Bupati Kudus Lepas Calhaj

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada pelepasan calhaj. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.315 calon haji (calhaj) asal Kudus dilepas oleh Bupati Musthofa. Acara pelepasan ini dilangsungkan di gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (19/7/2017). Dengan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Kantor Kemenag Kudus, forkopinda, ulama, dan sejumlah pejabat.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, ada tiga orang calhaj yang batal/tunda berangkat. Seorang meninggal dunia, dua orang tertunda karena sakit dan masih dalam masa iddah. Sehingga jumlah sebelumnya yakni sebanyak 1.318 orang.

Musthofa berpesan bahwa ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT. Sehingga harus diniatkan secara ihlas dengan hati yang bersih. Sehingga jangan terganggu berbagai hal yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

“Lupakan, tinggalkan dulu segala urusan di rumah. Yakni urusan keluarga dan pekerjaan. Percayakan pada keluarga di rumah dan fokus saja pada pelaksanaab ibadah,” kata Musthofa.

Pada acara dengan calhaj termuda berusia 20 tahun dan tertua 85 tahun itu, dia berpesan pada petugas agar melayani setiap jemaah sebaik-baiknya. Jangan sampai menjadi petugas yang eksklusif.

“Ingatlah pesan pak KH Sya’roni. Agar semuanya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi menyampaikan rasa terima kasihnya pada Bupati Kudus. Karena telah mendukung para calhaj dengan pembebasan biaya yang di luar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Semua dikaver oleh Pemkab Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Kepada 354 Calhaj Jepara, Bupati Pesan Pilkada Didoakan

calhaj

Calhaj siap diberangkatkan dari Pendapa Pemkab Jepara, Rabu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 354 jamaah Calon Haji (Calhaj) dari Kabupaten Jepara mulai diberangkatkan, pada Rabu (24/8/2016). Mereka merupakan calhaj yang tergabung dalam kloter 40 dengan maktab di Syisyah 501. Pemberangkatan mereka dilepas di Pendapa Kabupaten Jepara oleh Bupati Ahmad Marzuqi.

Dalam sambutanya, Marzuqi mengatakan, ia berpesan supaya calhaj dapat mensyukuri pemberangkatan tersebut dengan penuh keikhlasan dengan cara untuk selalu menjaga kesehatan, baik lahir dan batin. Ia juga berpesan agar semua calhaj dapat mempraktikkan apa yang sudah diberikan oleh para pembimbing sewaktu melaksanakan manasik haji.

“Dengan ilmu dari para pembimbing itulah apa yang menjadi harapan bapak ibu calon haji dapat melaksanakan dengan baik. Tanpa adanya hambatan dalam menjalankannya dan didekatkan dengan ibadah lainnya. Selanjutnya yang perlu saya pesankan kepada para petugas dan pendamping para jamaah atau pimpinan-pimpinan KBIH supaya menjalin hubungan yang baik agar dapat melaksankan ibadah dengan khusuk, dan layani mereka dengan ramah, dengan baik,”kata Marzuqi, Rabu (24/8/2016).

Bahkan, Marzuqi juga meminta kepada para pembimbing maupun calhaj menyadari bahwa mereka merupakan delegasi Allah, karena ketika mereka berdoa maka kemungkinan besar akan dikabulkan.

“Jika meminta maka akan dikabulkan, jika Anda berinfak maka akan diberikan balasan yang berlibat ganda oleh Allah SWT.  Sehingga tolong doakan Kabupaten Jepara semoga menjadi daerah yang maju, murah sandang, murah pangan, dan dalam pelaksanaan pemilihan petinggi, pemilihan bupati/wakil bupati berjalan dengan lancar dan aman,” jelas Marzuqi.

