21 Bus Siap Angkut Calhaj Asal Rembang ke Asrama Haji Donohudan

 Kasi Penyelenggara Haji Kementrian Agama (Kemenag) Rembang Shalehudin (kiri). Calhaj asal Rembang saat mengikuti pembekalan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kasi Penyelenggara Haji Kementrian Agama (Kemenag) Rembang Shalehudin (kiri). Calhaj asal Rembang saat mengikuti pembekalan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 21 bus telah dipersiapkan untuk mengangkut 789 jemaah calon haji asal Rembang menuju Asrama Haji Donohudan, Solo. Nantinya, pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan masing-masing kloter.

Kasi Penyelenggara Haji Kementrian Agama (Kemenag) Rembang Shalehudin mengatakan, untuk pemberangkatan pertama, akan dilakukan pada Rabu (24/8/2016) dini hari, yakni untuk kloter 38. Jumlah bus yang dipersiapkan ada 9. “Sedangkan untuk kloter 48 pada Sabtu (27/8/2016) juga ada 9 bus, dan untuk kloter 65 berangkat Kamis (1/9/2016) ada sebanyak 3 bus,” katanya.

Katanya, nantinya, setiap bus tersebut akan menjemput calon haji di wilayah kecamatan masing-masing sesuai dengan jadwal keberangkatan kloter calon haji tersebut. “Untuk kloter 38, ada 354 calhaj, kloter 48 ada 355 orang dan kloter 65 ada 80 orang. Jadi total calon haji asal rembang sejumlah 789 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum calhaj diberangkatkan Jeddah, nantinya, calhaj akan diberikan pembekalan dan pelatihan selama sehari di Asrama Haji Donohudan. Setelah itu, baru akan diberangkatkan ke Jeddah sesuai dengan kloternya masing-masing.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Imbau Calhaj untuk Sering ‘Jalan-jalan’

 Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan di acara manasik haji masal dan sekaligus melepas calon haji Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan di acara manasik haji masal dan sekaligus melepas calon haji Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengimbau kepada seluruh calon haji untuk lebih sering jalan-jalan atau berolahraga. Hal ini, agar jemaah nanti memiliki kondisi fisik yang bugar, sehingga bisa mengikuti rangkaian ibadah haji dengan sempurna.

“Sering olahraga, jalan-jalan. Hal ini bisa dilakukan kalau pagi atau sore hari. Sebab ibadah haji di Makkah nanti juga banyak jalan-jalannya. Namun jalan-jalan itu untuk ibadah. Bila Anda latihan olahraga jalan-jalan setiap pagi, maka akan terbiasa saat menunaikan ibadah haji,” ucap Hafidz.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada suluruh calon jemaah haji bisa menunaikan ibadah haji dengan sempurna.”Sebenarnya ibadah haji itu hanya 6 hari saja. Yakni mulai dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijjah saja. Setelah 6 hari itu, Anda sudah menyandang haji. Bukan 42 hari, sebab 42 hari itu hanya prosesnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tanggal 8 Zulhijjah itu merupakan untuk persiapan menuju ke Arofah. Sementara itu, tanggal 9 hingga 13 ada kegiatan mabit di Mina.Bupati juga jemaah dari Rembang bisa menjaga nama baik negara Indonesia.

“Jangan mudah emosi dengan warga lain, dengan jemaah lain. Jangan mudah emosi, karena kalau mudah marah maka akan menghilangkan niat haji tersebut. Sebab marah itu bisa melunturkan pahala haji,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Calhaj Rembang Diajari Cara Buang Hajat di Pesawat

 Calon jemaah haji asal Rembang ketika mengikuti pembekalan di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Calon jemaah haji asal Rembang ketika mengikuti pembekalan di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Naik pesawat sepertinya kegiatan langka bagi calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Rembang. Sehingga mereka memerlukan pelatihan sebelum terbang bersama ‘burung besi’ tersebut menuju ke Tanah Suci.

“Kemenag berupaya semua tahapan haji dipelajari oleh calon jemaah haji dulu. Termasuk, tahapan naik pesawat. Mereka diberikan pemahaman seputar tata cara ketika berada di pesawat, termasuk bagaimana kalau ingin buang hajat,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama Rembang  Ruchbah.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena sebagian besar calhaj sudah berusia lanjut. Sehingga saat melakukan yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan. Tahapan naik pesawat, juga harus dilakukan. Ini karena banyak calhaj yang baru pertama kali naik pesawat.

