Bupati Grobogan Minta CSR Perusahaan Juga untuk Bangun Infrastruktur

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan paket gizi untuk siswa SD di Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar perusahaan yang ada di wilayahnya bisa menyisihkan sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat menghadiri acara Japfa4Kids yang diselenggarakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk unit Grobogan, yang dilangsungkan di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Rabu (30/8/2017).

Menurut Sri, upaya yang dilakukan PT Japfa sejauh ini dinilai sudah cukup bagus. Yakni, berkomiten terhadap dunia pendidikan dan penambahan gizi siswa SD dari alokasi dana CSR.

Meski demikian, ia berharap agar sebagian dana CRS bisa disalurkan untuk pekerjaan fisik. Misalnya, mendukung perbaikan jalan kampung, membuat taman bermain anak-anak dan bedah rumah tidak layak huni.

“Harapan saya, dana CSR perusahaan bisa disalurkan untuk kegiatan fisik. Terutama, di wilayah tempat perusahaan itu berdiri. Jika ini dilakukan maka ada manfaat langsung yang akan dirasakan masyarakat di sekitar perusahaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula acara penyerahan berbagai bantuan pada sekolah dan siswa. Antara lain, paket gizi, pelengkapan P3K, alat pengukur tinggi dan berat badan. Selain itu, acara juga dimeriahkan gebyar budaya, lomba masak, lomba catur dan pemeriksaan kesehatan.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Grobogan Minta Kades Tidak Takut Gunakan Dana Desa untuk Pembangunan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka sosialisasi dan evaluasi penggunaan dana desa di pendapa kabupaten, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para kepala desa (Kades) agar tidak tidak perlu takut dalam menggunakan dana desa untuk pembangunan atau kepentingan masyarakat lainnya. Hal itu ditegaskan Sri Sumarni saat membuka sosialisasi dan evaluasi penggunaan dana desa di pendapa kabupaten, Kamis (24/8/2017).

”Jangan takut untuk melaksanakan pembangunan dari dana desa. Jika semua pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai prosedur maka bisa dipastikan tidak akan terjerat masalah hukum. Terlebih, saat ini sudah ada Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari aparat penegak hukum yang menjadi mitra dalam pelaksanaan proyek pembangunan,” tegasnya.

Acara sosialisasi juga dihadiri Kajari Grobogan Edi Handojo, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana, Kepala Inspektorat Puji Raharjo, Kepala Dispermades Sanyoto. Hadir pula sejumlah pejabat terkait dan camat.

Dalam kesempatan itu, Sri juga meminta agar para kepala desa tidak mengalokasikan dana desa sepenuhnya untuk pembangunan fisik saja. Tetapi, juga menyalurkan untuk kegiatan lain, khususnya yang berkaitan dengan masalah pemberdayaan masyarakat.

Menurut Sri, dari evaluasi penggunaan dana desa tahun 2016 dalam skala kabupaten, penggunaan dana desa mayoritas masih digunakan untuk kegiatan pembangunan yang bersifat fisik. Seperti pembangunan jalan, jembatan, talud, gedung TK, dan Paud.

”Alokasi dana desa untuk pembangunan fisik ini prosentasenya diatas 90 persen. Untuk tahun 2017 ini, sebagian dana desa perlu digunakan juga untuk kegiatan yang bersifat pemberdayaan dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kewirausahaan masyarakat,” cetusnya.

Ditambahkan, dalam rakornas prioritas dana desa 2017 beberapa waktu lalu di Jakarta, pihak Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi sudah memberikan arahan supaya memprioritaskan empat kegiatan. Yaitu,pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama), pembangunan embung untuk peningkatan produksi pertanian, pengembangan produk unggulan desa/kawasan perdesaan dan sarana olahraga desa.

“Program pembangunan dengan dana desa memang masih jadi prioritas utama. Namun, bidang lainnya yang berkaitan dengan peberdayaan juga perlu mendapat perhatian lebih,” katanya.

Sementara itu, Kajari Grobogan Edi Handojo menyatakan, pembentukan TP4D ini salah satu latar belakangnya adalah munculnya ketakutan dan kekhawatiran dari pelaksana atau pengguna anggaran terhadap aparat penegak hukum. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab rendahnya penyerapan anggaran di berbagai daerah.

Tugas TP4D ini dinilai cukup berat karena harus membantu pemerintah daerah dan mencegah adanya kerugian negara dari proyek pembangunan yang dilakukan. Namun, dalam menjalankan tugas, TP4D ini tidak mengintervensi masalah teknis

“Tugas TP4D ini memang membantu mengawasi proyek pembangunan mulai dari proses awal. Dengan adanya TP4D ini kami berupaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan, termasuk penggunaan dana desa,” katanya.

Pengunaan dana desa agar tepat sasaran, lanjut Edi merupakan suatu prioritas pengawasan. Oleh sebab itu, pihaknya akan bertindak tegas jika ada oknum yang berani menghalangi penyaluran dana desa untuk kegiatan pembangunan. Dengan catatan, pihak desa dan tim pelaksanan kegiatan sudah menempuh prosedur yang benar.

Editor: Supriyadi

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Bupati Grobogan Sri Sumarni bangkit dari tempat duduknya saat ada pemeran Presiden RI pertama Soekarno lewat di depan panggung kehormatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan karnaval hari kedua dalam rangka memeriahkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, berlangsung meriah, Selasa (22/8/2017). Karnaval kali ini, totalnya ada 55 rombongan yang ambil bagian dengan jumlah peserta lebih 5.000 orang.

Pemberangkatan peserta karnaval dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni dari depan panggung kehormatan yang berada di depan Kantor BPPKAD. Terlihat pula, Ketua DPRD Agus Siswanto, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, Kapolres AKBP Agusman Gurning, Kajari Edi Handojo dan pimpinan FKPD lainnya, Sekda Moh Sumarsono serta para pejabat.

Dari pantauan dilapangan, Sri Sumarni dan para pejabat terlihat cukup terhibur dengan acara karnaval itu. Berulangkali, Sri dan pejabat terlihat melambaikan tangan pada rombongan peserta yang melintas didepan panggung kehormatan. Sesekali, para pejabat ini juga tampak tertawa ketika melihat tingkah lucu dari peserta karnaval.

Ditengah acara, Sri Sumarni sempat dikejutkan dengan salah seorang peserta karnaval yang berpenampilan seperti Presiden RI pertama Soekarno. Munculnya ‘proklamator’ RI diatas sebuah mobil jip warna merah hati itu langsung mendapat apresiasi tersendiri dari Sri Sumarni.

Begitu melintas di depan panggung kehormatan, Sri Sumarni langsung berdiri dari tempat duduknya untuk memberikan hormat dan bepekik ‘Merdeka’ pada orang yang memerankan salah satu tokoh idolanya itu. “Hebat. Merdeka,” kata Sri sampil mengepalkan tangan kanannya.

