Bupati Blora Pamer Goreng Telur saat City Gas Diluncurkan

city gas

Bupati Blora Djoko Nugroho menggoreng telur saat uji City Gas di Kecamatan Kradenan. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan uji coba City Gas yang diprogramkan Kementerian ESDM dan dioperatori PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.

Dengan demikian secara bertahap Blora bisa menikmati gas alam yang diproduksi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP). Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

”Alhamdulillah, akhirnya program City Gas bisa dilaksanakan. Masyarakat sudah lama menunggu realisasi progam ini,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho dikutip dari www.blorakab.go.id.

Pengelolaan jaringan gas (jargas) yang dibangun Kementerian ESDM mulai 2013 dilakukan oleh PT Pertamina EP melalui wilayah Asset 4 Cepu. Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Jumat (29/7).

General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Wisnu Hindadari mengemukakan, gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Tengah dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Untuk tahap awal, kata dia, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke-720 rumah di wilayah Desa Sumber. “Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga selama dua tahun mendatang,” kata Wisnu.

Blora merupakan kota selanjutnya di Jawa Tengah setelah jargas Kota Semarang yang menikmati fasilitas jargas kota dari sumur-sumur di wilayah Kedungtuban, Kedunglusi dan Randublatung.

Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy menuturkan, berbeda dari program City Gas yang sudah dilaksanakan di daerah lain di Indonesia. City Gas di Blora menyasar daerah pedesaan.

Direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) Ahmad Rifai menuturkan, uji coba kali ini baru dilakukan di lima rumah warga. Menurutnya, secara bertahap gas akan dialirkan pula ke rumah lain di Desa Sumber.

Jargas dan instalasi pipa sudah terpasang di rumah warga sejak beberapa tahun lalu. “Untuk menggunakan gas City Gas, kompor yang dipakai masyarakat harus dikonversi dulu. Kami sudah menyiapkan petugas yang akan melakukan konversi. Mereka akan datang ke rumah warga yang sudah sepakat menggunakan gas City Gas. Konversi kompor kami gratiskan,” kata Rifai.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Penyebab Program City Gas di Blora Molor

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk Program City Gas di Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, penyuplai gas untuk Program City Gas di Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Program dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa jaringan gas (jargas) untuk Wilayah Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, sampai saat ini belum terealisasi. Seharusnya, realisasi program tersebut dilaksanakan bulan lalu. Muncul dugaan, bahwa molornya jargas di wilayah Sumber itu ada indikasi,jika gas mengandung zat berbahaya.

Kepala Bidang Pertambangan dan Migas pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora Teguh Wiyono melalui Kepala Seksi Migas Blora Djati Walujastono mengungkapkan, kemungkinan molornya jargas di sumber Blora terkendala adanya kandungan sulfur dan H2S (hidrogen sulfida) yang masih cukup signifikan. Sehingga, direalisasikan akan mengganggu kesehatan bagi pengguna jargas.

“Untuk itu, pihak Pertamina sedang mengkaji lebih dalam untuk memasang analyser dan removal H2S sampai batas baku mutu yang aman bagi kesehatan manusia,” jelasnya.

Ia juga memastikan, bahwa sampai saat ini pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) sudah menyiapkan gas untuk 700 kepala keluarga (KK) disebelah utara rel. Sedangkan, bagi pengguna jargas di selatan rel masih menunggu proses perizinan crossing rel.

“Pengguna jargas yang sebelah utara mohon sabar dengan kajian kandungan H2S dan sulfur dengan memasang peralatan removal H2S dan sulfur. Kita berdoa agar segera terealisasi pengguna jargas utk 700 KK yang letaknya disebelah utara, disusul pengguna yang lain,” pungkasnya.

Dalam hal ini, PT PGN selaku pengelola city gas memerkirakan program awal city gas tidak bisa tepat waktu. Penyebabnya, belum ada kejelasan pasokan gas dari Central Processing Plan (CPP) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) menuju 700-800 sambungan di Desa Sumber, Kradenan, Blora.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Bupati Blora Jengkel, Realisasi Program City Gas Tak Jelas