Pemkab Rembang Pastikan Tak Buka Lowongan CPNS pada 2017

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tidak akan membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 ini.

Hal tersebut disebabkan sejumlah persyaratan yang tidak dapat sepenuhnya diaplikasikan oleh pihak Pemkab Rembang.

Hafidz menjelaskan, salah satu persyaratan kabupaten atau kota pelaksana rekrutmen CPNS yakni perbandingan antara belanja publik dengan belanja pegawai harus seimbang. Sedangkan di Rembang, perbandingan tersebut diakui masih belum seimbang.

“Rembang masih belum bisa mengajukan CPNS. Sebab saat ini masih ada syarat yang tidak terpenuhi. Misalnya saja belanja publik dengan belanja pegawai harus seimbang, sedangkan di Rembang syarat tersebut belum bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat ini persentase belanja pegawai di Rembang melebihi angka 50 persen, meskipun pada dasarnya harus seimbang dengan belanja publik. Hal itu disebabkan, lantaran jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Rembang masih belum ideal.
 
“Faktanya di Rembang jumlah ASN masih belum ideal yang menyebabkan persentase belanja pegawai lebih tinggi dibandingkan belanja publik,” paparnya.

Sementara itu, ia juga mengimbau kepada warga Rembang supaya bisa memanfaatkan berbagai lapangan pekerjaan yang ada di Rembang.
 
“Warga Rembang bisa memanfaatkan sejumlah lapangan pekerjaan lainnya, baik di badan usaha milik pemerintah, perusahaan swasta, atau justru berwiraswasta, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Era globalisasi menuntut masyarakat agar lebih kreatif dalam bidang pekerjaan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bidan PTT Grobogan yang Lolos Pengadaan CPNS Waspadai Aksi Penipuan

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi jajaran FKPD memberikan ucapan selamat pada bidan PTT yang lolos dalam pengadaan CPNS. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para bidan pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017 agar mewaspadai aksi penipuan terkait momen tersebut. Yakni, terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sebelumnya menjajikan bisa membantu kelulusan dalam seleksi CPNS tersebut.

“Kalau ada oknum yang menjajikan bisa membantu kelulusan jadi CPNS, saya pastikan itu penipuan. Jadi, harap waspada jika ada yang modus seperti itu,” tegasnya saat menghadiri acara registrasi bidan PTT yang lolos CPNS di pendapa kabupaten, Sabtu (25/2/2017).

Sri Sumarni meminta agar agar pola pikir masyarakat harus diubah dalam pengadaan CPNS tersebut. Masyarakat diminta tidak mudah tertipu dan percaya dengan ulah oknum itu. Sebab, dalam setiap proses pengadaan CPNS dijamin tidak ada pungutan biaya sama sekali.

“Tidak ada yang bisa meloloskan dalam seleksi kecuali kemampuan diri sendiri. Jadi, pola pikir seperti itu harus dihilangkan,” cetusnya.

Jumlah bidan PTT keseluruhan di Grobogan ada 237 orang. Dari jumlah ini hanya 221 orang yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017 yang dipasang di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017).

Sebanyak 16 orang tidak lulus karena usianya lebih dari 35 tahun. Tes pengadaan CPNS bagi bidan PTT sudah dilangsungkan bulan Juli tahun 2016 di Semarang.

“Mereka yang tidak lulus dalam pengadaan CPNS tersebut nantinya akan ditampung sebagai pegawai pemerintah perjanjian kontrak (P3K). Meski demikian, kami akan memperjuangkan nasib mereka supaya sama-sama bisa diangkat jadi CPNS,”  kata Koordinator Bidan PTT Grobogan Muji Dwi Rinawati. 

Editor : Akrom Hazami

 

Cipika-Cipiki, hingga Foto Selfie Warnai Pengumuman Ratusan Bidan PTT Grobogan Lolos Pengadaan CPNS

Para bidan PTT Dinas Kesehatan Grobogan sedang melihat pengumuman di depankantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 237 bidan pegawai tidak tetap (PTT) Dinas Kesehatan dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017 yang dipasang di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, sejak pagi, banyak orang berdatangan ke kantor BKPP untuk melihat pengumuman tersebut. Tidak hanya para bidan tetapi juga ada anggota keluarganya yang datang untuk melihat pengumuman.

Begitu namanya tercantum dalam daftar lampiran yang juga terpasang, wajah para bidan PTT yang sudah mengabdi cukup lama terlihat sumringah. Beberapa bidan tampak saling berpelukan setelah namanya sama-sama tercantum dalam daftar kelulusan.

“Alhamdulillah. Selamat, ya,” kata para bidan tersebut sambil bercipika-cipiki dan berselfie ria di depan papan pengumuman.

Beberapa bidan juga terlihat sempat memotret keputusan yang ditempel dalam papan pengumuman tersebut. Tujuannya untuk dikirimkan pada rekan lainnya yang belum sempat berdatangan atau dikabarkan pada keluarganya di rumah.

Meski demikian, ada juga beberapa orang yang beraut wajah sedih usai melihat pengumuman. Pasalnya, namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan tersebut.