Orang yang berperan sebagai Soekarno itu berada dalam rombongan karnaval pegawai Setda Grobogan. Pemeran Pahlawan Nasional itu ternyata adalah Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Grobogan Daru Wisakti.

Sehari sebelumnya, juga sudah dilangsungkan acara karnaval untuk lembaga pendidikan tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Pada karnaval hari pertama totalnya ada 86 lembaga pendidikan ambil bagian dengan umlah peserta sekitar 9.000 orang.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Targetkan 2 Poktan ini Bisa Jadi Juara Nasional

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Kadinas Pertanian Edhie Sudaryanto berfoto dengan Ketua Kelompok Tani berprestasi tingkat Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan apresiasi terhadap keberhasilan dua kelompok tani (Poktan) yang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jateng.

Yakni, Poktan Ngudi Rejeki I Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi yang meraih juara I dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas kedelai. Satu lagi adalah Poktan Maju Desa Winong, Kecamatan Penawangan yang meraih juara I dalam kategori kelompok tani berprestasi komoditas padi.

Atas prestasi tersebut, bupati langsung menyempatkan waktu untuk menerima kedua ketua Poktan di ruang kerjanya, setelah mereka pulang dari acara penyerahan piagam dan hadiah di Semarang.

“Sebenarnya, saya ingin mendampingi saat penyerahan penghargaan yang dilakukan oleh Pak Gubernur di Semarang. Namun, berhubung hari ini tadi ada agenda rapat paripurna maka saya tidak bisa ikut mendampingi. Baru setelah selesai paripurna saya ingin ketemu dengan Ketua Kelompok Tani berprestasi ini,” katanya, Selasa (15/8/2017).

Pertemuan dengan Ketua Poktan Maju Guseri dan Ketua Poktan Ngudi Rejeki I Darwoto dilangsungkan di ruang kerja Sri Sumarni. Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto.

Sri Sumarni menilai, prestasi yang diraih kedua poktan itu dinilai sangat membanggakan. Sebab, untuk bisa jadi juara dalam lomba itu banyak aspek penilaiannya dan bersaing dengan banyak kelompok lain dari seluruh Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, ia berharap agar kinerja kedua poktan itu bisa terus ditingkatkan. Sebab, kedua poktan itu ditargetkan bisa meraih prestasi di level nasional.

“Jangan tanggung-tanggung. Untuk lomba tingkat nasional, kedua kelompok ini harus bisa jadi juara I. Oleh sebab itu, segera dipersiapkan dan dibenahi apa yang masih kurang,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Grobogan Ajak Warga Perangi Penyakit Kaki Gajah

Bupati Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siswanto dan Kepala Dinkes Lely Atasti minum obat bersama dalam pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di kantor Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (7/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak semua warga untuk bersama memerangi penyakit kaki gajah atau filariasis. Hal itu perlu dilakukan karena wilayah Grobogan ditetapkan jadi salah satu daerah endemis salah satu penyakit menular yang berbahaya tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan dinas terkait, terdapat 9 kabupaten dan kota yang endemis filariasis di Jawa Tengah. Salah satunya adalah Grobogan. Wilayah endemis ini mendapat bantuan pembiayaan dari Kementerian Kesehatan untuk pemberantasan filariasis. salah satunya adalah pemberian obat pencegahan massal (POPM) penyakit kaki gajah secara serentak disetiap bulan Juli pada  kabupaten/kota endemis selama lima tahun berturut-turut.

“Kondisi ini harus jadi perhatian serius kita bersama. Untuk itu, supaya penyakit ini tidak berkembang harus kita atasi bersama-sama,” tegas Sri saat pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di kantor Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (7/7/2017).

Menurut Sri, sebagai perwujudan komitmen dan peningkatan kepedulian bersama maka perlu melakukan beberapa upaya. Antara lain, minum obat filariasis setahun sekali selama lima tahun berturut-turut yang dibagikan gratis pada seluruh masyarakat.

Kemudian, pada dinas terkait diminta melakukan pendampingan dan pemantauan kepada Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE) agar obat yang diberikan tepat sasaran dan sesuai ketentuanserta dipastikan diminum semua warga.

Selanjutnya, masyarakat agar diminta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan melakukan kerja bakti dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk).

“Kebersihan rumah dan lingkungan ini perlu juga diperhatikan. Soalnya, lingkungan sangat berpengaruh terhadap penularan filariasis, karena penyakit ini vektor penularnya dari nyamuk,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri bersama Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Kepala Dinkes Lely Atasti sempat melakukan acara minum obat bersama. Sebelumnya, Sri Sumarni dan para pegawai dinkes sempat melakukan acara senam bareng di halaman kantor dinkes.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Grobogan Peringatkan Kades Lunasi PBB 2017

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat memberikan penjelasan kepada kepala desa (Kades) soal pajak bumi dan bangunan (PBB)(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para kepala desa (Kades) agar betul-betul menyetorkan pajak atas kegiatan yang dilakukan. Terutama pajak bumi dan bangunan (PBB) yang sudah dipungut dari masyarakat. Hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi penyimpangan dengan uang pajak tersebut.

“Segera setorkan pajak yang sudah dibayarkan. Kepada semua kades dan perangkat saya tekankan agar tidak bermain-main dengan pajak. Pak Camat saya minta juga memonitor ke lapangan,” tegas Sri dalam acara halal bihalal dengan camat dan kades di pendapa kabupaten, Rabu (5/7/2017) malam.

Selain bupati, hadir pula Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri. Tampak pula, Sekda Moh Sumarsono dan sejumlah pejabat Pemkab Grobogan.

Sri menegaskan, pada tahun 2016 masih ada 39 desa/kelurahan yang belum lunas PBB. Dia meminta agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan. Kemudian, pada tahun ini seluruh desa dan kelurahan ditargetkan bisa lunas PBB.

“Kalau PBB tidak bisa lunas dampaknya cukup banyak. Karena terkait dengan penilaian kinerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini setoran pajak merupakan komponen penting berlangsungnya roda pemerintahan. Sebab, 70 persen anggaran belanja pemerintah bersumber dari pendapatan pajak. Jika pendapatan pajak meningkat maka alokasi belanja untuk pemerintah pusat maupun daerah juga ikut naik.

Editor : Akrom Hazami

Mantan Bupati Grobogan Tutup Usia, Ini Sosoknya

Mantan Bupati Grobogan Kolonel (Purn) Mulyono US. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Mantan Bupati Grobogan Kolonel (Purn) Mulyono US meninggal dunia karena sakit pada Selasa (4/7/2017). Pria yang menjabat sebagai Bupati Grobogan selama dua periode pada kurun 1986-1996 itu meninggal dunia dalam usia 76 tahun.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muctarom menyatakan, berita meninggalnya Mulyono diterima Selasa sore. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Perumahan Bukitsari Semarang.

“Pemakaman almarhum dilangsungkan di Purwokerto hari ini. Pak Mulyono meninggal karena sakit,” jelasnya, Rabu (5/7/2017).

Dari informasi yang didapat, selama menjabat jadi bupati, sosok Mulyono dikenal sangat dekat dengan banyak pihak. Selain dengan anak buahnya, berbagai tokoh masyarakat juga akrab dengannya.

