1 Bulan, Kudus Raih 4 Penghargaan, HEBAT!

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan soal prestasi yang diraih Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus meraih empat penghargaan pada satu bulan terakhir ini. Tentu hal itu amat membanggakan bagi Kota Kretek. Mengingat, semua itu berujung pada pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, penghargaan yang diraih sebenarnya bukan untuk dibanggakan. Tapi memang hal itu merupakan kewajiban pelayanan. Pada jumpa pers terkait prestasi ini di pendapa kabupaten setempat, Senin (24/7/2017). Musthofa didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penerima penghargaan. Di antaranya Dinas Kesehatan yang menerima Paramesti atas penataan kawasan tanpa rokok.

Penghargaan yang diraih dari Kementerian Kesehatan ini buah dari kebijakan penataan kawasan tanpa rokok. Yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan segera akan ditindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Daerah (Perda).

Tampak pula Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Perlindungan Penduduk, dan Keluarga Berencana.

“Dukcapil dapat penghargaan atas inovasi 2 in 1 untuk percepatan pelayanan kependudukan. Yaitu begitu bayi (yang sah) lahir langsung dapat KK dan akte kelahiran,” kata Musthofa.

Penghargaan lain yakni Bakti Koperasi dan UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta yang terakhir yakni Kabupaten/ Kota Layak Anak Tahun 2017. Penghargaan kependudukan dan Kabupaten Layak Anak diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dia tidak membatasi Kepala OPD dalam berkreasi. Semuanya diberikan kebebasan berinovasi bagi semua OPD asalkan semuanya bisa memberikan manfaat secara nyata kepada masyarakat.

Mengenai penghargaan tentang bakti koperasi dan UKM, Musthofa menuturkan semua koperasi harus bisa memberikan imbas dan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan. Untuk itu koperasi harus selalu dalam kondisi yang sehat.

“Tidak perlu kuantitas yang banyak. Tetapi bagaimana koperasi yang ada dalam kondisi sehat yang bisa memberikan kesejahteraan pada semua anggota,” imbuhnya.

Terkait Kota Layak Anak, dia menyebut kondisi di Kudus ini bagus untuk perkembangan anak. “Mulai dari fasilitas bermain yang ada, tempat edukasi, hingga fasilitasi dari pemkab,” ujarnya.

Musthofa meminta seluruh OPD menunjukkan kinerja yang terbaik dalam melayani. Ucapan terima kasih diberikan pada semua pihak termasuk media yang telah memberikan informasi secara luas. (nap)

Editor :  Akrom Hazami

 

Kudus Diupayakan agar Layak Jual

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi panelis Indonesia Marketeers Festival 2017 yang digelar di Hotel Aston, Semarang, Kamis (23/3/2017. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom Kudus –Pemasaran merupakan sebuah proses untuk menawarkan dan menjual sebuah produk. Hal ini berlaku dalam rupa produk atau jasa apapun dalam semua bidang tak terkecuali bagi pemerintah.

Demikian disampaikan Bupati Kudus Musthofa saat menjadi panelis Indonesia Marketeers Festival 2017 yang digelar di Hotel Aston, Semarang, Kamis (23/3/2017).

Musthofa mengatakan dengan bisa menjual Kudus tentu memberikan sebuah manfaat untuk masyarakat. Bagaimana tidak? Sebuah daerah yang layak jual akan berimbas pada kesejahteraan warga.

Dia juga mempermudah semua pelayanan publik. Bahkan kini terus dikembangkan pelayanan berbasis digital secara online. Contohnya pada perizinan yang sudah banyak layanan online.

“Transaksi secara online akan menutup adanya pungli atau penyalahgunaan lain” katanya pada seminar yang digelar Markplus,inc dengan founder Hermawan Kartajaya itu.

Pada acara ini Hermawan memberikan award untuk Bupati Kudus yang sangat piawai dalam bidang marketing. Terbukti dengan semakin berkembangnya Kudus menjadi sebuah daerah yang semakin baik.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Berharap Pasar Tradisional Dipedulikan  

Bupati Kudus Musthofa saat berbicara pada kegiatan talkshow di Semarang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa saat talkshow live idolafm, Semarang, Selasa (28/2) mengatakan, pasar tradisional harus dibangun dengan nyaman.

Pada acara Semarang Trending Topic yang digelar rutin ini juga menghadirkan pembicara lain. Di antaranya Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Provinsi Jateng Rukma Setiabudi, Bupati Kudus Musthofa, dan Akademisi Undip Prof Agus Maladi Irianto.

Musthofa menuturkan, revitalisasi pasar adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. “Tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi semua yang terlibat dalam transaksi di pusat belanja rakyat ini,” kata Musthofa.

Ada tiga aspek terkait revitalisasi pasar tradisional ini. Yaitu aspek fisik, aspek ekonomi, dan aspek budaya,” kata bupati yang juga dewan pertimbangan pedagang pasar se-Jateng ini.

Secara fisik sudah jelas, yaitu harus tertata dengan baik, aman, dan nyaman. Sedangkan aspek ekonomi harus bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan. Di sinilah peran pemerintah dibutuhkan.

“Negara/pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi optimalisasi pasar sebagai jantung perekonomian rakyat,” ucapnya.

Sedangkan aspek ketiga yaitu budaya yang mengandung arti bahwa ada nilai-nilai budaya yang harus tetap terjaga. Secara kasat mata yaitu adanya interaksi secara langsung antara penjual dan pembeli.

Ditambahkan oleh bupati yang juga pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini, bahwa dalam revitalisasi pasar dirinya berpedoman pada 4T. Yaitu, tepat aturan, tertib administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

“Kami melibatkan pedagang dalam penataan pasar. Sehingga 35 pasar tradisional yang ada di Kudus bisa memberikan manfaat secara nyata,” imbuh bupati yang berupaya mengembangkan UMKM dengan temu dagang ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Lantik 113 Pejabat Sekolah dan Pengawas Disdikpora

Bupati Kudus Musthofa melantik kepala SD, Kepala TK, dan pengawas pada Disdikpora, Senin. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa melantik dan mengambil sumpah 113 orang untuk menduduki jabatan sebagai kepala SD, Kepala TK, dan pengawas pada Disdikpora Pemkab Kudus, Senin (27/2). Yang rinciannya adalah 102 Kepala SD, 3 Kepala TK, dan 8 Pengawas.

Musthofa mengatakan pendidikan merupakan salah satu pilar penting dari program pro rakyatnya, selain UMKM, kesehatan, kesempatan kerja. Untuk itu, dirinya tidak mau gegabah dalam memilih orang-orang yang tepat pada jabatan ini.

”Bapak dan ibu adalah orang-orang pilihan untuk memikul tanggung jawab ini. Untuk itu saya minta bekerja dengan penuh keihlasan dan ketulusan untuk membimbing anak-anak kita,” kata Musthofa.

Harapannya tentu sebagai generasi penerus, anak-anak harus menjadi sosok yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, serta agama dan masyarakat luas untuk masa mendatang. Dia berharap agar anak-anak mendapat bekal pendidikan dan pengajaran yang terbaik.

Sementara adanya penetapan kurikulum lingkungan hidup (LH) mendapat apresiasi tersendiri. Dikatakannya, penetapan muatan lokal (mulok) LH ini menjadi sorotan nasional. Karena kepedulian pendidikan dasar di Kudus untuk cinta terhadap lingkungan dan alam.

