Haryanto-Arifin Fokus pada Pemberantasan Kemiskinan di Pati

Bupati Pati Haryanto seusai dilantik Gubernur Jateng, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto selama kepemimpinannya selama lima tahun ke depan akan fokus pada agenda pemberantasan kemiskinan. Selain itu, upaya pengentasan pengangguran juga akan digencarkan.

“Saat ini sampai akhir 2017, kami akan melanjutkan periode kemarin sesuai dengan pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), nanti akan nyambung,” ujarnya, Rabu (23/8/2017).

Berbagai pelayanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan akan menjadi prioritas utama. Hal itu sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencari formula baru dalam program pengentasan kemiskinan.

“Formula itu tidak hanya pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), tapi formula lain yang bisa mengangkat kemiskinan di Pati. Karena itu, butuh masukan dari berbagai pihak agar program ini sukses menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Pati sebelumnya memiliki progres yang baik di bidang pengentasan kemiskinan. Jika angka kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 13 persen, angka kemiskinan di Pati hanya 10 persen.

Kendati begitu, Haryanto mengaku kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan. Hanya saja, langkah itu tidak bisa dilakukan secara spontan dalam waktu dekat, tetapi butuh waktu dalam jangka panjang.

“Kita bersama-sama selesaikan berbagai masalah yang ada di Pati. Kami tidak bisa seperti lampu Aladin, tinggal ngomong bim salabim jadi. Mungkin ada yang bilang, baru dilantik kok tidak bisa. Semuanya butuh proses, seperti melalui APBD dan RPMJ,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Haryanto Konsultasi ke Singapura untuk Pembangunan Pati

Bupati Pati Haryanto (kanan) bersama Wabup Pati Saiful Arifin, seusai dilantik Gubernur Jawa Tengah, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengonsultasikan pengembangan wisata di Kabupaten Pati hingga ke Singapura dan Australia. Hal itu disampaikan Haryanto, usai dilantik sebagai Bupati Pati, Selasa (22/8/2017).

“Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan teman arsitektur dari Singapura dan Australia. Saya minta tolong untuk membantu perencanaan pembangunan di Pati, termasuk wisata,” ujarnya.

Sejumlah tempat wisata yang rencana akan dikembangkan lebih lanjut, antara lain Gunung Rowo, Gua Wareh, Jolong, dan Jrahi. Jauh-jauh hari, beberapa tempat wisata itu direncanakan untuk dibangun dengan tujuan menarik investasi.

Sebab, program pembangunan di Pati lima tahun ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, tetapi juga wisata. Selain mengakomodasi potensi lokal, dunia pariwisata dinilai ikut meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk wisata, saya sudah berkonsultasi kepada arsitektur tersebut. Sejumlah wisata di Pati yang saya sebutkan tadi itu pantasnya dibuat bagaimana biar memiliki daya tarik bagi pengunjung,” kata Haryanto.

Hanya saja, upaya untuk pengembangan wisata masih dalam tahap perencanaan. Ke depan, pembangunan infrastruktur berbasis pengembangan wisata akan dianggarkan sehingga Pati menjadi lebih dikenal dengan pariwisatanya.

“Pengembangan wisata sudah masuk dalam program Noto Projo Mbangun Deso. Doakan agar rencana untuk membangun Pati berjalan lancar dan sukses. Semuanya untuk warga Pati,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin Minta Restu kepada Warga Pati

Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto dan Saiful Arifin berfoto bersama saat ramah tamah di Pendapa Pati, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto dan Saiful Arifin resmi memimpin Kabupaten Pati lima tahun ke depan. Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (22/8/2017).

Seusai dilantik, keduanya menggelar ramah tamah dengan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa dan perangkatnya, organisasi masyarakat (ormas), serta tim sukses yang tergabung dalam Laskar Pelangi di Pendapa Kabupaten Pati.

“Tidak ada kata yang patut saya ucapkan, kecuali terima kasih. Dengan setulus hati, kami ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Pati yang ikut mengawal dari pencalonan hingga pelantikan,” ucap Haryanto.

Dia juga meminta restu kepada masyarakat Pati untuk memimpin selama lima tahun ke depan. Waktu lima tahun diakui bukan waktu yang panjang.

Karena itu, Haryanto meminta dukungan kepada masyarakat luas untuk melakukan pembangunan Pati menjadi lebih baik. “Jangan hanya mengantar saya jadi bupati, tapi juga bantu mendukung sampai purnatugas. Masukan, kritik dan saran akan selalu kami nantikan untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Saiful Arifin lebih menegaskan untuk bersama-sama menyebarkan virus positif untuk Kabupaten Pati. Sebab, kemunduran suatu daerah salah satunya disebabkan budaya negative thinking.

“Kita harus bersatu padu, saling mendukung dan mengisi. Sebagai wakil, saya akan membantu dan mendorong pak bupati agar sukses membuat Pati menjadi daerah maju, setara dengan kota-kota besar yang mengedepankan kemajuan dan tidak meninggalkan budaya, serta kesantunan sebagai wong Pati,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Pati Bingung Dikabarkan jadi Korban Penipuan Swissindo

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dikabarkan terkena penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mengatasnamakan UN-Swissindo.

Kabar itu bersumber dari Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar dalam sebuah pemaparan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Rabu (16/8/2017).

Namun, Haryanto justru tidak mengetahui apa itu UN-Swissindo. Dia juga tidak tahu tentang kabar tentang penipuan yang mencatut namanya.

“Apa itu UN-Swissindo. Saya malah tidak tahu. Itu diklarifikasi ya,” ujar Haryanto saat ditemui MuriaNewsCom, usai menghadiri upacara penyerahan remisi umum narapidana di Lapas Kelas II B Pati, Kamis (17/8/2017).

Sebelumnya, Kombes Pol Lukas Akbar menyebut Bupati Pati Haryanto mejadi salah satu korban penipuan yang mengatasnamakan UN-Swissindo. Saat ini Ditreskrimsus Polda Jateng tengah melakukan penelurusan, termasuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Baca juga : Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menyebut ada sekitar 30 warga Pati yang terkena penipuan UN-Swissindo. Mereka membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota UN-Swissindo.

Korban dijanjikan mendapatkan fasilitas berupa pelunasan hutang ke enam prime bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, dan CIMB Niaga. Namun, surat kuasa yang diberikan kepada anggota untuk melunasi hutang di bank dipastikan pihak OJK sebagai bentuk penipuan.

