Bupati Kudus Tegur Keras Pimpinan SKPD Malas

Bupati Kudus saat memimpin dalam satu kegiatan di halaman pendapa kabupaten setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus saat memimpin dalam satu kegiatan di halaman pendapa kabupaten setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa, kecewa  dengan sikap sejumlah pimpinan SKPD yang malas. Hal itu disebabkan kedatangan pimpinan SKPD yang terlambat hadir pada sidang paripurna di DPRD Kudus, Senin (5/9/2016).

“Saya mengundang SKPD, camat dan kades agar semuanya tahu informasi yang diberikan. Jadi lebih cepat, tapi malah demikian,” katanya dengan nada tinggi.

Tidak hanya itu, bupati juga mengatakan jika kepala SKPD malas untuk datang dan menganggap rapat paripurna tidak penting,biar dirinya saja yang datang.

Hanya jika nanti tidak tahu informasi, salahnya sendiri, Jangan menduga-duga. “Sidang paripurna ini forum tertinggi di DPRD, jadi hormati rapat paripurna dan pora politikus DPRD Kudus,” imbuhnya.

Melihat hal itu,  para kepala SKPD dan kades yang ikut sidang hanya bisa terdiam mendengar kekecewaan bupati dan mulai serius mengikuti jalannya rapat.

Sidang paripurna  digelar dengan agenda penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kudus.

Pada kegiatan itu disinggung pula soal perubahan nama SKPD di Kudus yang bakal terjadi di 2017. Dari sekian banyak SKPD yang ada, beberapa dirombak dan diganti namanya seperti nama dinas. Hal itu disampaikan Sekda Kudus Noor Yasin. Menurutnya, perombakan akan berjalan pada 2017. Sebab, pada tahun ini pemkab akan menyelesaikan program yang ada di tiap SKPD.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Nilai Bupati Langgar Instruksi Mendagri

Bupati Kudus Mushtofa melakukan pelantikan pejabat SKPD. (MuriaNewsCom)

Bupati Kudus Mushtofa melakukan pelantikan pejabat SKPD di pendapa pemkab setempat, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Mushofa dinilai melanggar instruksi Mendagri Mendagri No 061/2911/SJ/tahun 2016 tentang tindak lanjut PP 18/2016 tentang Perangkat Daerah.

Sebab, bupati melakukan pelantikan pejabat struktural, sebelum ditetapkannya SOTK baru.

Demikian disampaikan anggota Komisi A DPRD Kudus, Nur Khabsyin. Pada instruksi Mendagri tersebut dijelaskan terutama pada poin keenam. “Bahwa pengisian pejabat struktural dilaksanakan setelah perda SOTK baru ditetapkan. Bahkan untuk jabatan yang kosong, Mendagri minta agar diisi oleh pelaksana tugas dulu,” katanya.

Instruksi Mendagri 061 tersebut diterbitkan pada 4 Agustus 2016. Sementara, pada 10 Agustus 2016, bupati melantik 51 pejabat eselon II, III dan IV.

Kondisi tersebut, menurut Khabsyin akan menimbulkan permasalahan tersendiri. Karena, sejumlah pejabat yang baru dilantik, bisa jadi akan terkena imbas terhadap SOTK yang baru.

Nantinya, ada jabatan di sejumlah SKPD yang akan dihilangkan atau digabungkan dengan SKPD yang lain.  ”Bisa jadi, ada jabatan-jabatan yang nanti akhirnya dilikuidasi atau digabung dengan yang lain. Tentu ini akan menjadi permasalahan tersendiri,” tukasnya.

Selain itu, menurut Khabsyin, belum dibahasnya Perda SOTK juga merupakan catatan tersendiri bagi Pemkab Kudus. Sebab, sebelumnya Gubernur juga sudah mengeluarkan surat edaran nomor 060/013679/2016 yang isinya memberi tenggat waktu bagi kabupaten/kota di Jateng untuk segera menyelesaikan Perda SOTK maksimal pada 25 Agustus 2016.

”Padahal, kenyataannya hingga kini draf ranperda tentang SOTK juga belum dikirim ke DPRD untuk dibahas,”tukasnya.

Belum lagi terkait persoalan KUA PPAS APBD 2017 yang saat ini sudah disepakati dan ditandatangani jauh hari sebelum Instruksi Mendagri tersebut diterbitkan.  Nantinya, KUA PPAS tersebut juga harus direvisi dengan memperhatikan perubahan SOTK.

Oleh karena itu, Khabsyin mendesak agar pemkab Kudus segera mengirim draf ranperda SOTK. Apalagi, dalam Instruksi Mendagri juga disebutkan pengisian SOTK harus dilakukan maksimal pada Desember 2016 mendatang.

Editor : Akrom Hazami

Musthofa : Buruh Rokok Kudus Jangan Risau

Bupati Kudus Musthofa melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengingatkan para buruh rokok agar tak risau terkait adanya wacana kenaikan harga rokok. Sebab, aturan terkait kenaikan masih pembahasan.

Musthofa menuturkan itu saat melakukan kunjungan ke brak Djarum di Karangbener, Bae Kudus, Rabu (24/8/2016).  Bupati mengatakan agar para buruh tetap bekerja seperti biasanya dan tidak usah panik akan kabar tersebut.

“Itu baru kabar saja, itu hanya sebatas isu saja jadi jangan risau. Dan isu tersebut hanya di kalangan media sosial saja,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, pihak Dirjen Bea Cukai juga belum memberi putusan terkait hal itu. Dia menjelaskan kenaikan rokok diatur dalam cukai.

Sepengetahuannya, kenaikan harga rokok beda dengan harga bahan bakar minyak (BBM). Jika BBM diumumkan naik, besoknya akan terjadi. Tapi kalau rokok, muncul rencana kenaikan harga tapi biasanya terjadi beberapa waktu kemudian.

“Buruh rokok di Kudus ada sekitar 100 ribu lebih. Mereka menjadi tulang punggung keluarga, saya tidak menginginkan mereka berhenti bekerja. Sebab yang nganggur saja saya carikan kerja, apalagi yang kerja, jangan sampai nganggur,” imbuhnya.

Wacana kenaikan harga rokokt tersebut merupakan hasil studi Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Masyarakat Universitas  Indonesia, Hasbullah Thabrany.  Usulan kenaikan harga rokok diketahui guna mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia.

