Anggota Kudus Catlover Ini berbagi Ilmu Perwatan Kucing Tanpa Bayaran

Anggota Kudus Catlovers Community berfoto bareng di acara car free day. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anggota Kudus Catlovers Community berfoto bareng di acara car free day. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan yang dilakukan oleh Kudus Catlovers Community memang patut dituru. Pasalnya komunitas yang berdiri sejak tahun 2012 ini rutin menggelar bakti sosial berupa perawatan kucing secara cuma-cuma saat Car Free Day.

Anggota Kudus Catlovers Community Purgiyanto mengatakan, bakti sosial berupa perawatan kesehatan terhadap kucing. Baik itu penyakit jamur, pembersihan telinga, mata, ataupun cara merawat kucing yang sakit.

”Kami melakukan ini sebagai wujud solidaritas terhadap sesama pencinta kucing. Selain itu, kegiatan ini juga tidak dipungut biaya sepeserpun,” katanya, Minggu (5/6/2016).

Menurutnya, pembentukan komuniats ini juga bukan serta merta untuk saling adu gengsi antar kucing. Melainkan untuk berkumpul dan berbagi pengalaman perawatan kucing tanpa membeda-bedakan ras kucing manapun.

”Hari ini sudah ada tujuh kucing yang dibantu dalam perawatannya. Selain itu kami juga berbagi tips hingga pemberian obat-obatan. Baik itu obat mata, obat jamur kulit dan sebangainya,” ujarnya.

Dia berharap, apa yang dilakukan ini bisa menambah pengetahuan masyarakat terhadap kucing. Bahkan bisa melakukan perawatan rutin jika kucing yang dipelihara sakit.

”Dengan begitu, tak ada yang salah dalam melakukan perawatan jika kucing peliharaannya mengalami sesuatu. Ini karena jarang yang memiliki pemahaman terkait binatang. Selain itu, dokter hewan di Kudus juga masih bisa dihitung dengan jari,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Aksi Super Hero di Car Free Day Bikin Anak-anak Terpikat

f-cosplay 1 (e)

Anak-anak foto bersama tokoh super hero (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai komunitas meramaikan car free day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, seperti yang terlihat pada Minggu (24/4/2016) pagi. Tampak ada beberapa karakter tokoh super hero yang cukup menyita perhatian.

Yap, mereka adalah komunitas cosplay Kudus. Beberapa anggota komunitas ini memerankan gaya beberapa tokoh super hero, lengkap dengan aksesorisnya. Kehadiran tokoh-tokoh super hero ini membuat anak-anak yang di situ langsung terpikat. Tampak, anak-anak berebut untuk bisa foto bersama.

Anggota komunitas cosplay Kudus Rendra E. Putra mengatakan, ada beberapa tokoh yang mereka tampilkan di CFD kali ini, di antaranya Baja Hitam, Bima-X, Azazel dan lain sebagainya.

“Setidaknya dengan kehadiran kami, bisa membuat pengunjung lebih rileks dan terhibur, khususnya bagi anak-anak. Karena, mereka kan suka dengan tokoh-tokoh super hero, dan harapannya tentunya bisa memberikan dampak positif bagi mereka,” ujarnya.

Dirinya juga menyatakan, jika hal seperti ini, juga bisa memberikan edukasi terhadap anak-anak. Di antaranya merangsang mental anak untuk berani dan mau berkomunikasi. Karena, secara tidak langsung, anak-anak melakukan interaksi dengan karakter tokoh-tokoh yang ada.

“Sifatnya kita memang menghibur, khususnya untuk anak-anak. Jika ada yang mau foto bersama, kami juga tidak memungut biaya, karena memang kita sifatnya memberikan hiburan bagi penunjung car free day dan mengenalkan keberadaan komunitas cosplay di Kudus,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ini Momen Unik Biar Kamu Tahu Golongan Darahmu

cek-tensi-darah

Warga melakukan cek tensi darah gratis, saat momen CFD di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Para pengunjung Car Free Day (CFD) Minggu (13/12/2015) pagi, tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengetahui golongan darahnya. Bahkan warga Kudus itu, rela antre demi mengetahui golongan darahnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Brotherhood Organizer, sebuah organisasi atau kelompok sosial yang bergerak dalam bidang kesehatan. Dalam menjalankan kegiatannya, mereka biasanya memanfaatkan momen keramaian seperti saat CFD.

Mahfud, anggota komunitas mengungkapkan, dalam kesempatan kali ini, kelompoknya membuat serangkaian kegiatan. Seperti tensi, cek golongan darah dan lain sebagainya.

“Banyak kegiatan yang kami selenggarakan. Semuanya untuk sosial khususnya kesehatan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan, yang ramai adalah cek golongan darah. Sebab , kebanyakan masyarakat belum mengetahui golongan darah yang dimilikinya.