“Sewaktu menjabat beliau dikenal sangat ramah tetapi tegas. Beliau juga akrab dengan bawahan dan masyarakat,” ujar beberapa PNS di Pemkab Grobogan.

Editor : Akrom Hazami

Sudah Banyak Bikin Masalah, Anggota DPR Ini Minta PJTKI Ilegal Ditindak Tegas

Anggota DPR RI Imam Suroso menyampaikan beberapa persoalan seputar TKI dalam acara sosialisasi peluang kerja ke luar negeri yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (8/4/2017) (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota DPR RI Imam Suroso menegaskan, sejauh ini masih banyak persoalan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  di luar negeri.

Persoalan yang membelit TKI itu salah satunya disebabkan mereka berangkat secara ilegal melalu jasa PTJKI yang tidak resmi. Akibatnya, ketika mereka tertimpa masalah, butuh waktu dan proses yang lama untuk menyelesaikan.

“Keberadaan PJTKI ilegal ini harus ditindak tegas. Mereka yang membujuk TKI bekerja ke luar neger secara ilegal pantas dipenjarakan. Soalnya, tindakan mereka sudah bikin susah banyak orang,” tegas politisi asal Pati tersebut saat berbicara dalam acara sosialisasi peluang kerja ke luar negeri yang digelar di Pendapa Kabupaten Grobogan, Sabtu (8/4/2017).

Acara sosialisasi yang dihadiri sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat itu dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hadir pula dalam kesempatan itu, salah satu pejabat dari BNP2TKI Haryanto, Kepala BP3TKI Jateng Suparjo serta Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto.

Menurut Imam, meski berangkat ilegal, namun pemerintah tetap berupaya untuk membantu TKI yang terjerat masalah di negeri orang. Terkait dengan kondisi tersebut, Imam meminta agar masyarakat tidak mudah terbujuk tawaran bekerja di luar negeri. “Kalau ingin bekerja di luar negeri silakan minta informasi yang jelas pada dinas terkait,” katanya.  

Editor : Kholistiono

Tiga Acara Digelar Sekaligus di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Begini Suasananya

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning membaca orasi bersama Bupati Sri Sumarni dan para pimpinan FKPD lainnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning membaca orasi bersama Bupati Sri Sumarni dan para pimpinan FKPD lainnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Suasana Stadion Krida Bhakti Purwodadi terlihat meriah, Rabu (30/11/2016). Ribuan orang dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat tampak hadir di lokasi yang biasanya digunakan tim Persipur untuk menggelar pertandingan kandang tersebut.

Banyaknya orang yang hadir itu untuk mengikuti kegiatan Gerakan Nusantara Bersatu yang pelaksanaannya dibarengkan dengan dua agenda lainnya. Yakni, upacara peringatan HUT ke-45 KORPRI dan HUT ke-71 PGRI. 

Dari pantauan di lapangan, massa yang hadir tidak hanya dari kalangan pegawai dan guru saja. Tetapi hadir pula, pimpinan parpol, ormas, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, mahasiswa dan pelajar. Mereka berbaur dengan para pejabat dan pimpinan FKPD setempat.

Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak selaku inspektur upacara (Irup) dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Sri Sumarni mengatakan, kegiatan yang dilakukan kali ini dirasakan sangat spesial. Sebab, ada tiga kegiatan yang dirakai dalam satu apel sekaligus.  

“Barangkali hanya di Kabupaten Grobogan yang melaksanakan tiga acara besar secara bersamaan. Dari kegiatan inilah kita bisa merasakan sesungguhnya sebuah makna kebersamaan,” jelasnya.

Usai pelaksanaan apel, Sri Sumarni didampingi para pimpinan FKPD Grobogan sempat menyampaikan orasi bersama di atas mimbar. Dalam orasinya, para pucuk pimpinan ini menegaskan bahwa Indonesia adalah milikku, milikmu, dan milik kita bersama. Sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

Usai orasi, ada acara tambahan acara yang disuguhkan. Yakni, pembacaan puisi oleh guru dan pelajar, formasi pancasila dari anggota paskibraka Grobogan, peenampilan kesenian daerah, dan marching band.

Editor : Kholistiono

Peringati HUT Korpri, Bupati Grobogan dan Pimpinan FKPD Senam Bareng PNS

Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta pimpinan FKPD mengikuti acara senam bareng PNS dalam rangka HUT Korpri, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta pimpinan FKPD mengikuti acara senam bareng PNS dalam rangka HUT Korpri, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom,Grobogan – Ratusan PNS yang ada di lingkup Pemkab Grobogan pagi tadi menggelar acara senam bersama yang dilangsungkan di halaman Setda setempat. Bupati Grobogan Sri Sumarni dan para pejabat setempat ikut berbaur dengan PNS dalam olahraga pagi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut.

Terlihat pula, Sekda Grobogan Sugiyanto, Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi, dan unsur FKPD lainnya beserta para pimpinan SKPD.

Acara senam bersama itu digelar selama hampir satu jam. Mengingat banyaknya peserta, pihak penyelenggara mendatangkan empat instruktur dalam senam bersama itu.

Usai senam bersama, acara dilanjutkan dengan sarapan bareng. Setelah sarapan, sebagian PNS langsung mengikuti donor darah yang dilangsungkan di Pendopo Kabupaten. Beberapa pejabat terlihat ikut pula menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan.

Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, kegiatan yang dilangsungkan hari ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-45 Korpri.  Selain senam dan donor darah, ada beberapa kegiatan lain yang dilakukan. Antara lain, seminar, dan beragam lomba.

“Dalam menyambut HUT Korpri ini memang ada banyak kegiatan yang akan dilakukan. Puncak acara akan digelar upacara hari Rabu (30/11/2016) mendatang.

Editor : Kholistiono

Biar Pemuda Grobogan Tambah Cerdas, Bupati Sri Sumarni Perintahkan Kades Bikin Perpustakaan Desa

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan sosial pada acara Bulan Bhakti Karang Taruna di Pendapa Kecamatan Godong, Rabu (23/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan sosial pada acara Bulan Bhakti Karang Taruna di Pendapa Kecamatan Godong, Rabu (23/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan  Sri Sumarni meminta para kepala desa (kades) agar membuat sebuah perpustakaan di desanya masing-masing. Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat menghadiri acara Bulan Bhakti Karang Taruna yang dilangsungkan di Pendapa Kecamatan Godong, Rabu (23/11/2016).

“Saya minta semua kades untuk mengalokasikan sebagian dana pembangunan untuk mendirikan perpustakaan desa. Pada para camat, tolong nanti kadesnya diingatkan,” tegasnya.

Menurutnya, selain amanat pemerintah, untuk pembuatan perpustakaan desa dinilai punya banyak manfaat positif. Antara lain, bisa jadi tempat warga, khususnya pemuda untuk menambah ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, adanya perpustakaan bisa jadi salah satu upaya menekan angka kenakalan remaja dan pemuda. Sebab, perpustakaan bisa jadi tempat yang baik untuk mengisi waktu luang.