Kenaikan  cukai rokok diikuti kenaikan harga rokok. Kemungkinan perokok akan berhenti jika harganya dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Hasilnya adalah, sekitar 80 persen bukan perokok setuju jika harga rokok dinaikkan.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus: Jangan Biarkan Rakyat Kami Jadi Pengangguran karena Rokok Naik

Suasana program acara ILC yang membahas soal kenaikan harga rokok, yang dihadiri Bupati Kudus H Musthofa, Selasa (23/8/2016). (MuriaNewsCom)

Suasana program acara ILC yang membahas soal kenaikan harga rokok, yang dihadiri Bupati Kudus H Musthofa, Selasa (23/8/2016). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa menegaskan bahwa jika harga rokok mengalami kenaikan, maka yang akan menderita adalah warga di Kabupaten Kudus.

Hal itu disampaikannya, saat menjadi salah satu narasumber di program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne, Selasa (23/8/2016) malam. Menurutnya, dia tidak ingin warganya menjadi pengangguran akibat dari dampak kenaikan tersebut.

”Saya ingin membawa suara rakyat kami. Jangan sampai rakyat kami menjadi pengangguran, karena adanya kenaikan rokok yang begitu tinggi,” jelasnya.

Bupati mengatakan, jika kenaikan harga itu memang adalah kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai pemerintah daerah, pihaknya tidak akan ikut campur. ”Tapi, persoalan ini menyangkut masa depan warga kami. Ada kurang lebih 12% dari warga kami yang bekerja di industri rokok ini. Kurang lebih seratus ribu warga kami di sana. Bayangkan saja itu,” terangnya.

Sebagai kepala daerah, menurut bupati, pihaknya selalu memonitor kegiatan dari para buruh bidang rokok. Meskipun selama ini, dana bagi hasil dari cukai, masih dirasakannya tidak adil.

”Bayangkan saja, dari sekian triliun dana cukai dari rokok itu, kita hanya diberi berapa. Apalagi dengan aturan pemerintah yang ketat, sehingga kami kesulitan untuk menjalankannya,” terangnya.

Apalagi, menurut bupati, pemerintah daerah sudah melakukan serangkaian kegiatan untuk menyejahterakan warganya. Berbagai pelatihan dilakukan, sehingga mereka yang bekerja di industri rokok, bisa semakin naik kesejahteraannya.

”Termasuk juga bagaimana perusahaan rokok sudah melakukan berbagai kegiatan untuk warga kami. Dari mulai bidang pendidikan dan olahraga. Peran mereka sangat penting. Kontribusinya tidak sedikit,” paparnya.

Karena itu, bupati meminta kepada pemerintah, jangan sampai memberlakukan kebijakan yang bisa membuat warganya menjadi pengangguran. Harusnya dipikirkan bagaimana tahapan untuk bisa menerapkan kebijakan itu.

”Bagaimana supaya ditata dulu mekanismenya, sebelum memberlakukan kebijakan itu. Sehingga warga kami bisa tetap terayomi dan tetap meningkat kesejahteraannya,” imbuhnya.

Editor: Merie

Bupati Kudus Paparkan Kekuatan Ekonomi Kerakyatan dari Pengusaha Muda di UI

Bupati Kudus Musthofa memaparkan tentang ekonomi kerakyatan di kampus Universitas Indonesia (Istimewa)

Bupati Kudus Musthofa memaparkan tentang ekonomi kerakyatan di kampus Universitas Indonesia (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus -Kekuatan ekonomi nasional, ada pada para pelaku ekonomi kerakyatan. Mulai dari level usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga besar. Semuanya memberikan andil besar sebagai pondasi ekonomi nasional. Keberadaannya telah teruji karena tangguh dan kokoh dalam menghadapi badai krisis yang menerpa Indonesia beberapa tahun silam.

Pemerintah sebagai pemangku kekuasaan tentu tidak boleh hanya berdiam melihat potensi usaha mikro yang jumlahnya lebih dari 98,7 persen dari total UMKM yang ada. Ini merupakan potensi yang luar biasa jika benar-benar diberdayakan dengan optimal. Tentunya pemerintah harus hadir untuk itu.

Hal itu disampaikan Bupati Kudus Musthofa, pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di gedung lantai 2 Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Kampus Depok, Rabu (27/7/2016). Pada diskusi yang mengambil tema ’Kita dan ASEAN’ ini, bupati mengatakan akan dan terus mengoptimalkan UMKM yang ada di Kudus. Kerja sama yang sinergis pemerintah dan stakeholder diharapkan mampu menghasilkan UMKM yang sukses. ”Indikator keberhasilan pemerintah, salah satunya bagaimana agar bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan ini,” kata bupati.

Hadirnya pemerintah akan menjembatani beberapa permasalahan dan tantangan bagi pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Di antaranya permasalahan mengenai permodalan dan pemasaran. Selain juga tantangan lain yaitu kualitas produk yang harus terus dijaga.”Penguasa, pengusaha, dan masyarakat sebagai objek dan subjek kebijakan pelaku ekonomi. Tiga domain ini menjadi kata kunci untuk bersinergi,” jelasnya.

Untuk membantu permodalan, pemerintah telah menawarkan berbagai produk modal usaha. Salah satunya adalah kredit usaha produktif (KUP) yang merupakan gagasannya dalam memberikan fasilitas dan kemudahan dalam permodalan untuk menggerakkan UMKM ini.

Di era serba teknologi ini, pemanfaatan teknologi informasi (TI) tak bisa dihindari. Semuanya bisa mempermudah manusia dalam membeli atau menawarkan produknya. Peluang ini masih sangat terbuka. Apalagi mahasiswa sebagai generasi penerus yang memiliki cara pandang yang sangat baik dalam melihat berbagai peluang yang ada.”Manfaatkan teknologi informasi ini sebagai jaringan bisnis. Selain itu akan mempermudah kita di Indonesia dengan negara-negara ASEAN di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini,” tambahnya.

Sementara itu pembicara lain dalam forum ini, Kamarudin, Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Politik UI, mengatakan, bahwa MEA dari keniscayaan globalisasi tidak bisa dihindarkan. Siap atau tidak, semua harus siap ada di dalamnya. Generasi muda harus disiapkan untuk menghadapi globalisasi tersebut.”Caranya, dengan menjadikan mahasiswa sebagai kader wirausaha yang siap bertarung dan tampil elegan dalam kancah bisnis internasional,” kata Kamarudin.

Indeks prestasi (IP) yang tinggi bukanlah jaminan keberhasilan seorang mahasiswa. Untuk itu, pihaknya tidak memfokuskan hanya pada IP tinggi dalam mempersiapkan mahasiswanya ketika lulus nanti. Tetapi yang lebih penting utama adalah kontribusi sosial dara para mahasiswa nantinya kepada masyarakat luas.

