Penuhi Nazdarnya, Mbah Sadimin Berikan Ukiran Akar Kayu Jati ke Bupati Rembang

Mbah Sadimin memberikan hadiah kepada Bupati Rembang berupa ukiran akar kayu jati. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang Kakek yang bernama Sadimin memenuhi nazdarnya untuk memberikan kerajinan ukiran dari akar pohon jati kepada Pemkab Rembang melalui Bupati Abdul Hafidz. Akar pohon jati yang diukir logo Pemerintah Kabupaten Rembang dan di sisi lainnya bertuliskan tentang Rembang Madani itu diberikan kepada bupati, setelah orang nomor satu di Rembang itu mengunjungi rumahnya yang berada bilangan jalan Rembang-Blora, tepatnya  di depan pintu masuk Wana Wisata Kartini Mantingan, Rabu (7/7/2017).

Bertemu dengan sosok Abdul Hafidz yang sudah lama ia kagumi, membuat Kakek yang akrab disapa Mbah Dek itu sangat bahagia. Begitupun dengan keluarganya yang ikut bersyukur karena impiannya akhirnya terkabul.

Pria yang sudah berumur 77 tahun itu  mengungkapkan saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang lalu, Ia bernadzar jika Abdul Hafidz menang ingin memberinya cinderamata atau kenang-kenangan. Dan ternyata cinderamata tersebut berbentuk kerajinan ukiran.

Terkait kerajinan tersebut, Kakek yang memiliki tiga orang anak itu menceritakan, semula terbuatnya kerajinan tersebut muncul dari hati. Tidak ada yang meminta ataupun yang memesannya.

“Ini ada tunggak (akar bekas tebangan) ya saya ingin membuat seperti ini. Tidak ada orang yang merintah dan tidak ada yang memesan, pokoknya saya buat saja. Kalo bapak mau, soalnya dirumah saya kok tidak pantas, yang pantas di Rembang,” ungkapnya.

 Akar tersebut di bentuk menyerupai kursi dan diukir di kedua sisinya. Di sisi depan melalui tangannya yang renta terukir logo Pemkab Rembang. Dan di sisi belakang Ia menulis Rembang Madani  beserta kepanjangannya.

Dalam menyelesaikan karyanya, Kakek itu membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai mengukir sampai finishing dilakukan dengan tangannya sendiri. Kabar terkait nadzar Mbah Dek tersebut akhirnya sampai ke telinga Plt Camat Bulu Taswadi, dan keinginan warga Mantingan itupun langsung disampaikannya ke bupati, pada hari itu

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz sangat kagum atas cinderamata yang dianggapnya sebagai penghargaan untuk Kabupaten Rembang bukan dirinya sendiri. Ukiran tersebut menjadi motivasi baginya bersama jajaran Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat Rembang.

”InsyaAllah penghargaan itu bermanfaat bagi Rembang, bukan untuk saya tapi untuk Rembang. Itu untuk motivasi saya, karena orang yang sudah berusia 70 tahunan masih mempedulikan pemerintahan, ini luar biasa,” ujarnya.

Ukiran tersebut rencananya akan diletakkan di kantor Setda, namun untuk lebih tepatnya bupati masih memikirkannya. Penempatan di kantor Setda juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Rembang selain terkenal dengan kota garam juga kaya akan pohon jati dan ukirannya meskipun tidak sebesar Jepara.

Editor : Kholistiono

Nama Bupati Rembang Dicatut untuk Pungutan Liar di Dunia Pendidikan

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberangkatkan peserta jalan santai dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Rembang, Minggu (7/6/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz menegaskan, segala bentuk tarikan atau pungutan liar di jenjang pendidikan Taman Kanak- kanak (TK) ataupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan dalih biaya operasional hanyalah akal-akalan orang-orang tak bertanggung jawab. Apalagi jika penarikan biaya tersebut mengatasnamakan ataupun perintah Bupati Rembang.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz lantaran akhir-akhir ini banyak orang mengadu terkait banyaknya pungutan di tingkat TK dan PAUD. Aduan tersebut bahkan langsung diberikan kepadanya baik melalui pesan singkat ataupun telephone langsung.

“Setiap harinya ada sekitar 20 orang yang mengadu dan mengeluhkan adanya tarikan-tarikan yang mengatasnamakan Bupati. Bentuknya biaya operasional TK dan PAUD. Saya tegaskan, itu tidak benar!” katanya saat mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Rembang, Minggu (7/6/2017).

Ia pun mengancam jika masih ada yang melakukan pungutan atau tarikan akan ada tindakan tegas. Salah satunya ditempuh jalur hukum. Apalagi, tarikan-tarikan semacam itu dapat membuat citra Dinas Pendidikan dan nama baiknya jelek.

”Saya pastikan akan ada tindakan tegas, jadi jangan main-main,” ujarnya

Karena itu, dalam peringatan hari pendidikan, ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di kabupaten Rembang. Hal itu supaya pendidikan bisa jauh lebih baik.

“Ke depan pendidikan di Rembang harus lebih baik. Lebih baik secara kualitas, kuantitas dan sarana prasarana,”ujarnya.

Hal itu bisa dicapai tentu harus ada  kebijakan tentang manajemen dan yang lainnya yang mendukungnya. Untuk Dinas Pendidikan harus bisa memperbaiki hal yang selama ini dinilai kurang baik dan yang sudah baik harus ditingkatkan.

Editor: Supriyadi

Hafidz Optimis 3 Tahun Mendatang Rembang Bisa Lebih Maju

Abdul Hafidz, Bupati Rembang. Dirinya optimis, jika dalam tiga tahun kedepan, Rembang menjadi daerah yang maju.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz optimis jika dalam waktu 3 tahun mendatang, wilayah Rembang bisa maju d ibidang industri. Sebab, dalam kurun waktu tersebut, wilayah yang berada di paling timur Jawa Tengah ini akan berdiri perusahaan-perusahaan besar.

“Saat ini pabrik Semen Indonesia milik BUMN siap beroperasi.Kemudian, nantinya masih ada pabrik ternak PT. Malindo Feedmill di Kasreman dan masih ada perusahaan sepatu yang rencananya akan berada di wilayah Sridadi, Kecamatan Rembang,” kata Hafidz.

Sementara itu, saat ini sudah ada sekitar 306 perusahaan yang menyerap sekitar 14 ribu tenaga kerja. Jika ketiga perusahaan tersebut nantinya beroperasi, menurutnya akan bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal di Rembang.

Terkait hal itu, untuk memberikan kenyamanan dan kemajuan bagi perusahaan yang akan berdiri di Rembang, pihaknya juga akan mempermudah perizinan.