Sementara itu, Ketua Penyelenggaraan Haji Kabupaten Jepara Muhdi melalui Kasubag TU Kemenag Kabupaten Jepara Lutfiah mengatakan, pada tahun ini Kabupaten Jepara memberangkatkan sebanyak 855 calhaj. Tetapi yang dapat diberangkatkan hanya 852 karena tiga calhaj yang gagal berangkat dikarenakan meninggal dunia. Di antaranya Khambali Kamsari Todiwongso alamat Desa Rajekwesi (60 th), Djumiran Wongsodimejo (66) Desa Krasak dan Sutrimo Suparman Towi (73) Desa Lebuawu.

Selanjutnya untuk keberangkatan jamaah haji Kabupaten Jepara dibagi menjadi 5 kloter antara lain kloter 40 sebanyak 354 jamaah diberangkatkan pada Rabu 24 Agustus 2016 dengan maktab di syisyah 501. Kemudian untuk kloter 65 dengan 126 jamaah pada maktab Roudloh 711 dan kloter 66 ada 353 jamaah dengan maktab di Misfalah 908 akan diberangkatkan pada tanggal 1 September 2016.

Sedangkan untuk kloter 67 dengan 13 jamaah menempati maktab di Mahbasjin 104 akan berangkat pada tanggal 2 September 2016 dan yang terakhir kloter 74  dengan jamaah 6 orang menempati maktab di Mahbasjin 207 berangkat tanggal 4 September 2016.

Editor : Akrom Hazami

Calhaj Asal Blora Dipastikan Selamat dari Musibah Robohnya Crane di Makkah

 

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora memastikan, calon haji asal Blora tak ada yang menjadi korban dalam musibah robohnya crane di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Kasi Haji dan Umroh pada Kantor Kementeriaa Agama Blora, Muhaimin menyatakan, jika calon haji asal Blora yang tergabung dalam kloter 15 dan 16, dengan jumlah 457 orang, semuanya dipastikan selamat dari kejadian tersebut.

”Alhamdulillah untuk calon haji dari Blora semua selamat dari musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat  lalu. Semoga, mereka tetap diberikan keselamatan dan kesehatan,”ungkapnya, Senin (14/9/2015).

Atas peristiwa itu pihaknya berpesan kepada calon haji Blora yang berangkat pada kloter 15 dan 16, untuk tetap bisa fokus menjalankan ibadah hajinnya. Selain itu, pihaknya juga berpesan agar jemaah bisa menjaga kondisi kesehatannya.

”Kami berharap mereka tetap bisa fokus dan menjaga kesehatannya serta kembali dari tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Crane Jatuh di Mekah, Jemaah Haji Pati Kalang Kabut

Susana usai kejadian crane jatuh di Masjdil Haram, Mekah. (PRAMUDYA)

Susana usai kejadian crane jatuh di Masjdil Haram, Mekah. (PRAMUDYA)

 

PATI – Peristiwa jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekah, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 17.30, masih membekas di ingatan jemaah haji.

Saat itu, jemaah tengah melakukan persiapan salat magrib di masjid terbesar di Arab Saudi tersebut. Namun musibah mematikan itu seketika membuat suasana mencekam.

Dari informasi yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015),s ebanyak 87 anggota jemaah dilaporkan meninggal dan 184 orang lainnya menderita luka-luka. Sebanyak dua dari 87 korban meninggal berasal dari Indonesia. Keduanya berasal dari embarkasi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Bagaimana dengan jemaah haji asal Pati? Berikut ini informasi jemaah haji asal Pati, Ipong Soemardi dan Pramudya BL di Mekkah.

“Tidak ada korban jiwa atau korban luka di Kloter 19, 20, dan 21, aman. Semua jemaah aman,” katanya.

Pramudya mengatakan, saat kejadian dia berada sekitar 5 meter dari lokasi kejadian. Dia menyaksikan banyak jemaah yang jadi korban. “Banyak yang jadi korban,” tambahnya. (AKROM HAZAMI)

Belum Berangkat ke Tanah Suci, Jatah Air Zam-zam untuk Jemaah Haji Asal Grobogan Sudah Datang

 

Icek Baskoro saat melepas calhaj asal Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Icek Baskoro saat melepas calhaj asal Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 ini. Yakni terkait dengan jatah air zam-zam buat para jemaah haji. Dimana, jatah air zam-zam itu ternyata sudah tiba di Purwodadi. Padahal, jemaah calon haji Grobogan hari ini baru saja bertolak menuju Embarkasi Donohudan.

