Motor Anda Hilang Dicuri? Cek di Mapolres Grobogan, Silakan Diambil Gratis

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan dari tangan pelaku curanmor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan dari tangan pelaku curanmor. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Terkait dengan penangkapan tiga pelaku curanmor, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning meminta warga yang merasa kehilangan sepeda motor agar mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi, motor warga yang hilang di antaranya adalah barang bukti hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan pelaku.

“Bagi warga yang merasa pernah kehilangan sepeda motor bisa datang ke kantor. Siapa tahu, sepeda motornya ada di antara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita sita dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus sepeda motor yang hilang, warga tidak dibebani biaya. Namun, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan dan bukti kepemilikan sepeda motor.

Menurut Agusman, selain mengamankan tiga pelaku yang terlibat kasus curanmor di wilayahnya, anggota juga berhasil mengamankan sembilan motor berbagai jenis yang diduga hasil kejahatan. Saat ini, barang bukti motor sudah diamankan di Mapolres Grobogan.

“Dari keterangan pelaku, sedikitnya mereka sudah mencuri motor di wilayah Grobogan sebanyak 13 kali. Saat ini, baru ada 9 unit kendaraan yang berhasil kita amankan. Untuk barang bukti lainnya, masih kita telusuri,” jelasnya.

Seperti diberitakan, baru-baru ini aparat Satreskrim Polres Grobogan akhirnya berhasil mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Total pelaku yang ditangkap ada tiga orang. Terdiri dua pemetik dan satu orang penadah hasil kejahatan.

ranmor

Dari hasil pemeriksaan, dua pemetik ini diketahui bernama Agus Setiawan (34) alias Pedro. Warga Randublatung, Blora ini diketahui adalah pecatan anggota TNI tahun 2012 lalu. 

Sedangkan satu lagi, adalah Juwadi (44), warga Bangle, Blora. Pria ini tercatat masih jadi anggota TNI aktif berpangkat Serda dan bertugas di Kodim Blora.

“Satu tersangka lagi yang kita amankan adalah Ahmad Faizin (32) alias Joker Moto Kucing, warga Kecamatan Sumber, Rembang yang bertindak sebagai penadah. Untuk pelaku yang tercatat masih aktif sebagai anggota TNI sudah kita serahkan ke Denpom,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

Jaringan ini sedikitnya sudah 13 kali melakukan aksi kejahatan di wilayah Grobogan. Semua tempat yang disasar berada di kawasan kota Purwodadi.

Editor : Kholistiono

Buron 5 Bulan, Pelaku Penggelapan Motor di Grobogan Ini Dibekuk Polisi saat Balik ke Rumah

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Merasa aman setelah kabur selama lima bulan, pelaku penggelapan motor bernama Ulil Albab, akhirnya berani pulang ke rumahnya di Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug, Selasa (15/11/2016). Namun, kepulangannya ini tercium polisi dan hingga akhirnya, pemuda 23 tahun itu diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami dapat informasi kalau pelaku pulang ke rumah. Segera kita kirim tim untuk menjemputnya karena sudah lima bulan jadi buron,” kata Kapolsek Gubug AKP Deddy Setya pada wartawan.

Kasus penggelapan yang dilakukan Ulil tejadi sekitar bulan Mei lalu. Korbannya adalah M Syukron (16) yang masih tetangga desanya. Peristiwa penggelapan itu berawal ketika sepeda motor Vario nopol K 3485 TZ milik korban mogok saat mancing di pinggiran Sungai Tuntang. Melihat kejadian ini, Ulil yang ada di sekitar situ kemudian membantu mendorong motor ke sebuah bengkel.

Setelah motor selesai diservis, pelaku minta pada korban untuk diantarkan ke rumah kawannya di Karangawen, Demak. Karena tidak ketemu orang yang dicari, pelaku kemudian mengajak korban putar-putar hingga sampai wilayah Wonosobo.

Saat di Wonosobo, keduanya sempat singgah di sebuah warung makan. Saat makan inilah pelaku sempat pinjam kunci motor karena mau beli rokok. “Korban sempat menunggu lama di warung makan tetapi pelaku tidak kembali ke situ. Akhirnya, korban pulang naik angkutan umum dan kemudian melaporkan kasus ini,” terang Deddy.

Dari keterangan pelaku, motor milik korban dijual pada kenalannya di Solo seharga Rp 1,5 juta. Usai menjual motor tersebut, pelaku mengaku pergi ke Palembang. Namun, karena uangnya menipis, pelaku kemudian memilih pulang ke kampungnya.