“Untuk membuat Rembang lebih maju dan bisa berkembang, tentunya para penanam modal akan kita permudah segala perizinannya di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (Dinas PMPTSTK),” ucapnya.

Dia menambahkan, jika di Rembang banyak Industri, maka masyarakat yang masih belum bekerja akan bisa terserap menjadi perkerja.”Dengan begitu, perekonomian akan meningkat dan pengangguran berkurang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kebiasaan Bupati Rembang saat di Rumah yang Belum Banyak Orang Tahu

Bupati Rembang Abdul Hafidz (dua dari kiri) saat menghadiri sebuah acara di Alun-alun Rembang beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tak banyak orang tahu kebiasaan Bupati Rembang Abdul Hafidz di luar jam kerja. Dalam kesehariannya, pria ini disibukkan dengan dunia pemerintahan.

Namun dibalik itu semua, ada banyak sifat dan sikap seorang Hafidz yang belum banyak diketahui orang ketika berada di rumah, khususnya makanan favoritnya. Jika biasanya seorang pejabat memiliki menu makanan yang terhitung mahal, namun berbeda dengan Hafidz.

Baginya, sayur lompong atau talas menjadi sayur favoritnya untuk menambah selera makan. “Meski terkesan ndeso, tapi saya sangat suka sayur lompong. Ini favorit saya. Kalau sudah disuguhi menu ini, pasti makannya langsung banyak. Apalagi, manfaatnya untuk tubuh sangat baik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bupati juga menceritakan bagaimana aktivitas di pagi hari sebelum dia berangkat kerja. Sambil memeriksa berkas-berkas, tak lupa di meja biasanya ada buah papaya yang selalu ada.

Sang istri, Hasiroh Hafidz, katanya, juga selalu mendampinginya untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Bahkan, sesekali sang istri menyuapinya makan.

Menurutnya, hal itu tak lain untuk menjaga keharmonisan. Karena, berumah tangga diperlukan perhatian dan saling mengasihi. “Istri saya sangat perhatian, dan pengertian sekali. Kehidupan keluarga yang tenteram, harmonis, baik dengan istri, anak dan lainnya tentunya akan berimbas ke semua lini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang : Akhlaq Merupakan Hal yang Sangat Penting Bagi Kehidupan Manusia

Mubaligh dari Bojonegoro Jawa Timur Muhajir Chozin saat mengisi acara pengajian Isra Mikraj di Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akhlak merupakan hal yang penting bagi manusia di kehidupan ini.  Dan menunaikan ibadah salat merupakan cerminan orang yang berakhlak mulia dan akan membawa keberkahan.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di halaman parkir Kantor Bupati Rembang, Kamis (13/4/2017).

Sementara itu, dengan memiliki akhlakul karimah, diharapkan akan menjadi manusia yang berkualitas seperti tema pengajian tersebut yakni “Mewujudkan Insan yang Berkualitas Menuju Kabupaten Rembang Madani.”

“Manusia yang berkualitas tidak sekadarnya memenuhi aspek-aspek hukum legal saja. Ukuran manusia berkualitas juga diukur bagaimana akhlaknya,” katanya.

Selain itu, ia juga telah mengeluarkan instruksi salat berjamaah.  Instruksi tersebut bukan semata-mata ingin mengintervensi jajaran birokrasi, tetapi karena mengharap keberkahan dari salat berjamaah yang dapat membawa barokah.

“Hadiah dari salat berjamaah salah satunya tidak akan miskin atau tidak fakir.Ini janji Nabi. Maka kemakmuran kita yakini bukan semata-mata karena kecerdasan, kerja keras atau etos kerja yang tinggi saja,tapi kemakmuran juga dipengaruhi iman dan taqwa kepada Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu mubaligh dari Bojonegoro Jawa Timur Muhajir Chozin dalam ceramahnya membenarkan apa yang disampaikan bupati, bahwa salat berjamaah dapat melancarkan rezeki atau memberikan kemakmuran.

“Dalam peringatan Isra Mikraj yang sama dengan memperingati lahirnya salat itu, sangat tepat bahwa betapa luar biasanya menunaikan ibadah saolat yang akan melancarkan rejeki,” ungkapnya.

Kiai yang memiliki ciri khas bernyanyi dengan memainkan gitar di sela-sela ceramahnya itu juga memberikan contoh ketika Nabi Ibrahim ingin menempatkan keluarganya di sekitar Baitul Haram yang tandus. Nabi Ibrahim di salah satu doanya berdoa agar keturunannya istiqomah dalam salat berjamaah.

“Nabi Ibrahim berdoa agar keturunannya istiqomah dalam salat berjamaah dan dijadikan keluarganya disenangi oleh seluruh dunia serta daerah tersebut dikaruniai  buah-buahan agar keturunannya menjadi ahli syukur.  Dengan karunia-Nya,  tanah yang  tandus tersebut tumbuh buah-buahan dan tanaman.Selain itu saat ini  Baitul Haram dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh dunia,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Minta Warga Rembang Tetap Jaga Toleransi

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan di hadapan ribuan jemaah pada acara pengajian di Ponpes Nurul Huda, Tajen, Kecamtan Pamotan, Senin (10/4/2017).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada warga dan umat Islam untuk tetap menjaga sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki keberagaman.

“Kita sebagai umat Islam harus bisa berjiwa besar, toleransi harus bisa dijalankan. Jika toleransi berjalan, cinta agama bisa seimbang dengan cinta negara, maka Indonesia akan maju dan akan jaya,” ujarnya saat menghadiri Peringatan Isro Mikraj,  Khaul KH. Muti’ Ma’shum dan Harlah Jamiyyah Manaqib  Al Qodiriyah di Pondok Pesantren Nurul Huda, Tajen, Kecamatan Pamotan, Senin (10/4/17).

Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak kepada semua warga untuk hidup saling berdampingan, menjaga kerukunan, baik antarwarga, antaraumat beragama maupun antaretnis. Sehingga, warga bisa hidup dengan nyaman dan indah.

Di hadapan ribuan jemaah yang hadir, Hafidz juga menyampaikan, jika mencintai Islam juga harus diimbangi dengan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saat ini tak sedikit yang menghujat Islam, karena adanya ulah oknum. Bila kita cinta Islam, maka kita harus bisa hidup secara damai, karena Islam itu Rahmatan Lila’lamin, yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dokumen Rencana Pembangunan di Kabupaten Rembang Bakal Diperiksa KPK

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat diwawancari wartawan (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Untuk meminimalisasi adanya kesalahan dalam rencana maupun pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Rembang, pemerintah daerah setempat telah melakukan kerja sama dan kesepakatan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Nantinya, dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) mulai tingkat desa sampai kabupaten di daerah ini bakal diperiksa oleh KPK.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menegaskan, kegiatan pembangunan yang dilakukan tanpa melalui musrenbang berpotensi menimbulkan masalah.