“Karena tidak ada hal yang bisa dilakukan, banyak pemuda terjerumus dalam masalah. Seperti, pergaulan bebas hingga terjerumus narkoba. Dengan adanya perpustakaan, maka para pemuda bisa mengisi waktu luang dengan baca buku. Harapan saya, kalau anak muda sudah gemar baca maka generasi mendatang bakal lebih cerdas,” cetusnya.

Terkait pendirian perpustakaan, Sri Sumarni berharap peran serta semua pihak, khususnya karang taruna. Di mana, anggota karang taruna diminta jadi pelopor meningkatnya minat baca masyarakat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Grobogan Kurniawan mengatakan, dalam memperingati bulan bhakti ini, ada beragam  kegiatan yang sudah dilakukan. Antara lain, sosialisasi bahaya narkoba, penghijauan turus jalan, dan turnamen voli.

Kemudian ada juga kegiatan bakti sosial yang dilakukan. Yakni, penyerahan kursi roda, donor darah, pembagian 50 paket sembako dan sunatan massal.

“Untuk kegiatan sosial kita langsungkan hari ini. Kami mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang ikut mendukung semua kegiatan yang kita lakukan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Minta Petani Tingkatkan Hasil Panen

Bupati Sri Sumarni mencoba menyalakan traktor roda empat yang akan diserahkan pada petani, Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Sri Sumarni mencoba menyalakan traktor roda empat yang akan diserahkan pada petani, Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Para petani diminta untuk membantu program pemerintah dalam menciptakan swasembada pangan nasional. Caranya, dengan berupaya untuk terus meningkatkan produksi atau hasil panen. Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menyerahkan bantuan peralatan pertanian pada petani di Kantor Dinas Pertanian TPH, Senin (31/10/2016).

Menurutnya, pada tahun 2015 Grobogan dapat prestasi juara nasional dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan. Atas prestasi ini, para petani mendapatkan banyak bantuan peralatan pertanian dari Kementerian Pertanian agar hasil panen bisa terus ditingkatkan. Seperti hand tractor, traktor roda empat, pompa air, sprayer, dan mesin tanam padi.

“Selain itu, bantuan pembuatan sarana dan prasarana pertanian juga banyak kita dapat. Antara lain, pembangunan jaringan irigasi maupun jalan usaha pertanian,” ungkap Sri.

Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning dan Kepala Dinas Pertanian TPH Edhie Sudaryanto.  Sri menyatakan, adanya bantuan peralatan tersebut akan mempercepat pengolahan tanah buat persiapan musim tanam. Dengan demikian, waktu yang diperlukan untuk persiapan bisa lebih singkat dibandingkan dengan memakai alat pengolah sawah saat ini.

“Saya harapkan dengan adanya bantuan peralatan ini, secara tidak langsung bisa meningkatkan produksi hasil pertanian. Tolong bantuan peralatan ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Khusus bantuan traktor, jangan ditinggal di sawah karena rawan pencurian,” pesannya.

Ditambahkan, selama ini, ada bebera komoditas pertanian yang jadi andalan. Yakni, padi, jagung dan kedelai. Khusus untuk komoditas jagung, hasil produksinya paling tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dipertan TPH Grobogan Tri Retno Indriati menambahkan, bantuan peralatan yang disalurkan pada petani ini berasal dari Kementerian Pertanian RI. Wujudnya berupa, 153 unit pompa air, 103 hand traktor, 4 traktor roda empat, dan 289 sprayer.

Editor : Kholistiono

Kunjungi Agro Wisata Desa Tarub, Bupati Sri Sumarni Ajak Pejabat Makan Rujak Belimbing

Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata Desa Tarub (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata Desa Tarub (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Usai meresmikan Desa Wisata Tarub di balai desa setempat, Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata yang ada di situ dengan naik dokar. Agro wisata ini merupakan sebuah kebun belimbing yang dikembangkan Winarto, warga setempat.

Begitu masuk ke lokasi agro wisata seluas hampir satu hektar itu, Sri Sumarni dan rombongan langsung dibikin takjub. Sebab, di lokasi itu banyak sekali pohon belimbing yang buahnya cukup ranum.

“Ini baru sebuah inovasi yang hebat. Membikin sebuah kebun belimbing seperti ini adalah ide yang cemerlang dan patut dicontoh. Masyarakat harus terus berinovasi untuk pengembangan potensi daerahnya,” kata Sri sambil mengamati suasana agro wisata yang dipenuhi ratusan pohon belimbing tersebut.

Setelah melihat-lihat lokasi, Sri dan rombongan pejabat kemudian dipersilahkan memetik buah belimbing yang ada di situ. Untuk memetik belimbing bisa dilakukan dengan mudah. Soalnya, banyak buah yang posisinya mudah dijangkau dengan tangan.

Setelah memetik satu belimbing, Sri kemudian langsung mencicipi di tempat. Tidak lama kemudian, dia pun mengacungkan jempol tangan kanannya. “Buahnya manis dan segar. Ada sambal apa tidak? Ini cocoknya makan rujak belimbing dulu,” katanya sambil mengupas sendiri buah yang barusan dipetik.

Permintaan orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu dalam sekejap sudah terpenuhi. Sebab, di lokasi agro wisata itu memang sudah disediakan aneka oleh pengelola agro wisata. Persediaan sambal itu memang disediakan bagi pengunjung yang ingin rujakan di tempat tersebut.

Editor : Kholistiono

Soal Minum Susu, Bupati Sri Sumarni Cerita Dinasehati Cucunya

 Bupati Grobogan Sri Sumarni (tengah,jilbab merah) saat minum susu bersama anak-anak dalam Peringatan Hari Chef Internasional yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan kemarin (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Bupati Grobogan Sri Sumarni (tengah,jilbab merah) saat minum susu bersama anak-anak dalam Peringatan Hari Chef Internasional yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan kemarin (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak puluhan anak-anak minum susu kedelai bersama. Hal itu dilakukan saat Sri menghadiri acara Peringatan Hari Chef Internasional yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Selasa (25/10/2016) kemarin.“Minum susu kedelai ini sangat baik buat kesehatan dan pertumbuhan. Oleh sebab itu, mari kita biasakan minum susu setiap hari,” ajaknya.

Hadir dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Sugeng, Kepala Dinas Pertanian TPH Edhie Sudaryanto, kabag humas Ayong Muchtarom, Kepala Disperindagtamben Muryanto dan Kepala Dinas Koperasi UMKM Yulianto. Hadir pula, chef dari Semarang Culinary Professional dan camat serta sejumlah kepala desa.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni sempat mengajak anak-anak bernanyi bersama sebelum acara minum susu bareng. Beberapa lagu anak-anak dinyanyikan dengan lantang oleh orang nomor satu di Pemkab Grobogan tersebut. Seperti, pelangi-pelangi, naik-naik ke puncak gunung, dan gundul-gundul pacul.