”Kudus adalah paku buminya pendidikan. Saya ingin seluruh nusantara bisa belajar kurikulum dari Kudus. Salah satunya mulok LH ini,” tambahnya.

Dirinya juga meminta para pejabat ini untuk fokus bekerja semaksimal mungkin memberikan bekal pendidikan dasar anak-anak.

Bupati berpesan untuk tetap menjalin dan terus membangun komunikasi yang baik. Dengan adanya sertifikasi guru dan kenaikan TPP seharusnya bisa menjadi motivasi tersendiri untuk lebih bertanggung jawab pada pekerjaannya.

”Saya juga mengucapkan selamat. Mari sama-sama fokus untuk bekerja yang terbaik. Dan kepala sekolah adalah lokomotif semua kegiatan di sekolah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

PDIP Kudus Dukung Masan, Ketua DPRD, Maju di Pilkada 

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan menjadi dambaan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat untuk maju jadi calon bupati di Pilkada 2018.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Kudus yang juga Bupati Kudus Musthofa hadir langsung pada kegiatan reses di kantor DPC, Senin (20/2/2017) malam.

Nama Masan tiba-tiba mengemuka saat Musthofa memberi pengarahan kepada kadernya. Musthofa sempat menanyakan kira-kira siapa kader PDIP yang pantas menjadi cabup. Sejumlah kader spontanmenyebut nama Masan. Nama yang dimaksud tak lain Ketua DPRD Kabupaten Kudus. “Siapa, kok cuma sedikit yang menjawab?” ujar Musthofa disambut koor kader kembali menyebut nama Masan.

Musthofa lantas menanyakan ke kader, apakah Masan laku atau tidak? Jika yang menginginkan hanya sedikit, dirinya jadi tidak yakin. “Pak Masan ini benar-benar laku atau tidak? Kalau hanya hanya satu dua orang yang mengusulkan apa cukup? Saya ya jadi ndak yakin. Tapi jika suaranya bulat yang menginginkan Pak Masan, saya (shalat) Istikharah dulu,” ujar Musthofa.

Setelah meminta tanggapan kader, Musthofa menanyakan yang bersangkutan. Kebetulan Masan duduk di sebelahnya. “Kira-kira jika nanti Istikharahku cocok, sanggup ndak kamu,” tanya Musthofa yang direspons tertawa para kader.

Masan pun menjawab sanggup. Pada kesempatan itu Musthofa juga berharap pengurus ranting dan anak ranting berani menyampaikan aspirasinya. Termasuk, mereka juga bisa mendatangi anggota fraksi PDIP di
gedung DPRD Kudus.

Ketua Fraksi PDIP Achmad Yusuf Roni dan Ketua DPRD Kudus Masan memaparkan capaian dan program
pemerintah dalam APBD 2017. Program penanganan banjir, infrastruktur, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan.

Masan berharap semua kader wajib mengetahui informasi tersebut, dan mampu menyampaikan ke masyarakat luas. “Banyak program unggulan yang sudah terbukti berhasil di masyarakat. Jadi layak jika nanti Bupati Kudus Musthofa maju sebagai Gubernur Jateng,” tandas Masan.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Nasional Kudus Rusak, Bupati : Tidak Mau Ada Warga Luar Kota Kaget

Petugas melakukan penambalan permukaan jalan pantura di pertigaan Ngembal, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa datang langsung menuju salah satu lokasi jalan yang berlubang di jalan nasional, tepatnya di Jalan Kudus-Pati, Ngembal, Kamis, (15/2/2017). Bupati terkejut dengan banyaknya lubang dan tak ingin jika sampai ada hal yang sama terjadi semacam itu.

“Saya tidak mau jika warga luar kota sampai kaget masuk Kudus. Apalagi jika sampai ada yang jatuh saat masuk Kudus akibat banyaknya lubang di jalan,” katanya, di lokasi jalan rusak Ngembal.

Melihat jalan milik nasional jelas itu menjadi wewenang Nasional. Hanya, karena kondisi rusaknya di Kudus, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat. Yakni dengan menanganinya secara langsung. Pemkab turun tangan menangani jalan rusak setelah koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. “Kami mampu dan bisa membenahi dengan cepat. Jadi ya akan dibenahi dan diberikan tindak lanjut berupa pembenahan jalan yang rusak,”ungkap dia.

Kerusakan jalan sangat membahayakan pengendara. Terlebih saat malam hari. Lubang di jalanan tidak tampak akibat gelap. Upaya warga sebenarnya sudah cukup banyak. Seperti menambal dengan bebatuan pada jalan yang rusak. Tapi itu tak lama. Sebab jalan kembali rusak. Penambalan dilakukan tak hanya sekali saja. Namun sudah dilakukan beberapa kali dengan bebatuan.

Berdasarkan pantauan, sejumlah titik jalan nasional memang banyak yang berlubang. Kerusakan jalan juga tampak di jalan lingkar selatan.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Siswa SD Muhammadiyah 1 Kudus Kunjungi Pendapa Pemkab

Bupati Kudus Musthofa saat menerima kedatangan siswa SD Muhammadiyah 1 Kudus di pendapa pemkab setempat. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa saat menerima kedatangan siswa SD Muhammadiyah 1 Kudus di pendapa pemkab setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Kudus mengunjungi pendapa pemkab setempat, Rabu (1/2/2017).  Di antara tujuan kunjungan adalah mengenalkan siswa akan bangunan bersejarah gedung pendapa itu.

Diketahui, pendapa Pemkab Kudus dan rumah dinas Bupati Kudus bertembok kuno dan kayu jati ukir yan gberdiri pada abad XV. Hingga kini masih terawat dengan baik.

 Bangunan bersejarah ini milik pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Kudus diawali  pada abad XIX. Saat itu, kabupaten (Regentschap) Kudus dibentuk berdasarkan keputusan Gubernur Hindia belanda pada tahun 1819. Diangkat sebagai Bupati (Regent) pertama adalah Kyai Raden Adipati Tumenggung Pandji Padmonegoro tahun 1820.

Bupati Kudus Musthofa yang memimpin wilayah ini sekarang menjaga kelestarian bangunan dan menjadikan pendapa kabupaten sebagai rumah rakyat. Artinya, Bupati selalu menerima kedatangam seluruh lapisan masyarat untuk menyampaikan aspirasinya.

 ”Heritage ini harus tetap ada dan terjaga dengan baik. Karena ini sangat bersejarah sebagai kebanggaan semua masyarakat Kudus,” kata Musthofa saat menyambut dan menemani ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Kudus. 

 Senen Budiarto, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kudus yang mendampingi para siswa sangat berterimakasih mendapat kesempatan berkunjung ke pendapa. “Maturnuwun, pak bupati, kami senang bapak sendiri yang menerima kami. Bapak sangat ramah dan sabar melayani pertanyaan anak-anak yang polos ini. Bahkan terkadang menggelikan”, ujar Senen.

