Metode Tani Seperti Ini Lho yang Bikin Pertanian di Blora Maju

Petani membajak sawahnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.  (Humas dan Protokol Setda Kabupaten Blora)

Petani membajak sawahnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.  (Humas dan Protokol Setda Kabupaten Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora bersama Dinas Pertanian Perkebunan Perikanan Dan Peternakan (Dintanbunakikan) Kabupaten Blora menyukseskan acara Gerakan Tanam Padi Sistim Jajar Legowo dengan Alat Tanam Transplanter di Kelompok Tani Sari Makmur I, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu.

Hadir dalam acara ini, Kepala Dintanbunakikan Reni Miharti, Camat Cepu Mei Nariyono dan Forkopimcam Kecamatan Cepu. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas petani yang ada di Kabupaten Blora.

Metode Rice Transplanter yang digunakan kali ini merupakan teknologi mekanis untuk menebarkan bibit padi di lahan sawah. Teknologi ini mulai banyak dipergunakan para petani di beberapa daerah di Jawa. Dengan teknologi ini petani dapat mempersingkat waktu tanam sekaligus penghematan biaya tanam serta meningkatkan kualitas tanaman padi.

Camat Cepu, Mei Nariyono dalam sambutannya berharap dengan penggunaan teknologi pertanian ini memperoleh hasil yang bagus. “Diharapkan dengan adanya teknologi ini dapat meningkatkan taraf hidup petani karena menuai keuntungan dari tanaman padi,” katanya.

Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu penyumbang tertinggi pendapatan daerah. Oleh karena itu dengan adanya pemberian alat teknologi pertanian ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau sudah dikasih ya dimanfaatkan sebaik-baiknya, ini juga untuk kemajuan kita bersama, kemajuan Blora,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Ajak Kerja Sama UMKM dengan Blora

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam rangka kerja sama UMKM di Blora. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Bupati Blora Djoko Nugroho dalam rangka kerja sama UMKM di Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Tujuan utama keberadaan pemerintah adalah menyejahterakan masyarakat. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di wilayah provinsi maupun kabupaten atau kota. Untuk bisa meraih tujuan tersebut ada tahapan dan proses yang harus dilewati. Sehingga, perlu adanya keseriusan bersama semua pihak. Salah satunya jalinan kerja sama antardaerah.

Sebagaimana yang berlangsung di pendapa rumah dinas Bupati Blora, Kamis (24/11/2016). Yakni berupa penandatanganan MoU kerja sama Pemkab Kudus dengan Pemkab Blora. Yang tujuannya adalah meraih kemajuan bersama di segala bidang. Salah satu poin dalam kerja sama tersebut adalah peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kerakyatan.

Untuk itu, juga dilakukan pengukuhan Forum UMKM Kabupaten Blora oleh Musthofa Bupati Kudus yang juga pembina Forum UMKM Jateng. Musthofa mengatakan bahwa dengan forum UMKM tersebut akan memperluas jaringan bisnis. Sehingga produk UMKM Blora tidak hanya dipasarkan di pasar lokal saja, melainkan bisa dikenal dengan semakin luas. “Apalagi jika didukung dengan pemanfaatan IT, pemasaran tak terbatas tempat dan waktu,” kata Musthofa.

Dikatakannya, kekuatan pelaku UMKM ini penyangga ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya. Potensi yang begitu besar akan menjadi luar biasa manakala potensi yang ada digerakkan dengan tepat. “Kami (negara) telah hadir memberikan fasilitas permodalan hingga pemasaran. Melalui fasilitas kredit apapun, silakan karena itu membantu peningkatan produktivitas usaha,” imbuhnya.

Adanya berbagai kredit usaha, ini sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yaitu KUR, Mitra25, atau KUP semua adalah fasilitas. Bahkan KUP hasil gagasannya memberikan pinjaman usaha tanpa jaminan dengan bunga ringan.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik terbentuknya forum UMKM Kabupaten Blora. Menurutnya ini kesempatan emas pelaku usaha semakin produktif untuk meraih sukses. “Saya berharap semua pelaku usaha ini tetap bersemangat dan memiliki kreativitas,” pesan Bupati Blora.

Editor : Akrom Hazami