Editor : Ali Muntoha

Purnatugas di Pemkab Pati, Budiyono Akan Kembali ke Desa Jadi Petani

Budiyono bersama istrinya saat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Pati 2017 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Budiyono purnatugas dari jabatannya, setelah melakukan pelepasan di kediamannya, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Rabu (9/8/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Budiyono berpamitan kepada sejumlah pejabat yang hadir seperti Bupati Pati Haryanto, Mantan Bupati Pati Tasiman, Mantan Sekda Pati Desmon Hastiono, Kepala Perangkat Daerah, dan berbagai tamu undangan lainnya.

“Saya mohon doa restu. Setelah pelepasan ini akan kembali ke desa, bekerja sesuai dengan kebiasaan di desa, kembali bertani, kembali menjadi penggiling ketela,” ujar Budiyono.

Terkait kiprahnya di dunia politik, Budiyono keluar dari posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro DPC PKB Pati dan merapat ke Partai NasDem. Pilihan politik itu tidak lepas dari kondisi Pilkada Pati saat itu.

Di NasDem, Budiyono dikabarkan akan maju sebagai calon anggota DPR RI pada pemilihan legislatif 2019 mendatang. Kehadirannya di NasDem digadang-gadang akan menjadi magnet baru bagi partai satu-satunya yang tidak mengusung Haryanto-Saiful Arifin tersebut.

Budiyono diterima dengan tangan terbuka di NasDem. Proses pendaftaran dan berkas calon legislatif juga dikabarkan sudah sampai di tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Tengah.

Baca Juga :Salam Perpisahan dari Budiyono Jelang Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017-2022

Editor: Supriyadi

Kayu Bralit, Bupati Pati Pertama yang Jarang Terungkap Sejarah

Patung Raden Tombronegoro yang berada di depan Pendapa Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejarah Kabupaten Pati selama ini menginduk pada Babad Pati dan Babad Tanah Jawi. Babad Pati ditulis oleh seorang pujangga pada abad ke-20.

Sementara Babad Tanah Jawi dibuat kalangan keraton yang disebut-sebut bernuansa “Mataram-sentris”. Artinya, sejarah dibuat untuk legitimasi kekuasaan Mataram yang saat ini bertransformasi menjadi Kesunanan Surakarta dan Yogyakarta.

Babad Pati menyebut, penguasa pertama adalah Raden Kembangjoyo, kemudian dilanjutkan Tondonegoro dan Tombronegoro. Selanjutnya, kekuasaan diserahkan kepada para pembesar seperti Ki Ageng Plangitan, Ki Ageng Rogowongso dan kawan-kawan, karena Tombronegoro tidak punya keturunan.

Namun, sejumlah pegiat sejarah di Pati meragukan kisah tersebut sebagai sebuah sejarah. Sebab, sejarawan Belanda yang kerap menulis sejarah Jawa, Johannes de Graaf mencatat, bupati Pati pertama adalah Kayu Bralit.

Kayu Bralit adalah nama lain dari Jati Kusumo yang disebut de Graaf menjadi penguasa pertama Pati pada 1518. Ia merupakan putra dari Puspo Kusumo yang sebetulnya lebih awal bergelar Kayu Bralit.

“Bupati Pati pertama sebetulnya Puspo Kusumo. Dia Kayu Bralit pertama yang gugur mendampingi Pati Unus melawan kedatangan Portugis. Namun, de Graaf mencatat Kayu Bralit adalah putranya, Jati Kusumo,” ujar pegiat sejarah Pati, Sugiono, Senin (7/8/2017).

Penguasa Pati pertama merupakan trah dari Majapahit yang kemudian bersilang trah “Ngerang”. Dari sana, lahir tokoh legendaris bernama Umar Nurul Yaqin yang kerap didengar masyarakat Pati sebagai sebutan Ki Ageng Penjawi.

Dia punya dua anak, yaitu Waskita Jawi dan Siddieq Nurul Yaqin yang akrab di telinga masyarakat dengan sebutan Raden Wasis Joyokusumo. Waskita Jawi diperistri Panembahan Senopati, pendiri Mataram yang kemudian melahirkan raja-raja di Jawa seperti Raden Mas Jolang dan Sultan Agung.

Sementara sejarah Wasis Joyokusumo seolah ditelan bumi dan penuh dengan misteri, pascakekalahannya dalam perang saudara melawan kakak iparnya sendiri, Panembahan Senopati.  Karena itu, beberapa sejarawan mempertanyakan siapa sosok Tondonegoro dan Tombronegoro yang tak pernah tercatat dalam sejarah.

Editor : Ali Muntoha

DPRD Pati Minta Mendagri Tak Melantik Paslon Terpilih Secara Serentak

Wakil III DPRD Pati Joni Kurnianto (kanan) menerima surat penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pati di Aula KPU Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk tidak melakukan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih secara serentak. Pasalnya, pelantikan serentak di seluruh Indonesia dianggap kurang efektif.

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, masa jabatan Bupati Pati Haryanto periode 2012-2017 berakhir pada 7 Agustus. Sementara sejumlah bupati di daerah lain ada yang masa jabatannya berakhir lebih dari 7 Agustus 2017.

“Kalau pelantikan dilakukan secara serentak, imbasnya akan ada pelaksana tugas (Plt) atau penanggungjawab (Pj). Hal itu akan membuat pemerintahan menjadi tidak efektif,” ujar Joni kepada MuriaNewsCom, Senin (10/4/2017).

Karena itu, Joni mengusulkan kepada Mendagri melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk melantik paslon terpilih sesuai akhir masa jabatan. Pelantikan serentak dianggap tidak efektif, karena akan memunculkan pejabat sementara yang dinilai belum tentu mahir memimpin daerah.

“Kami dengar, kalau enggak salah di Aceh, ada bupati yang masa jabatannya akhir November 2017. Kalau dilakukan pelantikan secara serentak, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pati yang mestinya dilakukan akhir masa jabatan pada Agustus akan ditunda,” ucap Joni.

Menurutnya, tertundanya pelantikan paslon terpilih karena menunggu pelantikan serentak akan mengganggu kinerja pemerintahan yang berimbas pada masyarakat. Pasalnya, sejumlah program yang sudah siapkan paslon terpilih akan terhambat karena menunggu pelantikan serentak.

Editor : Kholistiono

 

Haryanto-Arifin Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati Terpilih

Haryanto dan Saiful Arifin (batik merah) saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada agenda penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022 di Aula KPU Pati, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan calon terpilih, Haryanto dan Saiful Arifin ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. Penetapan dilakukan dalam rapat pleno terbuka penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih di Aula KPU Pati, Jumat (7/4/2017).