“Bila bapak dan ibu akan buang air kecil atau besar di toilet pesawat, maka bisa memakai air secukupnya. Setelah itu bisa menggunakan tisu toilet dengan secukupnya. Dan tisu tersebut jangan sampai berceceran di bawah,” imbaunya.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada jemaah untuk lebih hati-hati. “Bila ingin keluar pemondokan, maka bawalah uang secukupnya saja. Selebihnya bisa disimpan di koper. Selain itu juga jangan mudah melempar senyum ke orang lain yang tidak dikenal. Dikhawatirkan, bisa menimbulkan hal yang negatif,” harapnya.

Editor : Kholistiono

 

Tambah Satu Lagi, Calhaj Asal Rembang Gagal Berangkat

 Pembekalan calon jemaah haji oleh Kementrian Agama Rembang di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Pembekalan calon jemaah haji oleh Kementrian Agama Rembang di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Mendekati jadwal keberangkatan calon jemaah haji (calhaj) asal Rembang, ternyata ada satu lagi calhaj yang gagal berangkat. Hal ini, karena yang bersangkutan meninggal dunia, yaitu atas nama Farhan Kastam Tompo dari Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang. Sejatinya, Kastam tergabung dalam kloter 65.

Sebelumnya, ada juga calhaj yang meninggal dunia, yaitu Kasni binti Sulikan Ngariban, warga Desa Karang Lincak, Kecamatan Kragan. Kasni tercatat tergabung dalam kloter 38.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji pada Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Solehudin mengatakan, untuk tahun 2016 ini  calon haji yang mulanya berjumlah 791, saat ini tinggal 789.”Sebab atas nama Kasni kloter 38, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan itu meninggal bulan lalu. Sedangkan yang atas nama Farhan Kastam Tompo, kloter 65 meninggal pada Minggu kemarin lantaran sakit,” kata Soleh.

Dalam hal ini, dirinya berharap tidak ada calon jemaah haji yang gagal berangkat lagi. “Semoga semuanya berjalan lancar untuk bisa tunaikan ibadah haji. Apalagi, mereka memang sudah menunggu lama untuk bisa haji,” imbuhnya.

Selain itu, saat disinggung mengenai pemondokan jemaah asal Rembang, pihaknya mengatakan, jika nantinya akan disediakan 3 titik pemondokan jemaah.”Untuk pemondokan jemaah haji asal Rembang nantinya ada tiga titik pemondokan. Di antaranya ialah dua pemondokan di Mahbas Jin, Makkah untuk kloter 38 dan 48, sedangkan satu lagi di Raudhah untuk kloter 65,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

BRI Rembang Siapkan Ribuan Lembar Uang Riyal untuk Calhaj

rupiah

MuriaNewsCom, Rembang – BRI Cabang Rembang telah menyiapkan ribuan lembar uang Riyal untuk memenuhi penukaran Rupiah ke Riyal yang dilakukan calon jemaah haji asal Rembang. Dengan hal ini, calhaj bisa lebih mudah untuk melakukan penukaran uang.

Funding Officer BRI Rembang Edi Prasetya mengatakan, lembaran uang kertas Riyal tersebut, tersedia mulai 1 Riyal, 5, 10, 50 hingga 100 Riyal. “Lembaran uang Riyal yang sudah kami siapkan saat ini yakni, 1 Riyal sebanyak 500 lembar, 5 Riyal sebanyak 2.500 lembar, 10 Riyal sebanyak 5 ribu lembar, 50 Riyal sebanyak 10 ribu lembar, dan 100 Riyal sebanyak 2 ribu lembar,” katanya.

“Kepada calon jemaah haji, kita tidak membatasi penukaran uang itu. Silahkan menukarkan uang sesuai dengan kebutuhan. Jika memang persediaan kita kurang, maka kita akan berkoordinasi dengam BRI Semarang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Retno Wulan Sari, yang juga menjabat sebagai Funding Officer. Katanya, persediaan uang itu memang dikhususkan bagi calon jemaah haji. “Supaya mereka bisa mempersiapkan lebih dini untuk keperluan penukaran uang Rupiah ke Riyal, sebelum berangkat ke Makkah. Selain itu juga bisa memudahkan mereka untuk bertransaksi,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

1 Calhaj Asal Rembang Gagal Berangkat Haji

 Calon jamaah haji asal Rembang antusias mengikuti bimbingan di Museum Kartini Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Calon jamaah haji asal Rembang antusias mengikuti bimbingan di Museum Kartini Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Satu orang calon jemaah haji asal Kabupaten Rembang gagal berangkat ke tanah suci karena meninggal dunia. Satu orang tersebut bernama Kasni (33) binti Sulikan Ngariban, warga Kragan.