Kepala Kantor Kemenang Grobogan Moh Arifin saat dimintai komentarnya membenarkan jika jatah air zam-zam buat jemaah sudah datang Rabu (9/9/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Totalnya ada 528 galon dengan ukuran lima liter.

”Jatah air zam-zam ini jumlahnya sesuai dengan banyaknya jemaah haji kita. Saat ini, jatah air zam-zam kita simpan di gudang Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi dan dibagikan pada jemaah saat pulang nanti,” kata Arifin sebelum melepas keberangkatan 343 orang jemaah calon haji kloter 57 siang tadi.

Menurutnya, baru pada tahun ini, jatah air zam-zam itu sudah didistribusikan ke daerah. Sebelumnya, jatah air zam-zam itu berada di embarkasi dan dibagikan pada jemaah disitu.

Dengan kebijakan baru ini dinilai lebih efektif, karena akan mempercepat proses kepulangan jemaah menuju daerah asal. Sebab, jemaah tidak perlu mengantri untuk mengambil jatah air zam-zam di embarkasi.

Sementara itu, proses keberangkatan jemaah calon haji kloter 57 yang dilangsungkan selepas zuhur berjalan lancar. Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro kembali memimpin pelepasan jemaah haji dari depan pendopo. Beberapa jam sebelumnya, Icek juga melepas keberangkatan 185 jemaah kloter 56. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Fasilitas Haji Buruk, Wabup Grobogan: Jemaah Haji Daerahnya Jangan Protes 

Wabup Grobogan Icek Baskoro (batik hitam) melambaikan tangan melepas keberangkatan calon jemaah haji. (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

Wabup Grobogan Icek Baskoro (batik hitam) melambaikan tangan melepas keberangkatan calon jemaah haji. (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rombongan jemaah calon haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 56, diberangkatkan menuju asrama haji Donohudan, Boyolali, Kamis (10/9) pukul 08.30 WIB.

Acara pelepasan 186 jemaah dari halaman pendapa kabupaten ini dipimpin Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro didampingi Kepala Kemenag Grobogan Muhammad Arifin.

Dalam kesempatan itu, Icek meminta jemaah untuk bersikap ikhlas selama berada di tanah suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes.

Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Keberangakatan ke tanah suci ini adalah untuk melaksanakan ibadah. Jadi, sebaiknya konsentrasi penuh agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di tanah suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar,” pesannya.

Sementara itu, Muh Arifin menambahkan, mengingat jemaah Grobogan nanti masuk dalam gelombang dua keberangkatannya, maka faktor fisik harus dipersiapkan secara serius.

Sebab, semua jemaah akan berada di Mekah terlebih dahulu sekitar 10 hari sebelum bergeser ke Mina. Kondisi itu menjadikan jemaah hanya punya waktu singkat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tanah suci.

“Untuk jemaah kloter 57 akan diberangkatkan Kamis siang sekitar jam 12.00 WIB. Jumlah jemaah kloter 57 ada 343 orang,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Pelepasan Calon Jamaah Haji di Pati Membawa Berkah Bagi PKL

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tengah menyerbu kawasan Simpang Lima dan Pendapa Kabupaten Pati untuk menggelar lapak saat pelepasan calon haji. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tengah menyerbu kawasan Simpang Lima dan Pendapa Kabupaten Pati untuk menggelar lapak saat pelepasan calon haji. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pelepasan calon jamaah haji kloter 18 dan 19 di halaman Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/8/2015) membawa berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima (PKL).

Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan, mulai dari makanan, minuman, hingga mainan anak-anak. Mereka berjualan di kawasan trotoar Jalan Tombronegoro dan Alun-alun Pati.