Hal senada disampaikan oleh Dr Latief M. Rahman dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Dijelaskannya, dalam piramida penduduk, umur pemuda harus didayagunakan. Jika tidak, itu akan sia-sia.  Ciri insan yang sukses adalah baik dari segi spiritual dan kehidupan nyata. Termasuk pengembangan Hard Skill dan Soft Skill menuju kesuksesan melalui manajemen diri. ”Kebutuhan insan yang sukses adalah salah satunya harus punya entrepeuner dan mengasah seluruh potensi,” kata Latief.

Aryandi Yoga Swasara dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, perlunya mengoptimalkan galangan kapal di Indonesia. Sehingga, bagaimana sebuah daerah kapal yang memiliki potensi galangan kapal dapat membuat daerah tersebut maju dan menyerap banyak tenaga kerja, serta menghidupkan potensi kelautan di sana. Efeknya, dapat memperkuat Indonesia sebagai negara maritim.

Sementara, Dr. Herdi Sahrasad dari Universitas Paramadina bermimpi untuk menyelamatkan pulau Jawa karena sudah rusak alamnya. Jika Jawa hancur, maka peradaban budaya Jawa hancur. Maka, harus ada penghijauan total dari Anyer sampai Panarukan, penanaman bukit dan pantai harus lebih utama.”Ke depan ini, saya kira sumber daya manusia menjadi kunci, kampus dan wirausaha harus bekerjasama,” kata Herdi.

Editor : Kholistiono

Tokoh Lintas Agama Ikuti Silaturahmi Idul Fitri di Pendapa Kudus

Bupati Kudus bersama tokoh lintas agama (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus bersama tokoh lintas agama (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Acara silaturahim Idul Fitri yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus tahun ini memiliki warna yang berbeda, karena juga dihadiri para tokoh lintas agama. Tokoh lintas agama yang ikut hadir pada acara halalbihalal yang digelar pada Senin (11/7/2016), yakni tokoh dari agama Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, serta tokoh dari sedulur sikep atau samin.

Halalbihalal tersebut, juga dihadiri ribuan pegawai negeri sipil (PNS) yang bergantian memasuki Pendopo untuk berjabat tangan dengan Bupati Kudus Musthofa serta jajarannya.

Bupati Kudus Musthofa mengungkapkan, acara halalbihalal tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, kata dia, Pemkab Kudus mengundang seluruh umat agama lain. Hal itu, menurutnya, sebagai bentuk toleransi antarumat beragama seperti halnya yang diwariskan oleh Sunan Kudus yang mengajarkan toleransi antarumat beragama.”Kami yakin semua agama mengajarkan yang terbaik. Mudah-mudahan, acara silaturahmi ini bisa menjadi contoh daerah lain,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan, apreasiasinya karena pemuka agama lain yang ada di Kudus, termasuk tokoh masyarakat, ormas dan warga yang bersedia hadir dalam acara tersebut.

“Kita mengundang sekitar 9 ribu orang dari berbagai kalangan. Mulai dari PNS Pemkab Kudus, kepala desa, guru madrasah swasta, guru TK, Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Kudus dan tokoh agama,” kata Musthofa.

Editor : Kholistiono

PNS Kudus Mengular di Acara Halalbihalal

PNS sedang berjajar untuk bersalaman dengan Bupati Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

PNS sedang berjajar untuk bersalaman dengan Bupati Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


MuriaNewsCom, Kudus
– Memasuki hari pertama kerja pada Senin, (11/7/2016), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengadakan acara halalbihalal di Pendapa Kabupaten Kudus. Hadir dalam acara itu Bupati Kudus Musthofa.

Acara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diramaikan oleh PNS Kabupaten Kudus yang ingin bersalaman dengan Kang Mus. Barisan PNS pun mengular sekitar 300 meter untuk dapat bersalaman dengan Kang Mus. Terlihat hadir juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), guru, organisasi masyarakat dan lain sebagainya.

Salah seorang guru dari Kecamatan Dawe Istianah (40) mengatakan, halalbihalal tersebut menurutnya sangat positif, karena tujuannya menjalin silaturrahmi. “Dengan seperti in, kita bisa dekat dengan pemerintah, dan kita juga bisa bertatap muka dengan bupati secara langsung,” katanya sambil berlalu.

Demi mengikuti acara tersebut, dirinya juga rela mengubah jadwal silaturahmi dengan rekan-rekannya, karena, untuk mengikuti halalbihalal dengan bupati, katanya, baru kali ini.Dalam acara itu, Musthofa menebar senyum kepada para PNS Kudus dan tamu yang menyalaminya.

Editor : Kholistiono

 

Bupati Kudus Lempar Botol Miras di Alun-alun

Bupati Kudus Mushtofa mencoba melempar botol miras untuk dimusnahkan, Kamis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Mushtofa mencoba melempar botol miras untuk dimusnahkan, Kamis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain memeriksa kesiapan ratusan personel untuk pengamanan kegiatan Operasi Ramadniya, Bupati Kudus Musthofa juga ikut serta memusnahkan ribuan liter minuman alkohol berbagai hasil operasi pihak kepolisian setempat.

Jumlah keseluruhan minuman berakohol yakni 2.294 liter. Dengan berbagai merek hasil sitaan.

Musthofa mengatakan, dirinya ingin keberadaan minuman keras di wilayahnya dimusnahkan dengan tindakan tegas.”Saya ingin Kudus itu 0 persen minuman keras,” katanya.

Dirinya juga berharap setiap instansi, baik itu dari Satpol PP, polisi, TNI hingga tokoh masyarakat, bisa saling berkoodinasi dalam pemberantasan minuman keras. Sehingga ke depannya wilayah Kudus bisa bersih dari minuman.

“Ya kinerja ini memang harus saling mendukung antarstakeholder yang ada.Sehingga untuk bisa menuju Kudus bebas miras bisa berhasil. Sementara itu, musnahnya miras juga bisa menuju Kudus yang sejahtera,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, 2.294 liter tersebut terdiri dari 1.337 botol minuman berbagai merek, 39 liter oplosan dan 918 liter putihan.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, ribuan miras itu merupakan hasil Oprasi Pekat Candi Polres Kudus terhitung mulai dari 31 Mei 2016 hingga 13 Juni 2016.