Saat menyampaikan sambutan, Sri Sumarni juga sempat menceritakan kalau sering dinasehati cucunya agar selalu sehat. “Cucu saya bilangnya seperti ini. Uti (Eyang Putri) harus rajin minum susu lho biar sehat. Ini, cucu saya kebetulan juga mengikuti acara di sini,” kata Sri yang disambut tawa para hadirin.

Menurut Sri, konsumsi susu kedelai, khususnya buat anak-anak itu memang perlu terus digalakkan. Selain memang bermanfaat, potensi kedelai di Grobogan dinilai juga cukup tinggi. Tiap tahun produksi kedelai (varietas Grobogan) berkisar 50 ribu ton yang tersebar di beberapa kecamatan.

Masih dikatakannya, dari hasil penelitian beberapa pihak, kedelai varietas Grobogan itu punya keunggulan istimewa. Antara lain, kedelai varietas asli yang sudah bersertifikat nasional tersebut bukan hasil rekayasa genetik.

“Satu hal lagi, kandungan protein kedelai kita sangat tinggi karena mencapai 42 persen. Banyaknya protein ini bisa jadi paling besar dibandingkan dari varietas kedelai lainnya,” ungkap mantan Ketua DPRD Grobogan tersebut.

Sebelum mengakhiri sambutan, Sri berharap agar pihak sekolah, khususnya TK dan PAUD rutin menyediakan susu kedelai untuk murid-muridnya. Bahkan bila perlu, susu kedelai itu bisa dibuatkan sendiri karena prosesnya mudah dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian TPH Edhie Sudaryanto menambahkan, selain acara minum susu kedelai bareng, ada beragam kegiatan lain yang dilangsungkan. Yakni, lomba cipta menu masakan dari bahan kedelai, dongeng anak-anak serta pelatihan memasak yang dipandu chef berpengalaman. “Acara seperti ini baru pertama kita lakukan. Pelaksanaannya cukup meriah dan anak-anak sangat terhibur,” katanya.

Editor : Kholistiono

Bupati Sri Sumarni : Pingin Pandai? Gemarlah Membaca Buku

Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan bingkisan buku pada sejumlah pelajar saat membuka Pameran Buku dan Kreasi Anak kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan bingkisan buku pada sejumlah pelajar saat membuka Pameran Buku dan Kreasi Anak kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Jika mau pandai dan banyak pengetahuan, biasakanlah membaca beragam jenis buku. Sebab, melalui kebiasaan ini akan banyak manfaat yang bisa didapat. “Banyak tokoh besar dunia menyatakan, membaca adalah jantungnya pendidikan. Hal ini membuktikan kalau membaca punya peran penting dalam bidang pendidikan,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat membuka Pameran Buku dan Kreasi Anak Hebat yang digelar di Kantor Perpustakaan Daerah, kemarin (15/10/2016).

Menurutnya, budaya membaca di kalangan pelajar memang belum menggembirakan. Untuk itu perlu dorongan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca. Selain itu perlu Sri menegaskan, saat ini, minat baca para pelajar memang masih cukup rendah. Hal ini berbeda dengan minat menonton televisi yang dirasa jauh lebih tinggi.

“Masih rendahnya budaya membaca itu menjadi kendala utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat. Padahal, dengan membaca orang akan mampu mengembangkan diri dalam menambah ilmu pengetahuannya secara mandiri. Oleh karena itu perlu langkah serius untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Sri menambahkan, menurunnya minat baca buku juga disebabkan dampak perkembangan berbagai media komunikasi dan media sosial. Di mana, kondisi ini membuat orang lebih senang browsing, chatting dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sri berpesan pada orang tua agar memberi dorongan pada putra-putrinya agar gemar membaca. Terutama, buku pengetahuan yang bisa menambah wawasan.

“Kalau bisa, secara rutin, orang tua membelikan buku pengetahuan pada anaknya. Namun, jika hal ini tidak bisa dilakukan maka ajaklah ke perpustakaan daerah. Di sini koleksi bukunya sudah memadai dan tidak perlu bayar kalau pinjam,” katanya.

Editor : Kholistiono

Begini Sikap Bupati Grobogan Terkait Upaya Pengembangan Desa Wisata Banjarejo

Kades Banjarejo Ahmad Taufik memperlihatkan foto dan video koleksi penemuan benda bersejarah yang tersimpan di handphonenya pada Bupati Grobogan Sri Sumarni (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Banjarejo Ahmad Taufik memperlihatkan foto dan video koleksi penemuan benda bersejarah yang tersimpan di handphonenya pada Bupati Grobogan Sri Sumarni (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mendukung penuh dijadikannya Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sebagai salah satu desa wisata. Sebab, potensi yang ada di sana memang layak dipromosikan untuk mendatangkan wisatawan.

“Potensi di Banjarejo, khususnya penemuan benda purbakala dan cagar budaya memang luar biasa. Ini, layak dijadikan salah satu andalan pariwisata Grobogan pada masa mendatang. Oleh sebab itu, saya mendukung penuh dijadikannya Banjarejo sebagai desa wisata,” kata Sri Sumarni, saat mengadakan pertemuan dengan Kades Banjarejo Ahmad Taufik di ruang kerjanya, Rabu (12/10/2016).

Selain Taufik, ada dua pejabat lainnya yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Yakni, Staff Ahli Bupati Bidang Pembangunan Wiku Handoyo dan Kabag Humas Ayong Muctarom.

Dalam kesempatan itu, Sri berjanji akan membantu menyiapkan sarana pendukung. Terutama, perbaikan akses jalan menuju Desa Banjarejo supaya memudahkan bagi pengunjung yang akan datang ke sana.

“Beberapa ruas jalan menuju Banjarejo masih ada yang kurang bagus kondisinya. Nanti, perbaikan jalan itu akan kita prioritaskan untuk meningkatkan roda perekonomian sekaligus menunjung desa wisata,” katanya.

Mantan Ketua DPRD Grobogan itu juga berpesan kepada Ahmah Taufik agar merawat penemuan benda bersejarah dengan baik. Sri juga meminta agar selalu berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya terkait pengembangan desa wisata. Seperti dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Arkeologi Jogjakarta, Tim Ahli Cagar Budaya Jateng, dan Disporabudpar.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Sri sempat diperlihatkan foto dan video koleksi penemuan benda bersejarah yang tersimpan di handphone Ahmad Taufik. Sri terlihat serius menyimak puluhan foto dan beberapa dokumen video penemuan benda bersejarah tersebut.

Sementara itu, usai bertemu dengan orang nomor satu di Pemkab Grobogan tersebut, Kades Ahmad Taufik mengaku lega. Sebab, dengan adanya dukungan itu membuatnya makin bersemangat untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di desanya.

