MUI Jepara Imbau Warganya Ikuti Program Imunisasi Campak-Rubella

Ketua MUI Jepara Mashudi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebagian warga Jepara beranggapan imunisasi merupakan hal yang bertentangan dengan agama, karena vaksin diambil dari bahan yang tidak halal. Namun demikian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara justru menganjurkan warganya untu berbondong-bondong mengikuti kegiatan imunisasi Measles-Rubella (MR-Campak Rubella) karena dinilai nilai manfaatnya lebih besar untuk mencegah timbulnya penyakit. 

Hal itu ditegaskan oleh Ketua MUI Jepara Mashudi. “MUI sudah bersikap, bahkan sudah mengeluarkan tausyiah intinya silakan masyarakat berbondong-bondong mengikuti imunisasi MR. Kami sangat mendukung program tersebut,” kata dia Senin (31/7/2017).

Ia mengatakan, imunisasi merupakan ikhtiar yang dilakukan untuk menjaga kesehatan. Jika sebagian orang mengatakan ada unsur hewan yang diharamkan dalam membuat vaksin, Mashudi mengatakan hal itu bersifat darurat. 

“Hal itu (imunisasi) mengandung kemaslahatan. Jika ada obat yang diduga mengandung babi dan sebagainya itu sifatnya darurat dalam rangka menjaga kesehatan lebih penting daripada mengobati. Jadi kami mendukung pelaksanaan imunisasi baik di bulan Agustus ataupun di bulan September,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa MUI Pusat sudah mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan Imunisasi MR. Adapun fatwa tersebut bernomor 4 tahun 2016 yang membolehkan (mubah) tindakan tersebut karena sebagai bentuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jepara Dwi Susilowati menyebut vaksin MR merupakan produksi Indonesia. Produk tersebut pun sudah melalui pengujian oleh badan kesehatan dunia atau WHO dan dinyatakan aman. 

“Enggaklah (tidak haram) kan yang membikin vaksin orang Indonesia dan sudah diekspor di lebih dari 140 negara. Sudah diteliti oleh World Health Organization dan dinyatakan aman,” kata dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Penyakit Campak Serang Warga Kudus di Awal 2017

Salah seorang pasien penyakit campak mendera seorang anak dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pasien penyakit campak mendera seorang anak dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus harus waspada dengan penyakit campak. Sebab, di awal  2017 ini saja sudah ada enam warga yang dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi dokter Aziz Achyar melalui Kabid Pelayanan Medis Aris Jukisno mengatakan, pihaknya mencatat ada enam warga yang rawat inap akibat kena penyakit campak. “Penyakit ini masih berpotensi serang warga seiring tingginya intensitas hujan sekarang,” kata Aris di tempat kerjanya, Jumat (20/1/2017).

Dari jumlah itu ada yang berusia anak-anak, hingga orang dewasa. Tahun 2016,  jumlah penderitanya juga banyak. Yaitu capai 174 orang. Mereka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi. Penyakit campak tidak seganas penyakit DBD yang bisa menyebabkan kematian. Namun jika tak segera ditangani maka virus akan menyebar ke tubuh dan bahayanya yang diserang adalah bagian dalam, khususnya otak.

Pihaknya  memberikan perlakuan berbeda kepada pasien campak. Selain perawatan dan obat, rumah sakit juga memberi imunisasi campak kepada pasien yang dirawat. Penderita campak yang pernah diimunisasi kalau terserang virus tersebut tingkatannya tidak terlalu parah. Ini berbeda dengan penderita yang belum sama sekali divaksin. Karena kondisinya lebih parah dan dibutuhkan perawatan secara intensif.

Gejala terkena campak di antaranya mata merah, suhu panas mencapai 39 derajat celsius, timbul bercak merah, dan badan panas tiga hari tidak turun-turun. Kalau menjumpai seperti itu, kata dia, bisa langsung dibawa ke puskesmas atau dokter. Untuk antisipasi sebenarnya cukup mudah. Pola hidup sehat harus dijalankan dan konsumsi makanan yang segar. Selain itu, konsumsi minuman air putih juga dianjurkan dalam menjaga daya tahan tubuh.

“Untuk anak-anak, jangan sering diberi makanan cepat saji karena mengandung bahan pengawet yang tidak baik untuk tubuh. Sayur-mayur dan buah diperbanyak untuk menjaga kekebalan tubuh. Sementara orang dewasa dapat memperbanyak konsumsi air putih sehari-hari,” sarannya.

Editor : Akrom Hazami