Tak berhenti di operasi minuman keras saja, namun operasi yang digelar baik secara internal polres maupunsecara gabungan dengan instansi juga menyasar kepada perjudian, PSK, waria, dan pengemis. Selain juga tak luput adalah pengamen, gelandangan, premanisme, dan anak-anak nakal.

Untuk selain miras, polisi juga menyasar ke-91 kasus lainnya. Di antaranya ialah 5 kasus telah disidangkan terdiri dari 1 orang pengamen dan 4 orang penjual miras. Selain itu, untuk kasus yang telah dibina ada sebanyak 76 kasus.

Rincian dari 76 kasus itu di antaranya ialah 10 orang pengamen, 46 orang penjual miras, 8 orang peminum miras, 1 orang kenakalan remaja, 12 orang kasus prostitusi, dan 2 orang penjual petasan.

Sedangkan untuk 7 kasus kasus lainnya masih dalam proses. Di antaranya ialah 2 orang kasus perjudian, 1 orang mucikari, 2 orang PSK, dan 2 orang kasus narkoba.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Tegaskan Mobdin Dilarang untuk Mudik

mobdin
MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memberikan kepercayaan kepada jajarannya untuk bisa menggunakan mobil dinas (mobdin) secara baik. Termasuk juga, agar pejabat pemkab yang membawa mobdin, hendaknya bijak untuk menyikapi aturan larangan membaawa fasilitas itu untuk mudik.

“Sepanjang itu larangan dari pusat, yang ada di daerah pasti tidak akan bisa melakukan. Menariknya saya ingin memberikan kepercayaan pada mereka yang mendapat fasilitas mobil dinas. Mereka bisa bijak menafsirkan aturan yang ada,” katanya.

Dia mengakui tidak semua yang mendapat fasilitas mobil dinas merupakan orang kaya. Tapi, alangkah baiknya jika pejabat bisa memahami aturan pemerintah pusat.

Dengan adanya kepercayaan yang sudah diberikan oleh orang nomor satu di Kudus tersebut, harapannya para pejabat pemkab patuh aturan.

Sepengetahuannya, tahun lalu juga tidak didapati pejabat menggunakan mobdin untuk mudik, atau kepentingan pribadi lainnya.

“Sarana dan prasarana dari pemerintah mereka tahu kegunaannya. Dan sampai saat mereka bisa menempatkan diri, mana kepentingan kedinasan, mana yang merupakan kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, saya serahkan kepercayaan itu kepada pejabat yang ada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Temukan Beras Miskin Dijual Bebas, Ini Reaksi Bupati Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menyikapi beras miskin yang dijual bebas di pasaran, Bupati Kudus Musthofa  bereaksi.  Yakni akan melakukan penghitungan rasio terhadap kegunaan beras tersebut.

“Kita akan menghitung rasio jumlah beras miskin yang dijual ke warga berapa. Dan yang dikonsumsi berapa. Kita juga akan memverifikasi beras tersebut. Baik itu mengenai jenis beras maupun yang lain,” kata Musthofa.

Dirinya akan terus memantau ke pasar lainnya yang ada di Kudus. “Kita beserta SKPD terkait akan terus memantau itu. Namun yang paling penting ialah, kita melaporkan mekanisme harga beras raskin dan fakta yang kita temukan di lapangan. Yakni beras miskin telah banyak dijual di pasar,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain memverifikasi jenis beras miskin, pihaknya juga akan memverifikasi ulang warga yang menerima beras tersebut.

“Selama ini, penyaluran itu kurang maksimal. Sehingga warga mampu juga menerima bantuan itu. Apalagi, beras miskin tersebut ada yang dijual,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pihaknya memverifikasi data penerima beras. Selain itu pula, pihaknya akan menghentikan sementara penyaluran bantuan beras miskin.

“Dari data yang ada, kini stok beras miskin ada sekitar 500 ton untuk 6 bulan. Namun kita akan berupaya menghentikan terlebih dahulu penyalurannya. Selain itu, bila verifikasi data penerima sudah cocok, beres dan tepat akan kita salurkan kembali,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Beras Mirip Pakan Bebek, Kok Dijual di Pasar Bitingan Kudus

 

 

Waisak di Kutuk Undaan, Ini Pesan Bupati Kudus

Bupati Kudus Musthofa beserta Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma beserta tokoh Budha dan SKPD menerbangkan lampion. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa beserta Dandim 0722/Kudus Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma beserta tokoh Budha dan SKPD menerbangkan lampion. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berharap kebinekaan tetap terjaga. Salah satunya pada perayaan Waisak tahun 2560 BE di Kutuk, Undaan, Rabu malam (1/6/2016).

“Keanekaragaman dengan cara mengundang masyarakat dan agama lainnya ini mudah-mudahan bisa dilakukan di tengah kota. Terlebih di Kudus. Supaya kebinekaan bisa dijunjung dan terlihat,” katanya.

Dia menuturkan bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam. Berhubung 1 Juni merupakan Hari Kelahiran Pancasila, maka semua warga harus bisa mengamalkannya. Salah satunya dengan menjaga kebinekaan.

Sebab, kebinekaan merupakan sumber inspirasi manusia.  Dan mudah-mudahan, lanjut dia, masyarakat bisa selalu bersinergi sesama lintas agama. Dari pantauan, perayaan Waisak di Kutuk yang juga dihadiri oleh SKPD, muspika, dan TNI. Ada juga kepolisian, tokoh agama, tokoh Budha Jateng, tokoh masyarakat, dan DPRD.

“Saya berharap supaya Kudus bisa kondusif, dan sejahtera. Oleh sebab itu, kita harus bekerjasama antarlembaga, masyarakat, dan rukun antara sesama umat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Berpesan Agar Ideologi Pancasila Selalu Dijaga

Jpeg

Suasana upacara hari Kelahiran Pancasila, di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam upacara memperingati Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh pada 1 Juni di lapangan parkir GOR Wergu Wetan Kudus ini, Bupati Kudus Musthofa berharap supaya ideologi Pancasila dapat selalu dijaga.

“Kita harus bisa menjaga ideologi Pancasila, supaya ideologi tersebut bisa menangkal gerakan radikalisme, terorisme dan bahaya laten lainnya,” katanya.

Menurutnya, meski ada pandangan politik secara berbeda, ada juga yang berbeda suku, maupun agama, namun harus bisa selalu mengedepankan ideologi Pancasila ini. Supaya Bhineka Tunggal Ika dapat terjaga.

Dia menambahkan, yang paling inti yakni NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45, bisa selalu dipegang teguh.