“Setelah mendengar penjelasan bupati tadi, saya merasa plong. Semoga saya bisa mengemban amanah untuk mengembangkan potensi wisata di Banjarejo. Mohon dukungannya juga dari rekan-rekan media,” katanya.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Larang Bantuan Ternak dari Pemerintah Langsung Dijual

Para pengunjung melihat-lihat stand Ekspo Peternakan dan Perikanan yang digelar di halaman kantor Dinas Peternakan dan Perikanan, Sabtu (08/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pengunjung melihat-lihat stand Ekspo Peternakan dan Perikanan yang digelar di halaman kantor Dinas Peternakan dan Perikanan, Sabtu (08/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para anggota kelompok ternak agar tidak menjual bantuan ternak yang sudah diberikan pemerintah untuk kepentingan konsumtif. Hal itu perlu dilakukan agar bantuan itu bisa meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Caranya, dengan mengembangkan dan membudidayakan ternak.

“Perlu diperhatikan, bantuan ternak ini hendaknya dikembangkan dulu biar tambah banyak. Nah, setelah jadi banyak baru boleh dijual atau bila perlu dipotong untuk konsumsi bersama. Yang tidak boleh itu kalau begitu terima bantuan ternak, barangnya langsung dijual tanpa sempat dikembangkan terlebih dahulu,” tegas Sri, saat membuka Ekspo Peternakan dan Perikanan yang digelar di halaman Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan, Sabtu (08/10/2016)

Menurut Sri, setelah pertanian dinilai sukses, sektor peternakan akan dimaksimalkan lagi potensinya. Khususnya, dalam mendukung swasembada daging yang sudah dicanangkan pemerintah pusat. “Di bidang peternakan ini, kita punya potensi sapi potong yang besar. Kabupaten Grobogan dikenal sebagai daerah penghasil sapi potong terbesar nomor dua di Jawa Tengah, setelah Blora. Populasi sapi saat ini mencapai 180 ribu ekor,” katanya.

Guna lebih memacu pembangunan di bidang peternakan dan perikanan, lanjut Sri, Pemkab Grobogan pada tahun 2016 ini, telah menetapkan dan melaksanakan program yang sasarannya langsung kepada masyarakat. Khususnya bagi para kelompok tani ternak dan ikan.

Pada tahun ini, sedikitnya ada kelompok ternak dan ikan yang diberikan bantuan hibah untuk kegiatan budidaya beragam ternak. Seperti sapi potong, kambing, domba, ayam, itik dan ikan. Di samping itu juga, ada bantuan berupa alat dan mesin serta pembuatan infrastruktur jalan produksi peternakan dan perikanan.

“Program bantuan hibah tersebut adalah merupakan kepedulian dari Pemkab Grobogan agar para peternak dan pembudidaya ikan menjadi lebih sejahtera. Untuk bisa menjadi lebih sejahtera, maka bantuan yang diterima harus dikelola sebaik mungkin,” imbuhmya.

Mengingat pentingnya beratnya tanggung jawab pada sektor peternakan ini, dalam penyusunan Perda Organisasi Perangkat Daerah yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu, keberadaan Dinas Peternakan dan Perikanan tetap dipertahankan. Yakni, tetap berdiri sebagai dinas tersendiri, tidak digabungkan dengan dinas lainya.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Minta Kepala SKPD Lebih Cermat Kelola Barang Milik Daerah

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka Pembekalan Penatausahaan Barang Milik Daerah yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Rabu (05/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka Pembekalan Penatausahaan Barang Milik Daerah yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Rabu (05/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Para kepala SKPD diminta lebih intensif dalam melakukan pengamanan, pengawasan dan pengendalian atas barang milik daerah (BMD) yang berada dalam penguasaannya. Hal itu penting dilakukan dalam rangka mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang didapat atas laporan keuangan tahun anggaran 2015 lalu.

“Prestasi meraih opini WTP itu harus bisa kita pertahankan terus. Salah satu upayanya adalah mengelola dan mendata aset dengan baik,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat membuka Pembekalan Penatausahaan Barang Milik Daerah yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Rabu (05/10/2016).

Menurutnya, data aset itu diperlulan sebagai bahan untuk menyusun neraca didalam laporan keuangan. Oleh karena itu, tanpa adanya data aset yang baik, maka tidak akan dapat disusun laporan keuangan yang akurat.

“Data aset dan data keuangan ibarat dua sisi mata uang didalam laporan keuangan. Keduanya memiliki peran yang sama pentingnya. Saya minta hal ini supaya diperhatikan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono menambahkan, terkait pentingnya mempertahankan opini WTP yang sudah diraih, pihaknya sengaja menggelar pembekalanbagi para pengurus barang dan operator Sistem Informasi Manajemen Daerah Barang Milik Daerah (SIMDA BMD) di semua SKPD. Sebanyak 140 petugas yang menangani BMD akan mengikuti pembekalan selama empat hari.

Dijelaskan, dengan pembekalan tersebut, diharapkan bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pengurus barang dan operator SIMDA. Khususnya, terhadap penguasaan aplikasi SIMDA BMD Produk BPKP versi terbaru.“Untuk kegiatan ini, kami menghadirkan narasumber dari BPKP Jawa Tengah,” katanya.

Editor : Kholistiono

Pejabat Eselon II Pemkab Grobogan Jalani Tes Asesmen di Yogyakarta

 Bupati Grobogan Sri Sumarni. Ia mengatakan, pelaksanaan tes asesmen bagi para pejabat eselon II dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Bupati Grobogan Sri Sumarni. Ia mengatakan, pelaksanaan tes asesmen bagi para pejabat eselon II dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Para pejabat eselon II di lingkup Pemkab Grobogan sejak Rabu (05/10/2016) tidak ada satupun yang berada di kantornya. Dari informasi yang didapat, para pejabat ini ternyata sedang berada di Yogyakarta. Tujuannya, untuk mengikuti tes asesmen yang dilangsungkan selama dua hari, hingga hari ini, Kamis (06/10/2016).

“Semua pejabat eselon II wajib mengikuti tes asesmen dari Badan Kepegawaian Negara wilayah DIY. Pelaksanaan tes dilangsungkan di salah satu hotel di Yogyakarta selama dua hari,” kata sumber yang enggan ditulis namanya tersebut.

Pelaksanaan tes asesmen untuk pejabat eselon II yang baru pertama kalinya digelar itu ada kaitannya dengan sudah ditetapkannya Perda Perangkat Daerah, pada Rabu (28/09/2016) lalu.

Dengan adanya perda baru tersebut, sudah ditetapkan 29 SKPD di Kabupaten Grobogan dengan penggolongan yang disesuaikan beban kerjanya. Terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat, 4 badan, 21 dinas, dan Satpol PP. Sebelum ditetapkan perda, jumlah SKPD ada 31.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya pelaksanaan tes asesmen bagi para pejabat eselon II tersebut. Menurutnya, tes tersebut dilakukan dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Tes tersebut salah satu tujuannya adalah untuk menyediakan profil kompetensi para pejabat eselon II melalui pengukuran secara sistematis. Hasil tes nanti, dapat dimanfaatkan oleh pemegang kebijakan kepegawaian sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan dan pengembangan aparatur di Pemkab Grobogan.“Semua pejabat eselon II ikut tes asesmen ini. Pelaksanaannya dijadwalkan selama dua hari, dari kemarin sampai hari ini,” kata Sri.

