Akhirnya, Malam Nanti Car Free Night di Kudus Digelar

Sejumlah PKL berada di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Nanti malam, CFN bakal digelar di kawasan ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 MuriaNewsCom,Kudus – Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya Car Free Night (CFN) akan dilaksanakan nanti malam, Sabtu (6/5/2017), di kawasan Bundaran Simpang Tujuh Kudus.

Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya meyakinkan masyarakat jika kegiatan CFN malam nanti pasti dilaksanakan. Karena, semua persiapan sudah dilakukan dan kegiatan CFN sudah dinantikan oleh masyarakat.

“Setelah lama tertunda, kami meyakinkan nanti malam CFN dipastikan dilaksanakan. Bahkan ketika cuacanya buruk, seperti hujan misalnya, kegiatan CFN akan tetap dilanjutkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini kegiatan CFN terpaksa ditunda karena kendala cuaca. Meski sebenarnya, semua persiapannya sudah ada, mulai pedagang yang meramaikan, rekayasa lalu lintas hingga hiburan.

Bahkan, katanya, sejumlah komunitas dan masyarakat sudah banyak yang mempertanyakan kapan dimulai. Bahkan, beberapa di antaranya sampai menghubungi pihaknya secara langsung menanyakan kepastian CFN tersebut.

Hanya, dia menjawab belum bisa menjalankan CFN jika cuaca kurang mendukung. Pihaknya khawatir jika nekat dilakukan dan hujan turun, maka yang jadi korban adalah pedagang.

CFN, ini akan dilaksanakan selama dua pekan sekali. Jika sebelumnya, kegiatan CFN diagendakan pekan kedua dan keempat, maka kini kegiatan CFN bakal dilaksanakan pada pekan ketiga dan pekan keempat. Karena, pada CFN tidak bisa dilakukan tiap malam Minggu.

Editor : Kholistiono

Car Free Night (CFN) Kudus Diundur Bulan Depan, Ada Apa?

Kendaraan melintas kawasan Simpang Tujuh Kudus yang diguyur hujan, Sabtu (18/3/2017). Cuaca yang tidak mendukung membuat kegiatan CFN diundur. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana kegiatan Car Free Night (CFN) Kudus yang seharusnya dimulai pada 11 Maret, rupanya diundur jadi April mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pertimbangan diundurnya kegiatan CFN, adalah dengan mempertimbangkan cuaca. Pihaknya melihat cuaca yang masih kurang mendukung sehingga pihaknya memutuskan untuk mengundur waktunya.

“Sekarang masih hujan, jadi jika dipaksakan bakalan sepi. Akibatnya, kegiatan yang seharusnya meriah menjadi tidak maksimal karena sedikit pengunjung,” katanya di Kudus, Sabtu (18/3/2017).

Sejak awal, Didik memang merencanakan bakal menyelenggarakan CFN pada bulan ini. Dengan catatan, cuaca yang mendukung dan tidak ada hujan yang mengganggu.

Disinggung mengenai persiapan pelaksanaan CFN, Didik mengungkapkan semuanya sudah siap. Mulai dari personel dari dishub dan sejumlah instansi yang meramaikan. Jadi, jika tak ada halangan, awal bulan depan CFN tinggal menjalankan saja.

“Sejumlah komunitas mobil dan juga komunikasi motor sudah kami hubungi. Mereka sudah siap meramaikan dan malah tak sabar. Selain itu, para pedagang yang akan memeriahkannya juga sudah siap, jadi tinggal menunggu cuacanya saja,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

CFD Rembang, Semoga Tak Jadi Program Hangat-Hangat Tahi Ayam

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

KABUPATEN Rembang, menjadi kota yang kesekian kalinya kembali menerapkan Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day (CFD). Pemerintah Kabupaten Rembang meluncurkan program CFD 2017 di Alun-alun setempat, Minggu (11/3/2017) pagi.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintahan mulai dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dan Dandim 0720 Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady, serta Sekda Rembang Subakti.

Dalam acara tersebut Bupati melepaskan ratusan balon ke udara sebagai simbol dimulainya CFD tahun ini. Dalam sambutannya Hafidz mengapreasiasi semua pemegang kebijakan yang telah mendukung pelaksanaan CFD. Ia menilai CFD merupakan kegiatan yang bermanfaat, baik dari segi kegiatan maupun sosial.

