Ribuan Warga Pati Padati Festival Pembangunan Noto Projo Mbangun Deso

Peserta karnaval melambaikan tangan kepada warga di kawasan Alun-alun Pati, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan warga Pati memadati festival pembangunan bertajuk “Noto Projo Mbangun Deso” di sepanjang jalan dari Alun-alun Pati menuju kawasan Stadion Joyokusumo, Selasa (29/8/2017).

Mereka menyaksikan beragam miniatur potensi Kabupaten Pati yang diarak di sepanjang jalan, dari potensi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga perhotelan. Sejumlah ornamen seni dan budaya juga tak luput dari pandangan.

Tak ketinggalan, Kodim 0718/Pati menampilkan miniatur tank jenis Leopard yang menjadi kebanggaan anggota TNI AD. Kapal, ikan, sapi, hasil bumi, dua kelinci, garuda, dan beragam potensi Pati lainnya mewarnai suasana karnaval.

Begitu juga nuansa kolosal terlihat di beberapa baris, dari gapura, kereta kencana, kereta berkuda, istana, sampai ornamen semacam patung buta atau raksasa. Berbagai simbol kebanggaan Pati seperti Kuluk Kanigara dan Keris Rambut Pinutung juga ikut menghiasi suasana karnaval.

Bendera merah putih berkobar di sepanjang jalan dan lambang Garuda Pancasila sesekali tampak. Festival Pembangunan Noto Projo Mbangun Deso berhasil menyedot animo warga Pati.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, festival tersebut untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Pati dan HUT ke-72 RI. Festival Pembangunan menjadi simbol untuk membangun dan melejitkan potensi yang ada di Kabupaten Pati.

“Pati punya banyak potensi, dari pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, perhotelan, wisata, dan masih banyak lagi lainnya. Potensi itu yang ingin kami tunjukkan dalam festival pembangunan Noto Projo Mbangun Deso supaya masyarakat tahu,” kata Haryanto.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menambahkan, festival pembangunan menjadi salah satu promosi Pati. Kendati diakui tidak sebesar seperti di Jember dan Banyuwangi, tapi ke depan event serupa akan digeber untuk menarik minat wisatawan asing.

“Ini menjadi ajang promosi Pati. Ke depan, kita akan create untuk promo nasional agar nama Pati dan pembangunan yang ada bisa dilihat masyarakat luas. Ini sudah saatnya Pati maju seperti kota-kota besar lainnya,” pungkas Arifin.

Editor : Ali Muntoha

Nah lho…Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kasus penipuan yang dilakukan UN-Swissindo yang menimpa puluhan warga Kabupaten Pati, ternyata diduga menimpa orang nomor satu di Bumi Mina Tani.

Bupati Pati Haryanto dikabarkan ikut menjadi korban penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup tersebut.

Hal ini diterangkan Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar, saat mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Rabu (16/8/2017). Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, bupati Pati menjadi salah satu korban.

Saat ini, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk menyelidiki sejauh mana kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan tersebut.

“Sedang kami dalami termasuk yang menimpa bupati Pati. Jika ditemukan akan diproses hukum sesuai pasal 378 tentang Penipuan, diperkuat UU ITE jika mereka melakukan penipuan via media online. Ancaman hukumannya sampai empat tahun,” katanya dikutip dari Metrojateng.com.

Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan, kasus penipuan ini telah merambah di dua kota di Jateng. Yakni di Kabupaten Pati dan Purwokerto. Di Pati sendiri dilaporkan ada 30-an warga yang menjadi korban.

“Kami memonitor bahwa ada temuan adanya pemberian surat kuasa Swissindo tersebut masuk Pati dan Purwokerto. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika ada relawan yang menawarkan surat kuasa atas nama Swissindo,” ujarnya.

Kepala OJK Jateng Moch Ihsanuddin masih menyelidiki aksi tipu-tipu yang dilakukan Swissindo dengan menyebar surat kuasa palsu.

Baca juga : Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Menurutnya ada indikasi sejumlah perbankan lainnya yang jadi korban kasus penipuan tersebut. Yakni tujuh bank umum, 41 BPR, satu lembaga pembiayaan serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ia menegaskan, kegiatan Swissindo ilegal karena tidak mengantongi izin dari OJK. Ia pun mengimbau kepada para debitur dan pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran palsu tersebut.