Dijelaskan, berkaitan dengan sudah ditetapkannya Perda Perangkat Daerah, maka dalam waktu dekat akan dilakukan penataan struktur organisasi tata kerja (SOTK) yang di dalamnya termasuk pengisian pimpinan SKPD. Sebelum melaksanakan kebijakan tersebut, perlu melakukan pemetaan kompetensi bagi pejabat.

“Dari hasil tes nanti akan diketahui profil lengkap kompetensi dan kemampuan tiap pejabat eselon II. Dengan data ini nanti akan kita gunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengisian jabatan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Berkisah Bagaimana Susahnya jadi Bendahara

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka bintek sistem akuntansi keuangan daerah yang dilangsungkan di Aula Bappeda, Sabtu (24/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka bintek sistem akuntansi keuangan daerah yang dilangsungkan di Aula Bappeda, Sabtu (24/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para bendahara di seluruh SKPD dinilai punya andil besar terhadap keberhasilan Pemkab Grobogan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya atas laporan keuangan tahun 2015.

Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membuka bintek sistem akuntansi keuangan daerah yang dilangsungkan di Aula Bappeda, Sabtu (24/9/2016).

“Ibarat pasukan, bendahara merupakan ujung tombak dalam pengelolaan laporan keuangan. Keberhasilan meraih WTP ini salah satunya disebabkan pengelolaan dan laporan keuangan dikerjakan dengan baik oleh para bendahara di semua SKPD,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga mengerti betul betapa susahnya jadi seorang bendahara. Terutama, jika ada selisih catatan yang tidak sesuai antara pengeluaran dan uang cash. Kemudian, ketika ada kuitansi yang terselip juga sering bikin bingung.

“Siapa bilang jadi bendahara itu enak. Saya sudah pernah memegang tugas jadi bendahara saat kerja di KUD dulu. Kalau ada selisih, pusingnya minta ampun. Soalnya, saya harus mengecek ulang semua bukti pengeluaran dengan cermat. Jadi, tugas bendahara itu memang cukup berat dan saya paham sekali dengan masalah ini,” tegas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Mengingat beratnya tanggung jawab yang diemban, Sri meminta supaya para bendahara mengikuti bintek dengan sungguh-sungguh. Dia juga meminta para peserta bintek untuk menanyakan sejelas mungkin pada narasumber dari BPKP Jawa Tengah jika ada hal-hal yang dirasa kurang dipahami.

Sementara itu, Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, kegiatan bintek tersebut dirasakan penting dilakukan mengingat Pemkab Grobogan baru satu kali meraih opini WTP. Oleh sebab itu, masih diperlukan evaluasi dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan di lapangan.

“Melalui bintek ini kita harapkan pemahaman mengenai penerapan standar akuntansi pemerintahan berbasis aktual bisa lebih baik lagi. Dengan demikian, target kita selanjutnya bisa tercapai. Yakni, bisa mempertahankan opini WTP yang sudah berhasil kita raih,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini yang Dilakukan Bupati Grobogan Setelah Pulang Haji

Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang membagi pengalamannya selama menunaikan ibadah haji (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang membagi pengalamannya selama menunaikan ibadah haji (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni tampaknya tidak mengambil waktu jeda untuk istirahat setelah kembali dari Tanah Suci, Sabtu (17/09/2016) siang. Sehari setelah pulang dari Tanah Suci, Sri Sumarni langsung ngantor. Bahkan, dia langsung memimpin apel pegawai di lingkungan Setda Grobogan, Senin (19/9/2016).

Setelah ngantor perdana pascaberhaji, siang harinya Sri menggelar syukuran sederhana di rumah dinas. Para pimpinan muspida dan para kepala SKPD hingga camat terlihat hadir dalam kesempatan ini. Tampak pula, belasan tetangga di lingkungan rumah dinas yang berada di belakang Pendapa Kabupaten.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat membagi pengalamannya selama menunaikan ibadah haji. Dia merasa bersyukur karena diberikan kemudahan, sehingga bisa melakukan seluruh rangkaian ibadah.

“Alhamdulillah, saya dimudahkan dalam menunaikan ibadah haji. Selain dimudahkan, saya juga diberikan kesehatan dan kekuatan selama di Tanah Suci,” katanya.

Selama di sana, Sri mengaku bertemu dengan banyak orang penting yang kebetulan juga menunaikan ibadah haji tahun ini. Seperti, Mantan Kapolri, Wakil Ketua DPR RI, dan orang-orang penting lainnya serta sejumlah kepala daerah.

Salah satu hal di luar ibadah yang paling berkesan adalah ketika dia berada di penginapan di Kota Makkah. Pada saat itu, para jemaah dari Grobogan sudah menyiapkan pesta ulang tahun secara sederhana.

“Seumur-umur, saya tidak pernah merayakan ulang tahun. Baru ketika berada di Makkah itulah ada kejutan yang diberikan para jemaah,” sambungnya.

Sri menambahkan, sengaja dia tidak mau mengambil cuti tambahan pascapulang haji. Sebab, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Seperti diketahui, Sri Sumarni berangkat haji 1 September lalu. Keberangkatan Sri berhaji tidak melalui jalur reguler tetapi lewat layanan ONH Plus.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Dapat Kejutan dari Jemaah Haji di Makkah

Bupati Sri Sumarni sedang meniup lilin dalam perayaan ulang tahunnya bersama para jemaah haji Grobogan (Istimewa)

Bupati Sri Sumarni sedang meniup lilin dalam perayaan ulang tahunnya bersama para jemaah haji Grobogan (Istimewa)

MuriaNewsCom, Grobogan – Janji Bupati Sri Sumarni untuk menemui jemaah haji asal Grobogan di Tanah Suci akhirnya dipenuhi. Beberapa hari lalu, Sri Sumarni sudah berhasil bertemu para jemaah di Kota Makkah.

Informasi yang didapat menyatakan, saat bertemu dengan para jemaah haji, Sri Sumarni sempat dapat kejutan. Di mana, para jemaah saling memberikan ucapan selamat pada orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu.

Ucapan selamat itu diberikan lantaran pada 5 September lalu, Sri tengah berulang tahun ke-56 tahun. Karena baru ada kesempatan bertemu, ucapan selamat itu diberikan beberapa hari kemudian. Tidak hanya itu, Sri juga sempat didaulat untuk meniup lilin kue ulang tahun yang dibuat secara sederhana oleh para jemaah.

Seperti diketahui, keberangkatan Sri Sumarni ke Tanah Suci tidak berbarengan dengan jemaah haji Grobogan. Sebab, Sri berangkat melalui layanan ONH plus, tidak lewat jalur reguler. Sebelum berangkat haji pada 2 September lalu, Sri memang sempat berjanji akan mengunjungi jemaah ketika sudah sampai di sana.

