah Sarunting Putra alias Kevin (35), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Fatra alias Gahri (37), warga Kabupaten Tangerang Jabar, Frengky Lintang (34), warga Sumatera Selatan, dan Mat Asih alias Mamat (47), warga Kabupaten Kediri Jatim.

Keempat tersangka tersebut diamankan di wilayah hukum Polres Klaten pada 30 November 2015.  Penangkapan tersangka tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu di kawasan swalayan Kecamatan Tahunan Jepara pada 29 November 2015 sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, telur, jarum, tisu, dan kendaraan mobil rental tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu. Mereka menjalankan aksi secara bersama-sama dan berbagi tugas.

“Mereka beraksi lintas kota, tidak hanya di Jepara saja. Kebetulan di Jepara sudah beraksi beberapa kali dengan jumlah kerugian sekitar Rp 20 juta, dan sejumlah emas milik korban,” ujar Samsi saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, modus yang digunakan memang sejenis gendam. Tersangka mencoba mengelabui korban dengan trik-trik tertentu kemudian membawa kabur sejumlah perhiasan maupun uang milik korban. Masing-masing tersangka ada yang bertugas mengelabui, ada yang memantapkan korban agar mudah dikelabui dan ada yang sebagai sopir mobil ketika melarikan diri. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

 

Baru 1,5 Bulan Keluar, Dua Residivis Curanmor Ini Harus Mendekam Lagi di Sel

f-curanmor (2) (e)

YM dan W diamankan di Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

REMBANG – Entah betah tinggal di penjara atau tidak kapok ditangkap polisi, dua orang ini kembali masuk penjara setelah satu setengah bulan yang lalu mereka keluar dari penjara. Keduanya yakni, YM (24) warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang dan W (44) warga Desa Gonggang, Kecamatan Sarang.

YM dan W mengaku sudah empat kali masuk penjara gara-gara kasus yang sama. Keduanya merupakan spesialis pencurian sepeda motor di wilayah Rembang. “Baru 1,5 bulan yang lalu, kami keluar penjara. Ini yang keempat kalinya,” ungkap YM kepada MuriaNewsCom di Mapolres Rembang, Jum’at (27/11/2015).

YM mengaku terpaksa melakukan pencurian sepeda motor karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Kepepet tidak punya uang mas. Baru cerai sama istri dan belum punya anak,” imbuhnya.

Dalam waktu 1,5 bulan, kedua residivis itu mengaku sudah berhasil melancarkan aksinya sebanyak lima kali, sebelum akhirnya di bekuk Sat Reskrim Polres Rembang di Gresik Jawa Timur, Selasa (24/11/2015).

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, keduanya ditangkap berkat laporan dari korban. “Berawal dari adanya laporan korban, kemudian dikembangkan dengan penyelidikan lebih lanjut. Setelah dianalisa dari beberapa tempat kejadian perkara, kemudian mengarah ke pelaku,” ungkapnya.

Eko menjelaskan, dalam waktu 1,5 bulan, pelaku sudah beraksi di 3 tempat, dua diantara terjadi di Kecamatan Kota sedangkan satu tempat lain di Kecamatan Kragan.

Korban terakhir diketahui bernama Endang Sri Wahyuni warga Desa Pasar Banggi RT 03 RW 05 Kecamatan Rembang. Akibat aksi kedua pelaku, Endang kehilangan sebuah sepeda motor Suzuki Nex dengan nomor polisi K 4560 TM. Namun, beruntung pihak kepolisian berhasil mengamankan sepeda motor tersebut.

“Sementara untuk keperluan penyidikan dan bukti dalam pengadilan, barang bukti ini akan kami amankan dulu di Mapolres Rembang. Setelah itu, pemilik bisa mengambil dengan menunjukkan bukti kepemilikan,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Residivis Curanmor Kambuhan di Rembang Didor Polisi

f-curanmor (e)

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menunjukkan korek api milik pelaku yang menyerupai pistol revolver dalam gelar perkara di Mapolres Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

REMBANG – Sat Reskrim Polres Rembang meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panah, karena ketika akan ditangkap, pelaku berusaha melarikan diri.

Ketiga pelaku curanmor adalah YM (24) warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, W (44) warga Desa Gonggang,Kecamatan Sarang, dan D (45) warga Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. YM dan W merupakan eksekutor dalam pencurian sepeda motor, sementara D berperan sebagai penadah. Ketiganya ditangkap di Gresik pada Selasa (24/11/2015).

Modus operandi yang dilancarkan oleh komplotan tersebut ialah dengan mencari kelengahan calon korban. “Kami pura-pura meminjam sepeda motor, setelah dipinjami, langsung kami bawa kabur,” kata YM kepada awak media ketika gelar perkara di Mapolres Rembang, Jum’at (27/11/2015).