Bahkan, PKL di Alun-alun yang biasanya buka pada pukul 16.30 WIB, hari ini buka sekitar pukul 07.00 WIB hingga sore. ”Acara pelepasan haji ini sampai pukul 14.00 WIB. Ini jadi kesempatan bagi kami untuk menggelar lapak,” ujar Sadeli, salah satu PKL yang beroperasi di sekitar Jalan Tombronegoro.

Ia mengaku, acara tersebut membawa berkah bagi dirinya. Pasalnya, ia bisa menjual dagangannya lebih banyak dan cepat daripada hari-hari biasa. (LISMANTO/TITIS W)

Hari Ini, 447 Warga Pati Berangkat Haji

 

Keluarga jamaah tampak berada di pagar halaman Pendapa Kabupaten Pati untuk mengantar jamaah kloter 19 diberangkatkan ke embarkasi Solo pada pukul 14.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Keluarga jamaah tampak berada di pagar halaman Pendapa Kabupaten Pati untuk mengantar jamaah kloter 19 diberangkatkan ke embarkasi Solo pada pukul 14.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebanyak 447 warga Pati berangkat haji dengan mengikuti pelepasan calon jamaah haji di Halaman Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/8/2015) pagi.

Pemberangkatan dibagi menjadi lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 18, 19, 20, 21, dan kloter 22. Sementara itu, kloter 18 dan 19 berangkat hari ini.

”Kloter 18 sudah berangkat jam 08.00 WIB sebanyak 93 jamaah, sedangkan kloter 19 akan berangkat siang ini pukul 14.00 WIB dengan jumlah 354 jamaah,” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Pati Abdul Hamid.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, sejumlah keluarga yang mengantar jamaah pada kloter 19 nampak menunggu di kawasan Pendapa Kabupaten Pati dan Simpang Lima. Usai dilepas, jamaah diberangkatkan ke embarkasi Solo sekitar pukul 14.00 WIB. (LISMANTO/TITIS W)

Calon Jemaah Haji Blora Tak Sabar Berangkat  ke Mekah

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin. (MuriaNewsCom/Priyo)

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Calon jemaah haji asal Blora tergabung dalam dua kloter. Yakni, kloter 15 dan 16. Mereka akan berangkat dari dua tempat yaitu dari Cepu dan dari Pendapa Kabupaten Blora pada sore hari.

Dari jumlah total calhaj dari Blora yang akan berangkat tahun ini sejumlah 457 orang.

“Untuk sementara terbagi dalam kloter 15 dan 16, kloter 15 akan berangkat dari Cepu pada pukul 05.30 WIB dengan jumlah 211 calhaj. Kloter 16 berjumlah 296 calhaj akan berangkat dari pendapa kabupaten, sore harinya,” kata Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin, Senin (24/8/2015).

Menurutnya hingga saat ini persiapan demi persiapan telah dilakukan. Adapaun pembagian kloter ini dilakukan karena tidak cukupnya dijadikan satu kloter sehingga dibagi menjadi dua kloter.

Pada kloter 16, calhaj Blora akan bergabung dengan calhaj Kabupaten Jepara. “Kami telah lakukan persiapan demi persiapan dari cek kesehatan calhaj hingga persiapan lain. Hingga saat ini persiapan yang telah kami lakukan sudah mencapai 100 persen. Semua calhaj siap untuk berangkat pada Selasa(25/8/2015) ,” terangnya.

Sementara itu data yang diperoleh persiapan sudah dilakukan dari mulai cek kesehatan para calhaj hingga manasik haji untuk para calhaj yang digelar pada akhir bulan lalu. Manasik secara keseluruhan telah digelar.