“Kami sudah melakukan MoU dengan KPK. Di mana, setiap dokumen musrenbang akan diminta oleh KPK. Bukan hanya dokumen musrenbang yang diselenggarakan oleh kabupaten saja, tetapi juga dokumen musrenbang tingkat kecamatan maupun desa,” kata Hafidz.

Dengan adanya MoU yang sudah dilakukan olehnya beberapa waktu lalu itu, menurutnya, akan bisa memberikan kinerja pembangunan yang bisa sesuai aturan.

Di sisi lain, Sekda Rembang Subhakti mengatakan, bupati saat itu telah meneken 6 pokok yang berkaitan dengan masalah pemerintahan. Di antaranya meliputi e-planning, e-budgeting, pengadaan barang dan jasa melalui kemandirian Unit Layanan Pengadaan (ULP), perizinan, gratifikasi dan meningkatkan kemampuan aparat internal pemeriksa pemerintah.

“Setelah penandatanganan tersebut, memunculkan konsekuensi antara perencanaan dan penganggaran harus sinkron. Semua data dipaparkan ke KPK, sehingga sisi kewajarannya akan dinilai. Hal itu juga selaras dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 31 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” paparnya.

Editor : Kholistiono

Kades Diminta Paham Aturan Pengelolaan Dana Desa

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Bupati meminta kepada seluruh kades untuk bisa memahami aturan dalam pengelolaan dana desa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengimbau kepada kepala desa supaya dapat merencanakan, menggunakan dan melaporkan anggaran desa serta kegiatan-kegiatan desa dengan baik.Sebab, alokasi anggaran dari pemerintah ke desa dari tahun  ke tahun selalu ditingkatkan.

Terkait anggaran yang cukup besar, kades diharapkan bisa memahami aturan-aturan yang ada, agar tidak terjerumus pada persoalan yang tidak diinginkan. Karena, dana tersebut harus dipertanggungjawabkan penggunaannya.

“Kades harus memahami seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan keuangan desa, mulai dari tahap perencanaan , pelaksanaan,penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban,” ujar Abdul Hafidz.

Dia melanjutkan, ada tiga  prinsip dasar keuangan desa yang dianut dalam Undang-undang Desa. Pertama, desa mempunyai hak untuk memperoleh alokasi dari pemerintah karena desa menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, pembangunan dan masyarakat.

Kedua, melakukan prinsip Money Follows Function yaitu uang digunakan untuk kepentingan pembiayaan jalannya, fungsi-fungsi tersebut berdasarkan perencanaan di desa. Perencanaan harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat.

“Ketiga, yaitu tidak ada mandat tanpa uang. Oleh karena itu, melalui sosialisasi ini, nantinya ada pemahaman terhadap semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan tertib administrasi pengelolaan dana desa, terutama mengenai tata cara atau prosedur transfer dana desa.Dengan demikian, nantinya dapat diimplementasikan dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Desa harus melibatkan masyarakat, tidak boleh kades menjalankan tugas-tugas pemerintahan seenaknya sendiri, tetap harus sesuai dengan baik,”ujarnya.

Perlu diketahui, untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Rembang akan mendapatkan dana desa, ADD, dan lainnya yang berjumlah sekitar Rp 380 miliar lebih. Yakni, untuk alokasi dana desa sebesar Rp 86,3 miliar lebih, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah sebesar Rp 6,4 miliar lebih, Bantuan Keuangan (Bankeu) yang bersumber dari APBD Kabupaten Rembang sejumlah Rp 46 miliar lebih dan masih bantuan daerah dari Pemprov Jateng sebanyak Rp 10,8 miliar lebih.

Dia menambahkan, dengan diberikannya Alokasi Dana Desa (ADD), dana desa  dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah serta bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Rembang  yang bersumber dari APBN ini, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Kecewa dengan Petugas Kebersihan, Ini Gara-garanya

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memimpin apel di Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Selasa (7/2/2017). (Humas Setda Rembang)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memimpin apel di Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Selasa (7/2/2017). (Humas Setda Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz kecewa dengan petugas kebersihan di wilayah kota. Mereka dinilai tidak mampu menjalankan tugas utamanya menjaga kebersihan.

Bahkan, saat bupati memimpin apel di jajaran Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Selasa (7/2/2017), mengungkapkan, petugas kebersihan tidak stand by sesuai jam piketnya. Mereka pergi atau pulang setelah membersihkan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Ini perhatian untuk petugas kebersihan, baik yang PNS maupun yang tenaga kontrak. Untuk yang kontrak, pemkab kita sudah memberikan tambahan kesejahteraan dari yang semula Rp 400 -500 ribu, kita beri Rp 1,4 sampai Rp 1,5 juta. Tetapi, lagi-lagi ketika diangkat menjadi PNS,diberi kesejahteraan, justru seolah-olah ngece, semangatnya lebih baik sebelum diberi kesejahteraan,”tegasnya.

Hal tersebut harus disikapi Dinas LH yang mendapat tambahan tugas baru tentang pengelolaan sampah untuk mampu merubah mindset kerja petugas kebersihan. Dinas LH diminta menginstruksikan kepada 80 tenaga kebersihan untuk menandatangani pakta integritas yang isinya sanggup bertanggung jawab atas kebersihan kota sesuai wilayah kerjanya dan jam kerjanya.

Upaya lain yang akan diambil pemkab, di antaranya merekrut tenaga outsourching dengan anggaran Rp 500juta. Mereka diproyeksikan mengkover kebersihan di jalan-jalan protokol termasuk alun-alun.

“Mulai dari SMP 3 ke jalan tengah sampai jembatan Karanggeneng termasuk gang atau lorong-lorong yang nanti rutin dibersihkan. Untuk ke selatannya sampai Kecamatan Rembang. Rencananya sampai ke Perempatan Galonan, tapi setelah dihitung anggarannya tidak mencukupi. Nanti yang outsourching kita tugaskan di sana,,sedangkan 80 tenaga yang sudah ada kita geser ke pinggiran,” ujarnya.

Bupati berharap, Rembang yang cantik,bersih dan indah bisa dimulai tahun 2017 ini. Ia cukup kesal terhadap kondisi di wilayah kota sekarang. Mulai tahun ini, pemkab akan menata trotoar,penghijauaannya sampai kebersihannya.