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, YM dan W merupakan residivis. Keduanya sudah pernah dipenjara sebanyak 3 kali karena kasus serupa. “Ini yang keempat kalinya bagi mereka berdua, kembali masuk sel. Sedangkan D, sebelumnya sudah pernah satu kali masuk sel karena kasus pencurian kayu,” jelasnya.

Eko juga menjelaskan, masih ada seorang lagi yang diduga komplotan mereka, dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Mereka beraksi di 3 TKP, dua kali di wilayah Rembang kota dan satu kali di Kecamatan Kragan,” imbuhnya.

Dalam penangkapan, aparat menemukan sebuah korek api yang menyerupai senjata api revolver. Selain itu, petugas juga mengamankan 7 unit sepeda motor yang diduga hasil curian pelaku. Ketiganya kini harus kembali mendekam di penjara. “Dua pelaku eksekutor dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun, sedangkan satu orang lagi sebagai penadah dijerat pasal 480 KUHP denga ancaman hukuman 4 tahun,” katanya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Mertua Pelaku Borong 3 Kendaraan Curian yang Dihargai Rp 7 Jutaan

Curanmor 3

Ketiga pelaku pencurian motor menunjukkan barang bukti hasil curian dan alat yang digunakan saat gelar kasus di Polres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sepeda motor hasil pencurian yang dijalankan keempat pelaku, yakni S, S,  HP dan W, dijual kepada saudara pelaku yang juga mertua dari keempat pelaku. Ketiga kendaraan berhasil dijual dengan harga Rp 7,8 juta, kemudian uang dari penjualan sepeda motor dibagi untuk keempat pelaku.

Seperti halnya yang diungkapkan KBO Polres Kudus Kompol Tugiyanto, dia menjelaskan tiga kendaraan laku oleh mertuanya Rp 7,8 juta. Kemudian setiap satu anggota mendapat jatah Rp 1,7 juta dan sisanya Rp 1 juta untuk operasional diantaranya membeli bensin dan kebutuhan lainnya.

”Sementara, barang lainnya yang dicuri yaitu Hp, dipakai sendiri oleh pelaku S. Namun kini semua benda tersebut kami amankan di Mapolres Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia menjelaskan, sebenarnya kasus tersebut diawali oleh HP dan S. Keduanya saat pulang dari Jakarta bekerja tidak punya uang. Dari hal tersebutlah mereka berminat melakukan aksi pencurian.

Setelah itu, mereka mengajak S dan S yang lain untuk membantu melengkapi kebutuhan mencuri. Setelah dirasa kebutuhan alatnya siap seperti kunci T, gunting dan lainnya. Mereka kemudian melakukan aksinya.

”Jadi mereka berjalan saja, jika ada kesempatan langsung mereka gasak. Dan kunci T yang digunakan juga belum sempat digunakan, karena mereka mendapatkan kunci aslinya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

 

Sebelum Menggasak 3 Kendaraan, 4 Pelaku Keliling Kudus, Purwodadi dan Demak Mencari Sasaran

Curanmor 2

Beberapa peralatan yang digunakan komplotan curanmor. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Keempat pelaku komplotan pencurian sepeda motor, memiliki cara tersendiri dalam menggasak sasaran mereka. Sebelum menggasak, mereka tidak menargetkan mana yang akan diambil. Melainkan mereka lebih dahulu berkeliling untuk mencari lokasi  dan korban yang tepat.

KBO Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, pelaku memulai aksinya pada 2 November lalu. Sekitar pukul 08.00 WIB, keempat pelaku siap dalam menjalankan aksinya dengan alat yang disiapkan. Kemudian mereka berkeliling.

”Pada malam itu juga, pelaku sampai di Kudus. Tempatnya di SPBU karawang Jekulo. Namun disana tidak mendapatkan hasil, kemudian pelaku melanjutkan aksinya ke Purwodadi Grobogan, hingga ke Gajah Demak juga tidak mendapatkan hasil,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Setelah itu, mereka kembali memutuskan untuk kembali ke Kudus. Setelah sampai di Kudus tepatnya desa Gulang Mejobo sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku kemudian menjalankan aksinya dengan menggasak kendaraan yang berada di sana.

Dia menambahkan, pelaku tidak repot melakukan pendongkelan kunci. Lantaran kunci kendaraan berada di daerah yang tidak jauh dari lokasi kendaraan.

”Setelah itu, pelaku membawa kabur kendaraan yang dibawa untuk diamankan pelaku lain di daerah Pati,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)