Sejumlah pihak yang hadir, antara lain tokoh politik yang tergabung dalam tim pemenangan dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati. Sementara pasukan keamanan dari polisi dan TNI berjaga-jaga lengkap dengan kendaraan taktis.

Belasan sepeda motor buru sergap disiagakan di depan Kantor KPU Pati, sedangkan kendaraan taktis seperti water canon disiagakan di sebelah timur kantor. Satu tenda khusus dibangun untuk pasukan keamanan.

“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, penetapan paslon dilakukan maksimal tiga hari setelah ada amar putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK), karena kemarin sempat ada gugatan. Hari ini, terhitung sudah tiga hari sejak amar putusan dari MK keluar pada Rabu kemarin,” ujar Ketua KPU Pati Much Nasich.

Paslon terpilih sendiri berangkat ke Kantor KPU Pati dari Haryanto-Arifin Center di Jalan Diponegoro. Tak seperti pendaftaran paslon yang diarak para pendukung, kedatangan paslon ke KPU Pati cenderung tenang, tidak disertai massa pendukung.

“Kami ucapkan terima kasih kepada warga Pati atas kepercayaannya untuk kembali memimpin Pati lima tahun ke depan. Dengan slogan yang sama, noto projo mbangun deso, kami berharap bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Pati,” ucap Haryanto.

Editor : Kholistiono

Pekan Ini, Haryanto-Arifin Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017-2022

Haryanto (kanan) dan Saiful Arifin, seusai berjabat tangan dengan Mantan Bupati Pati Tasiman (kiri) di depan Kantor DPRD Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto dan Saiful Arifin akan segera ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati 2017-2022, setelah gugatan Gerakan Masyarakat (Geram) Pati ke Mahkamah Konstitusi (MK), kandas. Hal itu dikatakan Komisioner KPU Pati Supriyanto, Rabu (5/4/2017).

“Segera setelah saya menerima salinan amar putusan dari MK ini, kami akan menggelar pleno. Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), KPU Pati harus menetapkan pasangan calon paling lambat tiga hari setelah putusan dismisal di MK,” ujar Supriyanto.

Karena itu, penetapan paslon terpilih dijadwalkan akan dilakukan pada Jumat (7/4/2017) mendatang. Sejumlah pihak yang akan diundang, antara lain paslon terpilih, partai politik (parpol) pengusung, dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pati.

“Kami segera plenokan, kapan harinya, akan dilakukan penetapan. Mengacu pada peraturan, kami harus menetapkan paslon paling lambat tiga hari setelah putusan dismisal MK. Kami berharap, penetapan paslon bisa berjalan lancar,” tuturnya.

Secara terpisah, Haryanto mengatakan, kepemimpinannya akan melanjutkan visi sebelumnya, Noto Projo Mbangun Deso. Konsep itu diakui masih sangat relevan karena selaras dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memajukan desa.

“Kami ingin melanjutkan visi menata pemerintahan dan membangun desa. Tentu, visi ini masih sangat relevan dan sesuai dengan program yang dicanangkan Pak Presiden,” ucap Haryanto.

Sementara itu, Saiful Arifin akan mendukung dan membantu Haryanto dalam memimpin Pati, lima tahun ke depan. Tak hanya mengembangkan potensi mina dan tani, pihaknya juga akan memperhatikan industri ramah lingkungan, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Editor : Kholistiono

Haryanto Siapkan Jawaban ke Hakim MK Soal Gugatan Pilkada Pati

Bupati Pati Haryanto menjawab persoalan gugatan Pilkada Pati ke Mahkamah Konstitusi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto ,Calon Bupati terpilih, yang kini juga masih menjabat sebagai Bupati Pati, mengaku sudah menyiapkan jawaban terkait dengan gugatan Gerakan Masyarakat (Geram) Pati yang mempersoalkan selisih hasil pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mempercayakan kuasa hukumnya, KPU dan MK sendiri.

“Saya pasrahkan ke MK. Saya yakin, hakim MK bisa memutuskan secara objektif. Begitu juga KPU, saya yakin KPU selama ini bekerja sesuai dengan undang-undang. Saya juga sudah menyerahkan persoalan itu kepada kuasa hukum saya. Nanti kita lihat hasilnya,” ujar Haryanto, Senin (20/3/2017).

Jawaban yang dipersiapkan diakui normatif dan sesuai dengan landasan hukum. Salah satunya, persoalan hasil suara di mana Geram menyebut hasil kotak kosong mencapai 700.000, sedangkan paslon Haryanto-Arifin 300.000 suara.

“Kalau dikira saya dapat suara 300.000 dan kotak kosong 700.000, saya punya formulir C.1 sebanyak 2.295. Boleh dihitung menggunakan jari kalau saya dikira dapat 300.000 suara. Itu alasannya dari mana saya tidak tahu. Yang jelas, hasil C.1 saya kumpulkan semuanya asli, itu sudah ditetapkan KPU,” tuturnya.

Pada sidang Rabu (22/3/2017) mendatang, MK akan menggelar sidang jawaban dari KPU Pati. Dia berharap, KPU Pati bisa memberikan argumen sesuai dengan fakta-fakta dan kenyataan.

Ditanya soal tudingan kecurangan, Haryanto justru mempertanyakan letak kecurangannya. Sebab, selama ini ia mengaku sudah mengikuti tahapan pilkada sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Ngapain saya curang. Kalau ada yang melaporkan kecurangan itu ditambah-tambahi itu boleh saja, asal pelapor bisa menyajikan data yag sebenarnya. Saya tidak merasa curang. Bahkan, saya sangat hati-hati dan sudah menginstruksikan kepada tim sukses untuk tetap berpegang pada regulasi yang ada,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Pertumbuhan Ekonomi Pati Kalahkan Kudus

Bupati Pati Haryanto menyatakan pertumbuhan ekonomi di Pati lebih tinggi ketimbang Kudus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati meningkat tajam. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Pati mengalahkan Kota Kretek, Kudus. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, Senin (20/3/2017).

“Angka pertumbuhan ekonomi di Pati mencapai 5,98 persen dan Kudus 4,6 persen. Meski Kudus industrinya cukup banyak, tetapi pertumbuhan ekonominya stagnan. Berbeda dengan Pati, pertumbuhannya bagus sehingga patut diapresiasi,” ujar Haryanto.