Tidak hanya masyarakat umum, bahkan anggota yang tergabung dari KSR UMK, KSR STAIN, Stikes Cendekia Utama dan dari perwakilan siswa di Kudus juga banyak yang tertarik dengan hal tersebut. Bahkan, sama halnya dengan masyrakat umum, anggota relawan  juga rela antre demi hal tersebut.

Anggota yang berjumlah 200 orang itu, memulai aksinya dengan berorasi keliling Simpang Tujuh. Kemudian, mereka mangkal di bagian barat alun-alun, untuk cek tensi darah secara gratis.

“Organisasi kami sudah berdiri sekitar dua tahun. Dan momen-momen sosial semacam ini sering kali kami adakan,” ujarnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Penggiat Komunitas Kudus, Ini Lho Ajang Anda Buat Tampil

 

cfd-kudus e

Aksi aktor pantomim dari Teater Garuda ini, mampu mengundang simpatisan warga yang datang pada even car free day (CFD), Minggu (13/12/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi komunitas atau pelaku seni di Kabupaten Kudus, jangan khawatir. Sekarang ini, ada tempat bagi Anda untuk berekspresi.

Even yang bisa dipakai itu adalah even car free day (CFD) yang digelar setiap hari Minggu di Alun-alun Kudus. Penggiat komunitas seperti teater, penyuka hewan, ataupun komunitas-komunitas lainnya, bisa memanfaatkan ajang CFD untuk unjuk gigi.

Petugas memang membebaskan para pelaku komunitas ini, untuk bisa menuangkan ekspresinya. Mereka mendapatkan tempat di mana saja mereka inginkan, selama CFD.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, siapapun bebas untuk beraksi dalam kegiatan tersebut. Asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, pementasan diperbolehkan

”Silakan saja kalau mau pentas. Itu terbuka untuk semua masyarakat,  khususnya di Kudus ini. Dan di Alun-alun Simpang Tujuh itu kan, juga halamannya luas. Sehingga cukup untuk menampung komunitas yang ada,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (13/12/2015).

Meski demikian, pihaknya juga berharap agar komunitas bisa didaftarkan terlebih dahulu. Sebab dengan demikian, maka dapat diatur jikalau ada kelompok yang sama dengan atraksi yang sama.

Hal itu akan membagi perhatian para pengunjung di CFD. Putut mengatakan, jika diatur, maka lokasinya bisa ditentukan. Sehingga ruang kosong yang ada bisa terisi. ”Kan, biar tidak bersenggolan nantinya. Supaya nyaman juga semuanya,” jelasnya. (FAISOL HADI / MERIE)

Disayangkan! Masih Ada Kendaraan Bermotor Masuk Arena CFD Purwodadi

CFD (e)

Beberapa kendaraan bermotor masih nekat masuk arena car free day. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski suasana Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap hari Minggu di sepanjang Jalan R Suprapto Purwodadi tetap ramai, namun masih ada sebagian pihak yang belum begitu peduli dengan kondisi ini. Indikasinya, masih adanya sejumlah orang yang masuk dalam arena CFD menggunakan kendaraan bermotor. Baik roda empat maupun roda dua.

”Pelaksanaan CFD ini sudah dilakukan dua tahun lebih. Jadi sudah banyak orang yang tahu kalau tiap Minggu, Jalan R Suprapto ditutup buat kendaraan bermotor dari jam 06.00 sampai 09.00 WIB. Harusnya pengendara kendaraan bermotor itu sadar dengan sendirinya untuk tidak masuk lokasi CFD, tidak perlu diingatkan lagi oleh petugas maupun warga lainnya,” kata Catur, salah seorang warga yang hadir dalam CFD, Minggu (29/11/2015).

Terlepas dari masih adanya kendaraan bermotor yang nyelonong, pelaksanaan CFD hari ini terlihat cukup semarak. Beragam kegiatan dilakukan di sepanjang jalan utama di Kota Purwodadi tersebut. Antara lain, senam bareng yang digelar KPU Grobogan dalam rangka sosialisasi Pilkada 9 Desember mendatang.

Kemudian, ada pula kegiatan sosialisasi masalah HIV/AIDS di depan SMAN 1 Purwodadi. Acara yang melibatkan berbagai pihak ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember besok.

Selain itu, sejumlah UKM yang ada di Grobogan juga ikut meramaikan acara CFD dengan memasarkan produknya. Selain produk makanan dan minuman, ada pula produk kerajinan yang dipasarkan di lokasi tersebut.