Mamik, Staf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang yang membidangi haji mengatakan, dengan adanya satu orang yang gagal berangkat tersebut, katanya, calon jemaah haji asal Rembang menjadi 790 orang, yang awalnya 791 orang.

“Kasni ini tergabung dalam kloter 38. Sebenarnya Kasni ini seharusnya naik haji tahun 2015 lalu bersama suaminya atas nama Muchid. Akan tetapi, tahun kemarin kondisinya lagi hamil, maka dia bersama suaminya berangkat haji tahun ini. Namun untuk tahun ini, takdir berkata lain. Sehingga yang berangkat haji ya suaminya saja,” tuturnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai biaya haji yang sudah dikeluarkan, pihakhya mengutarakan, bahwa biaya tersebut bisa dikembalikan secara utuh. “Mengenai biaya haji yang sudah dibayarkan atau dilunasi, maka bisa dikembalikan. Yakni dengan cara ahli warisnya melampirkan surat permohonan, rekening bank, surat kematian dari desa, dan sebagainya. Dan untuk pencairanya juga maksimal selama 3 bulan dari tanggal pengajuan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga : 791 Calhaj Asal Rembang Ikuti Bimbingan Manasik

 

Editor : Kholistiono

 

791 Calhaj Asal Rembang Ikuti Bimbingan Manasik

 Ratusan calon jemaah haji mengikuti bimbingan di Museum Kartini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ratusan calon jemaah haji mengikuti bimbingan di Museum Kartini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 791 calon jemaah haji (Calhaj) asal Rembang mengikuti bimbingan manasik haji yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut, dijadwalkan bakal berlangsung selama 8 hari.

Staf Kantor Kemenag Rembang bidang Haji, Mamik mengatakan, pelaksanaan bimbingan manasik haji itu dilangsungkan di dua tempat. Yakni, untuk pembukaan dan penutupan dilakukan di Museum Kartini Rembang, sedangkan lainnya dilakukan di masing-masing kecamatan.

“Bimbingan ini untuk memberikan pengetahuan seputar ibadah haji kepada calhaj. Sebab, hal ini penting, agar nantinya ketika mereka melaksanakan ibadah haji, sudah tahu dan memahami mengenai ibadah haji,” ujarnya, saat pembukaan bimbingan haji di Museum Kartini, Senin (18/7/2016).

Ia katakan, calhaj asal Rembang nantinya terbagi menjadi tiga kloter, yang diberangkatkan pada Agustus dan September mendatang.”Mereka terbagi dalam Kloter 38 sebanyak 355 orang, yang akan masuk asrama pada 24 Agustus, kemudian Kloter 48 sebanyak 355 orang, nantinya akan masuk asrama pada 27 Agustus dan Kloter 65 sebanyak 81 orang yang masuk asrama pada 1 September,” katanya.

Dia menambahkan, pada bimbingan manasik haji ini, calhaj akan dilatih berbagai hal yang meliputi keseluruhan proses syarat dan rukun ibadah haji. Dimulai dari memakai ihrah, hingga lari-lari kecil (sai).

Editor : Kholistiono

 

Delapan Calhaj Asal Rembang Ditunda Keberangkatannya

Untitled-1

REMBANG – Sebanyak delapan jemaah calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Rembang terpaksa ditunda keberangkatanya menuju Madinah sesuai dengan jadwal penerbangan Kloter mereka. Mereka yang gagal berangkat dengan berbagai sebab dan saat ini ditinggal di beberapa lokasi berbeda di Solo.

Dari delapan Calhaj yang gagal berangkat itu, enam diantaranya merupakan pasangan suami istri. Suami istri yang gagal berangkat itu masing-masing adalah pasangan Kasbu Ngaijan dan Genduk Kasimin, warga Sambong, Kecamatan Sarang.