Seperti umumnya kegiatan CFD, masyarakat memanfaatkannya untuk bersantai dengan keluarga dan ada pula yang berolahraga. Mulai dari senam,lari ataupun jalan sehat. Masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan momen CFD dengan baik.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang menilai pelaksanaan CFD menjadi salah satu tujuan memberikan ruang yang bebas polusi dan berudara segar kepada masyarakat. Pelaksanaan CFD dimulai secara resmi di tahun ini sejak 12 Maret 2017 ini selama dua jam mulai pukul 05.30 WIB sampai 08.30 WIB.

Peluncuran program ini menjadi kesadaran pemerintah akan pentingnya bebas polusi untuk warganya. Terlebih, Rembang berada di titik jalur pantura ujung timur Jateng. Tentu pergerakan arus kendaraan besar super padat, menjadi pemandangan setiap detiknya.  Imbasnya, polusi menjadi santapan warga setiap saat pula.

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Saat semua kota di sekitarnya telah memberlakukan CFD lebih dulu, justru Rembang baru saja memulai. Semangat pemerintah hendaknya didukung semua pihak. Karena kota sehat menjadi bagian dari kebutuhan paling mendasar manusia itu sendiri.

Jangan ada polusi saat CFD diadakan. Mengingat sudah waktunya, elemen masyarakat Rembang mendukung. Agar kebermanfaatannya bisa dinikmati warga secara luas.

Justru yang sekarang menjadi pertanyaan, sejauh mana konsistensi pemerintah memberlakukan CFD.  Semoga tak menjadi program yang hangat-hangat tahi ayam. Awalnya bagus, selanjutnya tak jelas. Sebab, kota ini dulunya pernah memberlakukan CFD. Tapi lambat laun, keberadaan CFD hilang. Pemerintah berangsur-angsur tak lagi memberlakukan.

Imbasnya, warga yang semula telah membiasakan memanfaatkan CFD, hanya bisa mengeluh. Tentu tantangan ini harus dijawab pemerintah agar terus terlaksana dengan baik.

Sesederhana apapun program baik yang konsisten, menjadi lebih baik daripada program muluk-muluk tapi tak konsisten. Semuanya akan berimbas baik sampai anak cucu. (*)

   

Car Free Night (CFN) Diberlakukan di Kudus Bulan Ini


Kendaraan melintas di kawasan Alun-alun Kudus Simpang Tujuh, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah sukses dengan adanya Car Fre Day (CFD) yang diselenggarakan tiap Minggu pagi, Pemkab Kudus mengembangkannya yakni acara Car Free Night (CFN). Rencananya, kegiatan mirip CFD itu bakal dimulai bulan ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, rencananya kegiatan CFN bakal dimulai pada 11 Maret. Soal skema lokasi dan lain sebagainya sudah ada, sehingga tinggal menjalankannya saja.

“Itu bakal dilaksanakan kalau tidak hujan atau cuacanya mendukung. Kalau hujan ya harus menunggu waktu yang pas lagi untuk memulainya,” kata Didik di Kudus, Kamis (2/3/2017).

Kawasan CFN juga dilakukan di kawasan Simpang Tujuh Kudus. Hanya, pelaksanaan tidak dilaksanakan setiap Minggu malam. Melainkan sebulan dua kali, yaitu pada pekan kedua dan pekan keempat tiap bulan.

Pelaksanaan CFN bakal dilakukan selama empat jam lamanya. Panitia bakal menutup kawasan Simpang Tujuh Kudus untuk sepeda motor mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu, jalan akan kembali dibuka.

Jika berhasil dilaksanakan, maka ini akan menjadi hal yang baru di Jawa Tengah. Sebab untuk kabupaten  lainnya masih belum ada yang menerapkan model semacam ini. Sehingga diharapkan akan mampu menjadi percontohan.

“Kegiatan ini didasari pada malam Minggu sangat banyak kendaraan yang lalu lalang dan lalu lintas menjadi semrawut. Maka dari itu dibuatlah wadah yang mampu menampung banyak masyarakat,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Buat yang Kangen CFD Kudus, Besok Akan Terobati

cfd e

Persiapan CFD di Kudus, Minggu akan kembali dilakukan, setelah sebelumnya libur. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan akhir pekan Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus kembali digelar, Minggu (17/7/2016). Setelah sebelumnya, CFD diliburkan.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, CFD sebulan lebih libur. Yakni pada Ramadan dan Lebaran.Nantinya  Kegiatan akan berlangsung seperti sedia kala.