Editor : Akrom Hazami

Didaulat Jadi Lurahnya Pedagang Pasar, Bupati Kudus Dapat Keluhan Menjamurnya Minimarket

Bupati Kudus Musthofa, resmi menjadi lurahnya Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa, resmi menjadi lurahnya Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa, resmi menjadi Lurahnya Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Daulat dilakukan oleh pedagang di tingkatan Jateng di Pendapa Pemkab Kudus, Selasa (24/1/2017). Dalam kesempatan itu, Musthofa mendapat keluhan warga. Di antaranya soal maraknya minimarket belakangan terakhir. Hal itu tampak di sejumlah sudut di Kabupaten Kudus.

Ngadiran, seorang peserta dalam kegiatan mengatakan kalau selama ini yang menjadi persoalan adalah menjamurnya minimarket. Keberadaan minimarket membuat resah dan mempengaruhi pendapatan para pedagang. “Keberadaan minimarket mampu membunuh pedagang pasar. Minimarket hanya menjadi rayap pedagang pasar di Jateng dan Indonesia,” kata Ngadiran.

Acara pelantikan dibacakan oleh Suwanto, Ketua DPW  Jateng APPSI. Saat dilantik, juga disaksikan puluhan pedagang dari seluruh Jawa Tengah dan sejumlah kota besar lainnya. Selain itu sejumlah SKPD juga hadir dalam acara tersebut. “Kami meminta kepada bapak Bupati untuk menjadi Lurahnya Jawa Tengah. Semoga dengan dijadikan lurah, maka kemajuan  pedagang pasar bisa semakin meningkat,” katanya.

Pihaknya menyampaikan, kalau selama ini para pedagang merasa kurang dilibatkan saat pembangunan pasar. Padahal, sebagai pedagang di pasar, merekalah yang mampu dan mengetahui kondisi pasar yang sebenarnya. Untuk itu, dia meminta jika ada kebijakan pembangunan dapat melibatkan pedagang.

Sementara, Musthofa mengatakan, pemerintah merupakan fasilitator. Sehingga apa yang diinginkan pedagang pasar dapat ditampung dan difasilitasi apa yang menjadi aspirasinya. “Kalau ada keluhan atau apa-apa, bisa komunikasi dengan saya. Kemudian saya bisa bantu dengan komunikasi kepada pemerintah setempat,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Didaulat Jadi Bapak PKL Jateng

Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat bersama para PKL se-Jateng di tengah kegiatan Gebyar PKL 2017 di kota setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa didaulat menjadi bapaknya para PKL di Jawa Tengah. Pendaulatan dilakukan oleh para paguyuban PKL di Jateng, saat kegiatan Gebyar PKL 2017 yang didukung Sukun itu.

Daulat dibacakan di depan Pendapa Kudus, Kamis (5/1/2017). Pendaulatan dibacakan oleh PKL asal Kendal, Bisrin, yang juga datang memeriahkan hari jadi PKL di Kudus pada 2017 ini dengan disaksikan sejumlah PKL dari berbagai daerah se Jateng. “Kami meminta bapak Bupati tidak hanya menjadi bapaknya PKL di Kudus saja. Namun juga menjadi bapaknya PKL di Jateng,” katanya saat sambutan.

Menurutnya, Kudus merupakan surganya para PKL. Selain lebih bebas berjualan dengan tertata, Kudus juga dibuatkan even secara khusus untuk menghormati para PKL. Kegiatan tersebut merupakan Gebyar PKL yang jatuh pada tiap 5 Januari.

Dia berharap dengan Bupati Kudus menjadi bapaknya PKL di Jateng, maka tak hanya Kudus yang menjadi surganya para PKL, namun untuk tingkat Jawa tengah juga mampu menjadi surganya para PKL.

Sementara, Bupati Kudus Musthofa menyebutkan, kalau PKL bukanlah pedagang biasa. Karena para PKL adalah seorang pengusaha, yang dapat memajukan Indonesia dan mampu mengisi kesejahteraan Indonesia. “Ini adalah ekonomi kerakyatan. Jadi jika rakyatnya kuat, maka suatu negara juga pasti akan kuat pula. Dan para PKL ini juga para pedagang yang juga orang kaya,” ungkapnya.

Dia berpesan, para PKL harus jujur dalam segala hal. Baik itu dalam berdagang, timbangan, kualitas dan juga kejujuran lainnya. Sebab, dengan jujur mampu menjadi modal awal dalam kesejahteraan.

“Dengan demikian, tugas kita adalah merancang bagaimana cara kegiatan semacam ini dapat berlangsung kembali tahun depan. Sehingga kegiatan para PKL masih tetap berlangsung,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Ulang Tahun PKL Kali Ini, Bakal Lebih Seru

Bupati Kudus H Musthofa menyapa para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah ini. Bupati selalu menegaskan bahwa PKL adalah salat satu bentuk ekonomi kerakyatan yang diberi akses luas untuk berkembang. (MuriaNewsCom)

Bupati Kudus H Musthofa menyapa para pedagang kaki lima (PKL) yang ada di wilayah ini. Bupati selalu menegaskan bahwa PKL adalah salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yang diberi akses luas untuk berkembang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ulang tahun pedagang kaki lima (PKL) Kabupaten Kudus yang digelar setiap tanggal 5 Januari setiap tahunnya, kali ini akan digelar dengan lebih meriah dan seru.

Kemeriahan itu terlihat dari hari digelarnya acara tersebut. Yakni mulai Rabu hingga Kamis, 4-5 Januari 2017. Nantinya, acara ini akan digelar dari Jalan Loekmonohadi Kudus, hingga Alun-alun Simpang Tujuh. Termasuk juga di Jalan Sunan Kudus, juga menjadi bagian dari acara ini.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa Kudus adalah surganya PKL. Itu sesuai dengan apa yang dilaksanakan Bapak Bupati Kudus, yang menjadikan wilayah ini ramah untuk para pedagang kaki lima,” kata Kepala Dinas Perdagangan Pasar Sudiharti, Selasa (3/1/2017).

Keberhasilan penataan PKL di wilayah ini yang dilakukan bupati Kudus, menjadikan iklim perekonomian masyarakat menjadi semakin berkembang. Ekonomi kerakyataan memang diusung bupati, dalam setiap upaya pengembangan wilayah ke depannya.

Acara ulang tahun PKL yang dikemas dalam judul ”Gebyar PKL 2017” tersebut, bakal menghadirkan beraneka macam stan berbagai produk. Tentu saja yang akan mendominasi adalah stan-stan para pedagang kaki lima, yang akan berjejer dari mulai Jalan Loekmonohadi hingga ke Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

”PKL dari berbagai penjuru di Kudus, kita undang untuk mengikuti kegiatan ini. Pusatnya adalah di kawasan alun-alun. Masyarakat bisa datang dan menikmati aneka produk-produk khas PKL dari Kudus. Semuanya akan hadir di sana,” tutur Sudiharti.

Bukan itu saja. Keseruaan acara itu, juga akan bertambah dengan kehadiran para PKL dari luar Kudus. Ya, pemkab memang sengaja mengundang PKL dari berbagai daerah di Jawa Tengah, untuk memeriahkan acara ini.

”Supaya komplit saja semuanya. Ada PKL dari Kudus, juga ada yang dari Jawa Tengah. Semuanya akan hadir di alun-alun, untuk ikut memeriahkan acara HUT PKL ini. Biar mereka bisa melihat bagaimana dinamisnya kehidupan PKL di Kudus ini,” katanya.