Kabid Persampahan,Peningkatan Kapasitas Limbah B3 pada Dinasa LH Andreas Edy Gustono mengakui perlu adanya peningkatan pelayanan terkait sampah. Pembenahan terhadap tenaga penyapu jalan akan dilakukannya. “Akan ada pakta integritas untuk penyapu jalan. Jadi setelah nyapu tidak pulang , tapi harus tetap bekerja sesuai jam kerja,selain itu akan ada penambahan tenaga outsourching,”tandasnya.

Editor : Kholistiono

Minimalisasi Angka Kecelakaan, Bupati Rembang Minta Jalan Lingkar Segera Direalisasikan

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima kunjungan anggota DPD RI Bambang Sadono (kanan) kemarin. (Humas Setda Rembang)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima kunjungan anggota DPD RI Bambang Sadono (kanan) kemarin. (Humas Setda Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur Pantura Rembang, menjadi salah satu pemicu tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Rembang. Salah satu solusi untuk mengurangi risiko tersebut adalah jalan lingkar.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto dan sejumlah kepala SKPD saat menerima kunjungan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono di Ruang Rapat Bupati Rembang,Jum’at (6/1/2017).

Menurut Hafidz, banyaknya volume kendaraan terlebih di pagi ketika jam masuk kerja dan sekolah sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan.

Beberapa waktu yang lalu, katanya, pihak Kepolisian Resor Rembang sempat mengusulkan kepada pemkab untuk melarang kendaraan bersumbu besar melintas di jalan raya Pantura Rembang saat jam berangkat sekolah.Hal itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada para pelajar saat berangkat sekolah. Namun, menurutnya hal itu dapat mengganggu sistem perekonomian secara makro.

“Kemarin dari pihak polres mengusulkan kepada pemkab, bahwa jam 06.30 – 08.00 WIB, untuk kendaraan bersumbu besar dilarang untuk melintas. Namun, masalahny adalah, satu jam berhenti akan mengganggu ekonomi makro. Maka permintaan polres masih kami diskusikan lagi, agar tidak disalahkan pemerintah pusat,” jelas Hafidz.

Bupati mengungkapkan, jalan lingkar yang dikabarkan mempunyai panjang 25,67 kilometer dan lebar 20 meter, hingga kini dikabarkan masih saja dalam tahap FS atau uji kelayakan di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) V Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rencananya jalan tersebut akan melintasi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Kaliori, Rembang, dan Lasem.

“Sudah tiga sampai empat tahun masih saja tahap FS. Kalau tidak ada tekanan dari bawah yang kuat mungkin ya sampai sepuluh tahun ya begini-begini saja. Untuk kami berharap ke Pak Bambang Sadono mau menyuarakannya ke pusat,lebih cepat lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Rembang, Hari Susanto menambahkan tanggal 10 mendatang pihaknya akan mengundang Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional. Kejelasan terkait tahapan selanjut sangat diperlukan untuk percepatan realisasi jalan lingkar yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kemudian terkait pembiayaanpun masih belum jelas. Pada waktu paparan di Bappeda beban pembiayan jalan lingkar ditanggung oleh B2PJN, karena nantinya menjadi aset pemerintah. Namun kemarin saat bertemu lagi ternyata pembiayaannya sharing, pemerintah kabupaten mungkin yang pengadaan tanahnya,”ujarnya.

Menanggapi masukan dari pemkab, Bambang Sadono berjanji akan menyampaikan ke pemerintah pusat. Nantinya keluhan yang disampaikan dilengkapi surat yabg berisi pertanyaan atau usulan dari pemkab.

“Berdasarkan dari surat itu akan kami akan berusaha menindak lanjutinya, seperti pengadaan pipa dan jalan lingkar. Begitu juga persoalan nelayan tadi,supaya nanti usaha saya benar-benar memperoleh hasil yang konkrit,”pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Usai Dilantik Jadi Sekda, Ini yang Bakal Dilakukan Subekti Dalam Waktu Dekat

Bupati Rembang Abdul Hafidz menandatangani berita acara pelantikan Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz menandatangani berita acara pelantikan Sekda di Pendapa Rembang, Rabu (14/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Subakti, yang baru saja dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang menegaskan akan langsung menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Sekda. Di antara pekerjaan yang kini sudah menunggu, katanya, adalah penyelesaian peraturan bupati (perbup) yang jumlahnya sekitar 30, dan kini belum rampung.

“Ada pekerjaan yang sudah menunggu yaitu penyelesaian perbub. Perbup ini, kita targetkan bisa selesai pada akhir tahun ini, dan kini waktunya sudah mepet, tentunya kita harus kerja keras untuk menyelesaikan hal ini,” ujar Subekti,pelantikan di Pendapa Rembang, Rabut (14/11/2016).

Menurutnya, salah satu perbup yang ditargetkan bisa selesai akhir tahun ini adalah tentang Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK). Sebab, jika perbup tersebut bisa selesai akhir tahun ini, roda pemerintahan juga berjalan dengan lancar.

Dirinya juga menyatakan, jika, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Sekda, dirinya akan terus meningkatkan komunikasi dan bersinergi dengan SKPD dan berbagai kalangan. “Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas dengan baik dan bisa sama-sama membangun Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Pantau Pelaksanaan Pilkades Serentak

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau pelaksanaan pilkades di Desa Waru, Rabu (30/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto beserta Kapolres Rembang, Dandim 0720/Rembang serta SKPD terkait meninjau pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di beberapa desa yang ada di Rembang, Rabu (30/11/2016).

Di antara desa yang dikunjungi bupati dan jajaran Forkopimda adalah Desa Desa Waru, Kecamatan Rembang, Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori dan Desa Logede, Kecamatan Sumber.

Dalam hasil kunjungannya di beberapa desa tersebut, bupati menyampaikan, jika masyarakat saat ini sudah dewasa dalam berdemokrasi. Sejauh ini, proses pelaksanaan pilkades berjalan aman dan tertib sesuai yang diharapkan.

“Saya kira masyarakat saat ini sudah semakin maju dan sudah dewasa dalam hal demokrasi. Apalagi, ini adalah proses pendidikan politik dan berdemokrasi di tingkat desa, yakni memilih seorang pemimpin,” ujarnya.

Dirinya berharap, panitia pilkades dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga, nantinya tidak memunculkan efek-efek konflik di masyarakat. Sebab, harapan dari pelaksanaan pilkades berjalan tertib dan aman.

Sementara itu, Markum, salah satu Panitia Pilkades Desa Waru mengatakan, bahwa pelaksanaan pilkades di tempatnya berjalan aman dan tertib. Masyarakat yang memiliki hak pilih, katanya, juga antusias untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS.