“Iya besok sudah mulai lagi, seperti biasanya. Tentunya kegiatan tersebut sudah ditunggu banyak masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (16/7/2016).

Seperti sebelumya, pelaksanaan CFD akan dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Jalur menuju Simpang Tujuh akan ditutup. Titik itu hanya dibuka bagi pejalan kaki.

Untuk penjual makanan atau PKL, juga akan meramaikan CFD seperti sedia kala. Mereka akan ditempatkan di lokasi semula yaitu sebelah timur Simpang Tujuh.

“Keamanan kami juga siapkan, terlebih para komunitas dan warga sudah lama tidak menikmati CFD,” ungkapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat yang ingin tampil dapat memanfaatkan momen tersebut. Namun untuk penampilan yang menyedot massa, dapat dikomunikasikan dengan pihaknya terlebih dahulu.

Sebab jika menampilkan akan menggunakan pengeras suara dan sejenisnya, maka dikhawatirkan bakal menggangu penampilan lainya. Untuk itulah kordinasi dibutuhkan.

“Selama ini masih aman dan terkendali. Namun jika ada yang berminat tampil kami persilakan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Wow, CFD Kudus Menarik Minat Siswa SMA Pecangaan Jepara

Jpeg

Siswa dari SMAN 1 Pecangaan Jepara ini rela datang Subuh ke ajang car free day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, untuk menjual enaka jajanan demi implementasi mata pelajaran wirausaha. (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Even car free day (CFD) yang digelar setiap pekan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, ternyata menarik minat para pelajar dari luar daerah untuk datang ke sana.

Pada pelaksanaan CFD pada Minggu (10/4/2016), ada enam siswa dari SMAN 1 Pecangaan, Jepara. Mereka rela datang ke Kudus saat CFD, untuk bisa mempraktikkan mata pelajaran yang mereka dapatkan.

Mata pelajaran yang dipraktikkan itu adalah mapel kewirausahaan. Karena itu, mereka datang ke CFD dengan berjualan makanan. Itu sebabnya, mereka rela datang Subuh untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan itu.

Salah satu siswi bernama Noor Laili Rahma, (16), mengatakan, kedatangannya bersama lima 5 rekannya itu, memang merupakan bagian dari tugas kelompok.

”Kami mempraktikkan mata pelajaran prakarya, yang di dalamnya ada materi kewirausahaan pada program jurusan IPA. Sehinga kita berjualan makanan secara bersama-sama,” katanya.

Tugas tersebut, menurut Naili, merupakan salah satu untuk modal kenaikan kelas ke jenjang kelas dua belas (XII) yang akan datang. ”Bila tugas ini bisa selesai hari ini, setidaknya kita sudah lega. Dan bisa mendapatkan nilai baik untuk kenaikan kelas nanti,” katanya.

Barang yang dijual keenam siswa tersebut ada tiga macam. Yakni mulai dari makanan dan minuman. Untuk menyediakan barang itu, mereka iuran per orangnya Rp 20 ribu. Setelah itu, mereka membeli bahan baku dan membuatnya sendiri.

”Untuk saat ini kita menjual tiga macam jenis makanan. Yakni sate usus, mi goreng, dan es lilin. Untuk sate ususnya kita jual Rp 1.000, mi goreng Rp 2.500, dan es lilinnya Rp 1.000,” ujarnya.

Editor: Merie

 

CFD, Ribuan Warga Kudus Tumplek Blek

Warga menikmati suasana di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom)

Warga menikmati suasana di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Ribuan warga Kabupaten Kudus meramaikan car free day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, Minggu (3/1/2015).CFD tersebut merupakan momen yang biasa dilakukan setiap hari Minggu tiba. Apalagi hari tersebut merupakan saat terakhir libur sekolah.

CFD berjalan dari pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Sepanjang waktu ini, banyak sekali warga Kudus dan sekitarnya yang berolah raga. Tidak cuma lari atau bermain sepeda, tapi ada juga yang sepatu roda, atau skateboard, bahkan ada yang sekadar ”mejeng”.

Waktu paling ramai berolahraga adalah mulai pukul 06.00 WIB. Karena, pada saat itu, udara masih sejuk, dan mentari belum terlalu terik, serta suasana masih cukup tenang.