Editor: Merie

Bupati Kudus Ancam Robohkan Tempat Karaoke yang Berani Rusak Segel

Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengancam, bakal merobohkan bangunan kafe dan karaoke jika merusak segel yang dipasang pada bangunan.  Ancaman itu bukanlah main-main, lantaran kini semua karaoke telah tersegel.

Pernyataan Bupati diungkapkan saat menemui pengunjuk rasa di depan kantor pemkab setempat, Jumat (30/12/2016). Dikatakan bupati, kalau semua karaoke, Kamis (29/12/2016) malam sudah disegel dan kini sudah tak ada lagi keberadaan karaoke yang buka. 

“Jika berani membuka garis yang dipasang atau membuka segel, maka saya akan merobohkan bangunan karaokenya,” katanya di hadapan peserta aksi dari sejumlah organisasi NU setempat.

Pihaknya mengaku lelah dengan cara yang selama ini dilakukan dalam penegakan. Sehingga tak ada jalan lain selain menegakkan aturan dengan cara menyegel bangunan karaoke di Kudus. “Saya bosan umpet – umpetan. Tidak boleh ada lagi keberadaan karaoke yang buka di Kudus ini. Aturan sudah jelas,” imbuhnya.

Ditambahkan Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i, pihaknya meminta partisipasi masyarakat dalam mengawasi keberadaan karaoke yang sudah disegel. Jika masih ada yang nekat buka, dia meminta secepatnya dilaporkan kepada kepolisian. “Jadi jangan bertindak sendiri, kami jamin bakalan menindaklanjuti laporan yang sudah sampai pada kami,” ujarnya.

Selain itu, hukuman dengan tegas juga akan dilakukan jika menjumpai karaoke yang buka. Sebelumnya diberitakan, ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaRibuan Kader NU Demo Tuntut Tempat Karaoke di Kudus 

Reaksi Bupati Kudus Dapat Penghargaan dari Kapolda

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). Kapolda memberikan penghargaan kepada Bupati Kudus Musthofa. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada bupati dan diterima dengan gembira.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pihaknya senang memperoleh penghargaan dari Kapolda Jateng. Itu merupakan dukungan dari pemerintah kepada petugas hukum kepolisian. Menurutnya, itu sebuah prestasi yang membanggakan.

“Terkait penghargaan ini diucapkan banyak terima kasih. Ini merupakan cita-cita yang besar,” katanya saat sambutan di Pendapa Kudus.

Menurutnya, terdapat tiga pilar yang dapat dipenuhi dalam berjalan. Pertama adalah kalangan legislatif, kemudian yudikatif seperti penegak hukum  dan terakhir adalah pemerintah daerah sendiri.

Bagi dia, lanjutnya, tugas pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat di wilayah masing-masing. Jika itu tidak dapat tercapai, maka pemerintahan tersebut belum bisa dianggap sebuah keberhasilan.

“Di Kudus, memiliki nilai inflasi yang terendah se Jateng. Ini merupakan ssbuah prestasi yang mana masyarakat miskin sangatlah sedikit,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, bupati juga memberikan bantuan salon kecantikan satu set alat kecantikan dan perawatan salon. Selain itu, Bupati juga menyerahkan brankas kepada Kapolres guna alat penyimpanan barang bukti.

Editor : Akrom Hazami

Kapolda Datangi Bupati Kudus, Ada Apa?

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono datang ke Kudus, Selasa (6/12/2016). Kedatangan Kapolda, untuk memberikan penghargaan kepada Bupati Kudus Musthofa yang dianggap banyak berjasa bagi kepolisian.

“Kudus banyak berjasa bagi kepolisian yakni di Polres Kudus. Jadi kami memberikan penghargaan kepada Bupati Kudus. Kami ucapakan terima kasih, kepada Bupati maupun DPRD,” katanya kepada MuriaNewsCom usai memberikan penghargaan di pendapa Kabupaten Kudus.

Menurutnya, bebebepa di antara jasa yang sudah diberikan Bupati Kudus adalah memberikan hibah tanah Polres Kudus, serta memberikan perhatian dan pelatihan bagi Bhayangkari di Kudus. Bagi dia, Itu merupakan hal yang sangat bagus.

Dalam surat keputusan yang diberikan, berbunyi penghargaan kepada Bupati Kudus  yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Kudus. Dengan catatan, jika dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan maka akan dilakukan pembenaran sebagaimana mestinya.

Dia berharap dengan adanya hal tersebut, maka dapat meningkatkan kinerja kepolisian di Kudus. Selain itu dia juga berharap dengan adanya perhatian yang lebih maka kinerja Polri juga makin meningkat dalam melayani masyarakat dan mampu menambah percepatan pembangunan juga dapat meningkat.

“Saya memberikan apresiasi kepada Bupati Kudus atas perhatian yang lebih kepada petugas kepolisian di Polres Kudus,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Bahas 15 Ranperda, DPRD Kudus Bentuk Tim Khusus

Ketua DPRD Kudus Masan saat melakukan penandatanganan berkas pada saat paripurna di kantor dewan setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPRD Kudus Masan saat melakukan penandatanganan berkas pada paripurna di kantor dewan setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus membentuk tim khusus yang bertugas untuk membahas Ranperda. Ketiga tim disahkan pada Senin (5/12/2016) akan menyelesaikan ranperda sejumlah 15.

Ketua DPRD Kudus Masan yang memimpin paripurna, mengatakan kalau ketiga tim khusus yang dibentuk memiliki tugas yang berbeda satu dengan lainnya. Seperti halnya pansus I, akan membahas Ranperda Kabupaten Kudus sekitar lima item.

“Pansus I membahas tentang lima hal. Meliputi Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fasilitasi Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Narkotika, Peraturan Perubahan Atas Perda Kab Kudus No 13 2011 tentang Retribusi RPH, Penataan Dan Pemberdayaan PKL di Kudus dan Penanggulangan Gelandang, Pengemis dan Anak Jalanan,” kata Masan saat memimpin Paripurna dalam ruang Paripurna DPRD Kudus, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, dalam pansus I tersebut, diketuai oleh Muhtamat, yang berasal dari Fraksi Partai Nasdem sekaligus Ketua Komisi B. Wakil Ketua ada Mukasiron dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Dalam Pansus I terdapat 12 anggota dari berbagai fraksi di dewan.

Sedangkan untuk Pansus II, juga membahas ranperda lima item. Di antarnya adalah peraturan atas Perda Kudus no 1 2013 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, Perubahan Atas Perda Kab Kudus No 7 2011 Tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir, Perubahan Atas Perda Kab Kudus No 6 2011 Tentang Retribusi Terminal, Penataan Toko Swalayan dan Pelestarian Budaya Kudus.

Dalam pansus II itu, diketuai oleh Aris Suliyono dari Fraksi PDIP, Wakil Ketua Sunarto dari Fraksi PKB dan jumlah anggota 12 yang berasal dari berbagai Fraksi di dewan, seperti Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk Pansus III, bertugas membahas Rancangan Kerja Sama Desa, Bumdes, Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA), Perubahan Atas Perda No 2 205 Tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemdes, Serta Ranperda Tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Menulis Pada Satuan Pendidikan.