“Para korban sebaiknya menempuh upaya hukum agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” tegasnya.

Baca juga : Puluhan Anggota UN Swissindo di Pati Berencana Datangi Bank Mandiri

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah. “Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo, Sabtu (12/8/2017).

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Editor : Ali Muntoha

Pemkab Pati Kucurkan Dana Rp 1,3 Miliar untuk Bangun Tempat Ibadah

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati memberikan bantuan senilai Rp 1,3 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana sebanyak 115 tempat ibadah yang tersebar di 87 desa di Pati. Bantuan keuangan yang tertuang dalam SK Bupati Pati Nomor 400/ 1297 Tahun 2016 tersebut bersumber dari APBD Pati 2016.

Masing-masing tempat ibadah mendapatkan bantuan, antara Rp 7,5 juta sampai Rp 15 juta. Dana tersebut dikucurkan untuk 52 masjid, 56 musala, 6 gereja, dan satu vihara.

Sebelum mendapatkan bantuan, masing-masing tempat ibadah dilakukan verifikasi lapangan. Hasil verifikasi kemudian menentukan jumlah besar kecilnya bantuan yang akan dikucurkan.

“Bantuan pembangunan tempat ibadah ini merupakan upaya Pemkab Pati untuk meningkatkan pemberdayaan lembaga keagamaan dan toleransi antarumat beragama. Ini adalah wujud perhatian Pemkab Pati pada masyarakat dalam beribadah. Kalau sarana dan prasarana tempat ibadahnya nyaman dan bersih, ibadahnya juga menjadi lebih khusyuk,” ujar Bupati Pati Haryanto, saat memberikan pengarahan kepada penerima bantuan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016).

Bupati mengingatkan agar kades dan panitia pembangunan yang hadir dalam pengarahan tersebut bisa memperhatikan dan menaati mekanisme pemberian bantuan. Meski bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran hibah, tapi ia mewanti-wanti kepada panitia untuk tetap mempertanggungjawabkan penggunaan bantuan sesuai dengan aturan.

“Mekanismenya memang berbeda dengan tahun lalu di mana pemberiannya melalui hibah. Namun, sekarang sesuai aturan pusat, hibah harus diberikan kepada lembaga berbadan hukum, sedangkan tempat ibadah masih sangat jarang yang berbadan hukum. Karena itu, pemberian bantuan mulai tahun ini melalui pemerintah desa, sehingga tidak menyalahi aturan yang ada,” ucap Bupati.

Bupati juga mengingatkan para panitia pembangunan untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa. Pasalnya, bantuan tersebut disalurkan melalui rekening pemerintah desa supaya syarat administrasi bisa tercukupi. Dengan begitu, dana bantuan bisa segera direalisasikan Bagian Kesra Setda Pati.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pastikan Keamanan Soal UN di Pati, Haryanto  Sambangi SMP dan MTs

UN iklan pati (e)

Bupati Pati Haryanto dan Kepala Dinas Pendidikan Pati Sarpan (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto bersama Kepala  Dinas Pendidikan dan Asisten 2 Sekda Pati menyambangi  sejumlah SMP dan MTs yang digunakan sebagai tempat  penyimpanan soal. Monitoring tersebut dilakukan untuk  memastikan keamanan soal ujian nasional (UN) untuk SMP dan MTs.

“Monitoring dilakukan untuk memastikan penyimpanan soal di lapangan supaya sesuai dengan standar prosedur yang telah ditetapkan. Sejumlah sekolah yang kami sambangi, antara  lain SMPN 2 Pati, MTs Gembong dan Margoyoso,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (9/5/2016).

Haryanto mengingatkan agar tidak melakukan distribusi soal UN melalui Unit Sub Rayon. Arahan bupati disambut baik Kepala MTs Margoyoso, Taufik. Ia berjanji siap membenahi  proses distribusi sesuai arahan bupati.

“Tadi sudah dimonitoring dan diberi pengarahan. Pada  dasarnya, kami siap meningkatkan pengamanan dan pelayanan  sesuai instruksi bupati. Terutama, pembenahan proses distribusi soal UN yang mengganggu proses kelancaran pelaksanaan UN tingkat SMP dan sederajat,” kata Taufik  selaku Sub Rayon VII.

Taufik menegaskan, pihaknya selaku Koordinator Sub Rayon VII yang membawahi 41 Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan  menindaklanjuti arahan bupati. Dengan begitu, proses  distribusi soal UN yang direncanakan di unit-unit pengambilan soal diubah.