“Ingin lihat even dan olahraga,” kata salah satu warga Nalumsari, Yusuf, yang kerap menikmati CFD di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Selain itu, katanya olahraga juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan selama sepekan melakukan aktivitas. Warga juga banyak yang memanfaatkan berbagai wahana permainan dan olahraga dalam CFD tersebut. (AKROM HAZAMI)

CFD Bakal Diberlakukan di Kawasan Simpang Tujuh Kudus Pada Malam Tahun Baru

Kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang nanti pada malam tahun baru bakal diberlakukan konsep CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang nanti pada malam tahun baru bakal diberlakukan konsep CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pada malam pergantian tahun, kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus bakal disterilkan dari kendaraan. Hal itu dilakukan, untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di pusat kota itu.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus Didik Sugiharto. Menurutnya, pada malam tahun baru nanti lokasi Simpang Tujuh akan ditutup untuk kendaraan, mulai roda dua hingga roda empat.

“Jadi konsepnya seperti car free day (CFD). Tidak ada kendaraan yang boleh masuk kecuali pejalan kaki. Itu kami lakukan untuk mengurangi kemacetan di alun-alun, yang memang tiap tahun menjadi pusat tujuan masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, meski ditutup, namun dipastikan lokasi Simpang Tujuh bakalan padat. Sebab, tiap tahun masyarakat Kudus selalu datang untuk menanti pergantian tahun sambil nongkrong.

Penutupan kawasan alun-alun bakal dilakukan Kamis (31/12/2015) mulai pukul 17.00 WIB. Saat ditutup, petugas sudah disiagakan, baik dari pihak Dishubkominfo dan Satlantas. Petugas disiagakan untuk mencegah adanya kendaraan yang nekat menerobos.

“Jadi di Perempatan Kojan, nantinya kita tutup. Kemudian, sebelah Ramayana juga kita tutup. Samalah seperti CFD pada Minggu pagi,” ujarnya.

Soal keramaian pada malam tahun baru, menurutnya dipastikan akan ramai. Bahkan, diyakini nanti bakal macet, karena masyarakat pada keluar rumah untuk menyaksikan keramaian. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Penggiat Komunitas Kudus, Ini Lho Ajang Anda Buat Tampil

 

cfd-kudus e

Aksi aktor pantomim dari Teater Garuda ini, mampu mengundang simpatisan warga yang datang pada even car free day (CFD), Minggu (13/12/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi komunitas atau pelaku seni di Kabupaten Kudus, jangan khawatir. Sekarang ini, ada tempat bagi Anda untuk berekspresi.

Even yang bisa dipakai itu adalah even car free day (CFD) yang digelar setiap hari Minggu di Alun-alun Kudus. Penggiat komunitas seperti teater, penyuka hewan, ataupun komunitas-komunitas lainnya, bisa memanfaatkan ajang CFD untuk unjuk gigi.

Petugas memang membebaskan para pelaku komunitas ini, untuk bisa menuangkan ekspresinya. Mereka mendapatkan tempat di mana saja mereka inginkan, selama CFD.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, siapapun bebas untuk beraksi dalam kegiatan tersebut. Asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, pementasan diperbolehkan

”Silakan saja kalau mau pentas. Itu terbuka untuk semua masyarakat,  khususnya di Kudus ini. Dan di Alun-alun Simpang Tujuh itu kan, juga halamannya luas. Sehingga cukup untuk menampung komunitas yang ada,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (13/12/2015).

Meski demikian, pihaknya juga berharap agar komunitas bisa didaftarkan terlebih dahulu. Sebab dengan demikian, maka dapat diatur jikalau ada kelompok yang sama dengan atraksi yang sama.

Hal itu akan membagi perhatian para pengunjung di CFD. Putut mengatakan, jika diatur, maka lokasinya bisa ditentukan. Sehingga ruang kosong yang ada bisa terisi. ”Kan, biar tidak bersenggolan nantinya. Supaya nyaman juga semuanya,” jelasnya. (FAISOL HADI / MERIE)

Wah, Warga Kudus Terhipnotis Pantomim

cfd-kudus e

Aksi aktor pantomim dari Teater Garuda ini, mampu mengundang simpatisan warga yang datang pada even car free day (CFD), Minggu (13/12/2015). (MuriaNewsCom/Faishol Hadi)

 

KUDUS – Ada ada saja aksi yang dilakukan dalam menarik masyarakat untuk semakin menikmati car free day (CFD). Misalnya saja aksi pantomim, yang ternyata mampu menghipnotis masyarakat yang datang ke CFD, Minggu (13/12/2015).