”Saya baru sekali ini bawa produk di arena CFD dan hasilnya lumayan. Produk makanan dan minuman dari bahan kedelai varietas Grobogan yang saya bawa laku cukup banyak. Mulai CFD minggu depan, saya dan kawan-kawan dari UKM rencananya akan rutin buka stan di pinggiran jalan ini,” kata Agus Triyono, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. (DANI AGUS/TITIS W)

Wow! “Godzila” Langka Ini Ada di CFD Kudus

 

Salah satu reptil yang dibawa komunitas pecinta reptil di CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu reptil yang dibawa komunitas pecinta reptil di CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dari berbagai jenis reptil yang dibawa komunitas pecinta reptil di kawasan car free day (CFD) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus pagi tadi, terdapat seekor reptil yang sangat menarik perhatian. Reptil tersebut berbentuk seperti godzilla berukuran mini.

Rifki, kordinator komunitas pecinta reptil menuturkan, reptil mirip godzilla itu merupakan reptil yang sudah langka. Dia adalah soa layar, sejenis biawak berkambul asal luar Jawa.

“Susah mencarinya, habitat aslinya saja di alam liar. Terlebih luar Jawa seperti Kalimantan yang masih banyak hutan. Jadi, kalau di sini susah mencarinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam komunitas yang berjumlah sampai 30 anggota itu, hanya reptil jenis soa layar yang sangat berbeda. Meski terlihat sangar dan garang, namun jangan takut, reptil tersebut sangat jinak. “Sudah jinak, tinggal bagaimana menjalin kepercayaan saja,” jelasnya.

Ida, warga Kudus yang mengikuti CFD juga tidak mau melewatkan hal tersebut. Tidak hanya memegang, dia juga mengabadikan dengan foto bareng binatang tersebut. “Aneh, baru pertama melihat. Awalnya takut, namun akhirnya tahu kalau jinak,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Awas, Banyak Reptil di CFD Kudus

Salah satu reptil yang dibawa komunitas pecinta reptil di CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu reptil yang dibawa komunitas pecinta reptil di CFD (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Jika bermain atau berolahraga di kawasan car free day (CFD) Kudus, Alun-alun Simpang Tujuh, jangan heran kalau melihat berbagai reptil, di antaranya ular, kadal, iguana dan lainnya. Tapi tak perlu takut, karena reptil tersebut dijaga dan merupakan hewan peliharaan para pecinta reptil.

Rifki, kordinator komunitas pecinta reptil menuturkan, jika komunitas tersebut tidak tiap pekan berkumpul, karena kesibukan para anggota yang berada di luar Kudus.

“Paling dua pekan sekali berkumpul dalam acara CFD. Soalnya sebagian sibuk di luar kota, baik kegiatan kuliah maupun kerja,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, anggota yang sudah terkumpul saat ini sekitar 30 orang. Hanya, jumlah tersebut merupakan jumlah yang sudah terdaftar saja. Sedangkan kini banyak yang berminat bergabung.

Mengenai binatang yang dibawa dalam CFD tidak hanya satu jenis saja. “Yang penting bagaimana membiasakan dan cara memegangnya. Kalau salah, bisa-bisa reptilnya terluka,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Hebat! Para Pemuda Ini Rela Memunguti Sampah Tanpa Dibayar

Jpeg

Sejumlah Ikatan Mahasiswa UNNES Kudus (Imuk) bersiap untuk berkeliling Alun-alun sambil membawa spanduk ”Rindu Adipuraku” mengajak seluruh masyarakat untuk memunguti sampah yang berserakan di CFD Minggu (27/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Sejumlah pemuda dari Ikatan Mahasiswa UNNES Kudus (Imuk) ini, rela memunguti sampah yang berserakan di Alun-alun Kudus dengan sukarela. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Imuk setiap pekannya, untuk menyadarkan masyarakat yang berolahraga di Car Free Day (CFD) di Alun-alun akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Salah satu anggota Imuk Evan Pradipta Setiawan mengutarakan, dalam kegiatan ini yang difokuskan pada kebersihan di wilayah jantung kota, y

aitu di Alun-alun. Komunitasnya mengagendakannya setiap Minggu pada saat CFD, dimana banyak masyarakat berbagai kalangan berkumpul dan berolahraga. ”Karena kami lihat setiap usai CFD banyak sekali sampah berserakan, tentunya sangat tidak enak dipandang mata. Di samping itu jadi mengundang lalat dan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat,” tuturnya.
Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah 25 anggota Imuk ini, diharpakan mengajak warga Kudus untuk selalu mengedepankan kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga semua orang bisa langsung merasakan efeknya jika bisa bersama-sama menjaga kebersihan.
”Bila contoh itu kita berikan ke pengunjung alun alun rutin setiap Minggu, maka kebersihan jantung kota bisa tercapai. Karena untuk meraih Adipura, butuh peran semua pihak,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Semarakan HUT Kudus, Alfamart Ajak 5 Ribu Masyarakat Jalan Sehat

Jpeg

Suasana persiapan jalan sehat di Alun-alun bersama Alfamart yang diikuti sekitar lima ribu peserta, Minggu (27/9/2015). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Kota Kudus yang ke 446, swalayan modern Alfamart menggelar jalan sehat, Minggu (27/9/2015). Kegiatan yang diikuti sekitar lima ribu peserta tersebut, menempuh jarak kurang lebih 10 km.