Tak hanya unggul dari Kudus, pertumbuhan ekonomi Pati diakui paling tinggi di wilayah Karesidenan Pati, yakni Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan. Menurut Haryanto, salah satu yang membuat pertumbuhan ekonomi di Pati berkembang pesat adalah peluang investasi yang baik.

Pemkab Pati menyambut baik investor yang ingin berinvestasi di Bumi Mina Tani. Investasi yang baik berdampak pada tenaga kerja, pengurangan penangguran, serta peluang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang semakin baik.

Selain pertumbuhan ekonomi paling tinggi di eks-Karesidenan Pati, angka kemiskinan di Pati juga turun drastis dari 13,7 persen menjadi 10 persen. Angka pengangguran juga turun drastis dari 13,6 persen menjadi 4,7 persen.

“Peluang investasi di Pati memang kami tangkap dengan baik. Selama investasi itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang bertumpu kepada kesejahteraan masyarakat, kami tidak bisa menolaknya. Kita bisa lihat imbasnya, pengangguran dan kemiskinan menurun, ekonomi terus mengalami pertumbuhan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Debat Terbuka, Haryanto-Arifin Janji Angkat Potensi Mina, Tani dan Industri Ramah Lingkungan

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memaparkan visi-misi pada debat publik di DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memaparkan visi-misi pada debat publik di DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan calon tunggal Pilkada Pati Haryanto dan Saiful Arifin mengikuti debat terbuka atau talkshow penajaman visi misi bertajuk “Pati Sejahtera dengan Bumi Mina Tani” di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Sabtu (4/2/2017). Ada banyak pertanyaan yang dilayangkan panelis kepada paslon tunggal.

Salah satunya, pertanyaan tentang visi dan misi paslon tunggal untuk membangun Kabupaten Pati lima tahun ke depan. Haryanto menjawab, visi-misi masih melanjutkan lima tahun kepemimpinannya dalam tagline “Noto Projo Mbangun Deso.”

“Saya yakin, tagline Noto Projo Mbangun Deso masih sangat relevan untuk Pati. Kehidupan masyarakat Pati hampir di pedesaan, sehingga butuh uluran tangan pemerintah daerah. Dalam tagline Noto Projo Mbangun Deso, kami akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik,” ujar Haryanto.

Ada banyak potensi di Pati yang akan diangkat Haryanto dan Saiful Arifin. Salah satunya, potensi perikanan dan pertanian yang terkover dalam slogan Pati Bumi Mina Tani. Keduanya sadar, Mina Tani bukan sekadar slogan, tetapi refleksi kekayaan Kabupaten Pati.

“Programnya banyak sekali, semua akan kita angkat. Pati basisnya perikanan dan pertanian, sehingga harus kita angkat dan maksimalkan. Kami juga tidak meninggalkan industri ramah lingkungan yang bisa menampung tenaga kerja sehingga diterima masyarakat,” tutur Haryanto.

Menurutnya, kepemimpinannya selama lima tahun sudah terbukti menyejahterakan masyarakat. Banyak industri yang sudah menampung tenaga kerja dan berhasil menurunkan angka pengangguran secara drastis, dari 13,6 persen pada 2011 menjadi 4,6 persen. Pertumbuhan ekonomi di Pati juga diklaim lebih tinggi ketimbang provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengaku akan membantu kinerja Haryanto menjadi lebih baik lagi, konsen pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta kewirausahaan. Arifin bersama Haryanto optimistis bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Budiyono Terkejut Mengetahui Dirinya Dilaporkan LSM ke Kejari Pati Terkait Kasus Dugaan Korupsi

Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Pati Mohammad Syaifudin memberikan keterangan kepada awak media, usai melaporkan Budiyono ke Kejari Pati terkait dugaan korupsi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Pati Mohammad Syaifudin memberikan keterangan kepada awak media, usai melaporkan Budiyono ke Kejari Pati terkait dugaan korupsi, Kamis (26/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Budiyono, pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati terkait dengan dugaan korupsi. Laporan itu dilayangkan Ketua Divisi Penindakan DPD Garuda Paksi Kabupaten Pati Mohammad Syaifudin di Kantor Kejari Pati, Kamis (26/1/2017).

Syaifudin mengatakan, Budiyono mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencairkan dana proyek yang dianggap tidak jelas. Surat tersebut dibuat tanpa nomor dan menggunakan stempel Bupati Pati.

“Itu jelas menyalahi aturan. Wakil Bupati tidak punya wewenang melakukan itu, karena Bupati Pati tidak berhalangan. Kami anggap, Budiyono melakukan penyalahgunaan wewenang,” ucap Syaifudin.

Budiyono juga dilaporkan dengan kasus dugaan pidana korupsi pada pembangunan dua jembatan di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, masing-masing senilai Rp 750 juta dan Rp 450 juta, serta jembatan Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen dengan nilai proyek sebesar Rp 500 juta. Proyek dari APBD Provinsi Jawa Tengah itu disebut tanpa melalui mekanisme lelang.

Menanggapi hal itu, Budiyono terkejut. “Masya Allah. Setelah saya kroscek, ternyata itu bantuan dari provinsi. Mekanismenya jelas, pencairan dana tersebut melalui tim verifikasi. Penerimaan dana itu langsung ke rekening desa,” ujar Budiyono kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, dia terkejut saat mengetahui informasi adanya pelaporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke Kejari Pati yang mencatut namanya. Pemda dalam hal ini Bapermades, lanjut Budiyono, hanya mengetahui pengajuan proposal awal.

“Semoga menjadi hikmah untuk semuanya, sehingga Pati menjadi lebih baik,” kata Budiyono yang mengaku sedang berada di kawasan Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso untuk berziarah di makam wali Syeikh Ahmad Muttamaqin.

Editor : Kholistiono

Gara-gara Belum Dilantik Sebagai ASN, Ratusan PNS di Pati Belum Terima Gaji

 Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) tengah bersantai di Pemkab Pati, Selasa (3/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) tengah bersantai di Pemkab Pati, Selasa (3/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Plt Bupati Pati Budiyono memastikan segera melantik pegawai negeri sipil (PNS) menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hal itu diungkapkan Budiyono, Selasa (3/1/2017), menyusul banyaknya keluhan akibat telatnya pelantikan PNS menjadi ASN.

“Ini masih dalam proses. Tidak lama lagi, kami akan melakukan pelantikan PNS menjadi ASN, termasuk pengisian pejabat berdasar organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Budiyono, singkat.