“Awalnya, pengambilan soal memang melalui unit-unit di bawah Sub Rayon. Hal itu justru rawan resistensi. Solusi dari bupati untuk pengambilan soal langsung ke Sub Rayon  tanpa melalui perantara akan kami laksanakan. Dengan demikian, tidak ada kecurangan terkait dengan soal UN,” ucapnya.

Dengan monitoring dan evaluasi tersebut, kerahasiaan soal UN diharapkan tetap terjaga. Pun, siswa diminta untuk melaksanakan ujian dengan sungguh-sungguh, percaya diri, sportif, dan sesuai kemampuannya masing-masing untuk mendapat hasil terbaik.

Editor : Akrom Hazami

 

Hebat! Bupati Pati Haryanto Raih Award Tingkat Nasional Bareng Risma dan Ridwan Kamil

upload jm 16 iklan bupati haryanto (e)

Bupati Pati Haryanto menerima penghargaan tingkat nasional di bidang UMKM dan koperasi dari SINDO Weekly Government Award 2016. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto kembali meraih penghargaan tingkat nasional di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi dari SINDO Weekly Government Award 2016. Penghargaan itu diserahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016) malam.

Sejumlah kepala daerah lainnya yang mendapatkan penghargaan karena dianggap inspiratif, antara lain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Ridwan Kamil dianggap bisa menghidupkan fungsi taman, reformasi birokrasi dengan metode pengembangan layanan teknologi berbasis digital dan Risma dinilai mampu menjadikan Surabaya sebagai kota percontohan pelayanan publik, dan membangun tata pemerintahan kota yang bersih dari korupsi.

Sementara itu, Hasto Wardoyo dipandang tengah mengembangkan industri batik dengan besar. Bahkan, Bulog menggunakan “beras miskin” juga berasal dari Kulonprogo.

Haryanto mengatakan, penghargaan yang diraihnya menjadi memotivasi untuk terus memberikan layanan terbaik kepada warga Pati. “Saya ucapkan terima kasih kepada SINDO Weekly yang sudah memberikan penghargaan. Semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi Pemkab Pati untuk terus memberikan yang terbaik,” ujar Haryanto saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Jumat (15/4/2016).

Selama ini, Haryanto memang dikenal sebagai tokoh yang komitmen di bidang koperasi dan UMKM. Empat bulan yang lalu, ia juga mendapatkan penghargaan serupa dari Kementerian Koperasi dan UKM RI di Istana Negara, Jakarta.

Yang mencengangkan, hanya tujuh bupati dan dua gubernur di seluruh Indonesia mendapatkan penghargaan prestisius itu. Haryanto dianggap sukses mengembangkan kehidupan masyarakat Pati melalui koperasi.

Direktur MNC Group Syafril Nasution mengatakan, penghargaan Government Award 2016 diberikan kepada pemerintah daerah berprestasi di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi yang diadakan Majalah SINDO Weekly.

Dalam penilaiannya, SINDO Weekly menggandeng tim redaksi yang diketuai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto. Penilaian diawali dengan riset dari berbagai referensi, kemudian tiga nominator pemenang ditentukan untuk masing-masing kategori.

Selanjutnya, penilai melakukan observasi dari tatap muka dengan akademisi, masyarakat, hingga kepala daerah. Hasil observasi didiskusikan bersama tim juri untuk menentukan pemenang pada masing-masing kategori.

Ketua DPD RI Irman Gusman yakin bila bupati dan wali kota yang terpilih ini benar-benar punya kualitas yang tidak diragukan. Pasalnya, penilaian tersebut melibatkan masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Desak BPBD untuk Turunkan Indeks Risiko Bencana di Pati

Seorang nenek menangis saat disambangi Bupati Pati Haryanto untuk diberikan bantuan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang nenek menangis saat disambangi Bupati Pati Haryanto untuk diberikan bantuan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya bisa menurunkan indeks risiko bencana di Kabupaten Pati melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat.

Ia mengatakan, bencana memang tidak bisa dihindari. Namun, sumber daya manusia (SDM) diberi kesempatan untuk berusaha dengan meminimalisasi risiko bencana. Karena itu, Haryanto mendesak supaya BPBD Pati bisa menurunkan indeks risiko bencana melalui upaya antisipatif, termasuk menurunkan dampak kerugian ekonomi akibat bencana.