Keduanya gagal berangkat lantaran Kasbu Ngaijan memiliki kadar HB terlalu rendah sehingga harus dirawat di RSUD Moewardi Solo. Selanjutnya, Sutriyah warga Karangmangu, Sarang juga gagal berangkat lantaran visa belum jadi. Suaminya, Supardi terpaksa tinggal menunggu hingga visa sang istri kelar.

Kemudian satu pasangan lagi yang gagal berangkat adalah Rusmi Saridin dan Ngarpani Warijan. Warga Dresi Kulon, Kaliori itu gagal berangkat, lantaran Rusmi mengalami sakit dan harus mendapat perawatan medis.

Dua Calhaj lainnya yang juga gagal berangkat adalah Rohman Kusmindar dan Kardiman Sumitro. Masing-masing merupakan warga Plang Sarang dan Kabongan Kidul, Rembang.

”Rohman Kusmindar juga harus dirawat lantaran memiliki kadar HB rendah. Sedangkan Kardiman belum jelas penyakitnya, namun harus mendapat perawatan. Namun, istrinya tetap berangkat,” jelas Kasi Haji dan Umroh Kemenag Rembang, Shalehudin, Kamis (27/8/2015).

Menurut Shalehudin, delapan Calhaj yang gagal berangkat karena sakit akan terus dipantau perkembangannya. Jika kondisinya sudah memungkinkan, mereka akan diberangkatkan bersama Calhaj dari Kloter lain.

”Untuk Calhaj yang gagal berangkat lantaran persoalan visa, ya harus menunggu hingga visa mereka jadi,” ujarnya.

Shalehudin menyebutkan, tiga kloter Calhaj Rembang semuanya sudah diberangkatkan menuju Madinah. Kloter 16, berangkat dari Solo pada Rabu (26/8) pukul 23.05 WIB. Diperkirakan Kloter ini sudah mendarat di Madinah Kamis siang.

Kloter 17, berangkat dari Solo menuju Madinah, Kamis (27/8) sekitar pukul 05.00 WIB. Sedangkan Kloter 18 berangkat menuju Madinah Kamis sekitar pukul 13.20 WIB. ”Kami akan terus memantau kondisi Calhaj yang sakit dan dirawat. Untuk persoalan visa, kami masih menunggu informasi dari pusat,” katanya. (KHOLISTIONO)

Sepasang Calon Haji di Rembang Batal Berhaji karena Istri Diketahui Hamil

Salehuddin, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kemenag Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Salehuddin, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kemenag Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Sebanyak 3 calon jemaah haji asal Kabupaten Rembang dipastikan batal berangkat ke tanah suci Mekah. Sebab ketiganya memilih untuk mengundurkan diri sebelum jadwal pemberangkatan.

Mereka yang memilih mundur ini berada di kelompok terbang (Kloter) 16 dan 17. Di antaranya karena ada sepasang calon haji yang mengetahui istrinya hamil.

Salehuddin, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kantor Kemenag Rembang, Senin (17/8/2015) mengatakan, kloter 17 semula berjumlah 355, namun berkurang menjadi 353 orang karena ada dua orang jemaah yang memutuskan mundur.

Alasan mundur dari dua jemaah ini disebabkan karena jemaah haji perempuan diketahui hamil dan membuat suaminya juga enggan berangkat.

Menurutnya mereka yang batal berangkat haji tahun ini memilih menunggu jadwal 2016 mendatang.

“Jemaah yang hamil memang dilarang pergi berhaji demi mempertimbangkan faktor keselamatan dan ini memang prosedur yang harus dipatuhi,” katanya.

Berdasarkan catatan Kemenag Kabupaten Rembang, hanya kloter 18 masih komplit atau belum ada yang mengundurkan diri.

“Di kloter 16 yang semula berjumlah 109 orang kini berkurang menjadi 108. Satu jemaah yang mundur ini semula masuk kelompok cadangan, tetapi karena isterinya tidak ikut serta berangkat tahun ini, sehingga yang bersangkutan memilih membatalkan untuk berangkat,” ujar Salehuddin.

Dari total 723 jemaah calon haji dijadwalkan berangkat dari Rembang, antara tanggal 25 Agustus hingga 26 Agustus 2015. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)

Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji Rembang

Untitled-1REMBANG – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatankepada 726 calon jemaah haji.

Jadwal pemeriksaan bakal dibagi menjadienam bagian, disesuaikan dengan wilayah kecamatan. Sesuai informasi yang dirilis Dinkes Rembang, pemeriksaan kesehatan telah dimulaipada Rabu (5/8/2015) hingga Rabu (12/8/2015) mendatang.