Corporation Communication Alfamart Eko Mujianto menjelaskan, salah satu yang paling inti dari kegiatan ini ialah, bagaimana pihaknya bisa ikut berperan aktif dalam perayaan HUT Kudus yang ke 446. Dalam kegiatan jalan sehat tersebut start dari Alun alun Kudus, menuju jalan Sunan Muria (Barongan), perempatan panjang ke barat dan kembali ke Alun-alun.

”Selain ikut serta perayaan HUT Kudus, kita juga mengajak masyarakat hidup sehat. Dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari hadiahmenarik untuk memberikan semangat,” paparnya.

Hadiah untuk penyemangat itu berupa doorprize. Di antaranya kulkas, sepeda motor, voucher dan sebagainya. ”Untuk mengikuti kegiatan ini peserta membayar biaya registrasi sebesar Rp 25 Ribu. Peserta mendapat kaos dan snack. Untuk doorprize kami undi usai jalan santai,” imbuhya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Ngeri, Ular Phyton ‘Gegerkan’ Alun-alun Kudus

Ahmad Rifki mengalungkan ular di lehernya saat CFD di Alun-Alun Kudus, Minggu (20/9/2015). (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Ahmad Rifki mengalungkan ular di lehernya saat CFD di Alun-Alun Kudus, Minggu (20/9/2015). (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Ada yang istimewa dengan Car Free Day (CFD) Minggu (20/9/2015) di Alun-alun Kudus. Sipun, ular jenis albino purple, menggeliat di jalanan. Ya, ular milik Ahmad Rifki ini menjadi primadona pada CFD. Puluhan masyarakat tertarik dengan keberadaan ular raksasa ini.

“Namanya sipun. Jenis albino purple. Ular ini tidak berbisa. Antusias masyarakat juga begitu banyak,” kata Ahmad Rifki, saat ditemui MuriaNewsCom.

Tak hanya Sipun saja yang dipamerkan di sini. Beberapa hewan dibawa oleh beberapa anggota komunitas Kota Reptil. Seperti iguana, biawak, dan mencawak. Rifki mengatakan kegiatan ini kerap dilakukan setiap minggu kedua dan keempat di areal CFD. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat agar tidak perlu takut dengan keberadaan hewan reptil.

“Ini kegiatan gathering rutin bulanan. Setiap minggu kedua dan keempat. Ke depannya kami akan menyelenggarakan gathering tidak hanya di sini saja. Rencananya, dua minggu ke depan kami akan sosialisasi di sekolah-sekolah,” pungkas Rifki. (HANA RATRI/AKROM HAZAMI)

Wow, Kesenian Kudus Bikin Takjub!

Tampak siswa memainkan kesenian asli Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Tampak siswa memainkan kesenian asli Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-466 Kudus, Dinas Pariwisata Kabupaten Kudus menggelar pagelaran apresiasi seni di arena Car Free Day. Dalam kegiatan ini, lima sekolah yakni SMP 1 Kudus, SMP 2 Kudus, SMP 1 Jati Kudus, SMKN 1 Kudus, dan MA Qudsiyah Kudus.

“Dalam rangka HUT 466 Kudus, Dinas Pariwisata mengadakan pagelaran seni, berupa seni tari dan lagu rakyat (lagu dolanan, red). Kami mengajak siswa-siswi untuk terlibat dalam acara ini sekaligus menanamkan kearifan lokal kepada para siswa,” kata Giyono, Kepala Seksi Seni, Tradisi, Bahasa Dinas Pariwisata Kabupaten Kudus.

Menurut Giyono, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung penuh langkah Kabupaten Kudus dalam membangun kearifan lokal. Sekaligus sebagai bentuk keprihatinan Dinas Pariwisata terhadap budaya asing yang masuk secara cepat di era globalisasi ini.

“Kalau bukan anak-anak sebagai generasi muda yang melestarikan budaya ini, maka akan semakin banyak orang asing mempelajari budaya kita. Mereka (orang asing, red) sudah pintar-pintar. Ada yang bisa nari, main gamelan, dan menyinden. Kalau sudah pintar mereka akan mempertunjukkan kepada kita. Kita jangan sampai menjadi penonton di negeri sendiri,” kata Giyono.

Ke depannya, Giyono mengatakan Dinas Pariwisata akan terus menggali potensi pariwisata melalui kesenian seperti tari, lagu dolanan, tradisi yang ada di kabupaten Kudus. Harapannya, kesenian di wilayah Kabupaten Kudus ini akan dapat berkembang baik. (HANA RATRI/AKROM HAZAMI)