Pansus III diketuai oleh Hardijanto dari Fraksi Hanura Demokrat, Wakil Ketua Nawahib satu Fraksi Golkar dan jumlah anggota 11 orang. Di antaranya adalah Fraksi Partai  Gerindra, Fraksi PKS dan sebagainya.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, penyusunan kesembilan ranperda tersebut bertujuan upaya pembenahan dan  pembaharuan produk hukum daerah. Pembenahan yang dimaksud adalah dengan membuat perda baru yang sebelumnya belum ada, sedangkan pembaharuan adalah menyesuaikan perda yang sudah ada sesuai dengan amanat dan UU yang berlaku.

“Melalui pembenahan dan  pembaharuan produk hukum yang dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan, diharapkan tidak ada produk hukum daerah yang bertentangan dengan produk hukum yang lebih tinggi seperti UU. Selaim itu, tidak ada produk hukum daerah yang tidak sesuai dengan dinamika di Kudus,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

“Mengabdi Lebih Berarti Daripada Membanggakan Diri ”

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan sambang desa di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan sambang desa di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pemerintah, terutama tingkat desa merupakan pihak yang langsung bersentuhan dengan rakyat di wilayah mereka tinggal.

Karenanya, sudah seharusnya jika kalangan pemerintah wajib mengabdi. Dalam hal ini dalam bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Mengabdi lebih berarti daripada membanggakan diri,” kata Musthofa saat sambang Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus.

Bupati Kudus juga menekankan bahwa instansi pemerintah daerah tingkat bawah harus bisa melayani warga masyarakat dengan penuh rasa ikhlas.

Kegiatan sambang desa, patroli dan silahturahmi ke tokoh agama dan warga masyarakat Kecamatan Gebog bagi Kapolsek Gebog merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap saat.

Akan tetapi kegiatan pada Selasa (29/11/2016) malam memang agak sedikit beda karena bertepatan dengan acara Bupati Kudus tilik desa.

Kapolsek Gebog AKP Muhaimin dan Bhabinkamtibmas Desa Gribig Brigadir Nanang FA menghadiri acara Tilik Desa Lapor Rakyat bareng Bupati Kudus Musthofa di Desa Gribig bertempat di rumah warga bernama Suwartono.

Hadir dalam acara tersebut para pimpinan SKPD Pemerintah Kabupaten Kudus, Camat se-Kabupaten Kudus, Muspika Kecamatan Gebog, kepala desa, BPD dan perangkat desa se -Kecamatan Gebog, tokoh masyarakat dan warga Desa Gribig kurang lebih berjumlah 1000 orang

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus: ASN Harus Buktikan Bukan Pegawai yang Lemot

Bupati Kudus H Musthofa bersama anak-anak yang memberinya kenang-kenangan berupa sketsa diri, dalam peringatan HUT Korpri, di pendapa kabupaten, Selasa (29/11/2016). (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bersama anak-anak yang memberinya kenang-kenangan berupa sketsa diri, dalam peringatan HUT Korpri, di pendapa kabupaten, Selasa (29/11/2016). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H. Musthofa menjadi inspektur upacara peringatan HUT Korpri ke-45, di halaman pendapa kabupaten, Selasa (29/11). Upacara tersebut juga sebagai peringatan HUT PGRI ke-71 dan Hari Kesehatan Nasional ke-52.

Upacara yang dihadiri forkopinda, pejabat, pegawai, organisasi profesi, pelajar, serta unsur masyarakat lain, diharapkan bukan hanya seremoni penggugur kewajiban saja.

”Saya sebagai pembina Korpri Kabupaten Kudus, meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), untuk mampu berkompetisi dalam kebaikan dan kualitas,” tegasnya.

Lebih penting lagi bupati mengingatkan akan peran dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat. Untuk itu, profesionalisme menjadi kata kunci dalam pengabdian tersebut.

Menurut bupati, dengan peningkatan profesionalisme itulah, modal penting melayani untuk mewujudkan masyarakat yang semakin sejahtera. ”Kalau selama ini PNS dibilang lemot, saya minta untuk membuktikan, bahwa PNS mampu bekerja dengan profesional dan mampu memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmennya pada para PNS, bupati telah menganggarkan TPP tertinggi se-Jawa Tengah. Namun demikian, raihan tersebut harus diimbangi dengan kualitas pelayanan. Masyarakat juga bisa memberikan penilaian kinerja melalui aplikasi Menjaga Amanah Rakyat (Menara) dalam kerangka Kudus sebagai cybercity.

Menyinggung tentang layanan pendidikan, bupati yang kini menempuh pendidikan S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip ini, telah menggratiskan pendidikan di Kudus. Anggaran senilai Rp 29 miliar untuk warga Kudus mulai SD hingga SMA/SMK negeri, juga telah dikucurkan.

Termasuk layanan kesehatan juga terus ditingkatkan. Gagasan dan ide cerdas terus ditelorkan untul masyarakat. Seperti layanan rawat inap puskesmas dan pembebasan biaya di kelas III RSUD dr Loekmono Hadi adalah buktinya.

”Semua jajaran kesehatan saya minta layani masyarakat dengan baik. Jangan dipersulit. Baik itu di rumah sakit negeri atau swasta, semua sama,” pesannya.

Di akhir amanat, bupati yang juga ketua harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang ini, ingin menggerakkan semua komponen masyarakat. ”Karena Kudus bisa semakin maju dan sejahtera bukan hanya di tangan seorang bupati saja, melainkan butuh kebersamaan seluruh masyarakat,” terangnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan Satyalancana Karyasatya bagi para PNS atas pengabdian yang telah diberikan. Selain itu ditampilkan tari kolosal Bhinneka Tunggal Ika Indonesia Satu yang diperagakan oleh 300 siswa SD, SMP, dan SMK.

Editor: Merie

Ini Lho, yang Harus Bikin ”Melek” Warga Kudus

Bupati Kudus H Msuthofa berbicara mengenai berbagai macam manfaat teknologi informasi yang sudah digagasnya, yang sangat mendukung pelayanan publik di wilayahnya. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Msuthofa berbicara mengenai berbagai macam manfaat teknologi informasi yang sudah digagasnya, yang sangat mendukung pelayanan publik di wilayahnya. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada satu hal yang harus jadi perhatian warga Kabupaten Kudus, terkait dengan perkembangan zaman. Mereka harus bisa ”melek” terhadap hal yang satu ini.

Satu hal yang membuat warga Kudus harus ”melek” adalah soal perkembangan teknologi informasi. ”Melek terhadap informasi teknologi, adalah satu hal yang harus dimiliki warga Kudus. Karena saat ini tuntutannya memang sudah ke arah sana,” kata Bupati Kudus H Musthofa.

Bupati mengatakan, kemajuan di bidang teknologi informasi ini, memang harus dimanfaatkan betul, untuk hal-hal positif. Salah satunya yang dilakukan Pemkab Kudus adalah, memanfaatkan kemajuan tersebut untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga.

”Salah satu yang kita buat adalah aplikasi Menjaga Amanah Rakyat (Menara), yang membuat masyarakat Kudus akan semakin mudah menyampaikan aspirasinya melalui aplikasi ini,” terangnya.

Menurut bupati yang kini menempuh program S3 Doktoral Ilmu Sosial Undip ini, masih banyak hal-hal lain yang juga digagas di Kabupaten Kudus. Selain aplikasi Menara, pihaknya juga menggagas All Day School, yang akan membuat siswa belajar dengan asyik dan menyenangkan. ”Yaitu dengan aplikasi Sipintar (Sistem Informasi Pendidikan Nusantara). Di mana siswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Tidak usah banyak-banyak bawa buku pokoknya,” tegasnya.