Salah satu dampak akibat telambatnya pelantikan ASN dan OPD di Pati, antara lain pegawai tidak mendapatkan gaji pada Januari 2017. Selain itu, pejabat tidak memiliki kewenangan, lantaran statusnya masih menjadi pegawai biasa.

Seorang PNS yang tidak mau disebut namanya, mengaku belum menerima gaji akibat keterlambatan pelantikan PNS menjadi ASN. “Ya, untung saja saya punya usaha sampingan, lumayan bisa buat ngopi saat gaji belum turun,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pati, Jumani mengatakan, persiapan untuk pelantikan ASN dan pejabat OPD sudah siap. Saat ini, dia menunggu perintah dari Plt Bupati Pati untuk melakukan pelantikan.

“Persiapan menyangkut pelantikan ASN dan pejabat OPD sebetulnya sudah siap semua. Kami tinggal menunggu perintah dari Plt Bupati Pati,” tandas Jumani.

Editor : Kholistiono

Budiyono Imbau Warga Pati Tidak Terprovokasi Isu 4 November

 Plt Bupati Pati Budiyono bersama dengan Forkopimda dalam silaturahmi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ruang Pragola Setda Pati, Rabu (02/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Plt Bupati Pati Budiyono bersama dengan Forkopimda dalam silaturahmi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ruang Pragola Setda Pati, Rabu (02/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Plt Bupati Pati Budiyono mengimbau kepada warga Pati untuk tidak terprovokasi dengan isu aksi demonstrasi yang dilakukan di DKI Jakarta, Jumat (04/11/2016) mendatang. Imbauan itu dilakukan agar warga Pati tetap kondusif.

“Saya sudah mengetahui kalau Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Pati akan menggelar aksi di depan Kantor Pemda Pati pada 4 November nanti. Kami tetap menghormati, karena menjadi bagian dari demokrasi selama itu tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Budiyono, Rabu (02/11/2016).

Dia juga mengaku, dampak panasnya Pilkada DKI Jakarta memang sampai ke Pati. Hal itu disebut wajar, mengingat DKI merupakan ibu kota negara yang menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia.

Kendati begitu, dia meminta agar panasnya isu Pilkada DKI Jakarta tidak sampai mempengaruhi, apalagi membuat warga Pati terprovokasi. Maka, warga Pati mesti cerdas dalam mengolah isu yang sarat akan kepentingan politik tersebut.

“Semua masyarakat Pati harus menyikapi Pilkada DKI dengan hati yang dingin dan pemikiran yang cerdas. Jangan sampai isu-isu yang ditunggangi kepentingan-kepentingan politik justru membuat masyarakat terpecah belah,” imbau Budiyono.

Dia juga meminta kepada peserta yang akan mengikuti aksi long march dan orasi umum di Pati pada 4 November 2016, bisa mengutamakan kondusivitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat. “Jangan sampai aksi nanti justru mengganggu aktivitas masyarakat. Utamakan keamanan dan ketertiban,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Budiyono Resmi Menjadi Pelaksana Tugas Bupati Pati

Haryanto (baju putih) menyerahkan tugas Bupati Pati kepada Wakilnya, Budiyono, menyusul pencalonan Bupati Pati 2017, Jumat (28/10/2016) . (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (baju putih) menyerahkan tugas Bupati Pati kepada Wakilnya, Budiyono, menyusul pencalonan Bupati Pati 2017, Jumat (28/10/2016) . (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menyerahkan tugas jabatannya kepada Wakil Bupati Pati Budiyono di Pendapa Kabupaten Pati, Jumat (28/10/2016). Usai penyerahan tugas tersebut, Budiyono resmi menjadi pelaksana tugas (Plt) Bupati Pati.

Penyerahan tugas itu dilakukan, menyusul kegiatan Haryanto yang sudah cuti dari jabatannya sebagai bupati karena mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Pati 2017. Terlebih, masa kampanye sudah dimulai pada Jumat (28/10/2016) hingga Sabtu (11/02/2017).

“Surat perintah sudah kami terima. Setelah penyerahan ini, kami akan melaksanakan tugas Bupati Pati. Salah satunya, penandatanganan APBD 2017 dan tugas rutin bupati. Kami akan segera berkoordinasi kepada Sekda, asisten dan staf ahli setelah penyerahan tugas,” kata Budiyono.

Sementara itu, Haryanto menegaskan, penyerahan tugas itu sebagaimana undang-undang, tidak termasuk melaksanakan wewenang dalam hal kebijakan. Misalnya, kebijakan keuangan, mutasi jabatan, dan sebagainya.

“Itupun harus koordinasi dan komunikasi, karena masih menjadi bupati. Hanya saja, tugas itu diserahkan untuk sementara, karena saya menjalani masa cuti untuk mengikuti Pilkada Pati 2017,” tutur Haryanto.

Dalam UU 32 Tahun 2004 disebutkan, kepala daerah yang diangkat dari wakil kepala daerah yang menggantikan kepala daerah yang mengundurkan diri untuk mencalonkan sebagai calon kepala daerah, dilarang untuk melakukan mutasi pegawai dan dilarang membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelmnya.

Selain itu, dia dilarang membatalkan perizinan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya atau mengeluarkan izin dan juga dilarang membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan, serta program pembangunan pejabat sebelumnya.
Editor : Kholistiono

Haryanto Akhirnya Pensiun dari PNS dan Siap Melaju sebagai Calon Bupati Pati

Bupati Pati Haryanto menyatakan sudah pensiun dari PNS per Kamis (20/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menyatakan sudah pensiun dari PNS per Kamis (20/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto akhirnya dinyatakan pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS) secara resmi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Surat Keterangan (SK) pensiun diterima Haryanto, Kamis (20/10/2016).

SK tersebut yang akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati sebagai salah satu syarat untuk maju sebagai calon bupati. Pada saat yang sama, Haryanto memang dinyatakan layak untuk pensiun karena memiliki masa kerja 25 tahun, delapan bulan.

Terlebih, Haryanto sudah berusia lebih dari 50 tahun, sehingga memenuhi syarat untuk pensiun ketika mengajukan permohonan pensiun ke BKN. Calon Bupati Pati pada Pilkada 2017 ini pensiun dengan pangkat penata tingkat 1 atau golongan IIId.

