Kantor Kecamatan Jekulo Kudus Diusulkan Diganti Bangunan Baru

Komisi A DPRD Kudus saat melakukan foto bersama Camat  Jekulo Dwi Yusi Sasepti di tempat pelayanan Kecamatan Jekulo, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mengusulkan adanya pembangunan gedung baru, tahun ini. Gedung yang mereka pakai saat ini, terlalu kurang tertata, dan menimbulkan kurang enak dilihat.

Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengusulkan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. Tujuannya, biar gedung  menjadi lebih baik, dan tertata. Pantauan MuriaNewsCom, gedung kantor kecamatan menempati  bangunan cagar budaya. Gedung yang sudah tua, membutuhkan perawatan ekstra. Bahkan, sejumlah sudut eks Kawedanan Jekulot itu terlihat kurang perawatan.

“Rencana pembangunan sudah lengkap. Usulan juga sudah kami sampaikan, tinggal menunggu di APBD 2018 mendatang. Mudah-mudahan dapat,” kata Dwi saat kedatangan DPRD Kudus Komisi A, di kantor Kecamatan Jekulo, Senin (28/8/2017).

Besaran anggaran yang diusulkan Rp 8 miliar. Dana itu akan digunakan untuk menata sejumlah tempat. Mulai pagar depan kantor, pintu keluar dan masuk, serta taman di depan gedung. Bagian kiri dan kanan gedung akan didirikan bangunan yang berfungsi sebagai kantor kecamatan. Sedangkan bagian belakang, jadi tempat santai sekaligus gedung rapat terbuka.

Sedangkan gedung Eks Kawedanan Jekulo dibiarkan. Karena untuk membenahinya butuh waktu lama. Fungsinya akan menjadi gedung serbaguna. Dalam pembangunan tersebut, juga akan meruntuhkan satu gedung milik PDAM Kudus. Untuk pembongkaran gedung, sudah dikomunikasikan dengan Direktur PDAM Kudus Achmadi Safa.

Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto mendukung atas usulan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. “Kami akan lihat dulu  usulan dari instansi lainya yang masuk. Mana yang benar-benar membutuhkan dan mendesak, akan dianggarkan terlebih dahulu,” kata Mardijanto.

Menurut dia, kantor Kecamatan Jekulo memang membutuhkan penanganan yang serius. Bertempat di gedung cagar budaya, tentu membutuhkan perawatan dan perhatian yang intens.

Editor : Akrom Hazami

1 Pelamar Lelang Jabatan di Grobogan Mengundurkan Diri Jelang Tes Asesmen

Camat Klambu M Arif Efendi Kun Amrullah di Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tahapan lelang terbuka jabatan eselon II di lingkup Pemkab Grobogan kembali dilanjutkan, Rabu (22/3/2017). Yakni, pelaksanaan tes asesmen bagi pelamar jabatan dua kepala dinas.

Masing-masing, untuk posisi Kepala Bappeda dan Kepala Disperindag. Sebelumnya, pelaksanaan tes asesmen sudah dilakukan untuk pelamar jabatan sekretaris daerah.

Pelaksanaan tes dilangsungkan di  Kantor Regional I Badan Kepagawaian Nasional (BKN) Yogyakarta. Plt Sekda Grobogan Mokh Nursyahid membuka seremonial tes asesmen yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat lusa.

Dari pengumuman seleksi administrasi, ada lima nama pelamar yang lolos di posisi Kepala Bappeda. Yakni, Anang Armunanto (Kabag Perekomian), Ahmad Haryono (Camat Penawangan), Cheno Malang Judo (Kabid PBB dan BPHTB di BPPKAD), Een Endarto (Kabag Pengadaan), dan Tri Retno Indiarti (Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup).

Selanjutnya, ada delapan nama yang lolos untuk jabatan Kepala Disperindag. Masing-masing Bambang Luntho Lagiyono (Camat Brati), Karsono (Kabid Keolahragaan Disporabudpar), Ni Putu Sri Rahayu (Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan), dan M Arief Effendi Kun Amrullah (Camat Klambu). Empat nama lainnya adalah Nugroho Agus Prastowo (Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup), Stefanus Sartono (Sekretaris Dinas Sosial), Tjatur Widiastuti (Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan) dan Wiyanto (Kabid Keberdayaan dan Pengembangan Koperasi).

Dari delapan pelamar Kepala Disperindag ini, hanya tujuh orang saja yang akhirnya mengikuti tes asesmen. Sebab, ada satu pelamar yang mengundurkan diri dalam seleksi terbuka tersebut. Yakni, M Arif Efendi Kun Amrullah yang saat ini menjabat jadi Camat Klambu.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya satu pelamar seleksi terbuka yang mengundurkan diri. Yakni, M Arif Efendi Kun Amrullah.

“Pengunduran diri dari seleksi terbuka dituangkan dalam surat bertandatangan serta bermaterai dan dikirimkan pada Senin (20/3/2017) sore ke kantor BPPKD. Karena ada satu yang mengundurkan diri maka peserta tes asesmen tinggal 12 orang. Sesuai suratnya, alasan pengunduran diri karena ada hal/pertimbangan bersifat pribadi,” jelasnya.  

Sementara itu, Camat Klambu Arif Efendi, enggan berkomentar ketika ditanya lebih detil alasannya mengundurkan diri dalam seleksi terbuka tersebut. Namun, setelah didesak terus, pejabat yang lebih dikenal dengan nama Dendi Loren itu akhirnya mau sedikit buka suara. “Saya ingin memberikan kesempatan pada yang lain,” ujarnya singkat.

Editor : Akrom Hazami