“Kami minta supaya indeks risiko bencana harus turun sampai level aman yang telah ditetapkan dalam Rakornas Penanggulangan Bencana yang digelar akhir Februari lalu di Jakarta,” kata Haryanto saat mengunjungi para korban bencana puting beliung di Desa Sundoluhur, Kayen dan Karaban, Gabus, Sabtu (19/3/2016).

Indeks risiko dihitung dari potensi kemungkinan korban dan dampak yang akan ditimbulkan dari suatu bencana. Tujuannya untuk memberikan informasi tingkat risiko bencana di masing-masing wilayah, sesuai dengan bahaya yang dimiliki.

Menurut Haryanto, kunci upaya penurunan indeks risiko bencana ini dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, peningkatan kapasitas pemkab dan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kedua, penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana. Ketiga, internalisasi pengurangan risiko bencana untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pati.

Salah satu strategi yang didorong untuk menjadi prioritas upaya penanggulangan bencana tersebut adalah peningkatan kapasitas pemkab dan masyarakat. Alasannya, ada keterkaitan yang sangat erat antara peningkatan kapasitas dengan penurunan indeks risiko bencana.

“Ada tiga faktor dari indeks risiko bencana yang harus diperhatikan, yaitu ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Ancaman dan kerentanan menjadi faktor yang cukup sulit diubah dalam lima tahun ke depan. Sedangkan, kapasitas menjadi faktor yang harus diubah, seiring dengan program pembangunan pada masa pemerintahan saya,” ungkapnya.

Karena itu, warga Pati yang sering terkena dampak bencana alam bakal dikenalkan dengan Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (Community Based Disaster Preparedness). Program itu diharapkan bisa mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk bersiaga dalam mengurangi dampak dan risiko bencana yang terjadi di lingkungan terdekatnya.

“Organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga harus lebih giat dalam merintis pelatihan untuk pertolongan pertama berbasis masyarakat. Saya bangga dan berterima kasih kepada kepolisian, TNI, ormas, relawan, serta semua komunitas masyarakat yang telah guyub rukun meringankan kesusahan saudara-saudara kita di sini,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Haryanto bersama PMI dan BPBD menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako, alas tidur, mi instan, dan dana tali asih. Bantuan berupa dana akan diberikan melalui bansos yang akan diajukan pada penganggaran selanjutnya.

Editor : Kholistiono

Pemkab Pati Gelontorkan Dana Hibah Rp 1,2 Miliar untuk Kelompok Tani dan Ternak

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan menyerahkan bantuan dana hibah berupa sarana prasarana pertanian kepada 36 kelompok tani dan ternak senilai Rp 1.2 miliar.

Acara penyerahan dana hibah tersebut dihadiri Bupati Pati Haryanto bersama Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pujo Winarno, Kabag Humas Rasiman beserta kelompok tani penerima dana hibah.

Masing-masing kelompok tani mendapatkan bantuan yang variatif, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. “Bantuan itu untuk menunjang sarana pertanian dan pengembangan peternakan. Penggunaan dana hibah sendiri bisa digunakan sesuai kebutuhan setiap kelompok tani dan ternak,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/3/2016).

Ia menegaskan, setiap kelompok tani punya tanggung jawab untuk mengelola dana hibah sesuai dengan ketentuan. Karena itu, ia mewanti-wanti kepada para petani dan peternak supaya tidak menyalahi penggunaan dana hibah sesuai proposal yang diajukan.

“Setelah bantuan diterima, itu sudah menjadi tanggung jawab kelompok tani dan ternak untuk menggunakan dana sesuai peruntukannya. Jangan sampai disalahgunakan sehingga dijerat hukum,” pesan Haryanto.

Ia menambahkan, dana bantuan tersebut mestinya diberikan tahun lalu. Namun, dana itu sempat tersendat karena terbentur peraturan, sehingga dana hibah baru bisa diserahkan tahun ini kepada kelompok penerima bantuan. Pasalnya, mekanisme penyerahan hibah tidak sekadar diserahkan begitu saja.

“Proses pencairan dana memang butuh waktu. Dana itu diberikan pada kelompok yang benar- benar memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan supaya tidak menimbulkan masalah hukum. Kami ingatkan kembali agar bijaksana dalam menggunakan bantuan yang diterima,” imbuhnya.