“Kami berharap persiapan-persiapan yang dilakukan ini nantinya bisa bermanfaat dan para calon jemaah haji nantinya bisa menjalankan ibadah hajinya secaara khusuk, lancar dan pulang menjadi haji yang mabrur,” terangnya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)

Bupati Titip Doa pada Calhaj, Agar Kabupaten Jepara Semakin Sejahtera

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat melepas jemaah calon haji (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat melepas jemaah calon haji (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam kesempatan pelepasan jemaah calon haji (Calhaj), titip doa kepada seluruh jemaah. Dia meminta agar Kabupaten Jepara selalu aman dan damai serta terjaga kondusifitasnya.

“Laksanakan semua rukun dan wajib haji serta sunnah nya dan doakan bangsa Indonesia ini, termasuk Jepara, agar selalu aman dan damai,” ujar Marzuqi di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (24/8/2015).

Menurutnya, pada kesempatan itu dia juga meminta, para jemaah calon haji untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci yang saat ini bersuhu relatif lebih panas.

Secara keseluruhan, jemaah calon haji (Calhaj) Jepara sejumlah 1.007 orang. Rinciannya, kloter 12 sebanyak 156 orang, kloter 13 sebanyak 355 orang, kloter 14 sebanyak 355 orang dan kloter 15 sebanyak 141 orang. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Calhaj Jepara Mulai Diberangkatkan

 

Pelepasan jemaah calon haji oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelepasan jemaah calon haji oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemberangkatan jemaah calon haji (Calhaj) Jepara sebanyak 156 orang yang tergabung dalam kloter 12, dilakukan pagi ini, Senin (24/8/2015) dari Pendopo Kabupaten Jepara.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melepas keberangkatan 156 jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 12 itu,untuk menuju embarkasi haji Solo,  dan bergabung dengan Calhaj Kabupaten Kudus.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah calon haji dari Jepara sebanyak 1.007 orang. Dari jumlah tersebut, rinciannya, kloter 12 sebanyak 156 orang, kloter 13 sebanyak 355 orang, kloter 14 sebanyak 355 orang. Kemudian, kloter 15 sebanyak 141 orang, berangkat padaSelasa (25/8/2015).

“Semoga seluruh jemaah haji dalam keadaan sehat dandapat melaksanakan seluruh ibadah yang harus dilaksanakan di tanah suci,” kata Ahmad Marzuqi.

Dalam pelepasan jemaah calon haji tersebut, terlihat hadir para unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Jepara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Kodim 0719/ Jepara, Sekretaris Daerah Kabupaten Jepar dan Kepala Kantor Kementerian Agama. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Cuaca Ekstrim, Calhaj Diminta Jaga Kondisi

Ratusan calhaj asal Kudus saat mengikuti pelatihan manasik (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Ratusan calhaj asal Kudus saat mengikuti pelatihan manasik (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

 

KUDUS – Cuaca sangat panas yang menyelimuti Arab Saudi, membuat calon jamaah haji harus ekstra hati-hati. Sebab cuaca yang sangat berbeda dengan Indonesia dan Kudus khususnya, dikhawatirkan membuat para jamaah harus adaptasi lebih selama menjalankan ibadah rukun Islam kelima tersebut.

Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, cuaca disana sangat panas. Terlebih berita terbaru yang mengatakan cuaca disana melebihi 40 derajat. Sehingga sangat berpengaruh terhadap ibadah nantinya. Terlebih, usia para jamaah yang juga bervariatif antara usia 18 tahun sampai dengan 90 tahun.

”Para jamaah harus bisa menjaga kondisi tubuh. Minimal dengan banyak mengkonsumsi buah dan juga minum air putih yang banyak. Sebab cuaca yang panas bakal membuat cairan tubuh cepat terkuras juga,” kata Hambali saat ditemui MuriaNewsCom, Selasa (11/8/2015).

Meski demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai suhu tersebut. Sebab para jamaah pasti sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan detail. Termasuk juga persediaan makanan tambahan selama menjalankan ibadah tahunan tersebut.

Seperti halnya yang dipersiapkan Maskholis (54) asal Desa Honggosoco Kecamatan Jekulo Kudus. Sebelum berangkat ibadah, jamaah yang menderita Diabetes tesebut melakukan olahraga ringan dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hal itu dilakukan supaya tetap bugar dalam menjalankan ibadah haji nantinya.