Koordinator Bidan PTT Grobogan Muji Dwi Rinawati menyatakan, dalam pengumuman tersebut memang ada sejawatnya yang namanya tidak tercantum. Jumlahnya ada 16 orang.

“Jumlah bidan PTT keseluruhan ada 237 orang. Yang dinyatakan lulus tes ada 221 orang. Sebanyak 16 orang tidak lulus karena usianya lebih dari 35 tahun. Tes pengadaan CPNS bagi bidan PTT sudah dilangsungkan bulan Juli tahun 2016 di Semarang,” jelasnya.

Informasi yang didapat, mereka yang tidak lulus dalam pengadaan CPNS tersebut nantinya akan ditampung sebagai pegawai pemerintah perjanjian kontrak (P3K). Meski demikian, pihaknya akan memperjuangkan nasib mereka supaya sama-sama bisa diangkat jadi CPNS.

Setelah pengumuman, mereka yang dinyatakan lulus tersebut diwajibkan mengikuti registrasi. Jadwalnya, pada hari Sabtu 25 Februari besok di pendapa kabupaten.

Editor : Akrom Hazami

Ini Penjelasan Kepala BKD Jepara Terkait Isu Penerimaan CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jepara Abdul Syukur (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jepara Abdul Syukur (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sampai saat ini, masyarakat masih banyak yang dibingungkan dengan kabar penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2016. Sebab, banyak informasi simpang siur yang beredar.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara Abdul Syukur menjelaskan informasi hal itu.Menurut Syukur, tahun 2016 ini belum ada informasi secara resmi mengenai penerimaan CPNS. Bahkan, pekan lalu pihaknya menerima surat dari Gubernur Jawa Tengah terkait informasi penerimaan CPNS. Gubernur mempertegas, jika tahun 2016 ini tidak ada penerimaan CPNS.

“Sebelumnya memang beredar kabar palsu mengenai penerimaan CPNS di Jawa Tengah. Kemudian Pak Gubernur membuat surat edaran untuk mengonter informasi palsu itu,” ujar Syukur kepada MuriaNewsCom, Rabu (20/1/2016).

Menurutnya, setelah mendapatkan surat dari gubernur tersebut, pihaknya kemudian mengedarkan ke semua jajaran instansi, terutama di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Jepara. Hal itu penting, agar informasi palsu dapat diluruskan.

“Kalau ada informasi palsu lalu menyebar lebih luas, khawatirnya kalau itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dia menambahkan, jika memang ada penerimaan CPNS tahun ini, dari kementerian terkait sudah dapat dipastikan mengundang semua BKD di Indonesia untuk melakukan rapat koordinasi. Sejauh ini, katanya, belum ada rapat koordinasi mengenai hal itu. Sehingga, dia memastikan jika informasi mengenai adanya penerimaan CPNS tahun ini palsu.

“Biasanya kalau mau ada penerimaan CPNS diundang untuk rakor. Nantinya baru kemudian sosialisasi mengenai itu. Tapi sampai saat ini belum ada,” ungkapnya. 

Editor : Kholistiono

Ratusan Guru SD di Grobogan Dilatih Kelola Barang

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan Guru SD tengah mengikuti pelatihan Simda BMD di Ruang Riptaloka Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pengelolaan barang atau aset ternyata tidak hanya difokuskan di SKPD saja. Tetapi juga menyasar ke SD. Hal ini terlihat dengan adanya pelatihan Simda Barang Milik Daerah (BMD) buat guru SD yang jadi operator program tersebut.

Acara pelatihan di Ruang Riptaloka Setda Grobogan, dibuka Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono. Pelatihan tersebut menghadirkan pula narasumber dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah.

Menurut Sumarsono, pelatihan itu dilakukan karena pembuatan kartu inventaris ruangan (KIR) di SD belum didasarkan pada Simda. Oleh sebab itu, para operator di masing-masing sekolah diberikan pelatihan khusus untuk menangani masalah tersebut. Sebab, pihak sekolah yang tahu persis kondisi yang ada disitu.

“Peserta pelatihan ini ada 830 orang guru SD se-Kabupaten Grobogan. Pelatihan dilakukan bergelombang selama enam hari,” kata Sumarsono didampingi Kabid Aset Daerah Ambang Prangudi Margo.

Ditambahkan, dengan pelatihan tersebut nantinya akan terjadi tertib administrasi di level SD. Dengan demikian, hal ini akan memudahkan dalam melakukan inventarisasi atau mutasi aset. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Info Terbaru Penerimaan CPNS di Pati

Bupati Pati Haryanto menyerahkan Keputusan Bupati Pati tentang Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 April 2015, Rabu (1/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menyerahkan Keputusan Bupati Pati tentang Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 April 2015, Rabu (1/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Bupati Pati Haryanto menegaskan tidak ada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru di Kabupaten Pati pada 2015. Hal ini disampaikan, usai mengikuti Apel Penyerahan Keputusan Bupati Pati tentang Kenaikan Pangkat PNS Periode 1 April 2015, Rabu (1/7/2015).
Lanjutkan membaca