Perkembangan teknologi informasi ini, juga menuntut masyarakat untuk terus menerus memiliki pemikiran yang inovatif. Karena menurut bupati, di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan.

”Maka semuanya harus mau untuk terus berubah untuk lebih maju. Hidup ini terus berubah. Maka yang tidak mengikuti perubahan, akan tertinggal,” tegas pria yang juga ketua harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang ini.

Bupati mengatakan bahwa di Kabupaten Kudus, pihaknya akan terus mengupayakan perubahan di berbagai bidang. Misalnya saja bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. ”Kami telah berupaya dan berihtiar itu semua di Kudus,” katanya.

Editor: Merie

RAPBD 2017 Kudus Rp 1,5 Triliun

Ketua DPRD Kudus Masan saat hadir di rapat paripurna di kantor dewan setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPRD Kudus Masan saat hadir di rapat paripurna di kantor dewan setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menggelar sidang paripurna di kantor DPRD setempat, Jumat (25/11/2016). Dalam paripurna yang berlangsung pukul 09.00 WIB ditandatangani RAPBD 2017, sejumlah Rp 1,5 triliun.

Agenda paripurna yang diselenggarakan kali ini adalah, membahas laporan komisi komisi. Dilanjutkan dengan penandatanganan keputusan DPRD  tentang persetujuan atas ranperda Kabupaten Kudus, tentang APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2017.

Ketua DPRD Kudus Masan membacakan jumlah RAPBD 2017 setelah penyelarasan komisi, yakni ditetapkan Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut meliputi pajak asli daerah Rp 288,2 miliar, dana pertimbangan Rp 1,059 miliar dan lain-lain, juga  pendapatan yang sah sejumlah Rp 212 miliar. Semuanya setelah ada penyelarasan dari komisi.

Sedangkan untuk belanja di 2017 sekitar Rp 1,689 triliun. Jumlah tersebut meliputi belanja langsung senilai Rp 767, 780 miliar dan untuk belanja tak langsung sejumlah Rp 922 miliar.

Jumlah tersebut memiliki defisit sejumlah Rp 129,68 miliar. Jumlah tersebut diambilkan dari pembiayaan daerah dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, yang sudah dikurangi pengeluaran pembiayaan daerah sehingga pas.

Dalam paripurna, juga dilakukan penanganan berita acara persetujuan bersama Bupati dan DPRD Kabupaten Kudus tentang Ranperda tentang APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2017.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Kudus Musthofa, Ketua DPRD Kudus Masan, beserta Wakil Ketua DPRD Kudus. Yang dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Kudus.

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan, bahwa program tersebut harus dilaksanakan dengan tepat sasaran, tepat waktu dan juga efisien. Selain itu juga, proses untuk menjadi APBD masih cukup panjang yakni harus dilakukan pengajuan ke gubernur.

“Dalam waktu dekat ini akan segera kami ajukan ke gubernur, itu adalah proses yang dilakukan tentang tindak lanjut tanda tangan tersebut,” ungkapnya.

Dalam paripurna tersebut, turut hadir SKPD di Kudus. Termasuk juga para camat dan juga kepala desa di Kudus. Dalam paripurna, anggota dewan yang hadir sejumlah 40 orang.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Ajak Kerja Sama UMKM dengan Blora

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam rangka kerja sama UMKM di Blora. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam rangka kerja sama UMKM di Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Tujuan utama keberadaan pemerintah adalah menyejahterakan masyarakat. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di wilayah provinsi maupun kabupaten atau kota. Untuk bisa meraih tujuan tersebut ada tahapan dan proses yang harus dilewati. Sehingga, perlu adanya keseriusan bersama semua pihak. Salah satunya jalinan kerja sama antardaerah.

Sebagaimana yang berlangsung di pendapa rumah dinas Bupati Blora, Kamis (24/11/2016). Yakni berupa penandatanganan MoU kerja sama Pemkab Kudus dengan Pemkab Blora. Yang tujuannya adalah meraih kemajuan bersama di segala bidang. Salah satu poin dalam kerja sama tersebut adalah peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kerakyatan.

Untuk itu, juga dilakukan pengukuhan Forum UMKM Kabupaten Blora oleh Musthofa Bupati Kudus yang juga pembina Forum UMKM Jateng. Musthofa mengatakan bahwa dengan forum UMKM tersebut akan memperluas jaringan bisnis. Sehingga produk UMKM Blora tidak hanya dipasarkan di pasar lokal saja, melainkan bisa dikenal dengan semakin luas. “Apalagi jika didukung dengan pemanfaatan IT, pemasaran tak terbatas tempat dan waktu,” kata Musthofa.

Dikatakannya, kekuatan pelaku UMKM ini penyangga ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya. Potensi yang begitu besar akan menjadi luar biasa manakala potensi yang ada digerakkan dengan tepat. “Kami (negara) telah hadir memberikan fasilitas permodalan hingga pemasaran. Melalui fasilitas kredit apapun, silakan karena itu membantu peningkatan produktivitas usaha,” imbuhnya.

Adanya berbagai kredit usaha, ini sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yaitu KUR, Mitra25, atau KUP semua adalah fasilitas. Bahkan KUP hasil gagasannya memberikan pinjaman usaha tanpa jaminan dengan bunga ringan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik terbentuknya forum UMKM Kabupaten Blora. Menurutnya ini kesempatan emas pelaku usaha semakin produktif untuk meraih sukses. “Saya berharap semua pelaku usaha ini tetap bersemangat dan memiliki kreativitas,” pesan Bupati Blora.

Editor : Akrom Hazami

Tenaga Siap Pakai Jadi Manfaat Besar Program Dana Cukai

Tenaga pengajar sedang melakukan tugasnya di BLK Kudus. (ISTIMEWA)

Tenaga pengajar sedang melakukan tugasnya di BLK Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Upaya untuk makin membuat rakyat sejahtera, terus menerus dilakukan Pemkab Kudus. Terutama bagaimana menyiapkan masyarakat yang siap untuk bekerja di lapangan.

Inilah yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Dengan alokasi anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima, BLK memang berorientasi pada penyiapan tenaga siap pakai, setelah lulus dari pelatihan.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan berwirausaha warga. Terutama di lingkungan industri hasil tembakau (IHT).

”Yakni dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Sesuai pengarahan dari Bapak Bupati Musthofa, kegiatan-kegiatan yang dibiayai dana cukai, harus benar-benar bisa dirasakan warga di lingkungan industri hasil tembakau,” katanya.

Pelatihan ini telah mampu mencetak tenaga-tenaga siap pakai untuk bersaing di dunia kerja. Sekaligus, berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di wilayah Kudus.

Ada beragam kegiatan pelatihan di BLK Kudus. Salah satu yang paling banyak diikuti adalah pelatihan menjahit. Peserta pelatihan tidak hanya dilatih cara  menjahit, namun juga diberikan berbagai keahlian lain yang menunjang ketrampilannya.