“Undang-undang saat ini mengharuskan untuk berhenti bila ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pengajuan berhenti itu memenuhi syarat pensiun atau tidak. Kebetulan, saya memang sudah memenuhi syarat pensiun, sehingga mendapatkan SK pensiun untuk saya serahkan kepada KPU sebagai syarat untuk maju sebagai calon kepala daerah,” ucap Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Penyerahan SK berhenti atau pensiun dari PNS tersebut harus diserahkan paling lambat tujuh hari, setelah penetapan calon. Karena itu, Haryanto bisa saja menyerahkan SK pensiun dari PNS kepada KPU, sebelum atau sesudah penetapan calon mengingat SK pensiun dari PNS sudah dikantongi.

Selain mengantongi SK pensiun, Haryanto juga mengaku sudah memiliki surat cuti. Hanya saja, dia masih menunggu hasil keputusan uji materi Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan masa cuti, apakah pada saat kampanye atau total selama mengikuti proses tahapan pilkada usai ditetapkan sebagai calon.

Editor : Kholistiono

Haryanto Ajukan Pengunduran Diri dari PNS dan Bersiap Pensiun

 Bupati Pati Haryanto (kiri) bersama Forkopimda Pati dalam suatu acara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto (kiri) bersama Forkopimda Pati dalam suatu acara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai pegawai negeri sipil terkait dengan kepentingannya mencalonkan diri sebagai calon bupati pada Pilkada Pati pada 15 Februari 2017.

Surat pengunduran diri dari PNS dan permohonan cuti tersebut sudah dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), baru-baru ini. “Saya sudah mengajukan pensiun dan sepertinya sudah terkirim ke BKN. Tidak terlalu lama akan ada hasilnya,” kata Haryanto, Jumat (13/10/2016).

Terkait dengan cuti, dia mengatakan akan patuh pada aturan dan sudah mengajukan cuti sesuai dengan syarat sebagai calon bupati. Namun, bila hasil uji materi dari Mahkamah Konstitusi (MK) menentukan lain, dia akan patuh pada mekanisme yang dibuat negara.

“Kalau hasil uji materi menentukan lain, ya saya akan ngikuti. Saya kerja ke mana-mana kan sama saja, dikenal masyarakat. Misalnya putusan MK hanya cuti pada sebelum atau saat kampanye, ya saya lakukan cuti pada saat kampanye. Tapi, kalau MK memutuskan cuti total sampai sebelum pilihan, ya saya ikut,” ucap Haryanto.

Seperti diketahui, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 24 Oktober. Haryanto dan Saiful Arifin akan secara resmi menjadi paslon, setelah semua syarat diverifikasi dan dinyatakan lolos.

Saat ini, peraturan mengharuskan PNS mundur dari jabatannya bila ingin melaju sebagai calon bupati dan wakil bupati. Aturan tersebut yang mengharuskan Haryanto mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil.

Selain itu, aturan mengharuskan bupati cuti selama masa kampanye. Namun, bila ternyata MK memunculkan aturan baru untuk cuti secara total, Haryanto mengaku akan patuh pada mekanisme yang ada.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati: Hari Kesaktian Pancasila jadi Momentum Guyub Rukun

Pasukan TNI membawa tongkat Garuda Pancasila dalam event kirab Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasukan TNI membawa tongkat Garuda Pancasila dalam event kirab Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi warga Pati untuk membangun semangat guyub rukun. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam Upacara Kebangsaan di Alun-alun Pati, Sabtu (01/10/2016) sore.

“Sebagai kepala daerah, saya bangga dengan semangat persatuan dan kesatuan warga Pati dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar kirab bendera merah putih. Ini adalah momentum untuk bersatu dan guyub rukun untuk bersama-sama membangun Pati menjadi lebih baik,” kata Haryanto.

Dia mengatakan, warga Pati sebentar lagi akan mengikuti pesta demokrasi pilkada pada 15 Februari 2017. Dengan adanya pilkada, Haryanto berharap warga Pati bisa tetap bersatu dalam guyub rukun, kendati berbeda pandangan.

“Bentar lagi, kita akan menghadapi pilkada. Jangan terpecah-pecah hanya karena perbedaan pandangan. Meski beda pandangan dalam pilkada, tetapi tetap bersatu dalam guyub rukun sebagai warga Pati. Hanya dengan semangat kebersamaan, pembangunan Pati bisa berjalan baik,” imbuh Haryanto.

Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Pati, Endah Sri Wahyuningsih menuturkan, event seremonial sangat diperlukan untuk kembali membangkitkan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan cinta Pancasila. Generasi penerus bangsa, seperti siswa diharapkan bisa mengenal, menyelami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

“Sebagai Anggota DPRD Pati, kami juga mengimbau kepada sekolah dan lembaga pendidikan yang ada di Pati tidak hanya menekankan pada aspek mental dan moralitas, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme dan bangga menjadi manusia Indonesia. Bekal tersebut yang nantinya bisa membawa perubahan pada negara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2 Desa di Pati jadi Sasaran Program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, usai menandatangani program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 di Desa Angkatan Kidul, Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, usai menandatangani program TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 di Desa Angkatan Kidul, Tambakromo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dua desa di Kabupaten Pati menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II. Kedua desa tersebut adalah Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo dan Desa Angkatan Kidul, Kecamatan Tambakromo.

Di Desa Wotan, program dilakukan dengan betonisasi jalan yang menghubungkan Desa Wotan dan Karangrowo, Kudus. Betonisasi dilakukan, karena menjadi akses warga setempat menuju Kecamatan Sukolilo maupun Kecamatan Undaan, Kudus.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, TMMD adalah program yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui prajurit TNI AD yang dilaksanakan di setiap wilayah Kodim. Program TMMD menyasar langsung pada pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan dan jembatan agar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat pedesaan.

“Masih ada sekitar 4,7 juta jiwa masyarakat miskin di Jawa Tengah. Mereka yang tinggal di pedesaan butuh bantuan dan langkah konkrit dari pemerintah. Dengan program TMMD, kiprah nyata dari prajurit TNI diharapkan bisa membantu kehidupan warga yang hidup di pedesaan,” ujar Haryanto, Sabtu (24/09/2016).

Senada dengan Haryanto, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma menuturkan, progam TMMD Sengkuyung Tahap II 2016 ini dipusatkan di Desa Angkatan Kidul dan Wotan. Kedua desa itu dinilai butuh mendapatkan bantuan, mengingat infrastrukturnya tidak memadahi untuk warga.