“Untuk jumlah pemilih yang datang ke TPS, untuk saat ini memang belum diketahui secara keseluruhan. Sebab, saat ini pemilihan masih berlangsung dan akan ditutup pada pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Minta Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tiga dari kiri) saat menghadiri acara Rembang Bersholawat di Alun-alun Rembang pada Selasa (29/11/2016) malam.

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tiga dari kiri) saat menghadiri acara Rembang Bersholawat di Alun-alun Rembang pada Selasa (29/11/2016) malam.

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial.

Menurutnya, jika masyarakat tidak bijak dalam menggunakan media sosial, dikhawatirkan akan merusak kerukunan umat atau kerukunan bermasyarakat. Sebab, jika secara sembarangan menerima atau menyebarkan informasi yang tidak benar, justru bisa menimbulkan kebencian dan perpecahan.

“Akhir-akhir ini banyak sekali informasi-informasi yang ada di media sosial yang mengandung isu-isu SARA, yang mengancam persatuan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, saya berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ujarnya saat menghadiri acara Rembang Bersholawat di Alun-alun Rembang pada Selasa (29/11/2016) malam.

Sementara itu, Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Infantri Damawan Setiady mengatakan, bahwa persatuan adalah hal yang sangat penting dalam negara ini. Seperti halnya yang telah tercantum dalam Pancasila pada sila ke-3.

“Dalam Alquran juga dijelaskan bagaimana persatuan itu sangat penting. Yakni, Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai suku dan bangsa untuk saling mengenal. Itu juga mencerminkan bagaimana pentingnya persatuan, meski berbeda suku atau lainnnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto berpesan dan mengajak masyarakat Rembang untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban serta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan diadu domba.

Editor : Kholistiono

5 Proyek Pembangunan Fisik di Rembang Dipastikan Gagal Terealisasi Tahun Ini

 Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) menunjukkan data paket proyek pembangunan fisik yang ada di Kabupaten Rembang pada tahun 2016 ini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) menunjukkan data paket proyek pembangunan fisik yang ada di Kabupaten Rembang pada tahun 2016 ini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dari 99 paket proyek pembangunan fisik di Kabupaten Rembang pada 2016 ini, 5 di antaranya dipastikan gagal direalisasikan. Alasannya, petugas di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang menangani proyek tersebut, jumlahnya kurang.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz pada awak media Rabu (23/11/2016). Kelima paket proyek pembangunan fisik tersebut, yakni 4 paket proyek pembangunan jalan dan satu proyek pembangunan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

“Lima proyek tersebut, yakni pembangunan Jalan Karas-Sambiroto di Kecamatan Sedan senilai Rp 2,4 miliar, Jalan Bitingan-Tegal Dowo Kecamatan Gunem, dengan nilai Rp 3.2 miliar,  Jalan Goak- Lasem senilai Rp 2.3 miliar, Jalan Kesambi- Sarang dengan Rp 3.8 miliar dan Pembangunan RSUD dr. R Soetrasno Rembang dengan nilai proyek Rp 10 milar. Secara keseluruhan, dari lima proyek tersebut, nilainya mencapai Rp 21,7 miliar,” ujarnya.

Dengan hal itu, menurutnya, pengerjaan proyek tersebut harus tertunda pada 2017 nanti. Tertundanya pengerjaan tersebut, tak lain karena jumlah petugas administrasi dari Dinas PU sangat terbatas. Sehingga tak ada yang menanganinya.

Selain itu, salah satu dari ke 5 paket tersebut yakni pada pekerjaan Jalan Goa-Lasem belum ada yang menawarnya. Terlebih di masa kepemimpinannya yang baru berjalan sekitar 9 bulan, yakni dari Februari lalu, sehingga terkendala waktu.

Selain itu, untuk menindak lanjuti ke 5 paket proyek yang belum dikerjakan tentunya pihaknya akan terus berkoordiansi dengan dinas terkait supaya bisa melakukan komunikasi dengan rekanan supaya proyek yang ada bisa segera dilelang.

“Jalan-jalan di kabupaten sebagian ada yang sudah diperbaiki, dan ada yang masih dalam pengerjaan. Akhir tahun ini diperkirakan selesai.Namun belum semua ruas jalan antardesa bisa disentuh.Pasalnya tenaga Dinas PU terbatas. Sementara banyak sekali ruas jalan yang tahun ini diperbaiki dan ditingkatkan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bukan Nelayan, Tapi Terdaftar Sebagai Penerima Kartu Asuransi Nelayan

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dirinya menyatakan jika kartu asuransi untuk nelayan, saat ini baru tercetak sebanyak 1.200 kartu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dirinya menyatakan jika kartu asuransi untuk nelayan, saat ini baru tercetak sebanyak 1.200 kartu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Distribusi kartu asuransi nelayan di Kabupaten Rembang, sejauh ini disebut tidak tepat sasaran. Sebab, ada masyarakat yang tidak berprofesi sebagai nelayan, justru terdaftar sebagai penerima kartu asuransi tersebut.

Samsul (37) seorang nelayan di Desa Tasik Agung, Kecamatan Rembang mengaku belum tercatat sebagai penerima program dari pemerintah itu. Namun, warga lain yang bekerja sebagai wiraswasta justru mendapatkan kartu asuransi nelayan.

“Saya belum didaftar sebagai penerima asuransi nelayan, jadi sampai saat ini juga belum menerima kartu asuransi tersebut. Padahal tetangga saya yang bukan nelayan, justru sudah menerima kartu asuranasi itu. Saya tidak tahu bagaimana sistemnya ini,” katanya.

Dia menyatakan, untuk di desanya, saat ini saat ini sudah ada 85 warga yang menerima kartu asuransi nelayan. “Kami berharap pemerintah akan betul-betul mendata penerima kartu asuransi, sehingga program ini bisa berjalan baik,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, bahwa dari kuota 5.400 penerima kartu asuransi, saat ini yang sudah dicetak baru ada baru 1.200 kartu.Kartu asuransi nelayan tersebut tak serta merta diberikan kepada seluruh nelayan, namun, kartu itu terbatas bagi nelayan yang memiliki kapal dengan bobot mati di bawah 10 grosston (GT).

Nelayan yang memiliki kartu asuransi, katanya, ketika mengalami kecelakaan saat melaut, apabila meninggal dunia mendapatkan uang asuransi sebanyak Rp100 juta dan cacat permanen mendapat Rp150 juta. “Sedangkan nelayan yang hanya membutuhkan perawatan di rumah sakit, biayanya akan ditanggung berdasarkan nominal tagihan yang telah dibebankan kepada nelayan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Dinilai Peduli Terhadap Perpustakaan, Bupati Rembang Terima Penghargaan dari Kementerian Desa

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menerima penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).(Istimewa)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menerima penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).(Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz menerima penghargaan dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Penghargaan ini, karena Bupati Rembang dinilai memiliki kepedulian terhadap perpustakaan.