Keahlian tersebut antara lain dapat mengoperasikan mesin jahit standar, melakukan proses jahit, bisa membaca pola, dan menerapkan standar kualitas. Selain itu, peserta juga dibekali pelatihan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja, melalukan pemeliharaan kecil pada mesin jahit, serta dapat bekerja sebagai anggota dalam tim.

Semua kegiatan yang dilakukan itu, adalah bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Dengan mematuhi regulasi cukai yang ada, BLK Kudus semakin mudah dalam melaksanakan kewenangannya. Hasil dari program-program di BLK sudah terlihat. Banyak lulusan BLK yang sukses meniti karir sebagai wiraswasta.

”Untuk mewujudkan diri menjadi seorang wiraswasta yang sukses, salah satunya adalah dengan mencari kawan sebanyak mungkin, guna membentuk jaringan. Semakin banyak kawan maka secara otomatis bisa memperluas jaringan,” kata Winarno. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Ini Empat Nilai-nilai Indonesia untuk Jaga Toleransi Menurut Bupati Kudus

Bupati Kudus H Musthofa bercengkerama dengan anak-anak sekolah, yang merupakan generasi penerus bangsa.(ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa bercengkerama dengan anak-anak sekolah, yang merupakan generasi penerus bangsa.(ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Isu-isu yang menjurus kepada SARA, akhir-akhir ini begitu marak muncul dan mengkhawatirkan, karena bisa saja memicu hal-hal negatif bagi Indonesia. Sehingga, hal tersebut perlu dicegah lebih lanjut, agar tidak semakin melebar.

Bupati Kudus H Musthofa memiliki empat nilai-nilai yang dianggap bisa membuat warga Indonesia tetap berada dalam persatuan dan kesatuan. ”Bagaimana nilai-nilai tersebut, bisa meningkatkan kadar toleransi kita kepada sesama, sehingga tetap bersatu dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.

Empat nilai tersebut adalah gotong royong, tepo seliro, bahu membahu, dan kerja sama yang baik antarsesama. ”Inilah nilai-nilai yang bisa membuat kita tetap bersaudara. Sehingga menjadikan kita lebih toleran kepada sesama,” katanya.

Ajaran mengenai toleransi dan persaudaraan ini, menurut bupati, sudah ada dan kental di masyarakat Kudus sejak lama. ”Makanya, saya meminta semua pihak untuk bisa bekerja sebaik-baiknya dan bergandeng tangan, untuk fokus pada kemajuan Kudus. Dan secara lebih luas untuk bangsa dan negara. Dengan persatuan dan kesatuan yang kita ciptakan bersama,” paparnya.

Bupati mengatakan, kebersamaan dalam persaudaraan merupakan kata kunci membangun bangsa dan negara. Termasuk untuk kemajuan daerah. Sehingga semua pihak akan bisa saling bahu membahu membangun daerahnya masing-masing, demi kemajuan Indonesia.

Bupati juga mengajak semua pihak, untuk kembali pada Pancasila. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, harus benar-benar dipahami seluruh warga negara.

”Sehingga ketika diamalkan dengan baik, akan membawa kehidupan bermasyarakat yang baik. Bahkan penting untuk ditanamkan pendidikan keagamaan yang juga berlandaskan Pancasila,” tegasnya.

Bupati menambahkan bahwa, semua pihak harus menjaga toleransi, dengan menjunjung tinggi nilai Pancasila. Hal ini dilakukan supaya semua pihak bisa menjaga kondusivitas bangsa. ”Jangan sampai terkena isu-isu SARA yang hanya akan merugikan kita. Mari tetap jaga persaudaraan, agar bisa membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Editor: Merie

Pejabat Pemkab Kudus Teken Pakta Integritas Pemberantasan Korupsi

pakta-1

Bupati Kudus Musthofa menyampaikan tanggapannya soal Pakta Integritas tentang pemberantasan korupsi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 50 pejabat Pemkab Kudus, melakukan teken Pakta Integritas tentang pemberantasan korupsi, Selasa (22/11/2016). Tanda tangan tersebut dilakukan di gedung lantai IV Sekda Kudus secara bersama-sama.

Tanda tangan dilakukan mulai tingkatan kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, hingga tingkat kecamatan dan juga kelurahan. Saat kegiatan itu juga diikuti oleh seluruh kades di Kudus.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, Pakta Integritas tersebut harus diingat dan diperhatikan. Hal itu akan menjadikan peringatan untuk SKPD guna lebih berhati-hati lagi dalam menjabat.

“Saya singkat saja, kepada seluruh SKPD agar lebih berhati-hati lagi dalam bertugas. Ibaratnya adalah menyiapkan liang kubur, jadi hati hati,” katanya saat sambutan.

Pakta Integritas tentang pemberantasan korupsi di lingkungan Pemkab Kudus, berbunyi antara lain, berkomitmen melancarkan rencana aksi, pemberantasan korupsi terintegrasi, di lingkungan Pemkab Kudus.

Selain itu, mereka juga siap dievaluasi setiap saat, atas komitmen sebagaimana dimaksud dalam Pakta Integritas. Dan siap untuk diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, Bupati juga menyinggung soal dana desa, yang mana audit dilakukan oleh Kantor Akuntasi Publik. Sebab jika dilakukan oleh Inspektorat akan memakan waktu yang lama dan panjang.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah, Samono, mengatakan wacana dana desa sebenarnya sudah lama dibahas. Hingga akhirnya kini dilaksanakan, namun masih butuh penyesuaian khususnya tingkat desa.

“Untuk itulah dibutuhkan sebuah aplikasi Siskeudes. Jadi perangkat tidak usah risau untuk belajar tentang Akuntasi karena membutuhkan waktu yang cukup lama,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Editor : Akrom Hazami

Isu SARA Marak, Bupati Kudus Apel Kebhinekaan Cinta Damai

Bupati Kudus Musthofa bersama siswa dari Papua yang bersekolah di Kudus, di sela-sela apel Kebhinekaan yang digelar di halaman pendapa Kabupaten setempat. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa bersama siswa dari Papua yang bersekolah di Kudus, di sela-sela apel Kebhinekaan yang digelar di halaman pendapa Kabupaten setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Saat ini isu SARA kian marak. Karenanya, Bupati Kudus Musthofa melakukan apel Kebhinekaan dalam Cinta Damai, di halaman pendapa setempat, Selasa (22/11/2016). Musthofa mennyinggung soal kebersamaan dalam persaudaraan. Itu merupakan kata kunci membangun bangsa dan negara, termasuk untuk kemajuan daerah.

Apel pagi itu dihadiri seluruh elemen masyarakat. Mulai dari forkopinda, DPRD, aparat pemerintah TNI/Polri, pegawai, mahasiswa dan pelajar, serta perwakilan organisasi masyarakat serta dihadiri para tokoh agama.

Dalam amanatnya, bupati mengajak kembali pada Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus benar-benar dipahami seluruh warga negara. Sehingga ketika diamalkan dengan baik, akan membawa kehidupan bermasyarakat yang baik.

Apa yang disampaikan bupati ini sangat pas. Mengingat menjaga toleransi dengan menjunjung tinggi nilai Pancasila ini yang bisa menjaga kondusivitas bangsa. Termasuk isu yang kini marak yaitu SARA, bupati meminta masyarakat tetap menjaga persaudaraan.

“Gotong royong yang ada di masyarakat harus tetap kita jaga bersama. Termasuk tepo sliro, bahu membahu, serta adanya kerja sama yang baik antarsesama,” imbuhnya.