Di Desa Angkatan Kidul juga dilakukan betonisasi sepanjang 1,5 km, pembuatan Poskamling sebanyak dua unit, dan jambanisasi sebanyak lima unit. Sementara itu, pembangunan nonfisik dilakukan dengan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan gratis kepada masyarakat, workshop hidup sehat, pelatihan budi daya ikan kolam, hingga lokakarya kewaspadaan nasional, serta penyuluhan hukum.

“Selain melibatkan anggota TNI, program TMMD juga melibatkan lintas sektoral, mulai dari Kementerian, Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, Pemerintah Desa, termasuk masyarakat sendiri. Kami berharap, semangat kemanunggalan TNI dengan lintas sektoral dan rakyat bisa membantu percepatan pembangunan di daerah yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” kata Letkol Inf Andri.

Warsiti (38), warga Desa Wotan mengaku senang dengan adanya program TMMD. Sebab, jalan di desanya yang selama susah diakses sudah diperbaiki. “Kalau jalan lancar, rezeki juga lancar,” ucapnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para prajurit TNI, Pemkab Pati dan berbagai pihak yang sudah mewujudkan betonisasi di desanya. “Bapak-bapak TNI mengerjakan betonisasi jalan dengan semangat, meski di bawah terik matahari yang menyengat. Dengan betonisasi, jalan yang menjadi akses warga untuk kerja menjadi baik sehingga bisa menyejahterakan masyarakat,” tandas Warsiti.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati Haryanto Serahkan Santunan Kematian Senilai Rp 145 Juta

Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan sosial santuan kematian tahap kelima secara simbolis di Kantor Dinsosnakertrans Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan sosial santuan kematian tahap kelima secara simbolis di Kantor Dinsosnakertrans Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto menyerahkan santunan kematian tahap kelima kepada 145 orang di Kabupaten Pati. Santunan tahap kelima tersebut diberikan kepada warga yang tersebar di 2 kelurahan, 50 desa, dan 19 kecamatan.

“Masing-masing keluarga mendapatkan santunan kematian senilai Rp 1 juta. Uang itu langsung ditransfer melalui masing-masing rekening bank ahli waris yang menerima bantuan. Transfer sendiri dilakukan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pati,” ujar Haryanto, Jumat (23/09/2016).

Dana santunan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun 2016. Kendati tidak seberapa, Haryanto berharap agar santunan tersebut bisa sedikit mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan.

“Bantuan ini menjadi salah satu program Pemkab Pati di bidang sosial. Dana bantuan sosial santunan kematian ditujukan kepada ahli waris yang dinilai kurang mampu. Dengan begitu, dana itu bisa dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.

Tercatat, pemkab sudah menyalurkan bantuan sosial santunan kematian sebanyak lima kali sepanjang 2016. Dana ditransfer langsung ke nomor rekening bank ahli waris dengan harapan tidak ada potongan dari pihak manapun.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pati Subawi menambahkan, proses pengajuan untuk mendapatkan dana bantuan sosial santunan kematian cukup mudah. Ahli waris yang merasa tidak mampu secara ekonomi bisa meminta kepada kepala desa setempat.

Dari kepala desa diusulkan kepada camat yang kemudian disampaikan ke pemkab. “Kalau sudah cair, dana itu langsung ditransfer kepada ahli waris. Selama warga itu benar-benar tidak mampu, pemkab akan mengakomodasi melalui program bantuan sosial santunan kematian,” imbuh Subawi.

Dikatakan, biaya orang meninggal saat ini terbilang cukup mahal. Hal itu dinilai menjadi beban berat bagi keluarga yang tidak mampu. Karena itu, dana tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengurangi beban ahli waris yang ditinggalkan.

Editor : Kholistiono

Bupati Haryanto Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Pati 2017

Bupati Pati Haryanto menerima hasil pencocokan dan penelitian data pemilih Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menerima hasil pencocokan dan penelitian data pemilih Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dan keluarga dipastikan akan mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati dalam Pilkada 2017 di kampung halamannya, yaitu Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati. Hal itu ditegaskan Haryanto, menyusul hasil pendataaan yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kecamatan Juwana yang telah melakukan pencocokan dan penelitian di kediaman Haryanto, Kamis (15/09/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Haryanto mengajak kepada semua masyarakat Pati untuk ikut berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2017. Dia juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergoda dengan iming-iming politik uang. Sebab, politik uang diakui Haryanto bisa menggadaikan masa depan Kabupaten Pati, karena salah memilih.

Tak seperti periode lalu, pendaftaran pemilihan bupati dan wakilnya saat ini ada perbedaan. Saat ini, Daftar Pemilih Tetap (DPT) mengacu pada e-KTP. Padahal, pengadaan perekaman e-KTP di Pati diakui masih ada kekurangan. Hal itu disebabkan adanya keterlambatan blanko dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Blanko e-KTP yang didistribusikan Kemendagri memang ada keterlambatan, sehingga ada beberapa warga yang belum dicetak. Namun, kami kemudian berpikir untuk mencari jalan keluar dan solusi. Salah satunya, harus menggunakan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar hak pilihnya tetap bisa digunakan,” ujar Haryanto.

Sebagai tindak lanjut, Bupati akan memerintahkan seluruh kecamatan untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut, sehingga semua warga yang sudah berhak memilih bisa menggunakan hak pilih.

“Saya sudah memerintahkan kepada Disdukcapil untuk segera melakukan verifikasi berapa jumlah yang sudah melakukan perekaman, tapi belum mendapatkan e-KTP. Dengan demikian, mereka mendapatkan surat keterangan dari Disdukcapil,” tuturnya.

Mekanismenya, kecamatan harus melaporkan hasil verifikasi pencocokan dan penelitian Daftar Pemilih Sementara. Selanjutnya, Disdukcapil akan menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat keterangan yang bisa digunakan sebagai pengganti e-KTP yang belum jadi saat Pilkada 2017 mendatang.

Sementara itu, Plt Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Kecamatan, Panca Puspita mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan di tujuh TPS di Desa Raci. Di desa tersebut, Panca juga mendata Bupati Pati Haryanto dalam kapasitasnya sebagai pemilih.

Dari hasil pencocokan dan penelitian sementara, Kecamatan Batangan sampai saat ini mencapai 60 persen dari angka keseluruhan. Verifikasi pemilih ditargetkan akan selesai, sebelum 6 November 2016.