“Penghargaan diserahkan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016). Selain Kabupaten Rembang, juga ada 83 kabupaten lainnya mendapat penghargaan sebagai Bupati yang peduli perpustakaan,” ujarnya saat acara penyerahan hadiah lomba jurnalistik tingkat pelajar dan bantuan seribu buku bacaan bagi sekolah oleh PT.Semen Indonesia di Hotel Fave, Kamis (18/11/2016) malam.

Bupati menjelaskan, pihak kementerian menilai, jika Pemerintah Kabupaten Rembang mampu mendorong pengembangan perpustakaan di daerah, sehingga tidak menjadi tempat yang membosankan.

“Perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat penyedia buku dan membaca, tetapi bisa menjadi inspirasi, sebagai sarana koordinasi dan informasi di segala bidang. Termasuk membuat jaringan-jaringan internet,”ujarnya.

Bupati menuturkan Kementrian Desa memberikan penghargaan tersebut karena berharap ke depan pemerintah kabupaten bisa membuat masyarakat yang ada di desa bisa mengakses semua informasi yang ada di dunia. Mereka yang ada di pelosok bisa dekat dengan informasi dan sarana prasarana komunikasi.

Secara terpisah, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pustasip) Kabupaten Rembang, melalui Kasi Perpustakaan Yazid Aris Khoiron mengakui dukungan Bupati Rembang saat ini sangat tinggi, baik secara moril maupun anggaran untuk pengembangan perpustakaan. “Bupati juga sering menginformasikan kegiatan-kegiatan di perpustakaan Rembang di setiap kegiatan.”

Di perpustakaan Rembang semua orang bisa mengikuti berbagai pelatihan dengan gratis. Seperti pelatihan dasar komputer, internet dan sosial media. Ada juga pelatihan desain grafis, membuat web atau blog, UKM online, dan pelatihan fotografi menggunakan smartphone.

Editor : Kholistiono

Lahir pada Malam Peringatan HKN, Bayi Ini Dapat Hadiah Nama dari Bupati Rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz berbincang dengan salah satu pasien, ketika berkunjung ke RSUD dr Soetrasno Rembang, Sabtu (12/11/2016)

Bupati Rembang Abdul Hafidz berbincang dengan salah satu pasien, ketika berkunjung ke RSUD dr Soetrasno Rembang, Sabtu (12/11/2016)

MuriaNewsCom,Rembang – Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-52, Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama jajaran pemerintah setempat berkunjung ke RSUD dr. R Soetrasno dan Rumah Sakit Islam Rembang.

Kedua rumah sakit tersebut merupakan tempat rujukan pertama dari berbagai fasilitas kesehatan dasar atau puskesmas yang ada di Rembang. Dalam kunjungannya itu, Hafidz melihat secara langsung pelayanan serta fasilitas kesehatan yang ada di tempat tersebut.

“Saya ingin melihat bagaimana pelayanan yang ada di RSUD dr Soetrasno maupun RSI Rembang. Begitu pun dengan fasilitasnya. Dengan melihat secara langsung, nantinya kita dapat melakukan evaluasi dan solusinya seperti apa,” ujarnya.

Ketika melakukan tinjauan pelayanan di RSUD dr Soetrasno tersebut, Hafidz bahkan sempat memberikan nama kepada salah satu bayi yang lahir pada Jumat (11/11/2016) malam, yang juga bertepatan dengan malam peringatan HKN.

“Saya tadi juga memberikan nama kepada salah satu bayi yang baru lahir tadi malam. Lahirnya bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Bayi itu saya beri nama Putri Nailil Fauziah. Yang artinya, putri yang mendapatkan kebahagiaan dan kesejahtraan kelak,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

SKPD di Rembang Takut Serap Anggaran, Akibatnya Seperti Ini

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dirinya menyampaikan, jika serapan anggaran untuk 2016 ini kurang maksimal, dan dimunkinkan masih tersisa hingga 50 persen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dirinya menyampaikan, jika serapan anggaran untuk 2016 ini kurang maksimal, dan dimunkinkan masih tersisa hingga 50 persen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengakui jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 belum terserap maksimal. Menurutnya, ada sekitar 50 persen APBD yang perkirakan tersisa di tahun ini.

Menurutnya, setelah diadakannya perubahan pada 26 Septerber 2016 lalu, APBD Kabupaten Rembang, tahun 2016 mencapai 1,87 triliun. Jumlah tersebut terlihat mengalami penurunan dari ABPD induk, yang jumlahnya ada pada kisaran 1,93 triliun lebih.

“Lemahnya serapan anggaran ini, karena banyak SKPD yang takut. Akibatnya ya, serapan anggaran kita rendah pada tahun ini. Hingga bulan Juli 2016 , dokumen pelaksanaan pekerjaan yang siap untuk dilaksanakan belum ada,” ujar Hafidz.

Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tak mengurangi upaya pemerintah untuk tetap melaksanakan progres pembangunan di Kabupaten Rembang “Meski serapan APBD tidak secara maksimal, namun kita tetap optimis bisa menjalankan pembangunan dengan baik,” imbuhnya.

Dirinya juga menyatakan, meskipun serapan APBD tidak sampai seratus persen, dirinya mengaku tidak kecewa. Pasalnya, beberapa waktu belakangan,  pembangunan  di Kabupaten Rembang sempat dikabarkan tidak berjalan.

Bupati menegaskan, jika progres pembangunan di Kabupaten Rembang masih relatif tinggi. “Saya berharap, serapan di penghujung tahun 2016, APBD dapat terserap hingga di atas 80 persen,” katanya.

Hingga saat ini, pemerintah masih mengkhawatirkan progres pembangunan Puskesmas Sluke dan Pembangunan Jetty di Kecamatan Kragan. Menurutnya, dua pembangunan tersebut yang dinilai rawan molor dalam penyelesaian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Setiap penyelesaian pekerjaan mengalami keterlambatan, sanksi denda 0,2 persen per hari akan diterapkan,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Pesan Bupati Rembang Terkait Isu Nasional 4 November Mendatang

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menyampaikan sambutan pada acara Forum Silaturahmi Antarumat Beragama di Pendapa Rembang, Rabu (2/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menyampaikan sambutan pada acara Forum Silaturahmi Antarumat Beragama di Pendapa Rembang, Rabu (2/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Grobogan – Menyikapi isu nasional aksi demo pada 4 November mendatang, Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap kepada masyarakat Rembang untuk tetap menjaga kondusivitas, khususnya di Rembang. Masyarakat diharapkan tidak terpancing dengan suasana yang justru menimbulkan ketidakamanan.