Acara yang diikuti oleh SKPD, siswa-siswi sekolah yang ada di Kudus, perwakilan partai politik, serta oraganisasi lainnya ini, berjalan dengan khidmat dan lancar hingga selesai.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Ramal Tangan 2 Kapolres

kapolres e

Bupati Kudus (tengah) foto bersama dengan kapolres lama dan kapolres baru Kudus saat kegiatan Kenal Pamit Kapolres  Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa dalam sambutannya di acara Kenal Pamit Kapolres Kudus di hotel Griptha Kudus, Jumat (20/5/2016) malam, meyakini kapolres lama AKBP M Kurniawan dan kapolres baru AKBP Andy Rifai.

“Saya yakin bila pak Kurniawan dan pak Andy itu nantinya bakal jadi jenderal. Sebab saya sempat melihat garis tangannya yang berbentuk M,” ungkap Musthofa.

Dia melanjutkan, garis tangan berbentuk M itu dijiwai seseorang tersebut ada tekad kuat untuk bisa berkinerja yang baik. Sementara itu, dirinya juga mengatakan bahwa pejabat polisi yang menjadi kapolres di Kudus pasti sukses.

“Seperti halnya pak Kurniawan yang dahulunya menjadi kapolres di Rembang dan ditugaskan di Kudus, namun ahirnya ditugaskan untuk menjalankan tugas baru di Polda Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Di saat yang sama kapolres baru AKBP Andy Rifai mengatakan, dalam tugas yang baru diemban di Kudus ini, dia meminta dukungan oleh semua pihak.

“Kita bisa berhasil lantaran ada kerja sama oleh semua kalangan. Oleh sebab itu,saya minta doa dan dukungan semua pihak. Supaya
ke depannya bisa sukses,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Selamat, Bupati Kudus Mantu

Undangan yang dikirimkan kepada kolega untuk menghadiri pernikahan dari anak Bupati Kudus H Musthofa, pada Sabtu (21/5/2016) di Semarang, mendatang. (MuriaNewsCom/Merie)

Undangan yang dikirimkan kepada kolega untuk menghadiri pernikahan dari anak Bupati Kudus H Musthofa, pada Sabtu (21/5/2016) di Semarang, mendatang. (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa rupanya bakal punya gawe besar. Orang nomor satu di Kudus itu bakal menikahkan anak tunggalnya dalam waktu dekat ini.

Beberapa hari terakhir ini, undangan pernikahan itu sudah beredar di sejumlah kalangan. Undangan bersampul putih dengan ornamen bunga warna merah itu, bertuliskan Dimas dan Diva, 21.05.2015.

Putra bupati yang akan menikah itu adalah Ipda Dimas Charis Suryo Nugroho. Dalam undangan dia disebut sebagai putra tunggal dari H Musthofa dan Hj Sugiarti.

Sedangkan calon mempelai perempuannya adalah Diva Asti Wijayanti. Dalam undangan dituliskan bahwa mempelai ini adalah putri sulung dari Kombespol Agus Wijayanto dan Santi Dwi Kurniawati.

Resepsi pernikahan sendiri akan digelar pada Sabtu (21/5/2016). Tepatnya di Marina Convention Center, mulai pukul 18.30 WIB. Namun, akad nikah kedua calon mempelai, dilakukan pada tanggal 14 Mei 2016, di Balai Adhika, Hotel Majapahit, Surabaya.

Karena mempelai laki-laki adalah seorang polisi, maka pada resepsi mendatang, prosesinya akan diawali dengan prosesi pedang pora. Sebagaimana tradisi atau ritual mereka yang berasal dari kepolisian. Apalagi besan bupati Kudus adalah juga seorang anggota kepolisian.

Sebenarnya, Bupati Musthofa sendiri sudah beberapa kali menyampaikan kepada publik, bahwa dirinya memang akan segera menggelar mantu putranya. Dalam sambutan di berbagai acara, dia menyatakan untuk siapa saja yang berkenan, agar bisa hadir dalam pernikahan putranya itu.

Belum diketahui apakah akan ada juga acara yang diselenggarakan di Kudus, terkait hal ini. Pasalnya, dua acara penting itu diselenggarakan di Surabaya dan Semarang.

Selamat mantu, Pak Bupati.

Editor: Merie

 

Pemkab Kudus Ajak Anak TK dan Pelajar Gemar Minum Susu

Bupati Kudus H Musthofa (tengah) saat meluncurkan program Tiada Hari Tanpa Membaca dan Gemar Minum Susu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, Senin (2/5/2016). (ISTIMEWA)

Bupati Kudus H Musthofa (tengah) saat meluncurkan program Tiada Hari Tanpa Membaca dan Gemar Minum Susu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, Senin (2/5/2016). (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Ada dua program pendidikan yang dicanangkan Bupati Kudus H Musthofa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Pertama, meluncurkan program Tiada Hari Tanpa Membaca. Program ini ditujukan kepada pelajar dan para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan. Sedangkan, program kedua yakni gerakan gemar minum susu bagi pelajar. Dua program tersebut secara resmi diluncurkan Bupati pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (2/5/2016).

Untuk kegiatan gemar minum susu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah menyiapkan sekitar 12 ribu gelar susu segar. Kegiatan ini diikuti peserta didik mulai dari playgroup, hingga para pelajar SMK/sederajat.

”Kegiatan ini sebagai simbolisasi agar anak-anak kita semakin cerdas. Sebab, minum susu secara rutin mampu meningkatkan kecerdasan anak,” kata Joko Susilo, Kepala Dinas Dikpora Kudus.

Dia berharap, kegiatan minum susu bersama bisa menjadi rutinitas. Sebab, minum susu bagi kalangan anak-anak memiliki manfaat yang besar. Karena itulah, Joko meminta kepada pihak sekolah untuk menindaklanjuti kegiatan ini saat di sekolah. Misalnya, minum susu segar bersama-sama di pagi hari sebelum pelajaran dimulai.

Selain memberikan nutrisi gizi kepada para siswa, kegiatan seperti ini juga akan membuat anak-anak lebih bersemangat berangkat sekolah. Sehingga, proses pembelajaran juga dapat lebih maksimal.

Sejumlah peserta didik dari TK di Kudus tengah menikmati susu segar yang diberikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, Senin (2/5/2016)

Sejumlah peserta didik dari TK di Kudus tengah menikmati susu segar yang diberikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, Senin (2/5/2016)

”Anak-anak akan lebih semangat dan merasa senang karena di sekolah ada acara minum susu. Khususnya, bagi anak-anak yang masih duduk di tingkat playgrup, TK  dan juga sekolah dasar. Terlebih mereka sedang dalam tahap masa pertumbuhan,” terangnya.