”Saya melakukan olahraga ringan untuk persiapan ibadah haji. Saya tidak mau jika sampai tidak ikut haji,” katanya sambil didorong dalam Kursi Roda saat manasik haji. (FAISOL HADI/TITIS W)

Di Tanah Suci, Jemaah Haji Diminta Tak Usah Ngrembug Politik

 

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat membuka kegiatan pelatihan manasik haji (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat membuka kegiatan pelatihan manasik haji (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para calon haji yang mengikuti kegiatan pelatihan manasik merasa gembira karena Bupati Grobogan Bambang Pudjiono ternyata ikut berhaji tahun ini. Kepastian ini disampaikan sendiri oleh bupati saat membuka manasik haji di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi pagi tadi.“Tahun ini saya juga akan berangkat haji. Insyaallah nanti kita akan ketemu di tanah suci,” ungkap bupati.

Hingga saat ini, memang belum banyak yang tahu kalau bupati bakal berangkat haji. Soalnya, dia tidak berangkat lewat jalur regular tetapi menggunakan layanan ONH Plus. Informasinya, bupati akan berangkat ke tanas suci pada 1 September  atau sembilan hari lebih awal dari keberangkatan calhaj Grobogan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan kata pamitan kepada calhaj karena tahun depan akan mengakhiri masa jabatannya. Bupati meminta pada para calhaj untuk menjaga iklim kondusif berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.

“Saya pesan, selama di tanah suci nanti agar fokus untuk melaksanakan ibadah saja. Tidak usah ngrembug urusan politik disana tetapi cukup berdoa agar pelaksanaan pilkada nanti bisa lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah,” pesannya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ratusan Calhaj Kudus Ikuti Pelatihan Manasik di Alun-Alun Simpang Tujuh

Ratusan calhaj asal Kudus saat mengikuti pelatihan manasik (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Ratusan calhaj asal Kudus saat mengikuti pelatihan manasik (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

 

KUDUS – Ratusan jemaah calon haji yang berangkat dari Kudus, melakukan manasik haji Rabu (11/8/2015) di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Ratusan jemaah calon haji tersebut, antusias mengikuti tata cara menjalankan ibadah haji.

Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan manasik sebanyak 924, namun.

“Tahun ini yang berangkat dari Kudus sejumlah 960, namun yang asli Kudus 924. Sedangkan sisanya asal Jepara dan Banjar Negara juga berangkat dari Kudus. Namun,latihan manasiknya di daerah masing – masing,” katanya kepada MuriaNewsCom,Selasa (11/8/2015).

Menurut dia, jumlah calhaj tahun ini berkurang dari data semula. Sebab, terdapat pengurangan dari pusat. Dari jumlah calhaj yang semula 1.101 pada 2014 lalumenjadi 960 yang berangkat tahun 2015.

Dia mengatakan, Kudus mendapatkan empat kloter, yakni pada 9, 10, 11, 12. Sedangkan keberangkatannya bakal dilaksanakan pada 23 Agustus dan  2 September mendatang.

Dia mengtakan, para calhaj terlebih dahulu akan transit di Solo. Di sana, akan dilakukan pemeriksaan sekali lagi oleh tim, sebelum diterbangkan untuk berangkat ke tanah suci. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Calhaj Asal Grobogan Dilarang Protes

 

Kasi Pontren Kemenag Grobogan Mat Said saat memberikan pembekalan pada calhaj di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasi Pontren Kemenag Grobogan Mat Said saat memberikan pembekalan pada calhaj di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para jemaah calon haji (calhaj) Grobogan diminta untuk bersikap ikhlas selama berada di tanah suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes. Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Mulai sekarang sebaiknya konsentrasi penuh untuk mempersiapkan diri agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di tanah suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar,” jelas Kasi Pontren Kemenag Grobogan Mat Said saat memberikan pembekalan pada calhaj di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi pagi tadi.