Editor : Kholistiono

Apes, Gara-gara Dompet, Pelaku Curanmor di Grobogan Ini Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski berhasil membawa hasil curian dan menghindari kejaran massa, namun pelaku pencurian motor di Desa Karangpasar, Kecamatan Tegowanu akhirnya bisa dibekuk polisi, Kamis (20/10/2016). Pelaku bernisial KM diringkus ketika pulang ke rumahnya di Kecamatan Guntur, Demak.

Peristiwa pencurian motor itu sudah terjadi beberapa waktu lalu. Pelaku mencuri motor Honda Beat nopol K 6216 GJ milik Suyarni yang sedang diparkir di tanggul sungai di sebelah utara Desa Karangpasar. Saat itu, pemilik motor sedang berada di sawah dan kendaraannya sengaja diparkir di tanggul.

Ceritanya, saat pemilik motor terlihat sibuk melakukan aktivitas di sawah, pelaku melancarkan aksinya. Namun, ketika hendak melarikan motor, Suyarni sempat melihat. Selanjutnya, koban berteriak minta tolong dan berupaya mengejar pelaku.

Sayangnya, pelaku akhirnya berhasil lolos kendati sudah banyak warga yang ikut melakukan pengejaran. Karena pencurinya gagal ditangkap, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Tegowanu.

Kasus pencurian itu akhirnya menemukan titik terang setelah polisi menyelidiki lokasi kejadian. Di mana, saat itu menyisir lokasi, polisi menemukan sebuah dompet yang di dalamnya terdapat KTP. Dompet itu diyakini milik salah satu pelaku pencuri yang terjatuh saat melakukan aksinya.

“Dari KTP inilah kami akhirnya bisa menemukan titik terang. Hingga akhirnya, kami bisa menangkap pelaku ketika orangnya pulang ke rumahnya. Selian pelaku, sepeda motor hasil kejahatan juga berhasil kita amankan,” Kata Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno pada wartawan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, pelaku tidak beraksi sendirian ketika mencuri motor di Karangpasar. Tetapi, ada satu temannya yang ikut membantu. “Identitas pelaku lainnya sudah kita kantongi. Saat ini, kami masih melakukan pengejaran,” katanya.

Editor :Kholistiono

2 Maling Motor Lintas Kabupaten Berhasil Dibekuk

Dua pelaku curanmor berhasil diamankan polisi. Pelaku kini harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua pelaku curanmor berhasil diamankan polisi. Pelaku kini harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua penjahat spesialis pencurian kendaraan bermotor berhasil dibekuk aparat Polres Grobogan. Masing-masing, Kusnadi (42), warga Desa Klampok, Kecamatan Godong dan Dwi Darminto (26), warga Desa Jatilor, Kecamatan Godong.

Dari hasil penyelidikan petugas, kedua penjahat ini sedikitnya sudah beraksi di tujuh tempat. Tiga di antaranya di wilayah Grobogan. Yakni, di Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon; Desa Winong, Kecamatan Penawangan, dan Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo.

Selain di Grobogan, pelaku juga beraksi di kota tetangga. Masing-masing, dua lokasi di Demak, dan dua lagi di Kudus. “Kedua pelaku ini sudah jadi target kita. Keduanya, sering beraksi di beberapa kota. Dua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Agung Ariyanto, saat gelar perkara, Selasa (16/8/2016).

Di samping meringkus pelaku, polisi juga berhasil mengamankan enam unit motor hasil kejahatan. Terdiri dari dua motor matic, tiga motor bebek dan satu “sepeda motor jantan”.”Masih ada satu kendaraan lagi yang belum ditemukan. Kami masih berupaya melacak,” katanya.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan pelaku kebanyakan menyasar tempat parkir sepeda motor yang tidak ada penjaganya. Sebelum menggasak motor, pelaku terlebih dahulu merusak kunci kendaraan dengan kunci T.

Kedua pelaku ini punya peran berbeda. Pelaku Kusnadi merupakan orang yang merencanakan, pemetik sekaligus pembagi hasil kejahatan. Setiap beraksi, pelaku ini dapat bagian Rp 3 juta. Sedangkan pelaku Dwi  bertugas sebagai joki dan mengawasi situasi. Bagian Dwi setiap beraksi Rp 450 ribu.

Editor : Kholistiono

Mungkin Motor Anda yang Pernah Dicuri Ada di Mapolres Grobogan

Barang bukti hasil pencurian diamankan di Mapolres Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Barang bukti hasil pencurian diamankan di Mapolres Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan penangkapan tiga pelaku curat, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto meminta warga yang merasa kehilangan sepeda motor agar mengecek ke mapolres. Sebab, bisa jadi, motor warga yang hilang di antaranya adalah barang bukti hasil kejahatan yang berhasil disita dari tangan pelaku.