Kegiatan tersebut sesuai dengan tema yang diambil pada peringatan Hardiknas tahun ini yakni Segar, Pintar, Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita, Kudus Semakin Sejahtera. Menurut Joko, pintar atau kepandaian harus ditunjang dengan kebiasaan membaca buku yang merupakan jendela dunia. Begitu juga dengan semboyan Segar, untuk menjadi pintar tentu salah satunya anak-anak kita harus selalu sehat dan segar.

”Nah, inilah yang kami implementasikan dengan mengadakan kegiatan minum susu segar. Jika anak-anak Kudus sudah dibiasakan membaca dan tetap sehat, hal ini akan mampu menyalakan semangat untuk menggapai cita-cita,” terang Joko.

Menurut dia, keberhasilan generasi muda Kudus dalam meraih cita-cita dan ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tentu menjadi modal berharga dalam pembangunan.

”Melalui momentum Hardiknas tahun ini, mari bersama-sama bulatkan tekad demi ikut memajukan pendidikan di Kudus. Sekaligus mendukung tekad Bapak Bupati (Musthofa) untuk membuat Kudus semakin sejahtera,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

 

Bupati Musthofa: Kemajuan Kudus Berada di Tangan Pelajar

Bupati Kudus Musthofa (empat dari kanan) bersama para pelajar di Kudus dalam even Hardiknas di Kudus, Senin (2/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa (empat dari kanan) bersama para pelajar di Kudus dalam even Hardiknas di Kudus, Senin (2/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam rangka memperingati Hari pendidikan Nasional 2016, Pemkab Kudus meminta kepada semua insan pendidikan untuk memajukan dunia pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan menggalakkan membaca untuk dunia pendidikan.

Hal itu disampikan Bupati Kudus Musthofa. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa adalah ditangan para pelajar. Untuk itu, dibutuhkan pelajar yang banyak membaca agar mengetahui lebih banyak ilmu.

”Mulai sekarang dan seterusnya, tidak ada hari tanpa membaca. Ini adalah tugas kita semua, baik siswa, guru sampai dengan kepala dinas sekaligus,” katanya.

Menurutnya, tugas membaca ke depan tidak lain adalah untuk kemajuan bangsa.  Untuk itu, di momen Hardiknas ini dibutuhkan sebuah terobosan agar para siswa rajin membaca.

Hal itu, dilakukan untuk mewujudkan dunia pendidikan kudus yang lebih baik saja. Namun juga berkualitas dan maju, juga berprestasi dalam segala bidang.

Kampanye tiada hari selain membaca juga diterima oleh para siswa. Seperti siswa SMP 1 jati Istiqomah Uma Afifah, dihadapan belasan ribuan siswa dia menyuarakan agar rajin membaca. “Mari kita laksanakan rajin membaca, tiap hari harus membaca. Kita buat membaca menjadi sebuah budaya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Tahun Depan, SMK Weekend juga Dipastikan Digelar

Bupati Kudus Musthofa saat menghadiri kegiatan SMK Weekend di Alun-alun Simpang Tujuh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat menghadiri kegiatan SMK Weekend di Alun-alun Simpang Tujuh. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan SMK Weekend yang digelar Pemkab Kudus di Alun-alun Simpang Tujuh, rencananya tidak akan berhenti tahun ini saja. Namun, ke depan, meskipun pengelolaan nantinya langsung di tangan provinsi, namun kegiatan itu masih diagendakan.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya, kegiatan pameran SMK Weekend merupakan kegiatan yang positif. Sehingga, kegiatan tersebut patut untuk diteruskan pada tahun mendatang.

“Ini merupakan kegiatan yang positif, apalagi SMK di Kudus merupakan SMK yang unggulan. Jadi, akan tetap dilakukan pada tahun mendatang,” kata Joko kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, kegiatan itu juga termasuk kegiatan yang ditunggu oleh masyarakat Kudus. Khususnya bagi kalangan SMK di Kudus. Sebab kegiatan itu juga mejadi ajang promosi bagi sekolah masing masing.

Untuk itu, kegiatan tersebut masih menjadi agenda tahunan Disdikpora. Bukan hanya tahun depan, tapi tahun tahun berikutnya juga dilakukan.

“Ini sudah menjadi agenda rutin tahunan. Jadi, tahun depan dan seterusnya akan dilakukan meski pengelolaan sudah di provinsi,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

SMK Weekend Dibuka dan Diserbu Ribuan Pengunjung

Bupati Kudus Apresiasi Tradisi Salaman Siswa Undaan

berita twitter musthofatyg pkl 0930 wib (e)

Akun Twitter milik Bupati Kudus H Musthofa, yang mengapresiasi berita siswa SMP 1 Undaan yang bersalaman sebelum masuk ke dalam kelas setiap harinya. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa rupanya mengapresiasi berita yang ditayangkan MuriaNewsCom. Salah satunya memberikan tanggapan melalui akun Twitter yang dimilikinya.

Berita MuriaNewsCom yang berjudul ”Tradisi Bersalaman Bisa Menjadi Pendidikan Moral”, diapresiasi bupati. Berita yang berisi tradisi siswa di SMP 1 Undaan, Kudus, itu memang berisi bagaimana sebelum masuk ke dalam kelas, para siswa bersalaman terlebih dahulu.

Berita ini kemudian di-share ke Twitter yang dimiliki MuriaNewsCom. Dan tidak lama kemudian, berita ini ditanggapi Bupati Kudus H Musthofa.

Lewat akun Twitter-nya @MusthofaWardoyo, bupati menyatakan setuju dengan tradisi yang dilakukan para siswa tersebut. Meski akunnya hanya menuliskan kata ”setuju”.

Ya, semua pihak rasanya memang akan setuju jika kemudian tradisi salaman itu, bisa menjadi cara untuk mendidik moral siswa. Meski terlihat sepele, namun hal itu sangat besar dampaknya.

Sebagaimana diberitakan, sebelum masuk kelas pagi hari, SMPN 1 Undaan membiasakan siswanya untuk bersalaman. Baik dengan guru maupun antarsiswa. Hal ini, diharapkan bisa menjadi media untuk menanamkan budi pekerti yang dimulai dari hal kecil.