Acara pembekalan atau manasik haji dibuka Bupati Grobogan Bambang Pudjiono didampingi Kepala Kemenag Grobogan Muhammad Arifin. Selain dari Kemenang juga ada pembekalan kesehatan yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Grobogan.

Mat Said menyatakan, mengingat calhaj Grobogan nanti masuk dalam gelombang pertama keberangkatan, maka faktor fisik harus dipersiapkan secara serius. Sebab, calhaj nanti akan berada di Madinah terlebih dahulu selama beberapa pekan sebelum bergeser ke Makkah.

Kepala Kemenag Grobogan Muhammad Arifin menambahkan, kepada semua jemaah calon haji tahun 2015 sejumlah 528 orang, agar mempersiapkan diri mulai sekarang. Persiapan yang ia tekankan terutama sekali mengenai persiapan fisik dan mental. “Persiapan sedini mungkin itu perlu dikakukan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak timbul kendala yang akan dihadapi para jemaah calon haji,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji Rembang

Untitled-1REMBANG – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatankepada 726 calon jemaah haji.

Jadwal pemeriksaan bakal dibagi menjadienam bagian, disesuaikan dengan wilayah kecamatan. Sesuai informasi yang dirilis Dinkes Rembang, pemeriksaan kesehatan telah dimulaipada Rabu (5/8/2015) hingga Rabu (12/8/2015) mendatang.

Para calon jemaah haji bisa melakukan pemeriksaan kesehatan haji,sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Dinkes Rembang. Untuk calhaj asalKecamatan Kaliori dan Rembang telah dilakukan pada 5 Agustus 2015.

Lalu untuk Kecamatan Sulang, Bulu, dan Sumber ditetapkan pada 7Agustus. Kecamatan Lasem, Sluke dan Pancur pada 8 Agustus 2015,Kecamatan Gunem, Pamotan, dan Sale pada 10 Agustus 2015, KecamatanKragan dan Sedan pada 11 Agustus 2015. Sedangkan Kecamatan Sarang pada
12 Agustus 2015.

“Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilaksanakan oleh semua calon jemaahhaji. Utamanya vaksinasi meningitis dan wanita usia subur. Pemeriksaanini hanya membayar karcis Rp 5ribu dan tes kehamilan WUSsebesar Rp 11ribu,” ujar Supriyo, Kepala seksi (Kasi) Surveilance dan Penanggulangan KLB pada Dinkes Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2015). (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

371 Calon Jemaah Haji Rembang Bakal Bergabung Kloter Pati dan Blora

Untitled-1REMBANG – Sebanyak 371 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Rembang bakal bergabungbersama calon jemaah haji asal Kabupaten Pati dan Blora. Ratusancalhaj tersebut tergabung dalam kloter 16, 17 dan 18.

Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Rembang Atho’illahmenyebutkan,secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini sebanyak726 orang. Jumlah tersebut bertambah tujuh orang dari jumlahsebelumnya yang hanya 719 orang.

Menurutnya, tambahan tersebutmerupakan calon jemaah haji cadangan yang dipastikan berangkat karena masihtersisa kuota untuk Jawa Tengah.

“726 calhaj tersebut akan berangkat dalam tiga kloter, yaitu kloter 16dengan jumlah jemaah 109 orang akan bergabung dengan calhaj Blora dan berangkat dari Rembang pada 25 Agustus. Mereka harus sudahsampai di Asrama Haji Donohudan pukul 20.00 WIB,” ujar Atho’illah,Kamis (6/8/2015).

Sementara itu, kloter 17 sebanyak 355 orang yang semuanya dari Rembangakan berangkat menuju Asrama haji Donohudan pada 26 Agustus dandijadwalkan sampai di asrama haji pukul 08.00 WIB. Sedangkan kloter 18yang bergabung dengan calhaj Kabupaten Pati berjumlah 262 orang dan
dijadwalkan sampai di Donohudan 26 Agustus pukul 13.00 WIB. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Koruptor Hambat Pembangunan Rembang, PJ Bupati Minta Doa Jamaah Haji

Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG –  Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang meminta kepada 726 calon haji (Calhaj) di wilayah setempat agar mendoakan progam pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.