Aksi pantomim yang tanpa suara ini, justru membuat masyarakat penasaran. Mereka melihat dengan serius setiapkali aktor pantomim beraksi. Gerakan tubuh dan ekspresi wajah itu, begitu menarik perhatian.

Kesenian pantomim tersebut, mampu menarik para pengunjung CFD. Warga, baik laki-laki maupun perempuan, sangat tertarik mengabadikan momen tersebut dengan berfoto.

Perilaku jahil dari aktos pantomim asal Teater Garuda tersebut juga mengundang tawa. Dengan polah yang saling mengerjai, membuat suasana lebih ramai.

Ana, satu dari sekian banyak pengunjung di CFD, mengungkapkan kegembiraannya dapat melihat langsung pementasan itu. Bagi dia, momen penampilan teater sangat jarang dijumpai dalam keramaian.

”Senang bisa melihat tingkah para pemain teater itu. Meski tidak bicara, namun mengerti karena ada musik yang mengiringinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia berharap dalam kesempatan CFD berikutnya, bisa ada penampilan seperti itu lagi. Sehingga akan lebih menambah ramai suasana. (FAISOL HADI / MERIE)

Aha..! Boneka Raksasa Ini Ajak Warga Senam Bareng di Grobogan

Si Kora turut mengikuti senam bersama pada saat CFD di Jalan R Suprapto Purwodadi menambah semaraknya acara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Si Kora turut mengikuti senam bersama pada saat CFD di Jalan R Suprapto Purwodadi menambah semaraknya acara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Acara Car Free Day (CFD) yang digelar pagi tadi di sepanjang Jalan R Suprapto Purwodadi terlihat semarak. Khususnya, di acara senam bareng yang digelar KPU Grobogan di acara CFD yang rutin digelar tiap hari Minggu itu.

Selain anggota KPU dan pegawai sekretariat, puluhan warga juga ikut berbaur. Tak ketinggalan, maskot Pilkada Si Kora alias Si Kotak Suara juga ikut goyang bersama.

Kehadiran Si Kora dalam senam bersama itu menjadi daya tarik banyak orang. Terbukti, banyak yang minta foto bersama dengan maskot berbentuk kotak suara itu. Tak hanya anak-anak, banyak juga orang tua yang mengajak Si Kora foto bareng.

Usai senam, anggota KPU dan pegawai sekretariat lantas membagi-bagikan brosur yang berisi informasi seputar pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Selain memberikan brosur, warga yang terdaftar sebagai pemilih juga diimbau untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada mendatang.

”Jangan lupa, tanggal 9 Desember nanti harap datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih. Bagi yang belum terdaftar jadi pemilih harap menghubungi PPS setempat,” kata komisioner KPU Grobogan Jati Purnomo saat membagi brosur pada warga.

Sementara itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, kegiatan yang dilakukan di ajang CFD itu dalam rangka sosialisasi pada masyarakat luas. Rencananya, acara di CFD digelar empat kali hingga mendekati pelaksanaan Pilkada. Pagi tadi adalah pelaksanaan perdana. Diharapkan, dengan upaya ini bisa menyadarkan warga untuk menggunakan hak pilihnya.

”Untuk tahapan sosialisasi ini kita lakukan dalam berbagai model. Sebelumnya, kita sudah lakukan sosialisasi pada ormas, organisasi wanita dan kepemudaan, LSM, guru, dan siswa setingkat SMA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada nanti,” katanya. (DANI AGUS/TITIS W)

AKRAB Sedot Perhatian Pengunjung CFD

Pengunjung CFD padati lokasi lukis kaligrafi arab oleh AKRAB. (MURIANEWS/AYU KHAZMI)

KUDUS – Salah satu acara yang digadang oleh Asosiasi Kaligrafi Arab (AKRAB) yaitu melukis kaligrafi di depan umum, menyedot perhatian banyak masyarakat. Bertepatan dengan agenda Car Free Day (CFD) hari ini Minggu (10/5/2015), pertunjukan ini dipadati pengunjung.

Lanjutkan membaca