Editor: Merie

Siswa-siswi Berprestasi Ini Berkesempatan Ikuti Rapat Paripurna di DPRD Kudus

upload jam 19 dprd (e)

Bupati Kudus Musthofa saat mengobrol dengan siswa dan siswi berprestasi usai paripurna (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rapat paripurna yang dilakukan di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kudus, sore hari tadi, dihadiri sejumlah siswa, guru dan kades. Mereka ikut menyaksikan bagaimana jalannya paripurna bersama anggota DPRD dan bersama pejabat pemerintah daerah.

Kehadiran sejumlah kades, dimaksudkan dalam menghadirkan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Sebab, kades merupakan perangkat yang dekat dengan masyarakat.

Mulai tahun lalu, kades sudah dilibatkan dalam paripurna terbuka. Namun bukan semua rapat dapat dihadiri Kades, namun dalam rapat tertentu saja. “Semuanya bisa dilihat, bahkan zaman sekarang adalah zaman teknologi, jadi bisa dibuka di website masing-masing SKPD,” ujar Bupati Kudus Musthofa.

Selain itu, ada juga siswa. Dalam hal ini, Bupati Kudus Musthofa mengatakan, tidak semua siswa yang bisa mengikuti paripurna tersebut. Namun hanya diambil dari siswa berprestasi di Kudus.”Mereka adalah siswa yang berprestasi, jadi bisa menyaksikan paripurna,” ungkapnya.

Dalam paripurna ini, diwakili oleh dua sekolah. Yakni SMA 1 Kudus dan SMA 2 Kudus. Setelah paripurna, Bupati Kudus menyempatkan ngobrol dengan para siswa yang terpilih itu.

Editor : Kholistiono

Temu Dagang Jadi Cara Ampuh Promosikan Produk Masyarakat Kudus

iklan cukai-tyg 4 april 2016-pkl 10

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Aneka produk dagang yang diproduksi masyarakat Kudus, ternyata memiliki potensi yang sangat luar biasa guna dipasarkan ke berbagai daerah lainnya. Untuk itu, dibutuhkan bentuk promosi yang sangat tepat, agar tujuan itu tercapai.

Ini adalah tugas Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus, sebagai salah satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

”Dinas memang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan promosi, guna memperkenalkan produk-produk dagang asal Kudus. Dan itu kita ikuti di berbagai daerah,” jelas Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti.

Namun menurut Sudiharti, pihaknya memang hanya mengikuti even tersebut, melalui beberapa pameran yang digelar. Itu dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, di mana jika ada even tertentu, maka pihaknya akan mengikutsertakan produk asal Kudus.

Namun menurut Sudiharti, even-even yang diikuti tersebut hanya sebatas pameran saja. Padahal, setiap kali mengikuti even, dibatasi hanya empat produk dagangan yang boleh diikutsertakan.

”Itu sebabnya, kita berpikir bagaimana supaya kita bisa membuat sebuah even tersendiri. Yakni mempertemukan pedagang-pedagang Kudus dengan pedagang-pedagang yang ada di kota-kota lain,” ujarnya.

Dengan begitu, sesama pedagang akan saling bertemu satu sama lain. Saling mengenal produk satu sama lain, sehingga akan meningkatkan pengetahuan sesama pedagang mengenai produk khas Kudus.

”Karena memang produk dari Kudus itu tidak kalah dengan kota-kota lainnya. Sehingga, ini patut kita dukung supaya bisa lebih dikenal lagi. Apalagi memang ada dana dari dana cukai, yang mendukung hal itu,” terangnya.

Kegiatan temu dagang sendiri, dinilai akan lebih menarik. Pasalnya, akan lebih banyak lagi produk-produk khas Kudus yang tampil di sana. Dengan bertemunya pedagang-pedagang tersebut, diharapkan transaksi akan semakin meningkat kembali.

”Lebih banyak pedagang lebih baik lagi. Sehingga makin banyak produk kita yang dikenal luas. Dan sasaran dari temu dagang itu sendiri, memang adalah kota-kota besar di Indonesia. Misalnya Jakarta. Di sana, banyak sekali kesempatan untuk memperkenalkan produk kita,” tuturnya.

Namun, Sudiharti mengatakan jika pihaknya masih harus menelaah dahulu soal aturan penggunaan dana cukai. Apakah memang hal itu bisa dilakukan atau tidak. ”Karena kita tetap harus berpedoman atau berpatokan pada aturan. Tidak boleh sembarangan. Ini dana cukai, yang memang harus kita laksanakan aturan pemakaiannya,” terangnya.

Sudiharti menambahkan, pihaknya akan mencoba untuk bisa memaksimalkan penggunaan dana cukai ini, guna promosi produk-produk khas Kudus. Sehingga makin banyak yang kenal, dan makin banyak yang kemudian memesan produk tersebut.

”Dengan begitu, maka kesejahteraan warga akan meningkat. Itu kan, memang tujuan dari penggunaan anggaran yang ada di kita. Bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (ads)

Press Room FWK Diresmikan

Kegiatan peresmian press room FWK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan peresmian press room FWK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meresmikan ruangan press room Forum Wartawan Kudus (FWK). Bupati datang langsung beserta jajaran di unsur pemerintahan seperti sekda, asisten ahli beserta kepala dinas.

Dalam momen tersebut, dihadiri pula jajaran dari DPRD Kudus. Acara sederhana peresmian ruang wartawan di Kudus itu, dilakukan dengan pemotongan tumpeng pertama dari bupati kepada ketua FWK Yayan Isro’.

“Dengan adanya forum semacam ini, maka dapat membantu teman-teman wartawan dalam bekerja. Dan meski demikian, teman-teman wartawan adalah mitra kami. Silakan kalau mau mengkritik kami,” katanya saat sambutan sore tadi.

Press room yang sebelumnya berada di belakang pendapa Kudus, kini dipindah di depan pendapa. Lokasi di samping kantor Satpol PP sehingga memudahkan wartawan. Selain itu, pejabat yang hendak kesana juga mudah lantaran lokasi mudah dijangkau dan terlihat jelas.

“Kalau masih pada pejabat yang tidak tahu, berarti sebuah pelanggaran. Soalnya lokasinya sudah berada di depan,” candanya.

Yayan mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Kudus yang sudah memberikan tempat kepada para wartawan. Bahkan tempat baru itu juga nyaman digunakan untuk para wartawan di Kudus.

“Semoga dengan adanya tempat baru ini, dapat menjadikan kami semakin meningkat kinerjanya. Bukan hanya soal kuantitas saja, melainkan juga kualitas berita juga semakin bagus dan meningkat,” harapnya.