Ajaran mengenai toleransi dan persaudaraan ini sudah ada dan kental di masyarakat Kudus. Untuk itu bupati meminta semua pihak untuk bisa bekerja sebaik-baiknya dan bergandeng tangan untuk fokus pada kemajuan Kudus, dan secara lebih luas untuk bangsa dan negara.

Editor : Akrom Hazami

Mau Ngopi Bareng Pak Bupati Sambil Ngobrolin Kudus, Bisa Banget Lho

Bupati Kudus H Musthofa ngopi bareng anak-anak muda dari salah satu komunitas yang ada di Kudus, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini, adalah salah satu upaya bupati untuk makin dekat dengan warganya. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa ngopi bareng anak-anak muda dari salah satu komunitas yang ada di Kudus, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini, adalah salah satu upaya bupati untuk makin dekat dengan warganya. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi kalian yang hobi ngopi sambil ngobrol soal Kabupaten Kudus, bisa lho, mengajak Pak Bupati Kudus H Musthofa. Apalagi kalau ngobrolnya soal apa saja kreativitas yang bisa membuat Kudus lebih maju.

Bupati Kudus termasuk salah seorang pemimpin yang responsif terhadap apa yang menjadi kebutuhan warganya. Termasuk bagi mereka yang mengajaknya untuk sekadar ngopi bareng dalam satu kesempatan.

Hanya dengan duduk lesehan di depan pendapa, acara ngopi bareng dengan salah satu komunitas di Kudus itu, menjadi lebih gayeng. Bupati dan warganya terlihat asyik mengobrolkan berbagai hal soal Kudus, sambil menikmati secangkir kopi.

Ini adalah salah satu bentuk dari kedekatan bupati dengan warganya, yang diwujudkan dengan acara ngopi bareng. ”Ini sekaligus menjadi salah satu cara bagi saya, untuk bisa menggali lebih banyak apa saja yang menjadi pemikiran warga untuk Kudus tercinta ini. Saran dan masukan mereka sangat saya harapkan,” terang bupati.

Selain itu, bupati yang satu ini juga sangat responsif terhadap segala persoalan yang disampaikan warga. Termasuk dari berbagai media sosial yang ada. Baik lewat Facebook, Twitter, maupun email. Semua ditanggapi dengan cepat dan langsung oleh bupati.

Misalnya saja ada warga yang mengeluhkan soal program beras miskin (raskin), bupati langsung memerintahkan kepada dinas atau instansi terkait untuk mengeceknya. Juga saat seorang warga mengadukan soal wabah demam berdarah di wilayahnya lewat Facebook, bupati juga langsung memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengecekan dan penanganan ke lokasi.

Upaya penanganan yang cepat dan tepat ini, memang menjadi concern dari bupati. Melalui media-media sosial yang ada, komunikasi antara warga dan dirinya menjadi lebih dekat dan lebih cepat ditangani jika ada keluhan.

”Makanya saya bilang kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada, untuk bisa menggunakan media-media sosial ini, dengan baik. Yakni untuk menampung apa yang menjadi masukan dan saran dari warga. Supaya kalau ada apa-apa bisa lebih cepat tertanganinya,” tegasnya.

Berbagai bentuk komunikasi yang dibangun bupati ini, menjadikan yang bersangkutan, selalu dicintai warganya. Apalagi, bupati juga masih setia keliling berbagai wilayah di Kudus, untuk memantau langsung situasi dan kondisi yang ada.

”Kalau ada apa-apa, sampaikan langsung saja kepada saya. Sekarang jamannya sudah maju. Bisa lewat media sosial, sehingga akan bisa lebih cepat tertangani,” imbuhnya.

Editor: Merie

Resep 3M Bupati Kudus yang Membuatnya Dicintai Warga

Bupati Kudus H Musthofa mendengarkan apa yang disampaikan pelaku UMKM di Kudus ini. Dari sharing seperti ini, maka akan diketahui apa keluhan warga, dan dicarikan solusinya. (Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa mendengarkan apa yang disampaikan pelaku UMKM di Kudus ini. Dari sharing seperti ini, maka akan diketahui apa keluhan warga, dan dicarikan solusinya.
(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai program yang sudah dilaksanakan Bupati Kudus H Musthofa selama masa kepemimpinannya, sudah banyak dirasakan warganya. Diakui atau tidak, sejumlah perubahan telah terlihat nyata di Kota Kudus, yang semuanya bertujuan menyejahterakan rakyatnya.

Ada resep sederhana yang dimiliki bupati, untuk bisa mengerti apa yang menjadi keinginan dan harapan dari masyarakat itu sendiri, sebelum membuat program yang memang dibutuhkan warga. Resep ini selalu berhasil, dan membuat bupati makin dicintai warganya.

Resepnya adalah 3M. Yakni mendengar, melihat, dan merasakan. Kalau sudah demikan, maka bupati akan melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat. Bupati mengetahui betul apa yang menjadi kebutuhan warganya. ”Karena bagi saya, pemerintah atau negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk memberi solusi berbagai persoalan yang dirasakan warga,” tegasnya.

Karena itulah, bupati bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Bukan hanya pelayanan prima, melainkan pelayanan excellent. Dengan slogan C2M2 yakni Cepat, Cermat, Mudah, dan Murah, bahkan gratis, masyarakat terpuaskan dengan kinerjanya.

”Itu memang tidak bisa saya lakukan sendiri. Karena saya dibantu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada. Dan kami melakukan itu semua dengan penuh ketulusan dan keihlasan untuk masyarakat,” katanya.

Mengenai prestasi akuntabilitas kinerja pemerintahan yang terbaik di Jawa Tengah, bupati yang telah delapan tahun memimpin Kudus ini, ingin memberikan kemudahan. Yaitu pelayanan disentralkan di desa. Sebagai buktinya adalah pelayanan KTP atau KK di balai desa yang telah dilaksanakan sejak 2008 secara gratis!

Pemkab Kudus juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), terkait dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan. Dan terus akan dikembangkan bagi pelayanan masyarakat yang semakin baik. ”Selalu saya katakan pada semua SKPD, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Belajarlah mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat,” tuturnya.

Diharapkan bupati, dengan adanya keterbukaan dari kepala daerah, masyarakat juga memberikan partisipasi untuk mengawal dan mengawasi semua programnya. Layanan dalam bidang kesehatan, pendidikan, bahkan sosial kemasyarakan yang lain, selalu ditingkat secara lebih baik. Kini, masyarakat bisa merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA/SMK negeri dan gratis di puskesmas dan kelas III RSUD dr. Loekmono Hadi.

Transparansi yang dibangun membuahkan sebuah kepercayaan dari masyarakat dan stake holder. Bahkan kini, pihak swasta turut memberikan sumbangsihnya untuk membangun Kudus. Di antaranya yang secara fisik terlihat jelas yaitu berdirinya Gerbang Kudus Kota Kretek dan adanya berbagai taman kota yang dibangun tanpa menggunakan APBD.

”Termasuk dalam bidang pendidikan. Kami telah mengembangkan pendidikan kejuruan dengan keunggulan khusus yang dibiayai dari perusahaan. Semua demi kepentingan masyarakat luas,” imbuhnya.

Editor: Merie