Saat ini, kelompok tani dan ternak yang menerima bantuan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah. Ada juga satu kelompok yang mestinya bisa mendapatkan hibah, tetapai ditahan Dispertanak lantaran syaratnya kurang.

Dengan adanya dana hibah tersebut, ia berharap produksi tanaman, pangan dan peternakan di Kabupaten Pati mengalami peningkatan yang signifikan. Sebab, Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai penyangga produksi beras di tingkat provinsi dan nasional.

Dengan predikat itu, Pemkab Pati berupaya mengakomodasi kebutuhan kelompok tani melalui pemberian bantuan alat sistem pertanian (alsintan), sarpras, pendampingan kelompok tani dan pemberian hibah.

Editor : Akrom Hazami

Ini Daftar Partai yang Sudah Disambangi Haryanto-Arifin

Haryanto (kanan) menjalin komunikasi dengan PPP terkait dengan Pilkada 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (kanan) menjalin komunikasi dengan PPP terkait dengan Pilkada 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dari empat bakal calon Bupati Pati yang sudah mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, hanya Haryanto yang terlihat aktif menyambangi partai politik. Sedikitnya ada lima parpol yang sudah disambangi Haryanto yang didampingi Saiful Arifin.

Kelima parpol yang sudah disambangi tersebut, antara lain PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Gerindra. Ke depan, Haryanto juga bakal meningkatkan komunikasi dengan parpol lainnya.

“Komunikasi itu penting. Selama saya di eksekutif, saya berteman baik dengan kalangan legislatif. Jadi, kami tidak canggung lagi ketika akan meningkatkan komunikasi terkait dengan Pilkada 2017 nanti,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Haryanto mengaku tidak punya masalah dengan semua parpol. Itu sebabnya, ia bakal menjalin komunikasi lebih lanjut dengan semua parpol yang dianggap bisa mengusungnya untuk maju kembali sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pati.

Pada periode lalu, Haryanto memang diusung dari sejumlah partai yang diberi nama Koalisi Pelangi yang terdiri dari PKS, Gerindra, PKB, Hanura dan PPP. Kedekatan dengan koalisi pelangi pada periode lalu itulah yang membuat Haryanto semakin mudah dalam merangkul parpol untuk kepentingan Pilkada 2017.

Hal itu diakui Ketua DPC PPP Pati Suwito. Ia mengatakan sudah akrab dengan Haryanto sejak bergabung dengan “Koalisi Pelangi” pada periode lalu.

Editor : Akrom Hazami

Haryanto Tunjukkan Kemesraannya dengan Partai Demokrat

Bupati Haryanto menunjukkan kemesraannya dengan Partai Demokrat yang terlihat dari kehadirannya pada reses PD di Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Haryanto menunjukkan kemesraannya dengan Partai Demokrat yang terlihat dari kehadirannya pada reses PD di Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto yang kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati pada Pilkada 2017 mendatang tak hanya terlihat “mesra” dengan PDI Perjuangan saat ia ikut serta dalam penjaringan balon bupati beberapa waktu lalu.

Haryanto juga menunjukkan hubungan mesranya dengan Partai Demokrat. Hal itu terlihat dari kehadiran Haryanto dalam acara reses Fraksi Demokrat Kabupaten Pati dan Provinsi Jawa Tengah di Gedung PGRI UPT Sukolilo beberapa waktu lalu.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat dihubungi MuriaNewsCom mengaku sudah berkomunikasi lama dengan Haryanto. “Kalau hubungan baik dengan Pak Haryanto memang sudah lama. Komunikasi yang baik sejak awal memang tidak bisa dilepas begitu saja,” ungkapnya, Rabu (9/3/2016).

Bahkan, kata dia, Haryanto acapkali datang dalam agenda yang diselenggarakan Partai Demokrat sudah lama ini. Tak mungkin seorang kepala daerah selalu datang dalam suatu acara bila tidak ada komunikasi yang baik.

Yang lebih mengejutkan, Joni mengatakan, bila hanya Haryanto satu-satunya Bakal Calon Bupati Pati yang sudah berkomunikasi dengan Partai Demokrat. “Dari sekian bakal calon bupati, hanya Pak Haryanto yang sudah berkomunikasi dengan kami,” tuturnya.