Para calon jemaah haji bisa melakukan pemeriksaan kesehatan haji,sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Dinkes Rembang. Untuk calhaj asalKecamatan Kaliori dan Rembang telah dilakukan pada 5 Agustus 2015.

Lalu untuk Kecamatan Sulang, Bulu, dan Sumber ditetapkan pada 7Agustus. Kecamatan Lasem, Sluke dan Pancur pada 8 Agustus 2015,Kecamatan Gunem, Pamotan, dan Sale pada 10 Agustus 2015, KecamatanKragan dan Sedan pada 11 Agustus 2015. Sedangkan Kecamatan Sarang pada
12 Agustus 2015.

“Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilaksanakan oleh semua calon jemaahhaji. Utamanya vaksinasi meningitis dan wanita usia subur. Pemeriksaanini hanya membayar karcis Rp 5ribu dan tes kehamilan WUSsebesar Rp 11ribu,” ujar Supriyo, Kepala seksi (Kasi) Surveilance dan Penanggulangan KLB pada Dinkes Kabupaten Rembang, Kamis (6/8/2015). (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

371 Calon Jemaah Haji Rembang Bakal Bergabung Kloter Pati dan Blora

Untitled-1REMBANG – Sebanyak 371 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Rembang bakal bergabungbersama calon jemaah haji asal Kabupaten Pati dan Blora. Ratusancalhaj tersebut tergabung dalam kloter 16, 17 dan 18.

Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Rembang Atho’illahmenyebutkan,secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini sebanyak726 orang. Jumlah tersebut bertambah tujuh orang dari jumlahsebelumnya yang hanya 719 orang.

Menurutnya, tambahan tersebutmerupakan calon jemaah haji cadangan yang dipastikan berangkat karena masihtersisa kuota untuk Jawa Tengah.

“726 calhaj tersebut akan berangkat dalam tiga kloter, yaitu kloter 16dengan jumlah jemaah 109 orang akan bergabung dengan calhaj Blora dan berangkat dari Rembang pada 25 Agustus. Mereka harus sudahsampai di Asrama Haji Donohudan pukul 20.00 WIB,” ujar Atho’illah,Kamis (6/8/2015).

Sementara itu, kloter 17 sebanyak 355 orang yang semuanya dari Rembangakan berangkat menuju Asrama haji Donohudan pada 26 Agustus dandijadwalkan sampai di asrama haji pukul 08.00 WIB. Sedangkan kloter 18yang bergabung dengan calhaj Kabupaten Pati berjumlah 262 orang dan
dijadwalkan sampai di Donohudan 26 Agustus pukul 13.00 WIB. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Koruptor Hambat Pembangunan Rembang, PJ Bupati Minta Doa Jamaah Haji

Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG –  Suko Mardiono, Penjabat (Pj) Bupati Rembang meminta kepada 726 calon haji (Calhaj) di wilayah setempat agar mendoakan progam pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.

Sebab hingga awal Agustus 2015, pelaksanaan proyek pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) masih belum banyak yang berjalan. Tersendatnya rencana pembangunan disebabkan terjeratnya sejumlah pejabat di instansi setempat dalam
gurita kasus dugaan korupsi.

“Kami berharap seluruh jamaah haji agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Kami juga ingin meminta doa kepada segenap calon jamaah haji mendoakan Rembang agar bisa melaksanakan pembangunan dengan lancar tanpa
hambatan,” ujar Suko saat menutup manasik haji 1436 H di Pendapa Museum Kartini, pada Kamis (6/8/2015).

Suko juga menegaskan jamaah agar menaati segala peraturan yang telah ditentukan dan tidak melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan, seperti yang dilakukan oleh sekelompok WNI di depan Kakbah pada Idul Fitri lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pengadilan Agama Rembang, Ilham Suhrowardi, jajaran  Muspida Rembang, Kepala KUA Kecamatan, tim petugas haji, dan para calon jemaah haji 1436 H.

Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah menyebutkan jumlah jamaah haji yang akan berangkat tahun ini sebanyak 726 orang. Jumlah tersebut bertambah tujuh orang dari jumlah sebelumnya yang hanya 719 orang.

“Tambahan tersebut merupakan jamaah haji cadangan yang dipastikan berangkat karena masih tersisa kuota untuk Jawa Tengah. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)