“Bagi warga yang merasa pernah kehilangan sepeda motor bisa datang ke kantor. Siapa tahu, sepeda motornya ada di antara barang bukti hasil kejahatan yang berhasil kita sita dari para pelaku,” ungkapnya.

Untuk mengurus sepeda motor yang hilang, warga tidak dibebani biaya. Namun, mereka diharuskan membawa laporan kehilangan dan bukti kepemilikan sepeda motor.

Agung menyatakan, pihaknya saat ini masih mengembangkan penangkapan tiga residivis kasus curat tersebut. Tidak tertutup kemungkinan, barang bukti hasil kejahatan bisa didapat lagi.

Sebab, para pelaku ini untuk sementara sudah mengakui pernah beraksi sedikitnya di tujuh lokasi. Yakni, di wilayah Kecamata Godong, Penawangan, Toroh, dan Purwodadi.

Seperti diberitakan, aparat Polres Grobogan, Sabtu (5/3/2016) berhasil meringkus tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang sering beraksi pada malam hari. Ketiga pelaku ini, masing-masing Kosim, warga Dusun Manggihan, Desa Sambung, Kecamatan Godong dan Cipto, warga Dusun Galeh, Desa Kramat, Kecamatan Penawangan. Satu lagi adalah Suwito alias Mboto, warga satu kampung dengan pelaku Cipto.

Ketiga pelaku ditangkap petugas di rumahnya masing-masing. Dari tiga pelaku, dua diantarnya, yakni Kosim dan Cipto terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat disergap dan tidak mengindahkan tembakan peringatann yang diberikan sebelumnya.

Dari tangan pelaku, petugas akhirnya berhasil mengamankan empat unit sepeda motor. Selain itu, beberapa barang bukti berupa peralatan yang dipakai untuk melakukan aksi kejahatan juga berhasil diamankan.

“Dari empat sepeda motor yang kita amankan, satu unit merupakan sarana yang dipakai untuk melakukan aksi kejahatan. Sedangkan tiga unit kendaraan lainnya adalah hasil kejahatan yang didapat selama melakukan aksinya,” terang Agung.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Dor, 2 Orang dari 3 Pelaku Curat Ditembak Polisi

Dor, 2 Orang dari 3 Pelaku Curat Ditembak Polisi

Tiga orang pelaku curat digiring untuk dimintai keterangan di Mapolres Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tiga orang pelaku curat digiring untuk dimintai keterangan di Mapolres Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan meringkus tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang sering beraksi pada malam hari. Ketiga pelaku ini, masing-masing Kosim, warga Dusun Manggihan, Desa Sambung, Kecamatan Godong dan Cipto, warga Dusun Galeh, Desa Kramat, Kecamatan Penawangan. Satu lagi adalah Suwito alias Mboto, warga satu kampung dengan pelaku Cipto.

Ketiga pelaku ditangkap petugas di rumahnya masing-masing. Dari tiga pelaku, dua di antarnya, yakni Kosim dan Cipto terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat disergap dan tidak mengindahkan tembakan peringatan yang diberikan sebelumnya. Penangkapan ketiga penjahat ini dilakukan Sabtu (5/3/2016).

“Pelaku ini merupakan residivis kasus curat. Mereka ini spesialis membobol rumah dengan mencongkel pintu atau jendela kemudian menggasak barang berharga yang ada didalamnya. Kebanyakan, barang yang diincar berupa sepeda motor,” kata Kasat Reskrim Polres Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto pada wartawan saat gelar kasus, Selasa (15/3/2016).

Dijelaskan, penangkapan ketiga pelaku curat itu dilakukan menindaklanjuti laporan kehilangan sepeda motor di rumah Supanti, warga Dusun Karangtengah, Desa Sumurgede, Kecamatan Godong, Jumat (26/2/2016) lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pencurian itu mengarah pada ketiga orang tersebut.

Dari tangan pelaku, petugas akhirnya berhasil mengamankan empat unit sepeda motor. Selain itu, beberapa barang bukti berupa peralatan yang dipakai untuk melakukan aksi kejahatan juga berhasil diamankan.

“Dari empat sepeda motor yang kita amankan, satu unit merupakan sarana yang dipakai untuk melakukan aksi kejahatan. Sedangkan tiga unit kendaraan lainnya adalah hasil kejahatan yang didapat selama melakukan aksinya,” terang Agung.

Editor : Akrom Hazami