Di tubuh Partai Demokrat sendiri, Joni memastikan belum ada kader partai yang mengajukan diri sebagai bakal calon bupati atau wakil, termasuk dirinya dan Kartina Sukawati yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Tengah. Pihaknya masih menunggu konsolidasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati Santuni Korban Kebakaran Rumah Akibat Obat Nyamuk

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran akibat obat nyamuk yang menyebabkan rumah milik Umbar (59), warga Desa Sidoluhur RT 4 RW 1, Kecamatan Jaken, Pati ludes terbakar membuat Bupati Pati Haryanto turun ke lapangan untuk memberikan santunan.

Bantuan yang diberikan bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati itu berupa kasur, beras, obat-obatan, dan mi instan. “Ini memang sudah menjadi bagian dari program kemanusiaan,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang cepat tanggap membantu memadamkan kebakaran. Pasalnya, lokasi kebakaran memang sulit dijangkau mobil unit pemadam kebakaran.

Karena itu, pihaknya bakal merealisasikan program unit pemadam kebakaran di setiap kawedanan supaya bisa menjangkau daerah-daerah pelosok sekalipun. “Saya sudah berulang kali mengusulkan damkar, karena keberadaan damkar memang penting supaya tidak ada peristiwa serupa menimpa Pak Umbar,” katanya.

Sementara itu, Umbar mengatakan, masih bisa bersyukur karena diberikan keselamatan saat kebakaran terjadi. “Saat kebakaran, warung mainan dan barang-barang rumah banyak yang habis terbakar,” tuturnya.

Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah memberikan bantuan. “Kami ucapkan terima kasih, karena Pak Bupati mau jauh-jauh datang dan memberikan bantuan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Terkendala Cuaca, Petani di Pati Diminta Hemat Air

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kelompok tani “Tani Makmur” bisa bernapas lega, lantaran jerih payahnya telah melewati masa tanam pada musim kemarau berbuah manis dengan hasil panen yang menggembirakan. Lebih dari itu, mereka juga sempat khawatir jika padinya diterjang banjir pada musim hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Mochtar Effendi menjelaskan, ada hamparan padi seluas 90 hektare pada areal persawahan Widorokandang, Kecamatan Pati yang siap panen. “Meski banyak kendala mengiringi masa tanam sepanjang Oktober 2015 hingga saat ini, kita bersyukur masih bisa menyaksikan panen raya,” tuturnya setelah mengikuti panen padi, Kamis (4/2/2016).

Kendati cuaca tak mendukung aktivitas petani, tapi Kabid Budidaya Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah Ir Nuswantoro yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengaku hasil panen padi di Kabupaten Pati masih terhitung bagus.

“Kita memang menghadapi banyak kendala sebelumnya, terutama dari aspek cuaca. Musim kemarau kemarin memang sangat lama, sehingga beberapa daerah dilanda kekeringan, termasuk di sini,” kata Nuswantoro.

Ia mengaku bila kondisi air saat ini terlalu memprihatinkan. “Meski hujan sudah turun, tapi kapasitas waduk besar baru terisi sekitar 32 persen saja. Kita lihat saja nanti apakah musim kemarau akan tiba pada April atau tidak. Kalau benar begitu, berarti musim hujan relatif kurang dan kemungkinan akan kesulitan air lagi untuk pertanian,” imbuhnya.

Dengan permasalahan tersebut, ia meminta petani supaya lebih hemat air. Selain itu, ia meminta agar petani melakukan percepatan tanam dengan metode tanam serentak, segera panen bila sudah umur, dan mewaspadai organisme pengganggu tanaman (OPT).

Masukan tersebut disambut baik Bupati Pati Haryanto. Ia akan mendukung hasil pertanian di Pati. Bahkan, ia akan memantau hasil pertanian. Pasalnya, berbagai kendala cuaca seperti kemarau panjang dan intensitas hujan yang minim sempat menjadi kendala bagi petani. Kendati begitu, ia masih bisa bernapas lega karena hasil panen di Pati masih melimpah ruah.

“Kami akan terus memacu agar hasil pertanian di Kabupaten Pati tetap meningkat. Kami akan lakukan peningkatan target nasional untuk menambah lahan pertanian seluas 100 ribu hektare,” ujar Haryanto.