Sementara itu, salah satu Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto membenarkan jika para jemaah sudah bertemu dengan Bupati Sri Sumarni 7 September lalu di pemondokan haji.

“Rekan-rekan jemaah sudah bertemu dengan bupati. Saya kebetulan tidak bisa ikut ketemuan, karena bersamaan ada rapat khusus dengan ketua rombongan dan ketua regu,” kata Dosen STAIN Kudus yang jadi pendamping jemaah haji Grobogan kloter 73 itu.

Disinggung kondisi para jemaah, Kisbiyanto menyatakan, semuanya dalam kondisi sehat. Para jemaah, khususnya dari kloter 73 juga sudah melaksanakan umroh wajib sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji.

 Editor : Kholistiono

Seharian, Puluhan Warga Datangi Rumah Dinas Bupati Sri Sumarni, Ada apa?

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersalaman dengan para tamu yang berkunjung ke rumah dinasnya, Selasa (30/08/2016)

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersalaman dengan para tamu yang berkunjung ke rumah dinasnya, Selasa (30/08/2016)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan tidak biasanya terlihat di Rumah Dinas Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam beberapa hari terakhir. Dari pagi hingga malam, ada puluhan warga dari berbagai kalangan yang keluar masuk ke rumah dinas tersebut.

Lantaran banyaknya tamu yang berdatangan, kursi yang berada di teras depan disingkirkan semuanya. Gantinya, dipasang karpet dan tikar sehingga bisa menampung banyak orang.

Menariknya, selama beberapa hari tersebut, para tamu tidak pernah kecele. Semua tamu bisa dipastikan bisa bertemu dengan penghuni rumah, kendati hanya sebentar.Banyaknya orang bertamu ke rumah dinas di belakang Pendapa Kabupaten itu sempat mengundang pertanyaan dari warga yang sedang melintas di situ. Sebab, tidak biasanya ada banyak tamu yang datang.“Ada acara apa di rumah dinas. Kok ramai banget dan tamunya nggak pernah berhenti,” kata Julianto, salah satu warga yang melintas di depan rumah dinas.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni disela-sela menerima tamunya menyatakan, dari kemarin hingga Rabu besok, dia sengaja menggelar acara open house. Hal itu dilakukan berkaitan dengan niatnya untuk menunaikan ibdah haji.

“Rencananya, hari Kamis, 1 September lusa saya berangkat haji. Jadi, sebelum berangkat saya memberikan kesempatan pada semua warga yang ingin bersilaturahmi ke sini,” katanya.

Saat menerima tamu, Sri juga selalu meminta didoakan agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar. Kepada para tamunya, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu juga menyatakan permintaan maaf kalau ada kesalahan yang pernah dilakukan.

 Editor : Kholistiono

Duet Dadakan Bupati Grobogan dengan Gareng Bikin Penonton Wayang Kulit Terhibur

Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang duet dadakan dengan bintang tamu Gareng dalam pentas wayang kulit di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni sedang duet dadakan dengan bintang tamu Gareng dalam pentas wayang kulit di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni ternyata punya bakat dibidang kesenian. Hal ini terlihat dalam pentas wayang kulit yang digelar di halaman Setda Grobogan, Kamis (25/8/2016) malam hingga Jumat dini hari tadi.

Di tengah pertunjukkan tersebut, Sri sempat didaulat naik ke atas panggung saat sesi goro-goro atau dagelan. Di atas panggung sudah ada satu bintang tamu yang dihadirkan, yakni pelawak Gareng dari Semarang.

Nah, pada saat itulah secara spontan Gareng mengajak bercanda Sri dengan guyonan segar. Di luar dugaan, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu ternyata juga bisa membalas dengan kata-kata yang tidak kalah lucunya sehingga bisa bikin penonton ger-geran.

Usai duet dadakan dengan Gareng sekitar 20 menit, Sri kemudian diminta untuk melantunkan satu lagu Jawa dalam kesempatan tersebut. Dan, tembang dengan Judul Perahu Layar pun dilantunkan Sri dengan cukup baik.“Wah, mantap. Bupati ternyata juga bisa ndagel dan nembang (melawak dan menyanyi). Ternyata, beliau punya bakat seni juga,” celetuk beberapa penonton disisi selatan panggung hiburan.

Secara keseluruhan, jalannya pertunjukkan wayang yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-71 Kemerdekaan RI itu berlangsung sukses dan lancar. Demikian pula, animo penonton wayang yang menampilkan lakon Babad Alas Wonomarto itu juga luar biasa.

Halaman setda malam itu penuh orang. Diperkirakan, lebih dari 1.000 orang yang menyaksikan pertunjukkan wayang dengan dalang Ki Pamungkas Bayu Aji tersebut. “Penggemar wayang kulit di Grobogan sejauh ini masih cukup banyak. Terbukti, setiap ada pentas selalu ramai penontonnya. Pagelaran wayang seperti ini memang perlu kita lestarikan. Terutama pada generasi muda agar tahu kalau kita punya kesenian tradisional yang luar biasa,” ujar Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Editor : Kholistiono

Sri Sumarni Pamitan, Sugiyanto Bakal Jabat Plt Bupati Grobogan

Bupati Grobogan bersalaman dengan para pejabat saat melangsungkan acara pamitan haji di rumah dinas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan bersalaman dengan para pejabat saat melangsungkan acara pamitan haji di rumah dinas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta doa dari para pejabat dan warga sekitar rumah dinas agar diberikan kemudahan dan kelancaran saat melaksanakan ibadah haji nanti. Permintaan itu disampaikan Sri saat menggelar acara pamitan haji di rumah dinasnya, Kamis (25/8/2016).

“Mohon doanya agar saya diberikan kemudahan dan kelancaran agar selama menunaikan ibadah haji. Kemudian, saya juga minta doanya agar seluruh jemaah haji Grobogan juga dapat kemudahan selama beribadah di tanah suci,” pintanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Ketua DPRD Agus Siswanto beserta sejumlah pimpinan FKPD lainnya dan para kepala SKPD. Terlihat pula Kepala Kemenag Grobogan Moh Arifin yang juga didaulat untuk memimpin doa bersama. Para tetangga di lingkungan rumah dinas juga ikut diundang dalam acara pamitan tersebut.

Sesuai rencana, Sri Sumarni akan bertolak menuju tanah suci pada 2 September mendatang. Keberangkatannya berhaji tidak melalui jalur reguler tetapi lewat fasilitas ONH Plus. Dijadwalkan, pada 18 September, Sri Sumarni sudah kembali ke tanah air.

Menurut Sri, selama menunaikan ibadah haji, roda pemerintahan akan dikendalikan oleh Plt Bupati Grobogan. Jika tidak ada perubahan, posisi Plt Bupati Grobogan akan diemban Sugiyanto yang saat ini menjabat sebagai Sekda Grobogan.“Nanti Pak Sekda yang akan jadi Plt selama saya ibadah haji. Jadi, posisi Plt nanti mulai 2-18 September,” katanya.

Editor : Kholistiono