“Komunikasi antarwarga yang selama ini kita bangung, teruslah kita tingkatkan, sehingga keharmonisan di dalam kehidupan bermasyarakat terus terjaga. Kita berharap, warga hidup rukun dan damai berdampingan,” ujarnya saat menghadiri acara Forum Silaturrahmi Antarumat Beragama di Pendapa Rembang, Rabu (2/11/2016).

Apalagi, katanya, sebagian wilayah di Rembang, dalam waktu dekat ini bakal melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak. Sehingga, potensi kerawanan keamanan harus bisa disikapi sejak dini secara bersama. Baik oleh aparat dan juga masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady menegaskan jika Rembang aman dan tidak terpengaruh dengan isu nasional terkait aksi pada 4 November mendatang. “Situasi Rembang dipastikan aman dan kita berharap tidak terpengaruh dengan isu nasional yang saat ini memang sedang  hangat,”  katanya.

Sedangkan Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, dari informasi yang didapatkannya, sejauh ini tidak ada ormas yang akan ikut melakukan aksi demo 4 November mendatang di Jakarta. “Berdasarkan informasi yang kita dapatkan seperti itu. Dari Rembang, tidak ada organisasi yang akan ikut demo ke Jakarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyatakan, untuk menjaga situasi di wilayah hukum Polres Rembang tetap kondusif, pihaknya secara intens melakukan patroli dan juga meningkatkan komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.

Editor : Kholistiono

Bupati Tak Ingin TPQ di Rembang Tutup Gara-gara Full Day School

Bupati Rembang Abdul Hafidz foto bersama dengan murid-murid salah satu taman pendidikan quran (TPQ). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz foto bersama dengan murid-murid salah satu taman pendidikan quran (TPQ). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz kembali menegaskan jika dirinya tak ingin madrasah diniyah dan taman pendidikan quran (TPQ) yang ada di wilayahnya tutup gara-gara full day school, jika memang benar-benar diberlakukan nanti.

Terkait hal itu, pihaknya katanya, telah mengirim surat ke pemerintah pusat agar rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi untuk menerapkan kebijakan full day school ditinjau kembali dan tidak diberlakukan, khususnya untuk wilayah seperti Rembang. Sebab, hal itu dinilai justru berdampak terhadap dunia pendidikan yang ada di Rembang, khususnya madrasah diniyah dan TPQ.

Menurutnya banyak kerugian jika program tersebut diterapkan terutama di wilayah kabupaten Rembang. Sebab, di Rembang ada ribuan madrasah diniyah, takmiliyah dan TPQ. Di mana dunia pendidikan tersebut berjalan pada waktu sore hari.

“Jika full day school diterapkan di Rembang, maka, madrasah di sini banyak yang kukut (tutup). Padahal perannya dalam mendidik anak di bidang agama sangat penting,” katanya.

Sebagai kepala daerah, dirinya tak ingin menentang kebijakan pemerintah pusat. Namun, dirinya hanya berharap full day school tidak menjadi kebijakan pemerintah secara nasional. Karena dinilai tidak cocok jika diterapkan di Rembang.

Sementara itu, Yusril, salah seorang guru TPQ mengatakan, sebenarnya pendidikan diniyah , TPQ itu sudah pas dijalankan seusai waktu sekolah formal. “Yakni sekitar pukul 14.00 WIB atau juga pukul 15.00 WIB. Sehingga pendidikan formal dan non formal jni juga bisa sama-sama berjalan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Berharap Toleransi Penggunaan Cantrang Diperpanjang

Beberapa kapal sedang bersandar di Pelabuhan Tasik Agung Rembang. Terkait penggunaan cantrang, Bupati Rembang berharap Menteri Kelauatan dan Perikanan memperpanjang masa toleransi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa kapal sedang bersandar di Pelabuhan Tasik Agung Rembang. Terkait penggunaan cantrang, Bupati Rembang berharap Menteri Kelauatan dan Perikanan memperpanjang masa toleransi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz berharap kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan supaya dapat memperpanjang toleransi penggunaan kapal cantrang yang seharusnya berakhir pada 31 Desember 2016.

Menurutnya, toleransi penggunaan cantrang tersebut diperlukan, karena hampir rata-rata nelayan di Rembang masih menanggung hutang modal di perbankan. Sehingga, nelayan cukup keberatan untuk mengembalikan modal tersebut, jika toleransi yang diberikan kepada nelayan sampai akhir tahun ini.

“Saat ini para pemilik kapal cantrang rata-rata masih menanggung hutang di bank. Sementara itu, bila batas akhir penggunaan cantrang sampai akhir tahun ini, maka pastinya akan banyak nelayan yang bingung,” kata Hafidz.

Ia katakan, jumlah kapal cantrang yang ada di Rembang mencapai sekitar 300 unit. Menurutnya, jika nantinya larangan operasi kapal cantrang benar-benar diberlakukan pada awal 2017 mendatang, maka maka imbasnya bukan hanya terhadap pemilik kapal saja, melainkan juga terhadap ABK dan keluarganya.

Kata Hafidz, Pemkab Rembang tak bermaksud melanggar atuaran pemerintah pusat. Namun, pemkab hanya berharap kepada pihak terkait saja,sebab semua keputusan berada di tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Kami akan tetap berusaha memperjuangkan suara para nelayan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Santri Diharapkan Bisa Menjadi Panutan

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menyampaikan sambutannya pada acara Ngaji Kebangsaan pada Minggu (23/10/2016) malam di Alun-alun Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat menyampaikan sambutannya pada acara Ngaji Kebangsaan pada Minggu (23/10/2016) malam di Alun-alun Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, jika santri itu memiliki ciri khas yang baik, sederhana dan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap sesama serta suka membantu orang lain.

Untuk itu, keberadaan santri saat ini juga diharapkan bisa menjadi panutan karena perilaku sifatnya yang terpuji. “Santri itu harus sederhana meskipun punya segalanya, tetapi tidak pamer, tidak sombong. Jika ada santri yang adigang-adigung dan sombong, itu namanya bukan santri,” ujar Hafidz saat menghadiri acara Ngaji Kebangsaan bersama Cak Nun  dan Gus Mus serta beberapa ulama serta tokoh di Alun-alun Rembang, Minggu (23/10/2016) malam.