Ia menambahkan, peningkatan target itu sebetulnya tidak mungkin karena berdasarkan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak boleh pemkab mengeluarkan izin yang tak sesuai peruntukannya. Apalagi di Jawa penambahan lahan pertanian hampir tidak mungkin. Karena itu, solusinya kita akan memaksimalkan percepatan tanam, bila biasanya dua kali panen menjadi tiga hingga empat kali panen,” paparnya.

Dengan berbagai upaya dari masing-masing sektor yang membidangi, ia yakin terget yang diberikan pada Kabupaten Pati akan bisa terpenuhi. “Yang penting kita bisa bersatu padu, karena memang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kami selaku pemerintah akan mengawal dan mendampingi. Apa yang menjadi kekurangan akan dipenuhi. Petani juga jangan putus asa untuk terus berusaha. Apapun kendalanya, kita harus mempertahankan gelar sebagai pendongkrak ketahanan pangan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Pati : Kalau Ada SKPD, Camat dan Kades yang Selewengkan Anggaran, Tanggung Sendiri Risikonya

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seluruh pejabat Pemkab Pati yang terdiri dari Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), camat, dan lurah atau kepala desa se-Kabupaten Pati menandatangani pakta integritas penggunaan anggaran 2016 di Ruang Pragola Setda Pati, Senin (4/1/2016).

Mereka diminta untuk menggunakan anggaran selama 2016 sesuai mekanisme dan aturan yang ada. “Jangan sampai ada yang menyimpang. Kalau ada yang melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran, itu urusan mereka karena tanggung jawab sudah diserahkan kepada mereka,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia juga mengimbau kepada pejabat di Kabupaten Pati untuk melaksanakan program-program 2015 yang belum sempat terlaksana untuk dilanjutkan pada 2016. “Kenapa kita buat pakta integritas? Ya agar mereka patuh dan melaksanakan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada,” ujar Haryanto.

Untuk mempercepat serapan anggaran agar tidak seperti tahun sebelumnya, SKPD, camat dan lurah diimbau untuk segera menggunakan anggaran yang digelontorkan dari APBD tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Saya juga punya rumusan. Dana alokasi dana desa (ADD) yang semula masuk penghasilan tetap (siltap) yang semula pencairannya bersamaan, tahun ini kita serahkan siltap setiap bulan kepada perangkat dan kepala desa,” imbuhnya.

Pasalnya, siltap didefinisikan sebagai gaji para perangkat, sehingga siltap akan diserahkan setiap bulan dan tidak per semester seperti tahun sebelumnya. “Formula itu kami nilai akan meningkatkan serapan anggaran pada tahun ini,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Sehari, Bupati Pati Diberi Penghargaan dari Dua Menteri RI

Bupati Pati Haryanto (kanan) berpose usai diberikan penghargaan dari dua kementerian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto (kanan) berpose usai diberikan penghargaan dari dua kementerian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Bupati Pati Haryanto mendapatkan dua penghargaan sekaligus dalam sehari, yakni penghargaan dari Kementerian Pertanian RI, serta Kementerian Koperasi dan UKM RI. Penghargaan itu diberikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Haryanto dinilai sukses dalam mengembangkan kehidupan masyarakat Pati di bidang koperasi dan ketahanan pangan. Atas dasar tersebut, Haryanto menyabet penghargaan PATAKA Penggerak Koperasi di tinkgat kabupaten/kota dan Adhikarya Pangan Nusantara dengan kategori Pembina Ketahanan Pangan.

”Penghargaan itu diberikan, karena berhasil mengaktifkan kembali 80 persen koperasi dari total 1.100 koperasi yang ada di Pati. Dalam beberapa waktu terakhir, koperasi di Pati banyak yang aktif dalam kegiatan dan banyak yang mengajukan badan hukum,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pati Slamet Singgih kepada MuriaNewsCom, Selasa (22/12/2015).

Sementara itu, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Pati Pudjo Setijanto mengatakan, Pemkab Pati dinilai berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan di daerahnya melalui sejumlah hasil pertanian di antaranya padi, jagung dan kedelai.

”Pati bukan hanya memenuhi ketahanan pangan, tetapi juga lebih dari target, yaitu surplus,” imbuhnya.

Tak hanya yang menerima penghargaan tersebut di Indonesia. Penghargaan PATAKA penggerak koperasi hanya tujuh bupati dan dua gubernur yang diberikan. Dan, penghargaan Pembina Ketahanan Pangan hanya diberikan kepada enam bupati dan dua gubernur di Indonesia. (LISMANTO/TITIS W)