Musthofa berpesan kepada kepala dinas agar tidak usah takut kepada media. Sebab, media di Kudus merupakan mitra pemerintah, sehingga tidak perlu ditakuti. Menurutnya, tidak ada wartawan yang mencari cari kesalahan. Sebab tugas mereka adalah mencari berita, bukan mencari kesalahan.

“Tidak ada lagi yang namanya takut kepada media. Sebab peran media adalah membantu mewujudkan Kudus semakin lebih baik lagi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus : Saya Tidak Mau Mendengar Ada Ibu Melahirkan Susah Mendapat Pelayanan di Rumah Sakit

 Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menegaskan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memaksimalkan pelayanan dalam bidang kesehatan. Salah satunya adalah memberikan pelayanan terhadap ibu melahirkan atau persalinan.

Musthofa mengatakan, jika ada ibu akan melahirkan, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu, sebaiknya diarahkan untuk melahirkan di RSUD Kudus, jika memang perlu penanganan di rumah sakit.

“Saya tidak mau lagi mendapatkan laporan ada wargaatau ibu yang mau melahirkan susah. Pokoknya,pihak terkait harus melayani warga Kudus dengan baik, dan tidak seenaknya melayani masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, bupati juga tidak mau mendengar adanya ibu yang melahirkan sampai harus membayar. Jika masih menjumpai hal yang demikian, maka dirinya bakal bertindak dengan tegas.

“Nomor handphone saya itu saya share ke masyarakat.Jadi, jangan sampai ada sms mengenai ibu yang melahirkan di rumah sakit harus bayar,” ungkapnya

Selain di rumah sakit, pihaknya juga menggratiskan biaya persalinan di puskesmas. Sebab itu merupakan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten Kudus bagi masyarakat.

“Pokoknya, kesehatan merupakan hal yang harus diutamakan dalam masyarakat. Jadi, bagi yang memiliki KTP Kudus, silahkan mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan Insyaallah akan dilayani dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Data Sensus Ekonomi, Bupati Kudus : Jangan ‘Copy Paste’

Bupati Musthofa saat memberi pesan kepada petugas Sensus Ekonomi di Pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Bupati Musthofa saat memberi pesan kepada petugas Sensus Ekonomi di Pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa dalam sambutannya saat apel siaga petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik Kudus di halaman Pendapa Pemkab Kudus, Jumat (18/3/2016), berharap supaya ke-1.185 petugas jangan copy paste (sama) data tanpa terjun ke lapangan.

“Petugas Sensus ekonomi harus bisa mendata perekonomian warga secara tepat dan akurat. Sebab, nantinya akan berpengaruh pada harga diri suatu daerah, atau wilayah yang didata. Selain itu juga jangan copy paste data. Harus mendengar dari sumber langsung dan bisa dipertanggung jawabkan,” tegas Musthofa.

Dengan adanya kegiatan Sensus Ekonomi tesebut, tentunya akan dapat diketahui tingkat atau peringkat ekonomi suatu wilayah tersebut. “Untuk mendapatkan data yang baik, maka setiap petugas Sensus Ekonomi harus selalu berkoordinasi dengan kepala desa, perangkat desa, camat atau SKPD terkait,” imbaunya.

Dia menambahkan pendataan ekonomi ini juga jangan hanya mengejar target, namun harus bisa lebih detail dalam pendataan. Yakni dengan cara mendengarkan,dan melihat kondisi usaha masyarakat. Sehinga tugas mulia ini dapat dijalankan dengan baik, lancar dan tepat sasaran.

Editor : Akrom Hazami

Desa Kesulitan Rancang APBDes? Bisa Langsung Datangi Camat dan Kabag Pemdes

Bupati Kudus Musthofa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengusulan APBDes di Kudus, ternyata tidak semuanya lancar diusulkan. Meski beberapa mengusulkan, namun sebagian masih terdapat desa yang kesulitan menyusun APBdes.

Menyikapi hal itu, Bupati Kudus Mustofa mengatakan, pada tahun ini jangan ada lagi desa yang kesulitan dalam menyusun APBDes. Jika masih ada yang kesulitan, maka bisa langsung menghubungi camat untuk membantu.

”Dapat langsung dihubungi camat, jadi tugas camat juga memastikan APBDes berjalan dengan lancar, sehingga dalam berjalannya pemerintahan tingkat desa juga dapat lancar pula,” katanya.

Menurutnya, selain camat, yang bertugas untuk membantu menyusun APBDes adalah pihak Kabag Pemdes. Pihak desa beserta Kabag Pemdes harus saling bekerja sama untuk dapat menyelesaikannya.

Mengenai adanya tenaga perangkat desa yang sudah lanjut, hal itu juga diakuinya. Hal tersebut juga yang menjadi kendala dalam menyusun APBDes di 2016 ini.

”Jangan sampai ada yang kesulitan dalam menyusunnya. Jadi semua kalangan, baik camat beserta kabag dapat membantu,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

GOR Wergu Jadi GOR Musthofa, Inilah Alasannya

GOR-Wergu

Gedung Olahraga (GOR) Wergu Wetan Kudus yang masih dalam pembangunan kini namanya berubah menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Sitie Merie)

 

KUDUS – Perubahan nama GOR Wergu Kudus menjadi GOR Musthofa, bukan tanpa sebab. Melainkan perubahan nama tersebut diambil berdasarkan pembahasan yang dilakukan Pemkab Kudus.

Hal itu diutarakan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihaknya mengadakan pertemuan dengan berbagai kalangan untuk pembahasan nama GOR yang baru itu.

”Dari hasil pertemuan, diambilkan nama GOR dengan nama GOR Musthofa, nama itu merupakan kesepakatan yang diambil dari berbagai kalangan yang datang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa yang datang dalam pembahasan, diantaranya adalah KONI dan para UPT di tiap kecamatan. Hasilnya mereka mencetuskan nama yang baru untuk GOR Kudus dengan nama GOR Musthofa.

Nama itu, kata Joko sudah dipertimbangkan dengan matang. Dan di dalam Alquran, adalah terbaik. Sehingga harapan nanti prestasi dapat menunjukkan yang terbaik.

”Bangunan baru, fasilitas baru sehingga berdampak pada prestasi atlet Kudus yang bagus dan terbaik tentunya. Itulah tujuan perubahan nama tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, perubahan nama baru rencana. Sebab peresmian GOR belum dilaksanakan. Rencananya, peresmian baru akan dilakukan pada pertengahan 2016, setelah pembangunan GOR rampung. (FAISOL HADI/TITIS W)