Lanjutnya, hal yang patut ditiru dari santri yakni, tidak memiliki budaya meminta. Jikapun tak memiliki apa-apa tetap siap menjalankan tugas,seperti apa yang pernah dialami bupati ketika nyantri di Sarang.”Santri biasanya tidak punya cita-cita, tetapi kehidupannya bisa melebihi yang punya cita-cita. Seperti saya yang sudah mengalami,” imbuhnya.

Sementara itu, KH Ahmad Musthofa Bisri atau akrap di sapa Gus Mus ini, mengingatkan agar para santri tahu tentang sejarah Hari Santri.

“santri harus tau sejarahnya, kenapa ada peringatan Hari Santri Nasional. Meski ditetapkannya Hari Santri itu sudah terlambat. Akan tetapi Resolusi Jihad harus menjadi pengingat bagi santri, bagaimana peran santri untuk berjuang demi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Gus Mus berpesan kepada para santri, untuk tidak menonjol-nonjolkan jasa. Meski tidak dibukukan peranan santri, tetapi peranan santri dapat dilihat melalui Resolusi Jihad oleh Hadrotus Syeh Hasyim As’ary, yang merupakan perwujudan sumbangsih santri kepada negara Indonesia.

Editor : Kholistiono

Pemkab Rembang Segera Bentuk Satgas untuk Berantas Pungli

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk satgas pemberantasan pungli. (MuriaNewsCom/Edy Sutrioyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk satgas pemberantasan pungli. (MuriaNewsCom/Edy Sutrioyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Instruksi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, agar setiap pimpinan daerah segera mebentuk tim satuan tugas pembasmi pungutan liar beberapa waktu lalu disambut baik oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Dalam waktu dekat, Bupati bakal membentuk tim satuan tugas (satgas) untuk memberantas praktik pungli di semua instansi atau SKPD. Dengan adanya satgas itu, nantinya, diharapkan bisa membantu pemerintah untuk melaksanakan pemberantasan pungli.

“Untuk pembentukan satgas ini, nantinya kita akan menggandeng beberapa beberapa instansi terkait. Harapannya, tentunya satgas ini nantinya bisa bekerja maksimal dan bisa mencapai tujuan yang diinginkan, yakni Rembang bebas dari pungli,” ujarnya usai menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Rembang, Sabtu (22/10/2016).

Terkait dengan SKPD atau instansi mana yang bakal menjadi sasaran utama dari tim satgas pemberantasan pungli nanti, pihaknya tidak bisa memprioritaskan mana yang terlebih dahulu. Karena, semua instansi atau SKPD rawan dengan praktik pungli.

Jika nantinya memang terbukti ada praktik di instansi atau SKPD tertentu, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku, yakni sanksi pemecatan. “Sanksinya ini tidak main-main, jika ketahuan langsung dipecat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Camat dan Kades Diminta Berkoordinasi dengan Baik Soal Penanganan Stop BABS

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Bupati meminta camat dan kades untuk bersinergi wujudkan program Stop BAB sembarangan (MuriaNewsCom)

Bupati Rembang Abdul Hafidz. Bupati meminta camat dan kades untuk bersinergi wujudkan program Stop BAB sembarangan (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada camat dan kepala desa atau lurah untuk berkoordinasi secara baik untuk mewujudkan Kabupaten Rembang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Dirinya meminta camat dan juga kades agar memiliki komitmen yang besar untuk mewujudkan wilayahnya terbebas dari BABS. Untuk itu, sosialisasi menurutnya perlu dilakukan secara kontinyu, sampai benar-benar warga tidak ada lagi yang BAB sembarangan.

“Stop BABS ini bukan hanya semata-mata program, tetapi lebih kepada penyehatan masyarakat. Karena kotoran manusia yang dibuang sembarangan akan menyebabkan penyakit. Maka hal itu perlu penanganan yang baik,” kata Hafidz dalam pertemuan dengan kades se-Kecamatan Kragan, Kamis (20/10/2016).

Bupati juga menyebutkan, khusus untuk di Kecamatan Kragan, dari 27 desa yang ada di Kecamatan Kragan, hanya 7 desa yang sudah berstatus ODF. Sementara untuk selebihnya masih belum berstatus ODF ada 20 desa.

“Tahun ini yang sudah diajukan untuk diverifikasi di antaranya Kebloran, Balongmulyo, Tanjung, Kendalagung, Mojokerto, Tanjungsari dan Tegalmulyo. Harapannya, semua lolos verifikasi dan sisanya bisa menyusul tahun 2017 mendatang. Terlebih desa yang ada di wilayah pantai,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tak Mau Hanya Terima Laporan, Bupati Rembang Langsung Cek Pembangunan Puskesmas dan Pasar

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pengecekan proyek pembangunan Puskesmas Sulang, Rabu (28/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan pengecekan proyek pembangunan Puskesmas Sulang, Rabu (28/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz turun langsung ke lapangan untuk mengecek sejumlah proyek pembangunan puskesmas dan Pasar Sarang, Rabu (28/09/2016). Bupati ingin memastikan pembangunan tersebut berjalan sesuai dengan rencana.

“Saya ingin manfaatkan waktu luang untuk mengecek secara langsung ke lapangan terkait proyek pembangunan fasilitas umum. Saya tidak ingin hanya menerima laporan saja, tapi saya juga harus tau bukti di lapangan,” ujarnya.

Ketika meninjau pembangunan Puskesmas 1 Rembang dan laboratorium, bupati mengaku cukup puas dari dari segi material dan kontruksi bangunan. Menurutnya, pengerjaan sudah sesuai dengan perencanaan yang ada.

Dirinya juga akan terus mengawal dan memastikan pembangunan di Rembang berkualitas.Untuk itu, katanya,tidak hanya ini saja dirinya meninjau langsung proyek pembangunan, namun hal itu akan dilakukan secara berkala.

“Lain waktu juga saya akan mengecek lagi. Koordinasi,pengawasan dan evaluasi ini penting.kerangkanya untuk memenuhi target pembangunan yang berkualitas,” ungkapnya.

Selain ke puskesmas Rembang 1, orang nomor satu di Rembang ini juga mengecek kondisi terkini pelaksanaan pembangunan Pasar Sarang,Puskesmas Sarang, Puskesmas Sulang dan Puskesmas Gunem. “Pengerjaan cor harus benar-benar diperhatikan,material dijaga kualitasnya dan campurannya harus sesuai. Begitupun ketepatan waktu penyelesaiannya,” imbuhnya.

Menurutnya, pemkab dari tahun ke tahun akan terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Baik dari segi sarana prasarana, kualitas SDM, dan juga dari segi manajemennya. Sehingga hal itu akan benar-benar memuaskan masyarakat.

Editor : Kholistiono