Sebab hingga awal Agustus 2015, pelaksanaan proyek pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) masih belum banyak yang berjalan. Tersendatnya rencana pembangunan disebabkan terjeratnya sejumlah pejabat di instansi setempat dalam
gurita kasus dugaan korupsi.

“Kami berharap seluruh jamaah haji agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Kami juga ingin meminta doa kepada segenap calon jamaah haji mendoakan Rembang agar bisa melaksanakan pembangunan dengan lancar tanpa
hambatan,” ujar Suko saat menutup manasik haji 1436 H di Pendapa Museum Kartini, pada Kamis (6/8/2015).

Suko juga menegaskan jamaah agar menaati segala peraturan yang telah ditentukan dan tidak melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok WNI di depan Kakbah pada Idul Fitri lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pengadilan Agama Rembang, Ilham Suhrowardi, jajaran  Muspida Rembang, Kepala KUA Kecamatan, tim petugas haji, dan para calon jemaah haji 1436 H.

Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah menyebutkan jumlah jamaah haji yang akan berangkat tahun ini sebanyak 726 orang. Jumlah tersebut bertambah tujuh orang dari jumlah sebelumnya yang hanya 719 orang.

“Tambahan tersebut merupakan jamaah haji cadangan yang dipastikan berangkat karena masih tersisa kuota untuk Jawa Tengah. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)

Alhamdulilah, Jamaah Haji Grobogan Bisa Beribadah Sambil Dapat Teman Luar Kota

Untitled-1GROBOGAN – Kepastian pembagian kloter dan jadwal keberangkatan jamaah haji Grobogan akhirnya menemui kepastian.Jamaah haji dari Grobogan nantinya akan bergabung dengan jamaah haji dari Kendal dan Demak.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Rif’an mengungkapkan, sesuai pengumuman resmi, jamaah haji Grobogan akan terbagi dalam dua kloter. Yakni, kloter 56 yang diisi 185 orang dan kloter 57 yang ditempati 243 orang.

“Untuk kloter 56 akan bergabung dengan jamaah haji dari Kendal dan kloter 57 dengan Demak. Jumlah jamaah haji Grobogan totalnya 428 termasuk didalamnya petugas pendamping,” katanya.

Meski terbagi dalam dua kloter namun untuk pemberangkatan jamaah haji dilakukan dalam satu hari tetapi waktunya berlainan. Yakni, Kamis 10 September 2015 pukul 08.00 WIB untuk kloter 56 dan kloter 57 berangkat dari Purwodadi pukul 12.00 WIB.

“Kami minta agar jamaah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pelaksanaan ibadah haji nanti. Soalnya, masih ada waktu sebulan lebih sebelum keberangkatan,” imbuh mantan Kepala KUA Purwodadi itu. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Calon Jamaah Haji Harus Waspadai Hipertensi dan Diabetes

Pemeriksaan kesehatan para jamaah Haji. Menurut data dari DKK Kudus, calon jamaah Haji Kudus tahun ini banyak yang terjangkit hipertensi, diabetes melitus, dan jantung. (FOTO: KEMENAG)

Pemeriksaan kesehatan para jamaah Haji. Menurut data dari DKK Kudus, calon jamaah Haji Kudus tahun ini banyak yang terjangkit hipertensi, diabetes melitus, dan jantung. (FOTO: KEMENAG)

KUDUS – Jelang musim keberangkatan Haji yang dimulai bulan mendatang, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Faktor kesehatan menjadi hal pertama yang harus diperhatikan oleh para calon jamaah Haji agar dapat menyelesaikan seluruh agenda selama melaksanakan ibadah. Lanjutkan membaca