Editor : Kholistiono

Bupati Angkat Bicara Terkait Kampanye Hitam Berkedok Teror Bom di Pati

Bupati Pati Haryanto pada salah satu kegiatan beberapa waktu lalu. Dirinya mengimbau kepada warga untuk guyub rukun, tidak terpancing dengan isu politik yang tidak bertanggung jawab. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto pada salah satu kegiatan beberapa waktu lalu. Dirinya mengimbau kepada warga untuk guyub rukun, tidak terpancing dengan isu politik yang tidak bertanggung jawab. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto akhirnya angkat bicara terkait dengan kampanye hitam berkedok teror mirip bom yang terjadi di depan Kantor DPRD Pati dan Rumah Dinas Sekda Pati Desmon Hastiono, tak lama ini.

Menurutnya, kampanye hitam dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin merusak kondusivitas Kabupaten Pati menjelang pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang. Karena itu, bupati meminta kepada masyarakat untuk tidak menanggapi adanya kotak mirip bom, karena sudah dipastikan bermuatan politis.

“Kami sebagai kepala daerah mengimbau kepada warga Pati untuk ikut menjaga situasi yang kondusif, terutama menjelang pilkada. Kami meminta kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi adanya isu-isu yang memecah belah warga Pati,” imbau Haryanto.

Terlebih, kata Haryanto, Pati saat ini menghadapi maraknya kampanye hitam yang berisi fitnah. Meski begitu, dia yakin bila warga Pati sudah dewasa dan cerdas dalam menilai mana yang benar dan mana yang salah.

“Saya kira warga Pati sudah cerdas bila kampanye hitam yang berisi fitnah jelas untuk kepentingan politis, sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan. Apalagi, isu-isu politik yang tidak benar mengancam kenyamanan, keamanan dan kondusivitas masyarakat,” tuturnya.

Hal itu yang membuat Haryanto mengajak warga Pati untuk tetap membangun semangat guyub rukun. Dengan begitu, upaya teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang tidak bisa memecah warga Pati. “Tujuan mereka meresahkan warga. Kalau kita saling guyub, mereka akan gagal menciptakan keresahan menjelang pilkada,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Gudang Garam Bangun Pusat Distribusi dan Marketing di Pati untuk Area se-Karesidenan

 Bupati Pati Haryanto memotong pita, sebelum melakukan peletakan batu pertama gedung perkantoran dan distribusi Gudang Garam di Jalan Pati-Kudus Km 6, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto memotong pita, sebelum melakukan peletakan batu pertama gedung perkantoran dan distribusi Gudang Garam di Jalan Pati-Kudus Km 6, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Perkembangan produk Gudang Garam di Pati yang melaju pesat, membuat perusahaan rokok asal Kediri ini membangun pusat distribusi dan marketing di Pati. Bertempat di Jalan Pati-Kudus Km 6, gedung itu rencananya yang menyetok pasokan produk Gudang Garam di Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, Blora, dan Cepu.

Manajer PT Surya Madistrindo area Pati-Semarang, Waheri Triyanta kepada MuriaNewsCom mengatakan, pembangunan tempat distributor Gudang Garam di Pati bukan tanpa alasan. Ada banyak pertimbangan, sebelum akhirnya pusat distribusi Gudang Garam itu di bangun di Pati.

“Awalnya, kita punya kantor distributor di Jalan P Sudirman sejak 2010. Dari tahun ke tahun, ternyata mengalami perkembangan yang pesat, sehingga kantor di Jalan P Sudirman tidak memenuhi lagi. Setelah ada evaluasi setiap tahun, kita akhirnya memutuskan membuat kantor baru yang difasilitasi perusahaan pusat di Kediri,” ujar Waheri, Senin (1/8/2016)

Secara struktural, distribusi produk Gudang Garam yang ada di Pati dipasok dari area Semarang. Dalam operasionalnya, distribusi diserahkan PT Surya Madistrindo sebagai distributor utama produk Gudang Garam.

“Pati ini lokasinya sangat strategis. Selain dilalui jalur pantura, Pati juga berada di tengah-tengah karesidenan Pati, sehingga sangat mudah untuk melakukan distribusi produk di kabupaten sekitar,” ucap Waheri.

Baca juga :Belasan Perusahaan Tanamkan Investasi di Pati Selama 2016

Editor : Kholistiono

 

Belasan Perusahaan Tanamkan Investasi di Pati Selama 2016

 Bupati Pati Haryanto meletakkan batu pertama pembangunan gedung perkantoran dan distributor Gudang Garam di Jalan Pati-Kudus Km 6, Margorejo, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto meletakkan batu pertama pembangunan gedung perkantoran dan distributor Gudang Garam di Jalan Pati-Kudus Km 6, Margorejo, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

 

MuriaNewsCom, Pati – Belasan perusahaan dari berbagai bidang menanamkan investasinya di Kabupaten Pati selama 2016. Hal itu diungkap Bupati Pati Haryanto, usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perkantoran dan distribusi Gudang Garam di Jalan Pati-Kudus Km 6, Margorejo, Senin (1/8/2016).

“Pati akhir-akhir ini memang banyak diincar para investor, mulai dari Gudang Garam, Diler Honda, Nasmoco, pabrik sambal, pengalengan ikan, pabrik pengeringan jagung, dan masih banyak lagi lainnya. Kami sendiri sudah memberikan izin belasan perusahaan yang menanamkan investasi di Pati selama 2016,” kata Haryanto.

Perusahaan yang berinvestasi di Pati tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pati bagian barat, selatan, utara, tengah dan timur. Keberadaan pabrik di Pati yang berkembang pesar diharapkan bisa membuka peluang kerja selebar-lebarnya bagi warga Pati.

“Di wilayah timur sudah sangat banyak dan berkembang pesat. Di bagian selatan, ada pabrik jagung. Bagian utara masih seputar peternakan. Kami sudah memberikan peringatan kepada investor untuk mengutamakan warga Pati ketika mengambil karyawan,” tuturnya.

Selama ini, Pemkab mendukung iklim investasi di Pati. Bahkan, beberapa investor yang menemui kendala akan difasilitasi. Semua izin yang diberikan kepada investor diakui sudah sesuai dengan prosedur yang diharapkan dapat menambah peluang kerja bagi warga Pati.

Haryanto menyebut, ada sejumlah alasan investor tertarik dengan Pati. Salah satunya, upah minimum kabupaten (UMK) masih rendah, kondisi Pati relatif kondusif, dan infrastruktur mendukung. Terlebih, Pati masuk dalam kawasan jalur pantura sehingga sangat strategis untuk mengembangkan usaha.

 Editor : Kholistiono